ATTENTION!!!!

Di Mohon Untuk Tidak meng-COPAS tulisan di blog ini!!!
Tapi,
Bagi yang ingin mengambil tulisan di Blog ini, harap menyertakan LINK HIDUP di bawah postingan yang kalian ambil dari Blog ini!!!
Baik itu nantinya postingannya akan kalian ubah ataupun kalian rapikan.
Tolong hargai penulis dan sesama blogger...
Gomawo^^

Minggu, 07 Agustus 2011

[Sinopsis] The Princess' Man Episode 1 part. 1

Sinopsis The Princess’ Man Episode 1 part.1


Moon Chae Won as Lee Se Ryung
Park Shi Hoo as Kim Seung Yoo
Song Jong Ho as Shin Myun
Hong Soo Hyun as Princess Kyung Hye
Lee Soon Jae as Kim Jong Seo
Kim Young Chul as Prince Suyang (later King Sejo)
Lee Min Woo as Jung Jong


Seorang pria memacu kudanya menuju ibukota. Dia adalah Kim seung Yoo. Seung Yoo dikejar oleh beberapa orang yang berkuda juga, ia terlihat khawatir. Bukan mengkhawatirkan orang-orang yang mengejarnya, tapi mengkhawatirkan tempat yang ia tuju. Disuatu tempat terlihat orang-orang menyerang seseorang, darah terlihat berceceran (so sad….).


Dilain tempat Shin Myun menemui seseorang.

Shin myun : Dimana yang mulia pangeran Sun Yang?

Pria : ikuti aku.

Shin myun mengikuti laki-laki itu menemui pangeran sun yang. Pangeran sun yang sudah menunggu shin myun.

Sun yang : apakah kim seung yoo sudah dibebaskan?

Shin : ya.

Sun yang : dia tidak menyadari kalau kita sengaja membebaskannya, kan?

Shin : saya tidak berfikir begitu.

Sun yang : jika dia mempercayaimu sebagai temannya, dia seharusnya sedang menuju tempat dimana ayahnya bersembunyi.

Sun yang : dia adalah petunjuk yang baik untuk menemukan Kim Jung seo.

Sun Yang terlihat senang, ia akan menemukan Kim Jung seo. Begitu juga tangan kanannya. Shin Myun terlihat tidak suka dan khawatir.


Kim Seung Yoo memacu kuda-nya menuju ketempat persembunyian ayahnya. Ia terus diikuti oleh sekelompok orang yang mengejarnya. Seung yoo tiba di tempat persembunyian ayahnya. Ia menerobos masuk dan menemui ayahnya sambil menahan tangannya yang terluka. Kim Jung Soo terlihat luka-luka di kepalanya.

Seung yoo : Ayah.

Kim jung seo terlihat sangat lemah,”aku baik-baik saja.”

Seung Yoo membantu ayahnya berdiri. Ayahnya berkata kalau ia menemui kementrian urusan militer. Tiba-tiba pengawal Kim Jung Seo berteriak dan ditebas dari belakang. Orang-orang yang mengikuti Seung Yoo sampai ke persembunyian. Mereka mulai menyerang anak buah kim jung seo. Dalam sekejab hanya Kim Jung Seo dan kim Seung yoo yang hidup. Kim seung yoo bersiap-siap menyerang.


Kim seung yoo bukan orang yang mudah dikalahkan. Tapi tetap saja satu lawan 7 (mungkin), seung yoo kewalahan dan ia terkea sayatan pedang dan ambruk. “Seung Yoo ya…” Kim Jung seo menghampiri anaknya dengan khawatir. Pemimpin orang-orang itu mendekati Kim Jung Seo. Kim Jung Seo tampak marah.



Jung seo : Sun Yang… aku tidak akan membiarkanmu melakukannya, bahkan jika aku di neraka!!

Dan….

Kim Jung seo terkena pedang pemimpin orang-orang itu (sumpah, sediiiiiiiiihh banged pas adegan ini!!).

Kim jung seo terjatuh. Seung yoo panic melihat ayahnya, tapi ia tak bisa apa-apa. Dengan kekuatannya yang masih tersisa, kim seung yoo merangkak mendekati ayahnya. Sisa tenaga kim jung seo mengulurkan tangannya kearah puteranya.

Seung yoo : ayah…

Ayahnya masih berusaha menggapai tangan seung yoo, tapi ayahnya akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya…

Seung yoo : Ayah!!!!!


Seung yoo menangis, ia masih tergeletak di tanah dan ingatannya kembali ke masa lalu….

1 tahun yang lalu......
Seorang gadis sedang memeriksa keadaan disekitarnya. Ia melihat-lihat apakah ada orang. Gadis itu Lee Se Ryung, Puteri Pangeran Sun Yang. Se Ryung mengendap-endap menuju kandang kuda rumahnya.

Ia terlihat antusias. Ia mengelus kuda itu.

Se ryung : kau benar-benar terlihat baik dan tenang. Biarkan aku naik diatas punggungmu ya, sekali. Hanya sekali…

Se Ryung mulai menaiki kuda itu, dibantu dengan gentong yang ia bawa sebagai pijakan. 1, 2, 3 dan ia sudah naik diatas punggung kuda. Se ryung kelihatan senang. Tiba-tiba seorang pelayan datang.

Pelayan : Nona…!!

Kuda yang dinaiki se ryung terkejut dan memberontak, se ryung terjatuh dari kuda. Pelayan langsung menghampiri se ryung. Se Ryung melihatnya dengan tatapan kesal. Se ryung melihat memar dikakinya.


Pelayan : Aigo, nona mendapat luka ditempat yang sama.

Se ryung : Harusnya aku sudah berhasil.

Pelayan : itu karena kuda ini. Anda hamper mendapat memar diseluruh kaki anda. Jika nyonya melihat anda, apa yang akan anda lakukan?

Se ryung : aku tak tahu mengapa ia tak memperbolehkan aku duduk di punggungnya. (sambil menunjuk kuda).

Pelayan : cepat, cepat berdiri nona. Nyonya sudah menunggu anda dari tadi.


Se ryung dengan dibantu pelayannya menemui ibunya. Kaki se ryung masih sakit untuk berjaalan, jadi ia agak terpincang-pincang. Tapi didepan ibunya, ia pura-pura baik. Se Ryung menemui adik dan kakaknya yang berbaris didepan ibunya.

Ibu : Mengapa kau terlambat? Apa kau mencoba menunggangi kuda lagi?

Pelayan : tidak nyonya.

Ibu : katakana yang sebenarnya mulai sekarang!

Se ryung : Ibu, sebenarnya aku….

Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara tawa Sun Yang, ayah se ryung dari dalam rumah.

Sun yang : bagaimana itu mungkin? Untuk anak yang bahkan tidak bisa berjalan dengan baik, tak mungkin bisa menunggang kuda.

Se ryung tersenyum pada ayahnya. Ayahnya membelanya.


Sun yang : sudah lama, sejak terakhir kita memasuki istana. Sebagai bagian dari keluarga istana, kau tidak boleh lupa wibawamu.

Se ryung : Ya, ayah.

Sun yang : sebagai keluarga istana kita tak boleh dianggap bodoh. Kalian juga harus berpartisipasi dalam diskusi dengan antusias dan sungguh-sungguh.

Anak-anak : Ya.

Se Ryung dan 2 saudaranya member hormat pada ayah dan ibunya, lalu pergi. Ibu bertanya pada ayah, “Apakah kamu sudah mengirim seseorang ke sana?”

Sun yang : ia seharusnya sudah tiba di sana.

Si rumah keluarga Kim Jung Seo, orang yang dikirim Sun Yang tiba. Salah seorang anak Jung seo, memanggil ayahnya dan mengatakan kalau pangeran sun yang mengirim surat pada kim jung seo. Kim jung seo membaca surat itu dan ia tampak kaget. Sepertinya ini surat untuk menjodohkan anak mereka, Se Ryung dan Seung Yoo. Anak Jung Seo yang tadi melihat surat itu dan sedikit terkejut juga.

Jung Seo : Apa Seung yoo belum pulang juga????


Ditempat lain, orang yang sedang di cari, Kim Seung Yoo masih tidur di penginapan (sepertinya tempat Gisaeng, ckckckck). Seorang gisaeng masuk kekamar itu dan membangunkan Seung Yoo,”Tuan, matahri sudah tinggi, bangunlah. Ini waktumu untuk masuk ke istana.”

Jung Jong, teman seung yoo yang tidur disebelahnya mengigau.

“Ck, mereka berteman. Tapi mengapa mereka sangat berbeda?” gisaeng itu memandang jung jong dengan tatapan kesal, karena jung jong ngiler, hahahah…. Gisaeng itu menyerah untuk membangunkan seung yoo yang masih tidur. Ia kemudian tersenyum dan membuat sebuah rencana.

Seung Yoo bangun kesiangan dan segera menunggangi kuda menuju istana tanpa sadar ada bekas lipstick di pipi dan lehernya.



Di rumahnya, se ryung sedang berjalan-jalan dengan adiknya.

Se ryung : pernikahan? Jangan bohong.

Adik : ketika ibu dan ayah sedang berbicara, aku menguping dan mendengar percakapan mereka. Mereka berbicara tentang mengusulkan pernikahan dengan keluarga Kim Jung Seo.

Se ryung : apa kau yakin itu pernikahanku?

Adik : iya. Unni, kau tidak ingin menikah, kan? katakana pada ayah, agar menikahkannya denganku. Dia adalah putera bungsu wakil perdana mentri, Kim seung Yoo. Bukankah namanya kedengaran bermartabat???

Se ryung : ayo kita pergi ke Ja Mae dang. Kita harus member hormat pada yang mulia putri.

Adik : kau bisa pergi sendiri, unni.

Se ryung : apa?

Adik : dia piker dia adalah puteri tercantik di dunia. Itu sangat memuakkan!

Adik se ryung pergi meninggalkan kakaknya yang masih bingung.

Bersambung….


0 komentar:

Poskan Komentar

Setelah membaca harap berikan komentar anda tentang postingan ini^^
Maaf tak bisa selalu membalas komentar, tapi semua komentar yang masuk aku baca kok :)