Ini adalah nama-nama karakter utama dalam drama ini. Karena banyak tokoh, harus diingat, hehhehe.
Episode 1
Disebuah rumah di pegunungan yang asri, seorang ayah, Yoon Hak Soo sangat senang karena putri kecilnya Yoo Jin sudah bisa memanggil Ayah. Ibu, Geum Hee juga tersenyum, ia sedang memberi cemilan pada seorang anak, Park Chang Hee. Kemudian Park Gi Chul datang membawa setumpuk buku. Sepertinya keluarga ini akan segera pindah, atau malah pindah rumah ke sana. Chang Hee melihat ayahnya dan langsung menuju ayahnya.Ayahnya berkata sepertinya Chang hee tak akan bisa makan malam lagi karena terlalu banyak makan cemilan dari bibinya.
Telpon berdering. Ayah menawarkan diri mengangkatnya. Seseorang di seberang sana, Jang Do Hyun, menelpon dan mengatakan agar Hak Soo segera pergi dan kabur. Ada bahaya, pihak Jepang mengetahui keberadaan mereka dll. Jangan lupa membawa datanya. Hak Soo panik dan segera ke lantai atas. Ia mengambil sebuah tabung kecil yang berisi data itu. Ia menyuruh semuanya pergi ke ruang bawah tanah karena teroris berpakaian serba hitam sudah memasuki halaman mereka.
Geum Hee panik. Ia tak tahu apa yang terjadi dan terus bertanya. Ia tak sengaja menyenggol buku dan air panas tumpah, mengenai Leher belakang Yoo Jin dan juga punggung Chang Hee. Kedua anak menangis. Hak Soo menyuruh agar mereka cepat, sementara Geum Hee masih mengkhawatirkan Yoo Jin yang melepuh.
Kelimanya berhasil kabur menuju bukit. Namun para penjahat tetap mengejar mereka. Tak ada pilihan lain selain berpencar. Ia menyuruh istrinya dan Gi Chul mengambil arah lain menuju jalan. Geum Hee menolak, namun Hak Soo terus mendorongnya : Apa kau ingin Yoo Jin mati!
Akhirnya Geum Hee melepaskan tangan suaminya.
Hak Soon tertangkap kawanan perampok itu. Mereka minta datanya namun Hak Son melawan. Saat pistol diarahkan ke kepalanya, ia tak melawan. Sedangkan Geum Hee dan Gi Chul tiba di jalan dan berpapasan dengan Do Hyun. Do Hyun menyuruh mereka masuk ke mobil sementara Gi Chul menunjukkan jalan dimana Hak Soo.
Do Hyun dan Gi Chul serta beberapa orang bersenjata tiba tepat waktu dan berlagak seperti pahlawan yang menyelamatkan. Hanya saja setelah Do Hyun tanya dimana datanya dan Hak Soo menjawab ada pada Gi Chul, semua berubah. Tanpa belas kasihan, ia menembak Hak Soo sampai mati. Sebelum meninggal Hak Soo masih tak percaya akan hal itu. Saat ia meninggal, ia menatap Hak Soo dengan tatapan dendam. Gi Chul yang ada disana tentu syok. Apalagi saat Do Hyun menodongkan pistol ke kepalanya. Gi Chul memohon ampun, ia berjanji ia tak melihat ini dan akan melakukan segala perintah Do Hyun. Geum hee saat itu mendengar suara tembakan dan merasakan firasat buruk.
Pemakaman Hak Soo dilakukan secara militer. Geum Hee menangis di hadapan makam suaminya. Do Hyun si bre****K itu datang seolah ikut berduka.
Semuanya hanya sandiwara Do Hyun. Ia ingin mengambil data itu dan membunuh Hak Soo yang sudah menganggapnya sebagai kakak. Hak Soo adalah peneliti, seorang anggota polisi juga. Yoo Jin kecil menangis di pangkuan pamannya. Do Hyun sendiri menatap anak itu, dan ada bekas luka di leher Yoo Jin. Geum Hee hampir pingsan saat itu, Do Hyun menolongnya. CIH! Gi Chul merasa bersalah atas semuanya, namun tak ada yang bisa ia lakukan.
Gi Chul membawa Chang hee bertemu Do Hyun. Chang Hee memandang Do Hyun dengan pandangan dendam. Sepertinya anak ini punya firasat juga 'ajusshi ini nggak baik'. Do Hyun mengancam Gi Chul lagi, membicarakan tentang sesuatu yang intinya agar membunuh Yoo Jin. Ia bahkan mengancam dengan menggunakan Chang hee. Ia hampir menjatuhkan Chang Hee danri mercusuar kalau Gi Chul tak menyetujuinya. OMG.
Malam harinya, Gi Chul mengendap ke rumah ibu geum hee dipinggir pantai dan membawa Yoo Jin. Tanpa tahu apa-apa, Geum hee ada dikuil berdoa untuk suaminya.
Gi Chul membawa Yoo Jin kecil ke rumah temannya, Hong Chul, yang ia panggil sersan Hong. Hong meminta penjelasan lagi, kau ingin aku merawatnya? Aduh, kau tahu kan bagaimana istriku.
Gi Chul lalu memberikan Hong segepok uang. Hong yang saat itu kekurangan uang tentu tergiur. Gi Chul menjelaskan, rawat anak ini dengan baik seperti anakmu sendiri, besarkan dia dan pergi dari Ulsan. Hong akhirnya menerimanya.
Hong Chul membawa Yoo Jin kecil ke rumahnya. Ia takut-takut. Istrinya ada di halaman bersama Sang Tae Kecil. Yoo Jin lalu menangis, Dal Soon mendengar suaranya. Ia melihat suaminya sedang menggendong bayi. Hong Chul minta maaf, ini adalah perbuatannya. Kita bisa melihat bagaimana wajah marah Dal Soon. Hong Chul bahkan berlutut. Yoo Jin kecil terus mennagis dan sepertinya karena inilah Dal Soon mau menerima anak yang nantinya akan diberi nama Chun Hae Joo ini.
Di pantai pencarian dilakukan terhadap hilangnya Yoo Jin. Geum hee sepertinya tak bisa langi meneteskan air mata. Ia syok berat atas kejadian yang menimpanya. Ibu terus minta maaf karena ia meninggalkan Yoo Jin malam itu. Gi Chul juga minta maaf, karena Yoo Jin menangis, ia membawanya ke tepi pantai dan Yoo Jin terseret arus. Geum hee tak kuat untuk marah, ia berkata anak itu baru 3 tahun. HIKZ. Do Hyun tanpa rasa bersalah sedikitpun memandangi Geum hee. Gi Chul merasa takut pada Do Hyun dan tak bisa berbuat apa-apa. Salam seorang dari tim pencari menunjukkan salah satu pasangan sepatu Yoo Jin. Geum hee menggenggamnya dan menangis lagi. Ia lalu berlari menuju laut dan ingin bunuh diri, Tapi Do Hyun menghalanginya. Gi Chul benar-benar dilema saat itu. HUHUHUHUHU. SEDIHHH.
Geum hee merenung di makam suaminya. Do Hyun datang membawa Il Moon dan In Hwa kecil. Geum Hee heran kenapa Do Hyun membawanya. Do Hyun jelas punya tujuan ingin menikahi Geum Hee. Tapi geum Hee menolak, bagaimana Do Hyun bisa melakukan hal itu. Do Hyun mengatakan jadilah ibu bagi anak ini yang bahkan belum bisa memanggil ibu. Saat geum Hee akan pergi, In Hwa menangis. Geum Hee terhenti. ia teringat Yoo Jin kecilnya.
Sementara itu Yoo Jin kecil sedang di pinggir pantai. Karena kebanyakan menangis ia cegukan. Wajahnya belepotan dan ia bermain dengan mainan kapal kecil. Hong Chul melihat gadis kecil itu. Sueeeerrr, aku nggak tahan lihat Yoo Jin kecil, beneran sedih melihatnya, apalagi dia cegukan, huhuhuhuhu.
11 Tahun Kemudian
Chun Hong Chul dan keluarga dalam perjalanan menuju Ulsan. Mereka akan pindah ke sana setelah 11 tahun. Hae Joo dan Ayahnya Hong Chul sangat senang dan bahkan bernyanyi dengan keras sementara Hae Joo bergendang dengan tutup panci. Dal Soon benar-benar kesal dengan 2 orang itu. Dal Son yang hamin tua duduk di bangku depan bersama Young Joo dan Sang Tae. Ia berteriak pada mereka yang ada diluar hingga Hae Joo dan Hong Chul diam. Sang Tae protes pada ibunya kalau ia ingin tidur.
Melewati sebuah tempat, Hong Chul minta sopir berhenti. Mereka kemudian turun. Ibu menyuruh Hae Joo menggendong Young Joo. Mereka melihat pemandangan malam Ulsan. Hong Chul berkata mulai sekarang mereka akan melanjutkan kehidupan yang baru di kota itu. Hae Joo sangat terpesona dengan Ulsan.
Pagi harinya mereka tiba didepan sebuah rumah. Ibu tak percaya kalau rumah sebesar itu adalah milik junior Hong Chul. Hong Chul memastikan mereka tak salah alamat. Lalu Gi Chul datang dan kaget setengah mati melihat Hong Chul dan keluarga. Hong Chul menyapa juniornya di wajib militer itu. Gi Chul memandangi Hae Joo sehingga Hong Chul mengatakan, kau masih ingat?
Gi Chul beneran takut. Hae Joo dan keluarga menunduk memberi salam. Gi Chul lalu membawa Hong Chul pergi. Itu adalah rumah keluarga Jang.
Gi Chul memperingatkan, apa kau tidak ingat janji kita 11 tahun lalu? Kau bilang kau tak akan kembali ke Ulsan. Kau harus hidup di luar Ulsan. Hong Chul mengatakan ia juga ingin melakukannya. Tapi ia punya masalah keuangan. Bagaimana pun rentenir itu selalu mencarinya.
Gi Chul tak mau tahu. Ia ingin Hong Chul pergi dari Ulsan, kemanapun.
Young Joo sangat menyayangi kakaknya. Ia ingin mennagkap kodok. AKhirnya Hae Joo, Young Joo dan Sang Tae pergi untuk memnagkap kodok. Tapi Sang Tae Tertarik dengan sebuah lubang dan mebcongkelnya. Hae Joo berteriak kalau itu lubang lebah. Lebah mengamuk dan mengejar mereka. Hae Joo berteriak dan akhirnya ia terjatuh dan melihdungi Young Joo di bawahnya sementara Sang Tae kabur. Hae Joo membuat suara ayam : kukuuruyuuuuk. HAHAHHA.
Chang Hee kebetulan lewat disana dan melihat hal itu. Ia khawatir dan membuka bajunya untuk mengusir lebah dari Hae Joo. Ia juga mengambil air dan menyiram Hae Joo.
Setelah lebah pergi, Chang Hee bertanya mengapa Hae Joo membuat suara ayam. Hae Joo menjawab karena lebah takut pada ayam, karena ayam makan lebah. HAHAHHA.
Chang Hee juga marah pada Sang Tae, kenapa dia meninggalkan Hae Joo. Hae Joo hampir saja mati. Sang Tae Protes, ia juga digigit, sambil memperlihatkan satu gigitan di bibir. Hehhehe.
Hae Joo tiba-tiba pingsan. Chang hee menggendongnya dan mengatakan Hae Joo tergigit lebah. Hong Chul khawatir pada Hae joo. Ibu protes karena Sang Tae juga terigigit, harusnya ayah juga mengkahwatirkan Sang Tae. Ibu lalu bertanya pada gi chul apa mereka punya pasta kedelai.
Gi Chul membawa mereka ke gudang dan Hong Chul merawat Hae Joo dengan mengoleskan pasta kedelai. Ibu lagi-lagi tak suka cara ayah yang memperlakukan Hae Joo melebihi anaknya. Sang Tae protes kenapa lebah menggigitnya di bibir. LOL. Sementara itu Gi Chuk dan Chang Hee hanya memandangi mereka.
Jang Do Hyun sedang rapat di pabrik. Ia kesal karena manajer menjelaskan bertele-tele dan ia ingin cara bagaimana mendapatkan wilayah perkebunan pir. Perkebunan pir merupakan wilayah yang belum mereka kuasai dan ingin melakukan ekspansi ke sana. Manajer mengatakan wilayah itu tak mudah di dapat apalagi disana banyak penduduk ilegal. Do Hyun membentak, ia tak mau tahu. HM. Sepertinya semua bawahannya takut padanya.
Geum hee dan Il Moon sedang melihat In Hwa latihan skating. Ibu kagum pada In Hwa yang melakukan gerakan dengan baik. Lalu sebuah buket bunga dilempar dari bangku penonton. Itu dari Do Hyun. In Hwa lalu memeluk ayahnya. CK.
Hong Chul dkk akhirnya keluar dari rumah keluarga Jang. Gi Chul tetap membujuk Hong Chul untuk segera meninggalkan tempat itu. Saat itulah keluarga Jang pulang. Gi Chul panik dan memberikan uang pada sopir, menyuruhnya membawa Chun family segera pergi. Keluarga Jang sempat sekilah melihat keluarga Chun.
Setelah kelurga Chun pergi, Gi Chul membukakan pagar rumah. Do Hyun bertanya siapa yang datang. Gi Chul menjawab kalau dia adalah seniornya saat wamil. Do Hyun bertanya lagi apa Gi Chul membawa mereka masuk, dan Gi Chul menjawab tidak. Geum hee melihat Chang hee dan berkata pada Gi Chul, aku minta maaf, tapi tolong jangan membawanya ke mari. Geum hee bahkan tak bisa melihta wajah Chang hee. Keluarga Jang kemudian masuk ke pekarangan rumah. Chang hee hanya memandangi mereka. Sepertinya jika melihat Chang Hee maka Geum Hee akan sangat sedih karena teringat masa lalunya.
Di perjalanan, Dal Soon ngambek. Ia turun dari mobil dan mengatakan ia akan tinggal disini. Ia kesal karena Hong Chul lah yang mengatakan mereka akan selamat kalau bertemu dengan Gi Chul. Namun Hong Chul mengatakan mereka harus segera ke rumah sakit karena Hae Joo sakit. Dal Soon kesal, mereka bertengkar lagi. Ia mengatakan Hong Chul lebih mementingkan anak itu padahal istrinya sedang hamil tua. Ibu beneran kesal dan berbaring di jalanan. Young Joo yang melihat mereka mulai menangis.
Sopir kali ini sudah habis kesabaran. Ia memarahi mereka dan memukul Hong Chul. Melihat ayahnya di pukul, Sang Tae marah dan memukul sopir itu. Terjadi pertengkaran sengit. Kasian Young Joo, ia menangis melihat pertengkaran kedua orang tuanya. Pada akhirnya sopir membuang semua barang mereka di sana dan pergi.
Keluarga Chun di tinggalkan di jalanan entah dimana. Mereka berjalan sampai malam. Ayah menggendong Hae Joo. dan Sang Tae menggendong Young Joo. Ibu kesal dan mengatakan Sang Tae kelelahan, biarkan Hae Joo berjalan dan ayah menggendong Young Joo. Ayah menolak, Hae Joo masih sakit. Tapi Hae Joo berkata ia tak apa-apa. Namun Hae Joo emamng lemah, ia bahkan tak sanggup berdiri. Keluarga ini benar-benar dalam masalah.
Lalu sebuah mobil berhenti melihat keluarga yang kesusahan ini. Dia adalah Yoon Jung Woo adik Yoon Hak Soo, yang artinya paman kandung Hae Joo alias Yoo Jin. Ia kasihan melihat mereka dan membiarkan mereka menempati sebuah rumah. Keluarga Chun sangat berterima kasih.
Ayah berusaha menurunkan demam Hae Joo, tapi tak bisa. Ibu benar-benar kesal melihat perhatian suaminya pada Hae Joo.
Hari berikutnya, Hae Joo menjadi siswa baru di sekolah dasar yang sama dengan In Hwa. Hae Joo memperkenalkan diri. Karena tak ada tempat duduk, ibu guru minta izin agar sementara Hae Joo duduk di samping In Hwa. WOW. In Hwa menguasai satu meja.
Teman In Hwa berkomentar kalau Hae Joo bau. Akhirnya In Hwa minta pada temannya agar temannya yang duduk dengannya. Temannya itu tentu sangat senang.
Saat jam makan siang, In Hwa mengeluakan bekalnya yang lezat yang dikagumi semuanya. Hae Joo tidak membawa bekal. Ia tertarik dengan bekal Hae joo dan kagum. Ia bahkan hampir memegangnya tapi akhirnya di marahi oleh semuanya. Mereka bertanya apa Hae Joo tak tahu siaa In Hwa. HAe Joo berkata ia baru saja pindah bagaimana ia bisa tahu. Pertengkaran mulut terjadi dan akhirnya In Hwa kesal. Ia melempar semua makanan dan berkata pada Hae Joo, aku meludahinya.
Semua anak takut kalau In Hwa marah. Hae Joo sendiri tak peduli, ia mengambil kembali makanan In Hwa dan berkata tak baik membuang makanan. Ia meletakkannya lagi di meja. In Hwa kesal dan menampar Hae Joo. Hae Joo juga balas menampar In Hwa. In Hwa tak percaya Hae Joo berani menamparnya. In Hwa akhirnya menangis keras.
Hae Joo keruang guru dan di marahi wali kelasnya. Hae Joo minta maaf karena menampar In Hwa, tapi In Hwa juga menanmparnya duluan. Guru bertanya apa Hae Joo tak tahu siapa In Hwa?
Hae Joo menjawab apa itu penting? Ini tak ada hubungannya dengan keluarga. Guru kesal dan menyuruh Hae Joo mengangkat tangan ke atas. Hae Joo berkata bukannya In Hwa juga harus di hukum. Guru beneran marah dan menyuruh Hae Joo memanggil ibunya. Hae Joo tahu ibunya akan amarah juga dan akhirnya menerimah hukuman.
Geum hee datang tergesa-gesa ke sekolah In Hwa. Tapi In hwa sama sekali tak terluka dan malah bercanda di kelas bersama temannya. Ibunya bertanya dimana anak yang memukul In Hwa. Mereka keruang guru dan melihat HAe Joo sedang di pukul. Untuk pertama kali setelah 11 tahun, ibu dan anaknya Yoo Jin saling ebrtatapan. Sayangnya mereka tak saling mengenal. Guru meminta Hae Joo minta maaf. Tapi Hae Joo tak mau hingga guru memukulnya. Hae Joo tetap tak mau karena ia merasa mereka sama-sama bersalah. In Hwa sendiri memandangi HAe Joo dengan tersenyum sinis. Geum Hee menyuruh guru berhenti, bagaimana bisa guru memukul anak-anak seperti itu, anak-anak kan biasa berkelahi.
Di Sekolah Menengah, Il Moon sebagai ketua kelas memimpin salam pada guru. Guru kemudian mengatakan kalau yang akan mengikuti lomba kali ini adalah Park Chang hee. Il Moon protes kenapa hanya Chang hee. Guru minta maaf dan mengatakan pihak penyelenggara hanya ingin yang mendapat juara pertama. Chang hee hanya tertunduk dan Il Moon tampak kesal.
Sang Tae yang sekelas dengan mereka dan tepatnya sebangku dengan Chang Hee tampak kagum. Whoa, jadi kau juara satu disini, aku baru pertama kalinya sebangku dengan juara satu. Saat itu Il Moon medekat dan berkata Chang hee yang bertugas membersihkan kelas. Chang hee menolak karena ini bukan jadwalnya. Il Moon mengatakan ia yang memutuskan hal itu.
Sempat terjadi pertengkaran kecil karena Il Moon kesal bukan ia yang dipilih untuk lomba. Kemudian salah seorang teman Il Moon yang gendut mengancam Sang Tae. Lalu Chang Hee akhirnya setuju membersihkan kelas. Namun Chang Hee ingin lebih, ia ingin Chang Hee menolak lomba itu. Karena mereka bertengkar dengan ribut. Seseorang terbangun,.
Dia Kang San. Ia kesal karena semuanya ribut saat ia tertidur dan mengganggunya. Ia mulai memarahi si gendut yang memendang kursi dan mengatakan apakau jagoan disini dan bla bla bla. Pada akhirnya tak ada yang melawan, bahkan Il Moon pun tak melawan. Kang San kembali kekursinya untuk melanjutkan tidur, tapi kemudian ia bangun lagi. Apa ini? Guru sudah keluar? Ya Ampun, kenapa kalian tak membangunkanku.
Ia lalu meninggalkan kelas dengan membawa design kapal miliknya.
Sang Tae kagum pada Kang San dan bertanya pada Chang Hee, siapa dia? Apa dia jagoan disini?
Il Moon tampak kesal karena dia tak bisa melawan.
Siapa Kang San? Adegan berikutnya memperlihatkan Kang San yang berjalan di sekitar pabrik pembuatan kapal. Ia melihat kakeknya sedang menge-las kapal dan protes kenapa kakeknya melakukan itu lagi. Kakek melihat Kang San dan tersenyum pada cucunya, kau sudah bisa berjalan ya? HAHHAAH.
mereka duduk dan Kang San memberikan miniatur kapal buatannya. Bukannya kagum, akkek malam merusakkannya. Kang San terkejut dengan perbuatan kakeknya. Kakek mengatakan Kang San harus menguasai teknik pengecatan dan pengelasan, jika sudah menguasai itu, Kang San baru boleh membuat miniatur kapal dan kapal sesuanggunya.
WHOA, Sepertinya kakek adalah pemilik pabrik pembuatan kapal itu, yang artinya lebih kaya dan berkuasa dari keluarga JAng, makanya Il Moon takut.
Hae Joo sedang sibuk mengumpulkan botol minuman untuk di jual. Ia kemudian sampai ke tempat yang akan menjadi tempat favoritenya nanti. Dari Tempat itu kita bisa melihat Ulsan dengan jelas dan juga pabrik pembuatan kapal. Do Hyun juga ada disana memandang tempat itu. HM... Akan ada persaingan tak sehat antara keluarga Kang dan Jang kayaknya. Do Hyun akan pergi saat ia melihat Hae Joo.
Hae Joo lalu pergi kesana setelah Do Hyun pergi. Ia sangat mengagumi pabrik itu. Chun Hae Joo : Hari ini kau sangat sial, tapi beruntungnya kau melihat tempat seindah ini.
Do Hyun memanggil Gi Chul. Ia ingin Gi Chul membereskan masalah kebun Pir. Karena pemiliknya dekat dengan Hak Soo dulu, maka Gi Chul pasti bisa mendekatinya. Gi Chul takut-takut untuk menolak, karena pemiliknya sulit didekati dan juga ada perkampungan ilegal disana. Do Hyun memandang Gi Chul dengan kesal. Gi Chul mengatakan setidaknya mereka harus memberi kompensasi pada penduduk. Tapi Do Hyun tak berniat melakukannya karena mereka penduduk ilegal.
Lee Geum Hee ada di kamarnya yang jelas-jelas tidak pernah melupakan puterinya. Ia memandangi foto Yoo Jin. Do Hyun masuk dan bertanya apa hari ini ulang tahun anak itu?
Geum hee membenarkan. Do Hyun meminta Geum hee jangan memikirkan anak itu lagi. Lagi pula anak itu sudha bahagia di surga.


Di saat yang sama, Hae Joo menukarkan botol dengan uang dan membeli 2 potong tahu. Saat pulang ibu marah-marah karena Hae Joo telat dan memintanya segera memasak.
Sedih deh, anak SD disuruh masak, dan Hae Joo melakukannya dengan baik.
Ia menyiapkan makanan untuk semuanya dengan nasi yang sedikit. Hae Joo bahkan merelakan nasi miliknya agar keluarganya makan dengan baik. Ia hanya ingin menyenangkan keluarganya.
Makan malam keluarga Chun. Sang Tae komentar ini makan enak karena mereka sudah lama tidak makan dengan 3 lauk. Hae Joo tersenyum. Hong Chul bertanya kenapa Hae Joo tidak makan. Hae Joo mengatakan ia sudah makan banyak roti di sekolah tadi. Ibu kesal, lihat dia, dia makan enak dan tidak mau membagikan pada adiknya. Ibu lalu menyuruh Hae Joo nanti tidur di luar, hal ini membuat ayah kesal. Ibu mengatakan Sang Tae tahun depan sudah masuk SMA, tidak mungkin mereka sekamar terus. Hong Chul mengatakan Hae Joo bisa tidur di kamar mereka. Ibu mengatakan terlalu sempit. Ayah menawarkan dia akan tidur di luar. Tapi ibu mengatakan siapa yang akan memijatnya kalau kandungannya kram. Hae Joo mengatakan ia tak apa-apa, ia akan tidur di luar.
Hong Chul kesal, ia tak selera makan dan pergi. Hae Joo memanggil ayahnya.
Sedih deh, anak SD disuruh masak, dan Hae Joo melakukannya dengan baik.
Ia menyiapkan makanan untuk semuanya dengan nasi yang sedikit. Hae Joo bahkan merelakan nasi miliknya agar keluarganya makan dengan baik. Ia hanya ingin menyenangkan keluarganya.
Makan malam keluarga Chun. Sang Tae komentar ini makan enak karena mereka sudah lama tidak makan dengan 3 lauk. Hae Joo tersenyum. Hong Chul bertanya kenapa Hae Joo tidak makan. Hae Joo mengatakan ia sudah makan banyak roti di sekolah tadi. Ibu kesal, lihat dia, dia makan enak dan tidak mau membagikan pada adiknya. Ibu lalu menyuruh Hae Joo nanti tidur di luar, hal ini membuat ayah kesal. Ibu mengatakan Sang Tae tahun depan sudah masuk SMA, tidak mungkin mereka sekamar terus. Hong Chul mengatakan Hae Joo bisa tidur di kamar mereka. Ibu mengatakan terlalu sempit. Ayah menawarkan dia akan tidur di luar. Tapi ibu mengatakan siapa yang akan memijatnya kalau kandungannya kram. Hae Joo mengatakan ia tak apa-apa, ia akan tidur di luar.
Hong Chul kesal, ia tak selera makan dan pergi. Hae Joo memanggil ayahnya.
Hae Joo mencuci piring saat Hong Chul kembali. Ia memandangi putrinya yang sedang mencuci piring dengan berkaca-kaca.
Malam harinya, Hae Joo tidur di luar dan Hong Chul mengendap ke luar. Ia tidur di samping Hae Joo. Hae Joo mengatakan ayah tak perlu keluar. Tapi ayahnya mencari alasan kalau di dalam panas. Hae Joo emlihat langit dan mengatakan itu bintang timur, ayah bilang saat tersesat di laut, maka petunjuknya adalah bintang timur.
Hong Chul hampir menangis. Ia berbalik dan mengatakan, Hae Joo, ayah tersesat.
Hae Joo tidak mendengarnya dan memeluk ayahnya dari belakang.
Malam harinya, Hae Joo tidur di luar dan Hong Chul mengendap ke luar. Ia tidur di samping Hae Joo. Hae Joo mengatakan ayah tak perlu keluar. Tapi ayahnya mencari alasan kalau di dalam panas. Hae Joo emlihat langit dan mengatakan itu bintang timur, ayah bilang saat tersesat di laut, maka petunjuknya adalah bintang timur.
Hong Chul hampir menangis. Ia berbalik dan mengatakan, Hae Joo, ayah tersesat.
Hae Joo tidak mendengarnya dan memeluk ayahnya dari belakang.
Di sekolah, Hae Joo membongkar tong sampah untuk mencari botol. In Hwa cs melihatnya dan berkomentar kalau Hae Joo benar-benar pengemis. In Hwa mendekati Hae Joo dan masih bertanya apa Hae Joo tahu siapa dia sekarang. Tapi Hae Joo tak tertarik dengan hal itu. In Hwa benar-benar kesal, ia hanya ingin Hae Joo kagum padanya karena ia kaya. Hm...
Akhirnya ia mengatakan pada Hae Joo kalau ia punya banyak botol seperti itu di rumah, ia akan memberikannya jika Hae Joo ikut dengannya.
Hae Joo setuju dan In Hwa membawanya ke rumahnya. Di Halaman, Hae Joo mengenal rumah itu. In Hwa masih berharap Hae Joo kagum padanya, tapi Hae Joo mengatakan ia pernah kesini, ini rumah junior ayahnya di wamil. In Hwa berkata itu mustahil, ini rumahnya, dan ayahnya tak mungkin junior ayah Hae Joo. Hae Joo tetap mengatakan itu benar dan bertanya di mana botolnya?
Akhirnya ia mengatakan pada Hae Joo kalau ia punya banyak botol seperti itu di rumah, ia akan memberikannya jika Hae Joo ikut dengannya.
Hae Joo setuju dan In Hwa membawanya ke rumahnya. Di Halaman, Hae Joo mengenal rumah itu. In Hwa masih berharap Hae Joo kagum padanya, tapi Hae Joo mengatakan ia pernah kesini, ini rumah junior ayahnya di wamil. In Hwa berkata itu mustahil, ini rumahnya, dan ayahnya tak mungkin junior ayah Hae Joo. Hae Joo tetap mengatakan itu benar dan bertanya di mana botolnya?

In Hwa membawa Hae Joo ke tumpukan botol milik keluarganya dan Hae Joo kagum, banyak sekali, dari mana kau mendapatkannya?
In Hwa kesal, kau hanya tertarik pada botolnya? Lihatlah rumah ini.
Hae Joo akhirnya memberi pujian pada rumah In Hwa. Saat itu Gi Chul melihat Hae Joo dan mengenalinya. Ia terkejut bagaimana Hae Joo bisa ada di sana.
In Hwa membawa Hae Joo masuk ke dalam rumahnya. Hae Joo kagum. In Hwa menyuruhnya mencoba duduk di kursi. Tapi Hae Joo lebih tertarik pada batu yang ada disana. (BIG, hehehhe). In Hwa mengatakan batu itu adalah batu mahal. Tapi Hae Joo tak percaya.
In Hwa juga mengeluarkan vas bunga dan bertanya apa Hae Joo pernah melihatnya. Hae Joo mengatakan itu vas yang terlihat di buku sejarah. In Hwa mengatakan harganya 3juta dollar. Hae Joo tak percaya itu. Tapi In Hwa meyakinkannya. In Hwa menawarkan Hae Joo menyentuhnya. Tapi belum sempat Hae Joo memegangnya, In hwa tak sengaja melepaskannya.
Vas pecah, Ibu keluar dan bertanya ada apa. In Hwa takut dan mengatakan bukan dia yang melakukannya. Ibu memandangi Hae Joo. Hae Joo dengan sigap memungut pecahan vas itu. Saat itu luka bakar di lehernya terlihat dan ibu kaget melihatnya.
In Hwa kesal, kau hanya tertarik pada botolnya? Lihatlah rumah ini.
Hae Joo akhirnya memberi pujian pada rumah In Hwa. Saat itu Gi Chul melihat Hae Joo dan mengenalinya. Ia terkejut bagaimana Hae Joo bisa ada di sana.
In Hwa membawa Hae Joo masuk ke dalam rumahnya. Hae Joo kagum. In Hwa menyuruhnya mencoba duduk di kursi. Tapi Hae Joo lebih tertarik pada batu yang ada disana. (BIG, hehehhe). In Hwa mengatakan batu itu adalah batu mahal. Tapi Hae Joo tak percaya.
In Hwa juga mengeluarkan vas bunga dan bertanya apa Hae Joo pernah melihatnya. Hae Joo mengatakan itu vas yang terlihat di buku sejarah. In Hwa mengatakan harganya 3juta dollar. Hae Joo tak percaya itu. Tapi In Hwa meyakinkannya. In Hwa menawarkan Hae Joo menyentuhnya. Tapi belum sempat Hae Joo memegangnya, In hwa tak sengaja melepaskannya.
Vas pecah, Ibu keluar dan bertanya ada apa. In Hwa takut dan mengatakan bukan dia yang melakukannya. Ibu memandangi Hae Joo. Hae Joo dengan sigap memungut pecahan vas itu. Saat itu luka bakar di lehernya terlihat dan ibu kaget melihatnya.

-END-
Comment :
KYAAA, Aku menyukai drama ini. Meskipun kisahnya cukup berat, aku menikamti membuat recaps-nya. Memang lebih asyik membuat recaps dari pada sinopsis ya. Hehehhe.
Pemilihan cast dalam drama ini KEREN abis. Kita nggak usah meragukan akting Kim Yoo Jung. Ia memerankan tokoh Chun Hae Joo dengan baik, Sangat baik. Gadis ceria yang tidak pantang menyerah, yang ingin membahagiakan keluarga, meskipun ia sering dimarahi ia tak menyerah. Park Ji Bin lucu deh. Kehadirannya menyenangkan. Suer, sebelum dia bangun, aku nggak tahu kalau dia ada disana. Impiannya membuat kapal. Tapi kakeknya mengajarinya dengan keras. Aku menyukai tokoh In Hwa. Dia gadis manja. Setidaknya ia tak menyakiti Hae Joo, hanya ingin HAe Joo mengagumi dirinya. Tapi tetap saja nantinya dia jahat.
KYAAA, Aku menyukai drama ini. Meskipun kisahnya cukup berat, aku menikamti membuat recaps-nya. Memang lebih asyik membuat recaps dari pada sinopsis ya. Hehehhe.
Pemilihan cast dalam drama ini KEREN abis. Kita nggak usah meragukan akting Kim Yoo Jung. Ia memerankan tokoh Chun Hae Joo dengan baik, Sangat baik. Gadis ceria yang tidak pantang menyerah, yang ingin membahagiakan keluarga, meskipun ia sering dimarahi ia tak menyerah. Park Ji Bin lucu deh. Kehadirannya menyenangkan. Suer, sebelum dia bangun, aku nggak tahu kalau dia ada disana. Impiannya membuat kapal. Tapi kakeknya mengajarinya dengan keras. Aku menyukai tokoh In Hwa. Dia gadis manja. Setidaknya ia tak menyakiti Hae Joo, hanya ingin HAe Joo mengagumi dirinya. Tapi tetap saja nantinya dia jahat.
Kalau soal tokoh antagonis, udah deh. Jang Do Hyun pantes mati! Kesal dengan sikapnya. kenapa dia segitunya ya? Enak banged rasanya dia membunuh adiknya dengan mudah, bukan adik kandung sih tapi kan tetap aja. Seandainya Geum Hee tahu apa yang terjadi, ck ck ck, aku nggak tahu deh gimana frustasinya dia.
Episode selanjutnya kesedihan Chang hee akan terlihat karena tindakan semena-mena Il Moon. Il Moon ini copy-an ayahnya. Nggak pantes deh kalau akhirnya nanti ia bahagia. HUH.
Episode selanjutnya kesedihan Chang hee akan terlihat karena tindakan semena-mena Il Moon. Il Moon ini copy-an ayahnya. Nggak pantes deh kalau akhirnya nanti ia bahagia. HUH.
Gi Chul tidak bisa berbuat apa-apa karena Chang Hee di ancam. Dia bahkan menjual rumahnya dan uang penjualannya lah yang diberikan pada Hong Chul dulu. Setidaknya ia tak membunuh Hae Joo. Tapi jujur saja, drama ini terasa sangat singkat. Kenapa ya? Hehehhe.
created by Hazuki Airin @ Clover Blossoms
.











































































suka sma drama nya , semangat ya kak nulisnya
BalasHapusdasar ayah&anak sama2 jahat sifatnya...
BalasHapusq masih blum ngebaca sampai episodeny selesai tp liat dr awal critany bikin pnasaran
BalasHapus