Episode 17
Yi Gak memacu mobilnya dan tepat berhenti di depan Yong Sul. Ia memutuskan menemui Tae Mu sebagai Yi Gak dengan mengganti mobilnya. Yong Sul khawatir dan minta ikut. Tapi Yi Gak melarangnya.
Ketua Jang bertemu dengan Se Na. Ia akhirnya mengatakan kalau ia sudah menemukan putrinya, tapi bukan In Joo yang ia cari, melainkan puteri pertamanya. Jang mengatakan ia punya 2 putri. Se Na terkejut apalagi saat Ketua Jang mengatakan kalau Se Na lah puteri yang ia temukan, kakak In Joo.
Sementara itu Park Ha masih didalam mobil pengangkut es, berteriak minta tolong. Tapi tak ada yang mendengarnya. IA mulai kedinginan dan lehabisan oksigen. Yi Gak masih dalam perjalanan menuju tempat Tae Mu menyekap Park Ha.
Se Na masih terkejut atas pengakuan nyonya Jang yang menangis. Jang minta maaf, setelah melahirkan Se Na ia memberikannya pada Man Ok. Se Na masih syok, ia permisi sebentar untuk menengkan pikiran.
Bukannya menenangkan pikiran, Se Na malah menelpon Tae Mu. Tae Mu terkejut mendengar suara Se Na yang gemetaran. Se Na tak mengatakan apa-apa. Ia hanya bertanya bagaimana keadaan Park Ha. Tae Mu mengatakan ia sedang melakukan misinya. Se Na meminta Tae Mu melepaskan Park Ha karena puteri yang ditemukan Jang bukan Park Ha. Tae Mu terkejut, kemudian mobil Yi Gak datang.
Yi Gak menemui Tae Mu dan langsung bertanya dimana Park Ha. Tae Mu tak menjawab dan meminta apa yang ia minta. Yi Gak melemparkan ponsel milik Tae Yong. Tae Mu memastikan Yi Gak tidak menyimpan gambar lain untuk menerornya. Yi Gak berkata ia tak akan melakukannya, karena tak cukup membuat Tae Mu merasa sakit, tapi ia akan membuat Tae Mu merasakannya sampai ke tulang-tulang Tae Mu. Tae Mu kesal dan mengambil kunci mobil yang didalamnya ada Park Ha. IA menjatuhkannya dan berkata apa Yi Gak tak ingin menyelamatkan Park Ha?
Yi Gak diam dan mengambil kunci itu.
TApi kemudian kepalanya dipukul oleh beberapa orang. Itu suruhan Tae Mu. Tae Mu hanya menyaksikan saja. Yi Gak dihajar, tapi untung Yong Sul segera datang dan memang mereka bukan tandingan Yong Sul. Semuanya habis dihajar oleh Yong Sul. Yong Sul meminta Yi Gak segera menyelamatkan Park Ha.
Yi Gak menuju mobilnya ketempat yang dikatakan Tae Mu. Tae Mu terkejut semua orangnya dihajar oleh Yong Sul. IA lalu kabur. wkwkkwkw
Se Na kembali ke dalam dan duduk berlutut. Jang terkejut. Se Na menangis (isssssh!!!! BT liat wajah ni anak!!! Kayaknya nangisnya nggak tulus deh!). Nyonya Jang meminta Se Na berdiri dan mereka duduk. Se Na berkata ia minta maaf. Jang berkata ia merasa Se Na dulu membohonginya karena itu juga salahnya. Ia ingin memulai hidup baru bersama Se Na di hongkong.
Yi Gak tiba di tempat Park Ha disekap. Ia segera menuju mobil box itu. Ia memanggil Park Ha dan mencoba membuka pintu. Saking gugupnya kuncinya sampai jatuh. Tapi ia berhasil membuka pintu dan terkejut melihat Park Ha yang lemah. Tapi Park Ha masih bernafas. Ia naik dan memeluk Park Ha. Park Ha menangis. Yi Gak merasa lega, ia minta maaf. (Sediiiiiiih melihat pasangan ini T_____________T).
F3 Joseon, Yong Sul, Man Bo dan Chi San memakai baju pasangan mereka menunggu Yi Gak dan Park Ha. Mereka khawatir apakah Yi Gak bisa menyelamatkan Park Ha. Yong Sul meminta mereka tidak khawatir. Lalu sebuah mobil datang. Itu Yi Gak dan Park Ha. Man Bo dkk menyusul dan langsung bertanya apa Park Ha baik-baik saja. Yi Gak terkejut dan bertanya apa mereka semua menunggu diluar. Mereka membenarkan. Mereka lalu masuk ke rumah atap.
Pagi harinya Yi Gak masih menunggui Park Ha dikamar Park Ha dan memeluk tangannya. Park Ha terbangun dan bertanya apa Yi Gak disana sepanJang malam. Yi Gak tidak menjawab dan berkata ia lapar, dan ingin makan omurice. Park Ha bilang ia akan memasakkannya. Park Ha bangun namun kepalanya masih pusing.
Yi Gak berkata biar ia yang memasak saja. Tapi Park Ha menolak. Yi Gak mencium Park Ha dan berkata ia akan mendisiplinkan bibir Park Ha. Park Ha kaget (aku juga,hehhe). Yi Gak tersenyum dan mencium kening Park Ha. IA berkata ia juga perlu mendisiplinkan mata Park Ha agar mau tertutup. Mereka tersenyum. Akhirnya Park Ha berbaring lagi dan menutup matanya.
Setelah Yi Gak pergi, Park Ha membuka matanya dan tersenyum.
Omurice ala Yi Gak. Agak berantakan, hehehhe. Park Ha berkata kalau Yi Gak membuatnya dengan cara yang berbeda. Yi Gak berkata ayo makan. Mereka lalu makan. Park Ha terlihat berfikir dengan merasakan masakan pertama Yi Gak. Sepertinya rasanya tak terlalu buruk. hehehhe.
Mereka lalu berbicara mengenai kejadian kemarin. Yi Gak berkata Park Ha tak melaporkan ke polisi pasti karena tak ingin identitasnya terbongkar. Park Ha berkata akan ada hukum dari langit, yang nantinya akan terjadi pada mereka. Yi Gak minta Park Ha tak usah menemui Jang hari ini, tapi Park Ha menolak dan berkata kalau itu adalah hari terakhir Jang di korea. Yi Gak berkata kalau Tae Mu mungkin tak akan memberi tahu siapa ibu kandung Park Ha. Park Ha berkata ia akan mencarinya dengan memasang iklan.
Park Ha dikamarnya. Ia melihat foto keluarganya dan berkata kalau ia akan mencari ibu. Ia memasukkan foto itu dalam amplop dan memeluknya.
Tae Mu terkejut saat Se Na memberitahukan apa yang sebenarnya. Se Na berkata itu sungguhan. Tae Mu berkata itu artinya kalau Park Ha benar adik kandungmu. Se Na protes dan berkata Jangan mengatakan hal itu, itu membuat suasana hatinya buruk. Tae Mu menggenggam tangan Se Na dan bertanya lagi apa itu benar bahwa Se Na adalah puteri Jang? Se Na berkata Jangan membicarakan tentang saham dulu, mereka harus melangkah pelan-pelan. Tae Mu tersenyum licik. Se Na berkata ia harus bertemu ibunya. Sepeninggal Se Na, Tae Mu tersenyum sambil memikirkan sesuatu.
Park Ha tiba dirumah Nyonya Jang, ia membawakan pakaian yang sudah di laundry. Nyonya Jang menyuruh Park Ha duduk. Mereka mengobrol. Jang betanya apa yang dipegang Park Ha. Park Ha memegang amplop dan berkata ia berniat mencari ibunya dengan memasang iklan. Nyonya Jang tertarik ingin melihat foto itu. Park Ha memberikannya. Namun saat Nyonya Jang ingin membuka amplopnya, telponnya berdering.
Itu Se Na. Nyonya Jang berkata Se Na harus siap-siap sebelum ke hongkong. Mendengar nama Se Na Park Ha terkejut. Jang juga berkata ia akan kerumah Man Ok unni untuk berpisah. Se Na terkejut. Setelah menutup telponnya Se Na bergegas pergi. Tae Mu tanya ada apa. Se Na berkata kalau Jang akan kerumah ibunya, disana ada foto ayah Park Ha, jika Jang melihatnya maka akan ketahuan kalau Park Ha adalah In Joo.
Nyonya Jang bertanya apa Park Ha mendengar percakapannya. Jang berkata kalau Se Na adalah puterinya. Park Ha terkejut, bagaimana bisa, jadi Se Na adalah In Joo? Jang berkata bukan. Ia tahu Se Na adalah puterinya sejak awal. Man Ok unni merawat Se Na menggantikan dirinya. Park Ha masih terkejut. Jang berkata ia akan pergi ke rumah Man Ok Unni. Park Ha masih syok dan berkata ia akan menyiapkan mobil. Park Ha meninggalkan amplopnya disana.
Ibu Se Na sedang memasak. Ia merasa sedih karena Se Na akan meninggalkannya. Tiba-tiba Se Na datang dan langsung mengambil semua foto yang ada disana. Ia melihat sebuah album dan berkata kenapa ini ada disini. Ibu berkata ia ingin menunjukkannya pada Jang, siapa tahu ia ingin melihat bagaimana Se Na tumbuh. Se Na melarangnya dan berkata ia akan membawa foto itu ke Hongkong. Ibu merajuk dan berkata bagaimana Se Na bisa bicara begitu biasa sementara ia akan pergi jauh. Se Na berkata kalau ibu tetaplah ibunya. bukan berarti Ibu bukan ibunya lagi dan bla bla bla.
Jang tiba di rumah Ibu Se Na diantar oleh Park Ha. Jang menawarkan Park Ha masuk, tapi Park Ha menolaknya.
Ibu, Jang dan Se Na duduk di meja makan. Ibu bercerita panJang lebar semua hal yang berhubungan dengan Se Na, apa makanan yang ia suka dan tidak suka. Se Na dan Jang hanya diam menatap ibu. Namanya juga Ibu, ia berusaha kelihatan tegar. Sebenarnya ibu sangat sedih. Jang berkata Se Na juga putri Man Ok, jika ingin bertemu ia akan menyuruh Se Na pulang. Ibu hampir menangis dan membuat alasan kalau ia akan memanaskan sup rumput lautnya. Tapi tangannya kepanasan karena pancinya masih panas. Ia lalu mencuci tangannya dengan air dan menangis. Ia berkata ia menangis karena tangannya luka bakar. Nyonya Jang berdiri dan memeluk ibu dari belakang. Mereka menangis. Se Na kelihatan tak enak hati.
Park Ha dan Yi Gak berdua melihat gambar Tae Yong dan Tae Mu di bar di Amerika. Yi Gak sudah memindahkan fotonya ke laptop sebelum ia menyerahkan Hp Tae Yong ke Tae Mu. Park Ha berkata bukankah ini Yong Tae Mu dan Yong Tae Yong? Yi Gak membenarkan dan bertanya apa Park Ha tahu itu dimana. Park Ha berfikir. Yi Gak berkata ada satu orang lagi dalam foto itu. Ia lalu menunjukkannya dan Park Ha terkejut karena itu dia. Park Ha sadar kalau itu di Amerika, BAr tempat dia bekerja. Ia mengeluarkan postcardnya dan berkata jadi pengirimnya Tae Yong?
Yi Gak berkata ia tak akan menggunakan foto itu untuk memancing Tae Mu. Ia lalu mengenakan kacamatanya dan berkata ia akan menghancurkan Tae Mu.
Tae Mu sedang duduk di depan sebuah restoran. Tae Yong (Yi Gak) datang menemuinya. Ia minta maaf karena ia tak punya teman makan siang makanya ia mengajak Tae Mu. Mereka lalu masuk, Tae Mu berkomentar agak aneh kalau dua pria datang ketempat seperti ini (sukaaaaa deh kalau mereka baikan gini^^).
Mereka tiba didalam. Tae Yong mencari-cari seseorang. Tae Mu berkata ada apa? Tae Yong bilang ia mengajak seseorang dan ingin memperkenalkannya pada Tae Mu. Tae Yong permisi ke toilet sebentar.
Park Ha masuk ke restoran itu juga. Tae Mu terkejut. Park Ha berkomentar pasti Tae Mu tidur nyenyak setelah melakukan perbuatan keji semalam. Tae Mu berkata kenapa Park Ha tak melaporkan ke polisi. Park Ha berkata ia tak akan melakukannya. Tae Mu menebak pasti karena penipu itu kan (Yi Gak)? Tae Mu berkata kau harus hati-hati terhadap orang yang kau kencani.
Tae Yong sudah ada dibelakang mereka. memandangi dengan serius bagaimana reaksi Tae Mu. Ia lalu mendekat dan bertanya apa mereka saling mengenal? Ia mengajak mereka duduk bersama.
Tae Yong berkata ia bertemu Park Ha didekat perusahaan dan sepertinya ia mengenal Park Ha. Tae Yong bertanya apa Park Ha membawanya? Park Ha mengeluarkan postcard itu. Tae Yong berkata pada Tae Mu bahwa Park Ha mengatakan kalau ia menggambar itu untuk Park Ha. Tae Yong berkata ia mengingatnya sedikit. Park Ha mulai memancing Tae Mu dengan berkata kalau mereka pernah bertemu di bar di New York. Tapi Tae Mu bilang itu pasti salah. Tae Yong berkata kalau Tae Mu tak menemuinya di New York. Wajah Tae Mu mulai khawatir dan tak tenang. Ia akan meninggalkan mereka tapi ditahan oleh Tae Yong. Park Ha akhirnya permisi karena ada urusan lain.
Sepeninggal Park Ha, Tae Yong bertanya apa mungkin dulu ia menyukai gadis itu? Tae Mu berkata mungkin saja.
Tae Mu ada dikamar Tae Yong. Ia mencari sesuatu. Ia lalu melihat sebuah laptop dan membukanya. Wallpapernya adalah foto Tae Mu dan Tae Yong. Tae Mu berfikir itu ulah Yi Gak. Tae Yong masuk kekamarnya. Tae Mu segera menutup laptop dan berbohong kalau ia mencari buku, dan menemukan laptop itu. Tae Mu berkata apa Tae Yong menggunakan laptop itu? Tae Yong berkata tidak, karena sudah tua. Tae Mu senyum dan meletakkan laptop itu. Tae Yong menawarkan buku insomia pada Tae Mu.
Yi Gak dengan wajah cute-nya terkejut saat Park Ha memberitahukan kalau Se Na adalah putri kandung Nyonya Jang. Ia lalu mengatakan kalau di Joseon Bu Yong dan Hwa Yong adalah saudara kandung, ia selalu merasa aneh karena Park Ha dan Se Na bukan saudara kandung. Tapi jika itu terjadi maka Park Ha mungkin saja juga putri Jang. Park Ha berkata itu tak mungkin. Tapi Park Ha juga memikirkannya.
Tae Yong memijat kaki nenek dan nenek berkata sudah lama Tae Yong tak melakukannya. Nenek bertanya apa Tae Yong tak akan menggambar lagi. Tae Yong berkata kalau sudah ada punsel, untuk apa ia menggambar. Ia lalu menawarkan berfoto bersama nenek. mereka berfoto bersama. Bibi mincul dibelakang dan kelihatan iri dengan mereka. Bibi bahkan mengomel mengenai cucu hingga nenek menyuruhnya untuk membuat cucu juga. Bibi tersinggung karena ia bahkan tak punya anak, bagaimana ia bisa mempunyai cucu.
Sepeninggal Bibi, Nenek berkomentar kalau ia ingin makan sesuatu. Tae Yong menawarkan untuk membelinya. Tapi Nenek menolak dan tak membiarkan Tae Yong pergi. Ia berkata harapannya cuma satu, ia ingin bersama-sama Tae Yong.
Tae Mu bertemu Se Na dan minta Se Na mengambil laptop milik Tae Yong. Se Na bertanya ada apa dengan laptopnya. Tae Mu berkata Yi Gak menyimpan foto itu di laptop Tae Yong. Ia akan mengajak Tae Yong minum, jadi Se Na bisa mengambilnya.
Tae Mu dan Tae Yong minum berdua. Mereka mengobrol. Tae Yong melihat jam sepertinya ia ada janji. Sedangkan Tae Mu masih gugup dan mengepalkan tangannya.
Se Na tiba dirumah Tae Yong. Ia melihat kesekitar dan mengambil kunci untuk membuka pagar. (Whaaaaaaaaaaaat!!!! Se Na bakalan menjadi pencuri??).
Tae Yong meminum habis minumannya dan berkata kalau ia akan pergi. Tae Mu menahannya dan berkata Tae Yong harus minum segelas lagi. Tae Yong berkata ia ada janji dengan nenek untuk membelikan makanan. TApi Tae Mu tetap menahannya.
Se Na diam-diam masuk ke rumah Tae Yong dan menuju ke kamar Tae Yong. Sedangkan Tae Yong terus ditahan oleh Tae Mu. KAli ini ia minta Tae Yong minum cocktail.
Se Na tiba di kamar Tae Yong dan mencari-cari dimana laptop itu. IA menemukannya dan membukanya. Se Na terkejut karena itu foto Tae Mu dan Tae Yong. Sepertinya ia menyadari sesuatu.
Lalu ia merasa ada yang aneh, dan ternyata nenek melihatnya. Se Na terkejut, Nenek bertanya apa yang dilakukan Se Na di kamar kosong dan apa yang ia lihat dilaptop Tae Yong. Se Na bohong dan berkata ia diminta membawakan itu oleh Tae Yong. Nenek tahu Se Na berbohong karena ia mendengar kalau didalam laptop ada Foto Tae Mu dan Tae Yong. Ia meminta laptop itu., Tapi Se Na tak memberikannya. Ia lalu segera pergi, tanpa sadar menjatuhkan sesuatu, kunci apartemen Tae Mu.
Nenek mengejarnya dan mereka rebutan laptop di tangga. Nenek terpeleset dan hilang keseimbangan. IA terjatuh dari tangga dan kepalanya berdarah. Se Na panik. IA segera keluar dengan masih memeluk laptop itu. Sepertinya didepan rumah itu tadinya ada kecelakaan dan ada orang yang berkumpul disana. (Nappeun Yeoja!!!!).
Se Na mengirim sms ke Tae Mu, isinya terjadi hal yang besar. Tae Mu yang awalnya menahan Tae Yong akhirnya mengajaknya pergi.
Se Na dan Tae Mu bertemu. Se Na menjelaskan kalau ia hanya menghindari Nenek dan nenek jatuh dari tangga. Ia tak bersalah dan bla bla bla . Tae Mu berkata ia percaya pada Se Na dan ia akan melindungi Se Na. (Aku muak lihat ni cewek!!!! Issshs!!! Bagaimana pun Se Na salah, masuk ke rumah orang tanpa izin, mencuri dan membuat nenek jatuh. Jika dia nggak datang mencuri nenek nggak akan jatuh kan? Se Na itu yang bunuh nenek!!!).
Tae Yong pulang sambil membawa makanan. Ia melihat ada bekas kecelakaan di depan rumah. Tae Yong menuju pagar dan melihat pintunya terbuka.
Tae Yong masuk ke rumah dan terkejut melihat nenek apalagi ada darah. Tae Yong menjatuhkan belanjaannya dan segera menuju nenek. Ia terkejut dan memanggil-manggil nenek.
Dirumah sakit, Tae Yong, Tae Mu, bibi, Tuan Pyo dan ayah Tae Mu sedang menunggu hasil operasi. Dokter keluar dan berkata kalau nenek sudah meninggal. Bibi syok dan terjatuh. Tuan Pyo menenangkannya. Tae Yong menangis tak percaya. Tae Mu apalagi. IA mundur dan keluar (Ya Ampun Tae Mu,,,, nenekmu meninggal masa nggak nangis. Tapi Tae Mu juga lah penyebab meninggalnya nenek, karena dia yang nyuruh Se Na kesana).
Se Na gemetaran dan berkata semuanya karena dia. Dan Tae Mu yang BODOH ini malah menyuruh Se Na pergi ke Hongkong segera. Jangan menelpon jika ia tak menelpon. Ia menyuruh Se Na hidup dengan baik di hongkong.
Tae Yong memberi penghormatan pada nenek. Ia minta maaf berkali-kali dan teringat bagaimana harinya sebelum nenek meninggal. Ia juga ingat kata-kata nenek yang ingin hidup selamanya dengan Tae Yong. Bibi datang dan meminta Tae Yong menemaninya pulang.
mereka tiba di rumah. Bibi sedih dan menangis mengingat nenek. Tae Yong diam di tanggan tepat nenek jatuh. Ia naik ketanggan dan menuju kamarnya. Tae Yong merasa ada sesuatu dilantai dan melihat kunci itu. Ia memperhatikan sekeliling dan sadar laptopnya hilang. Ia lalu melihat kunci itu dan menggenggam tangannya (Tae Yong menyangka Tae Mu yang membunuh nenek).
Se Na masih gemetaran. Ia menuju apartemen Tae Mu. IA kehilangan kunci dan terpaksa memakai password. Namun berkali-kali salah. Se Na segera mengemasi barangnya dengan buru-buru dan bahkan berteriak saat kopernya nggak mau ditutup (RASAKAN!!!!).
Park Ha mengantar Jang dan Se Na kebandara. Jang berkata kalau Park Ha meninggalkan fotonya di rumahnya, bukankah Park Ha ingin memasang iklan. Park Ha mengiyakan. Jang berkata itu satu-satunya foto keluarga yang dimiki Park Ha, harusnya Park Ha menjaganya. Se Na terlihat tak enak. Jang lalu berkata meski Se Na menjadi putrinya, ia tetap menjadi kakak Park Ha. Se Na berkata tentu saja.
Di Bandara Jang memberikan gaji untuk Park Ha dan ia memberi sedikit tambahan, berharap Park Ha segera menemukan ibunya. Ia juga minta Park Ha menjaga Man Ok unni. Sesaat aku melihat wajah Se Na sepertinya merasa bersalah. Mereka lalu berpisah.
Dalam perjalanan pulang, Park Ha ingat kata-kata Yi Gak bahwa kemungkinan ia adalah putri ketua Jang. Park Ha berfikir sejenak dan mengeluarkan amplopnya. ia lalu kembali ke bandara.
Diiringi lagu BAek Ji Young - After A Long Time, Park Ha mencari-cari Ketua Jang di bandara. Ia melihat ketua Jang masih disana, duduk sendiri. Park Ha berlari dan berkata ada yang ingin ia tunjukkan. Park Ha mengeluarkan foto dan bertanya apakah mungkin Jang mengenal foto itu. Jang melihatnya dan sangat terkejut. Ia bertanya apa kau in joo? Park Ha balik bertanya apa aku in joo? Mereka berdua berpelukan. Nyonya Jang tak percaya kalau ia akan bertemu dengan puterinya. Mereka menangis.
Se Na menelpon Tae Mu dan berkata ia akan segera berangkat. Tae Mu berkata ia akan menyelesaikan urusannya di korea dan akan menyusul ke hongkong.
Se Na kembali ketempat Nyonya Jang dan terkejut melihat Jang dan Park Ha berpelukan. Se Na tahu kalau Jang dan Park Ha sudah tahu kalau mereka ibu dan anak.
Se Na didalam bis. Ia tak jadi berangkat ke Hongkong. Ia meninggalkan pesan kepada nyonya Jang. Ia berkata kalau In Joo yang selama ini Jang cari adalah Park Ha, ia minta maaf karena tak bisa mengatakannya. Se Na berkata ia malu, makanya ia tak jadi ikut ke Hongkong.
Tae Mu masih di rumah sakit. Ia mendapat telpon dari Se Na dan kelihatannya terkejut. Ia menyuruh Se Na ke apartemennya dulu. Tanpa Tae Mu sadari, Tae Yong mendengar semuanya.
Se Na minum-minum di apartemen Tae Mu. Seseorang datang. Se Na mengira itu Tae Mu. Tanpa melihta kebelakang ia berkata bagaimana bisa Tae Mu menyuruhnya kepemakaman dan bla bla bla. Se Na merasa ada yang aneh. Ia melihta kebelakang. Dan ternyata itu Tae Yong. Se Na kaget.
Tae Yong mendekat. Se Na gugup. Tae Mu masuk dan terkejut melihat Tae Yong. Tae Yong marah dan memukul Tae Mu : Kau bajingan!!!
END...
Comment :Aku baca di thread RP di soompi banyak yang kecewa tentang episode 17 ini. Tapi menurutku seru kok, kecuali penampilan F3 Joseon yang sangat sedikit. Menurutku episode ini milik Se Na - Tae Mu, karena mereka banyak banged muncul.
Jadi penasaran dengan episode 18. Aku membuat sinopsis ini saat episode 18 tayang di korea. hehehehe. Tinggal 3 episode lagi, wew, apa yang akan terjadi pada Yi Gak ya. Penasaran abies,, tapi kematian nenek memang nggak diduga sebelumnya. Hm...
Aku nggak tahu mau komentar apa, yang jelas aku kesal sekali karakter Jung Yu Mi disini. Isssshhh!!!
.





























































































0 komentar:
Poskan Komentar
Setelah membaca harap berikan komentar anda tentang postingan ini^^
Maaf tak bisa selalu membalas komentar, tapi semua komentar yang masuk aku baca kok :)