udah lama nggak nge-post pake PC niy...
jadi post yang sebelumnya nggak ada gambar (mian...)
kali ini kebetulan lagi ada waktu, aku mau ngasi sinopsis Movie My girl and I. pasti dah pada tahu kan?
Movie ini dibintangi aktris Song Hye Gyo dan Cha tae Hyun yang diangkat dari cerita komik 'crying Out Love in the Center of World'. here's sinopsis nya...
Movie ini diawali dengan suguhan pemandangan sebuah pedesaan yang indah dipinggir lautan. Dijalan kereta api ditepi lautan terlihat seorang pria sedang berjalan ditengah hembusan angin. Ia mendengar seseorang memanggil,
“Su-Ho ya…”
Laki-laki bernama Su Ho itu berhenti dan memandang lautan luas.
Ditempat lain ada pesta (sepertinya pesta reunian). Mereka bergembira dan memakan daging panggangnya. 3 orang yang duduk bersama juga menikmati makanan mereka. Laki-laki yang gendut berkata semua makanan mereka itu ia bawa dari seoul. Temannya yang lain hanya tertawa. mereka lalu mebicarakan orang lain. Pria yang gendut berkata kalau teman mereka itu sudah 10 tahun tak menunjukkan muka, pasti tak akan datang keacara seperti ini. Pria yang lain bertanya,”maksudmu Su-Eun? Bukankah hari ini hari kematiannya?”. Saat sedang asyik ngobrol, salah seorang temannya kaget saat melihat Su Ho muncul. Su Ho tersenyum dan semua yang ada disitu melihatnya. Mereka senang bertemu kembali. (mian, aku nggak tahu nama teman2nya Su Ho).
Mereka berempat adalah sahabat. Mereka pergi ke mercusuar didesa itu. Pria gendut itu berteriak memanggil Su Eun.
“Su Eun a… Bae Su Eun, bisakah kau mendengarku? Su Eun, laki-laki ini, ia masih tak bisa melupakanmu.” Pria itu histeris dan 3 temannya menenangkannya. Su Ho memandang lautan dan mengingat kejadian saat ia SMA dulu….
Seorang gadis, Bae So Eun, menyelamatkan seorang pria yang tenggelam dilaut. Ia kehilangan Beeper nya. Teman-teman Su Ho melihat Su Ho sedang tiduran di pasir (padahal pingsan). Su Ho sadar. Ia kaget karena ia sudah selamat dan menanyakan siapa yang menyelamatkannya, tapi temannya malah menyangka Su Ho mimpi, mereka tak tahu kalau Su Ho tenggelam.
Su Ho pulang. Ia menemui kakeknya yang seorang tukang buat peti jenazah. Ia kaget saat melihat kakeknya keluar dari salah satu peti. Padahal kakeknya sedang mengukur, hehehe. Su Ho mengejek apakah peti itu untuk kakeknya, kakeknya sedikit kesal karena cucunya mengira ia akan cepat mati. Ia kaget lagi saat seseorang keluar lagi dari peti mati itu, Tuan Park. Saat tuan Park sudah keluar, Su Ho menanyakan apakah tuan Park akan meninggal. Kakek menjawab bahwa tiap manusia cepat atau lambat pasti akan mati.
Disekolah, kelas Su Ho sedang bernyanyi (Magnolia tree???) Sepertinya nyanyi untuk perpisahan). Su Ho dan Su Eun Ternyata sekelas. Su Ho hanya laki-laki biasa saja sedangkan Su Eun adalah bunga sekolah itu (gadis paling cantik, iya laahh, Song Hye Gyo gitu loh!) Su Ho begitu serius menyanyi. Ia jadi tak konsentrasi saat Su Eun menatapnya. Su Ho agak heran. Ia melihat disekelilingnya tak ada yang menatap Su Eun. Ia bingung. Teman Su Ho yang gendut tiba-tiba berbisik kalau ia merasa akhir-akhir ini Su Eun terus memandangnya diam-diam. Ia yakin Su Eun menyukainya.
Dikoridor, Su Eun dan Su Ho berpapasan. Su Ho kekanan, Su Eun juga kekanan, Su Ho kekiri Su Eun juga kekiri. Su Ho bingung dan meminta Su Eun duluan. Su Eun menolak, ia meminta Su Ho yang duluan. Su Ho bingung. Tiba-tiba Su Ho memegang bahu Su Eun dan minta Su Eun diam. Ia pun lewat disamping Su Eun (ada ada ajah). Su Eun berbalik dan memanggil Suho. “Belikan aku croquette (kroket)”.
Su Ho bingung. “jika aku belikan kau kroket, mungkin akan sangat sulit bagi kita untuk selanjutnya”.
Su Ho berjuang membelikan Su Eun karena peminatnya banyak ia berebut dengan siswa lain. Tapi ia dapat dua dan segera memberikannya pada Su Eun. Dan semua siswa melihat mereka. Su Ho malu. Su Eun biasa saja dan segera memakan kroketnya. Ia tersenyum.
Saat pulang sekolah, Su Ho mengayuh sepedanya, tapi dihentikan oleh ketiga temannya. Temannya yang gendut berkata kenapa gadis paling cantik disekolah menyukai Su Ho. Ia bahkan tak percaya dan berkata kalau Su Eun pasti bosan dengan pria yang tampan, makanya menyukai pria yang biasa-biasa saja. Ia memperingatkan Su Ho bahwa Young Gu dari klub judo juga menyukai Su Eun, jadi Su Ho harus hati-hati. Su Ho kesal karena menurutnya tidak seperti itu, ia hanya dimintai tolong membeli kroket saja. Su Ho kesal dan meninggalkan temannya yang gendut itu. Salah satu temannya mengatakan kalau yang gendut itu pasti cemburu. Yang gendut menyangkal, dan ternyata temannya yang satu lagi juga menyukai Su Eun, ia juga kesal (hahahah).
Dan tepat saja Young gu dari klub judo memanggil Su Ho dan menanyakan hubungan Su Ho dan Su Eun. Su Ho tentu menyangkal. Mereka tidak seperti itu. Young gu tidak percaya. Saat Young gu akan memukul Su Ho, Su Eun lewat. Sifat young gu langsung berubah manis. Su Ho minta Su Eun menjelaskan kalau mereka tidak jalan bersama alias pacaran. Young gu juga bertanya. Su Eun melihat mereka dan membenarkannya,”Ya, kami pacaran”. Su Ho kaget. Young gu kesal dan langsung membanting Su Ho. Dua teman Su Ho datang dengan sepeda. Su Eun pun menarik Su Ho yang masih terjatuh dan mereka kabur. Young gu tak dapat mengejar mereka. Mereka berempat mengayuh sepeda dengan kencang melewati pinggir lautan sambil bercanda (cantik). Si gendut yang ada dalam bis kaget saat melihat ketiga temannya + Bae Su Eun naik sepeda. Ia berusaha keluar dari bus tapi pintunya tidak mau terbuka. Ia bahkan mencoba melompat dari jendela.
Su Eun dan teman-teman barunya sampai di persawahan pinggir pantai. Kali ini Su Ho yang membonceng Su Eun. Mereka bercanda dan menuju pantai. Su Eun dan Su Ho duduk di dekat mercusuar merah. Mereka bercerita. Su Eun Tanya apakah Su Ho bisa berenang. Su Ho dengan bangga menjawab bahwa ia bisa (padahal dulu tenggelam, ahahah, Su Eun yang nolongin). Dua teman Su Ho ada di mercusuar putih. Su Ho dan Su Eun melambai pada mereka. Su Eun bertanya apakah Su Ho masih main sepak bola. Su Ho heran kenapa Su Eun tau ia pemain bola. Su Eun menjawab bahwa mereka sekelas sebelumnya. Su Eun juga tahu kalau rumah kakek Su Ho ada didekat rumahnya. Mereka juga pernah main sewaktu kecil dan Su Ho menanyakan arti ‘su’ pada nama Su Eun (wah, Su Eun benar-benar tahu tentang Su Ho niy). Su Ho bahkan nggak ingat itu. Tapi kemudian ia ingat. ‘su’ dalam nama Su Eun berarti hidup. Dan ‘su’ dalam nama Su Ho berarti bagus/sempurna. Tiba-tiba Su Eun memegang tangan Su Ho dan membuat Su Ho kaget. Su Eun menulis sesuatu. Su Ho juga melakukan hal yang sama pada Su Eun. Mereka tertawa. Su Eun kemudian minta Su Ho membelikannya beeper. Su Ho heran. Su Eun bilang ia menghilangkan beepernya karena Su Ho. Su Ho tambah bingung. Su Eun kesal, “Babo”. Ia pun pergi.
Mereka kini ada diatas mercusuar merah.memandangi indahnya matahari terbenam. Su Eun berkata lautan terlihat merah. Su Ho juga berkata kalau itu terjadi setiap saat. Su Eun berkata lalu kenapa muka Su Ho juga merah. Su Ho salah tingkah.
Su Eun tersenyum, “Su Ho ya…”.
“Ya” jawab suho.
“Hanya ingin memanggil namamu saja.”
Su Ho jadi tambah bingung. Su Ho lalu bertanya apa arti ‘eun’ dalam nama Su Eun. Su Eun lalu menulisnya ditangan Su Ho (apa ya?).
Dirumahnya, Su Ho sedang melihat ibunya memotong ikan. Ia memanggil ibunya. Ibunya tahu pasti Su Ho mau minta uang. Su Ho berkata,”a Beeper”. Ibunya marah dan menyuruh Su Ho masuk kekamarnya dan belajar saja. Su Ho belajar, tapi tidak konsentrasi, ia malah senyum-senyum sendiri. Adik Su Ho tiba-tiba masuk kekamarnya dan mengagetkan Su Ho. Ia bertanya apakah kakaknya sudah punya pacar karena seluruh sekolah membicarakan itu, adiknya minta dikenalkan dengan teman Su Ho. Tapi Su Ho malas.
Paginya dikelas, mereka sedang belajar puisi cina. Su Ho memainkan sesuatu yang akan memantulkan cahaya kalau kena matahari, ia mengarahkannya pada Su Eun. Su Eun tersenyum. Su Ho tidak memperhatikan pelajaran malah asyik memandangi Su Eun. Su Eun membaca puisi dan seluruh murid mengikutinya. Su Ho memandangi Su Eun dengan tersenyum. (aaaaaaaa, rasanya jatuh cinta).
Hari hujan. Su Eun dan Su Ho pulang bersama memakai payung. Saat angin berhembus, Su Ho pindah posisi agar Su Eun tak kena hujan. Su Eun hanya tersenyum melihat tingka Su Ho.
Malamnya mereka tiba didepan rumah Su Eun. Su Ho memetik buah dan Su Eun menuliskan nomor teleponnya di buah itu. Su Eun berkata ayahnya sangat seram, jadi lebih baik hati-hati saat menelpon. Mereka berpisah. Su Ho sangat senang dan menari-nari. Ia kaget saat ternyata ayah Su Eun ada di depannya. Ia menyembunyikan buah itu dibelakangnya dan nomor telponnya terhapus sedikit. Su Ho menunduk dan pergi, ia kembali lagi karena sepedanya tertinggal dirumah Su Eun.
Malamnya saat ingin menelpon, adik Su Ho juga menelpon temannya. Su Ho dengan tak sabar menunggu. Tapi obrolan adiknya semakin panjang dan ia pun ingin merampas telpon itu dari adiknya. Tapi ternyata adiknya pura-pura menelpon karena kabelnya nggak dicolokin.
To be continued….
cerita nya bagus ^^
BalasHapuscukup menarik,.... gag nyangka klo film ini udah ada dari 2005.
BalasHapus