Drama Saeguk yang tak biasa, mengangkat kisah hantu, shaman, hakim dan bahkan dewa. hehehhe. Episode perdana yang tayang 15 Agustus lalu memperoleh dua digit angka 13,3%. Sebuah permulaan yang baik untuk premier sebuah drama. Unggul di posisi pertama adalah Gaksital-nya Joo Won dengan angka 19,1%. Gaksital memang menjadu unggulan selama penayangannya pada slot rabu-kamis. Lalu To The Beautiful You di posisi 3 dengan angka 7,3%. Akan masih banyak perubahan mengingat ATM dan TTBU baru tayang dan setelah Gaksital berakhir akan ada persaingan rating baru.
Episode 1 : No... Not Going Away! You're Crazy Ghost!
Drama Arang and The Magistrate dibuka dengan penjelasan bahwa dinding yang memisahkan antara kehidupan dan kehidupan berikutnya (akhirat) telah di robohkan, sehingga para hantu bisa ada di antara para manusia. Hantu-hantu bisa melihat orang-orang, tapi manusia biasa tak bisa melihat hantu.Tapi, ada satu orang yang bisa melihat mereka. Pemuda itu dalam perjalanan menuju Miryang, untuk mencari ibunya yang menghilang 3 tahun lalu.
Dia adalah Lee Eun Oh (Lee Jun Ki), diperkenalkan dengan pose tidurnya di batu berlumut. Budaknya (Pengawalnya / Pelayannya) Dol Swe (Kwon Oh Joong) berhenti dalam perjalanan untuk ke kamar kecil. Ia mengeluh karena tuannya seharusnya menjadi pencari hantu, tapi malah tertidur dalam pekerjaannya.
Dol Swe menghela nafas karena bagaimana pun juga ia tak bisa marah pada tuannya atas sesuatu yang tidak ingin dilakukan tuannya atau sesuatu yang tuannya tidak tahu bagaimana melakukannya. Seperti kata 'maaf'. 'terima kasih'. atau 'Aku mencintaimu'. Eun Oh mencemooh kata-kata itu yang tidak diperlukan seseorang dalam hidup. Dia menatap ke langit malam itu dan memperkirakan akan terjadi badai.
Malam itu, ditempat lain , dalam sebuah hutan yang gelap, hantu Arang (Shin Min Ah) sedang mengejar seseorang atau sesuatu. Ia kesal karena karena mereka telah tinggal dan makan bersamanya, setidaknya mereka berterima kasih padanya. Tapi apa yang ia dapat? Mereka malah sudah kabur.
Ia memperbaiki dandanannya yang agak berantakan. Mengikat rambutnya dan menaikkan rok-nya. Ia melompati batu-batu besar sambil berlari di dalam hutan itu.
Sebuah karavan melewati hutan dan tiba-tiba hantu muncul dari udara yang dingin. Itu adalah sebuah Geng dari para hantu yang menatap karavan itu. Salah seorang dari hantu itu berkata ia takut mereka tak bisa melakukan ini tanpa Arang, tapi pemimpin tim tetap kukuh memberitahu mereka bahwa mulai sekarang mereka akan pergi tanpa Arang.
(Menarik. Apa hantu butuh makan dan minum? Apa hantu juga mencuri??? Hehhehe).
Mereka memulai serangan dengan menghilang dan muncul. Bahkan ada yang melompat ke punggung orang. Tiba-tiba orang-orang itu tersedak dan pingsan.
Beberapa hantu yang masih bersembunyi siap untuk bergabung menakut-nakuti ketika Arang melompat ke hadapan mereka dan marah. Mereka meringkuk dan ketakutan. Pemimpin berbohong, berpura-pura kalau sebenarnya mereka sedang menunggu Arang. Arang marah dan mencengkeram lehernya.
Dia akan mengajari mereka dengan pelajaran tata krama ketika sesuatu menarik perhatiannya. Insting hantu. Ia mendongak....
Sebuah jaring raksasa jatuh dari langit. Para hantu muali ketakutan. Perangkap itu menangkap 3 dari geng hantu itu, yang membuat hantu itu membeku di tempat. Dan 4 pemburu hantu turun dari langit, untuk memburu para hantu yang masih ada di dunia manusia.
Pemburu hantu tersebut punya alat berburu seperti tali mistis atau tongkat yang bisa menyedot para hantu masuk ke dalam sesuatu dan membuat mereka menghilang. Pemimpin para pemburu hantu, Mu Young (Han Jung Soo) sangat ingin menangkap Arang. Tapi Arang sudah melarikan diri demi keselamatannya sebagai hantu.
Eun Oh dan Dol Swe masih dalam perjalanan di dalam hutan yang semakin menyeramkan. Dol Swe ketakutan, ia mengatakan kalau gunung itu terkenal banyak hantunya. Eun Oh menghela nafas, tidak ada yang namanya hantu.
Dol Swe masih ketakutan dan begumam : Benarkan Miryang adalah tempat terakhir ibunya terlihat? Karena ada rumor di kota itu, setiap hakim yang pergi kesana pada akhirnya akan mati.
Eun Oh mendengar suara gemerisik di belakang dan berhenti. Dol Swe memperhatikan tuannya yang memberi isyarat bahwa ada hantu di belakang Dol Swe. Dol Swe ketakutan dan Eun Oh tertawa, itu hanya lelucon saja. Hanya saja saat ia melihat lagu, Arang sedang berlari lurus ke arahnya dengan kecepatan penuh.
Eun Oh juga bisa melihat sang pemburu hantu, Mu Young dan sepertinya itu bukan pertama kalinya Eun Oh melihat Mu Young, tentu saja, Mu Young adalah pemburu hantu sedangkan Eun Oh bisa melihat hantu. Eun Oh mencoba tenang tetap melihat kedepan seolah tak melihat apa-apa, saat Arang menembus tubuhnya, melewatinya. Berikutnya, Mu Young melewatinya juga dan merobohkan Arang.
Eun Oh masih pura-pura tak melihat dan tenang. Ia berjalan melewati mereka seolah ia tak melihat apapun.
Mu Young menahan Arang dan Arang bertanya apakah pemburu akan memburu hantu sepertinya atau seharunya pemburu tak kehilangan dirinya saat di sungau Hades dulu.
Mu Young memanggil nama Arang dan mendesah. Ia menasehati Arang seperti orang tua yang menasehati anaknya yang suka melawan. Mu Young mengatakan kalau bagaimanapun Arang harus membayar kesalahannya di akhirat. Arang menolak dan berkata ia juga harus mengikuti hukum kematian juga.
Arang melawan lagi dan mulai membicarakan tentang hukum. Saat arang mulai menantang, Mu Young mengeluarkan tali merah...
Arang mengambil sesuatu di bawah bajunya dan berkata : Kau suka bunga persik bukan?
Arang melempar kelopak bunga persik ke Arang Mu Young. Mu Young kesakitan dan menutupi wajahnya. Kelopak bunga yang mengenainya melukai tubuhnya.
Ketika ia membuka matanya, Arang sudah pergi. Dia berteriak : ARAAAANG!!!
Eun Oh mendengar tangisan tapi ia mengabaikannya. Hujan mulai turun malam itu. Ia dan Dol Swe akhirnya berhenti di sebuah rumah kosong untuk beristirahat.
Arang masih kabur dari Mu Young dan hujan makin deras. Ia membuka telapak tangannya, terluka karena kelopak peach. Tapi ia bisa menyembuhkannya dengan cepat. Dia berteriak ke langit, para Raja Surga : Kau pikir kau semuanya?!!!

Kaisar Langit Agung sedang duduk bermain badook dengan saudara kembar (jauh) Nya, Raja Underworld alias Raja Neraka / Hades (Park Joon Kyu). Raja Neraka sangat terobsesi memenangkan permainan ini. Sedangkan Raja Surga lebih tertarik kepada malaikat atau peri yang membawakannya teh dan buah persik. Raja Surga tersenyum dan memuji gaya rambut baru pelayan itu. Hohohohoho.
Tapi peri itu mengatakan gaya rambutnya sama dengan kemarin, sama dengan kemarinnya lagi dan sama saja sejak 1000 tahun yang lalu. HAHAHAHHAHA.
Hades protes kalau sekarang adalah gilirannya, sikap yang tak peduli bahwa ia sudah menang. Jade mengambil satu papan dan menjatuhkannya ke bawah (badoknya terbuat dari air) dan Hades terlihat menyeramkan.
Jade : Oh, tidak. Maafkan aku, aku tidak berencana memenangkan babak ini.
Well, kita tahu Raja Surga adalah seorang playboy, namun cerdas dalam bermain atau mungkin melawan saudaranya?
Hades masih kesal karena kekalahannya dan Jade mengubah topik pembicaraan. Ia bertanya-tanya apakah Mu Young bisa menangkap 'anak itu'. Ia lalu berjalan ke Surga meninggalkan saudaranya yang berteriak dengan marah di jembatan.
Jade tiba di taman surga dan bicara dengan kambingnya, mendesah bahwa ia benar-benar tak bermaksud untuk menang, hanya saja Hades selalu memperhitungkan hal-hal yang kecil.
Jade : Dan begitu banyak di dunia ini yang tidak bisa di perhitungkan, bukan?
Ia lalu menyirami bunga-bunga dan Scene beralih ke hutan yang disirami hujan. Arang berjalan di bawah pohon dan mengambil daun untuk menjadikannya payung.
Kembali ke rumah tempat Eun Oh menginap, Eun Oh menyalakan api dan memikirkan ibunya saat Dol Swe tertidur. Flashback saat perpisahannya dan ibunya, Eun Oh mengatakan kalau ia ingin tinggal bersama ibunya. Ibu memarahinya, Jika Eun Oh tinggal bersama ibu maka ia akan menjadi anak budak, sedangkan jika Eun Oh tinggal bersama ayahnya maka Eun Oh adalah anak bangsawan.
Eun Oh mengatakan itu tak ada artinya, ia tak butuh apapun dan siapapun, ia akan hidup di jalan yang ia inginkan dan bersama ibunya. Ibu berkata semuanya adalah kesalahan 'orang itu'. Ketika Eun Oh memohon dan menangis, ibu menamparnya dan memberitahukannya untuk pergi.
Ia meninggalkan ibunya dengan marah dan ketika ia kembali keesokan harinya, ibunya sudah tak ada di sana.
Kembali ke masa sekarang, renungan Eun Oh terputus saat Arang masuk ke dalam rumah untuk berlindung dari hujan. Ia melewati dinding dan duduk dekat perapian, ia mengeluh bahwa menjadi hantu tidak bisa membuatnya menghindari hujan.
Dia mendesah selain tidak kedinginan, tidak ada yang membedakannya dari manusia hidup lainnya. Eun Oh tentu saja ada disana. Duduk membeku. Ia mengatakan dalam hati pada dirinya sendiri bahwa ia tidak boleh membiarkan hantu itu tahu kalai ia bisa melihatnya. Ia tak akan membiarkan kemampuannya di ketahui oleh hantu itu sampai Arang membuka bajunya yang basah di depan api, di dekat Eun Oh yang mulai kaget.
Mata Eun Oh mulai membesar dan mulutnya agak terbuka, tak percaya bahwa ia juga bisa terpengaruh dengan hantu. HHAHHHAHA.
Mereka saling menatap satu sama lain, tepatnya Arang memperhatikannya. Arang kembali memakai bajunya dan bertanya : KAu bisa... melihatku?
Eun Oh menjawab dalam hati : Aku tak bisa melihatmu.
Arang masih penasaran dan mulai mengyunkan tangannya di depan wajah Eun Oh. Ia menatap Eun Oh lagi dan bertanya : Kau bisa melihatku?
Eun Oh membeku. Ia berusaha tidak bergerak dan mengabaikan Arang.
Pada akhirnya Eun Oh menutup matanya. Hehehhe.
Karena Eun Oh masih tak bergerak, Arang mengangkat jarinya dan menyentuh wajah Eun Oh dan terlihatlah bahwa kontak manusia dan hantu akan mengeluarkan cahaya biru. Eun Oh mengatakan dalam kepalanya bahwa ia harus sabar dan bisa melawan ini, karena jika ketahuan ia bisa melihat hantu, maka itu akan sangat menjengkelkan.
Arang tak mendapat respon jadi ia mulai meniup di wajah Eun Oh. HAhahha.
Dol Swe tiba-tiba mendengkur sehingga suasana menjadi lebih ribut dari keheningan tadi. Eun Oh lega setidaknya ia bisa menahannya untuk sementara. Arang kesal pada Dol Swe dan duduk di atasnya untuk membuatnya diam. Arang mendesah bahwa tak ada cara untuk membuatnya melihatnya dan bertanya-tanya apa kisah Eun Oh.
Arang terus bicara bahwa kisah Eun Oh tak akan sebanding dengan kisahnya dan kemudian ia mulai tertarik, Apa kau mau mendengar kisahku?
Eun Oh kesal dalam kepalanya : Sialan. JAngan katakan! Aku tak bisa mendengarmu!
Arang tak punya seseorang yang bisa berbagi kisah dengannya, ia tak bisa bicara dengan siapapun, tepatnya tak ada yang bisa mendengarnya. Dia hanya bicara keras pada dirinya sendiri dan menganggap seolah-olah Eun Oh bisa mendengarnya (padahal memang bisa). Sementara itu Eun Oh putus asa, ia tak mau mendengarkan cerita menyedihkan. Tapi ia tetap tak bisa membiarkan Arang mengetahui ia bisa mendengarkannya.
Arang menceritakan kalau ia baru saja bangun suatu hari dan ia sudah bersama pemburu hantu menuju suatu tempat. Flashback. Saat pertama kali Arang terbangun setelah ia menjadi hantu, ia dipimpin oleh Mu Young berjalan melewati hutan menuju sungai ke neraka, ia diikat dengan tali merah.
Namun tiba-tiba tali itu terlepas dan Arang pergi ke arah lain. Dan Mu Young tak mengejarnya.
Kembali ke masa sekarang, Arang mendesah bahwa ada sesuatu yang aneh, Ia tak ingat siapa dirinya atau bagaimana ia bisa meninggal. Dia mendongak ke langit dan mengatakan kalau semua itu kesalahan Kaisar Langit, dia tahu itu. Dia mengeluh dan memanggil Jade / Kaisar langit/ Raja surga sebagai orang yang kolot.
Arang cemberut dan mengatakan pada Eun Oh, waktunya untuk tidur, ia kemudian berbaring di samping Eun Oh untuk tidur. Eun Oh masih bingung, ada apa dengan hantu ini? Arang masih menatap wajah Eun Oh dan tersenyum.
Saat tidur, Tangan Arang mengenai bahu Eun Oh dan Eun Oh menggigil kedinginan. Ia berpaling dan tidur berdampingan.
Pagi pun tiba. Eun Oh menyadari kalau Arang sudah pergi dan ia tertawa pada dirinya sendiri. Mereka melanjutkan perjalanan ke Miryang dengan semangat.
Ketika mereka tiba di pasar, bangsawan Choi lewat di sana dan para rakyat sibuk memberi jalan. Dol Swe menggambarkan kalau Bangsawan Choi adalah raja di Miryang (orang yang paling berkuasa, bukan Raja sebenarnya). Dengan tidak adanya hakim di Miryang maka Bangsawan Choi yang berkuasa tentang hukum di Miryang.
Joo Wal (Yeon Woo Jin) ada di belakang iringan ayahnya dengan kuda. Tentu saja wajahnya yang tampan, tepatnya sangat tampan, menarik perhatian semua gadis-gadis. Eun Oh ada di sana menyaksikan. Ia ingin dibiarkan lewat, namun jalan sudah di kosongkan untuk jalan Choi.
Eun Ho : Dol Swe - ya, kau tahu aku kan? Ketika aku melihat ketidakadilan...
Dol Swe : Anda hanya melihatnya saja.
Seorang pria pergi menuju Joo Wal, ia minta bantuan. Namun pengawal memukulnya, Joo Wal minta mereka berhenti. Ia mendekati pria itu dan mengancam dengan pisau, dengan wajah dingin, ia minta pria itu pergi. Pria itu pergi melarikan diri.
Dol Swe mengatakan bahwa mereka akan membangun paviliun tambahan disini dan diatas sungai pada saat itu. Ini menyebabkan banyak kesedihan bagi orang yang bekerja dalam proyek itu dan warga harus membayar pajak lebih karena hal itu. Eun Oh tidak dapat memungkiri kalau Dol Swe cukup pintar, tapi ia tetap bertanya-tanya kenapa Dol Swe selalu tahu apa yang terjadi.
Dol Swe mengatakan kalau tuannya juga harus terjun ke masyarakat. Tapi Eun Oh berpendapat ia tak bisa melakukan apapun meskipun ia tahu dan Dol Swe hanya mendesah.
Eun Oh tiba-tiba menyuruh Dol Swe pergi tanpa dirinya dan Eun Oh pergi menyelinap secara misterius. Eun Oh berjalan dengan suatu tujuan, ia kemudian berhenti dan waspada : Kenapa kau mengikutiku?
Sekelompok hantu melompat dan hantu yang paling tua mengatakan, ia mendengar kalau Eun Oh bisa melihat mereka. Dia punya permintaan mengenai puterinya. Hantu itu berlutut sebelum Eun Oh bertanya apa permintaannya.
Tapi Eun Oh dengan dingin berkata : Pergilah. Itu bukan urusanku.
Hantu itu sedih, ia berjalan pergi dan lenyap. Dan kita bisa melihat bahwa Arang menyaksikan hal tersebut dari atap sebuah rumah. Arang tak merasa terkejut kalau Eun Oh bisa melihat hantu, ia berkata : Kau mencoba mengelabui hantu?
Eun Oh menanyakan pada pemilik penginapan tentang ibunya. Pemilik menginap kalau semalam ibu Eun Oh menginap di sana, tapi tak tahu ke mana ia akan pergi. Dia berbalik untuk pergi saat tiba-tiba ada yang meraih pergelangan tangannya. Itu Arang!
Karena terkejut, Arang langsung bertanya, Kau juga bisa menyentuhku? Tidak hanya bisa melihatku? Eun Oh mencoba tenang dan mengatakan ia terlambat mengenali Arang tadi malam dan bertanya kesal : Apakah kau mengikutiku?
Arang bertanya-tanya apakah Eun Oh mencari seseorang? Ibunya? Eun Oh melotot dan Arang berteriak : Itu dia! Karena wajahmu benar-benar menunjukkan wajah 'Aku kehilangan ibuku'.
Eun Oh mencondongkan tubuhnya dan mengancam, Kau mau mati?
Arang agak takut lalu ia ingat : Aku kan sudah mati.
HAHHHAAHHA.
Eun Oh meminta Arang untuk menghilang tapi Arang tetap megikutinya dari belakang. Arang mengatakan jika banyak hantu yang meminta bantuan padanya pasti itu sangat mengganggu. Eun Oh : Jika kau tahu itu, maka pergilah.
Arang : Tapi kita sudah tidur bersama.
Dan kata-kata itu menghentikan langkah Eun Oh.
Dia mengatakan kalau mereka tidak melakukannya. Tapi Arang semakin dekat dan berkata : Bukankah kita tidur bersama semalam? Well, kau tahu, itu tidak seperti kau harus mendirikan tembok besar setiap waktu, untuk mengatakan kau telah tidur bersama.
HAHAAHHAA.
Arang kembali menceritakan kisah lagi pada Eun Oh yang benar-benar jengkel. Eun Oh mendesah bahwa ia sudah mendengarnya pertama kali mereka bertemu. Arang mengatakan ini mudah, aku hanya ingin tahu siapa aku.
Arang jelas tak akan menghilang hanya dengan ancaman biasa. Eun Oh mengeluarkan sesuatu dari lengan bajunya sebagai pilihan terakhir. Beberapa kacang merah. Kacang merah akan membuat hantu terluka, makanya Arang menjadi ketakutan.
Eun Oh mengatakan ia tak biasa melakukan hal ini, tapi dia berhak melakukannya terutama pada hantu sial dan angin berhembus...
Arang bersiap dan Eun Oh pura-pura melempar dan Arang menghilang. Eun Oh tertawa, tapi ia mengancam bahwa lain kali ia benar-benar akan melakukannya. Arang berteriak setelah kemarahan Eun Oh, Apa salahnya mencari tahu nama seseorang?
Eun Oh mengatakan minta tolong saja pada penduduk lokal untuk hal itu dan ia mengatakan ia ingin melakukannya, tapi tak ada hakim di kota itu. Eun Oh mengatakan itu bukan urusannya, dia bukan hakim.
Arang : Jadi, kalau kau menjadi hakim, kau akan melakukannya?
Eun Oh mencemooh dan mengatakan kalau ia menjadi hakim, tentu ia akan melakukannya. Jika aku menjadi hakim, aku akan membantumu.
Eun Oh berjalan pergi dan berfikir akhirnya Arang tidak akan mengikutinya lagi. Tapi Arang tersenyum : Kau sudah berjanji...
Joo Wal dipanggil oleh ayahnya yang marah padanya karena campur tangannya di pasar tadi bahkan menunjukkan belas kasihannya. Joo Wal berkata ia hanya mencoba buru-buru untuk mendapatkan jalan yang baik bagi ayahnya.
Mereka membicarakan sesuatu yang mengacu pada menemukan 'dia' karena waktunya akan segera habis.
Bang Wol (Hwang Bo Ra), seorang shaman dipanggil untuk menjadi shaman, tapi kemudian ia harus mengembalikan uang pelanggannya.
Bang Wol tak bisa melihat hantu tapi bisa mendengar mereka. Dia mendengar sesuatu saat Arang muncul, tepatnya datang untuk berkunjung. Bang Wol sepertinya takut pada Arang. Bang Wol mengatakan kalau ia berjanji ia tidak akan kembali. Arang punya hal lain untuk di katakan, bahwa ia perlu bantuan.
Di kantor pemerintah, ada trio Bang, Lee Bang, Hyung Bang dan Ye Bang. Mereka trio bodoh, tapi hanya mereka yang tersisa untuk menjalankan urusan di kantor pemerintah dengan tidak adanya seorang hakim. Mereka meratap bahwa tidak akan ada yang bisa mengisi posisi hakim lebih dari dua hari.
Bang Wol datang kesana untuk menjalankan misi hantu Arang. Ia mengatakan ia mendapat petunjuk bahwa ada seseorang yang bisa menjadi hakim baru. Tentu saja mereka gembira.
Dan mereka menemukan Eun Oh. Dan apa yang mereka lakukan? Menculiknya??? Menculik seseorang untuk di jadikan hakim?
Well, kalau nggak gitu maka Eun Oh tidak akan mau, hehehehehe.
Mereka melakukan itu hanya untuk memenuhi amanat kerajaan karena mereka percaya kalau Eun Oh akan mati juga seperti semua hakim selama ini. Mereka membawanya dalam karung sementara Arang melihat mereka dari atap dan tertawa. Ia mengatakan kalau seseorang harusnya tidak membuat janji yang begitu mudah.
Apa yang sebenarnya terjadi pada hakim kota Miryang sebelumnya?
Pada malam pertama mereka menjadi hakim, pera hantu menghantui mereka dan membunuh mereka. Itulah rumor yang beredar.
Trio bodoh mengatakan mereka telah menyelesaikan pekerjaan mereka jika mereka mendapatkan seseorang yang akan menjadi hakim baru. Mereka tidak bisa membantu jika akhirnya hakim baru akan mati malamnya seperti hakim sebelumnya. Segera setelah dimasukkan ke dalam ruangan, mereka bertanya-tanya peti mati seperti apa yang harus mereka beli? Lee Bang mengatakan bahwa mereka membeli yang paling murah saja.
Eun Oh terbangun di tempat tidur yang bagus tapi tangan dan kakinya terikat. Lee Bang memanggilnya 'Hakim' dan mengatakan padanya untuk beristirahat lalu ia melarikan diri dari dalam kamar itu. Lilin mulai menyala dan Eun Oh tak takut, ia mengatakan kalau ada hakim disini dan tunjukkan dirinya, karena ia tak punya waktu bermain-main dengan hantu.
Arang muncul dengan kepala di bawah, itu tak membuat Eun Oh kaget. Eun Oh memutar matanya dan mengatakan pada Arang untuk datang dengan benar atau dia akan mencabut rambut Arang. Arang pun berdiri.
Arang mengeluarkan suara terbaiknya yang rada Aegyo dan mengingatkan kalau Eun Oh sudah berjanji padanya bahwa Eun Oh akan membantunya jika ia menjadi hakim. Eun Oh memerintahkan Arang melepaskannya dan berhenti bicara dengan suara yang membuatnya merinding itu.
Arang menarik rambutnya kesatu sisi dan mengatakan kalau Eun Oh bukanlah tipe-nya, tapi ia mengatakan ia melakuakn hal ini untuk mendapat apa yang ia inginkan. Eun Oh : Jadi, ketika cara itu tak berhadil, kau akan membunuh hakim-hakim yang tak bersalah itu?
Arang cemberut dan mendesah bahwa ia benar-benar merasa bersalah atas kejadian itu. Flashback menunjukkan bahwa Arang memang tak bisa dilihat oleh para hakim yang tak bisa melihat hantu, jadi ia mengambil ramuan yang bisa membuatnya terlihat oleh manusia.
Arang mengunjungi hakim pertama, yang shock melihat hantu dan mengalami serangan jantung kemudian mati. Arang bertanya-tanya apakah penampilannya compang-camping, sehingga ia mempercantik penampilannya saat mengunjungi hakim kedua. Namun ia hanya punya setengah dari ramuannya yang membuat badannya juga setengah, hanya tubuh bagian atas. Tentu saja hakim kedua mati. Hakim ketiga juga sama, ia berlari setelah melihat arang yang hanya setengah bagian bawah saja, hakim ketiga terjatuh karena panik.
Arang mendesah bahwa itu bukanlah kesalahanya dan ia juga tak mengerti mengapa mereka menempatkan hakim tua dengan jantung lemah sebagai hakim. Eun Oh menggeram padanya untuk menghentikan suara aegyo-nya. Eun Oh mengatakan Arang hanya membuang waktu saja bicara dengannya.
Arang mulai menangis. Ia mengatakan mereka berdua sama. Eun Oh kehilangan ibunya sedangkan dia kehilangan kedua orang tuanya. Arang hanya ingin mencari tahu siapa dia sehingga ia bisa mengucapkan selamat tinggak pada ayah dan ibunya. Arang menitikkan air mata sehingga Eun Oh sedikit tersentuh dan berbalik.
Eun Oh membentaknya untuk sesaat dan Arang menghentikan air mata palsunya. Eun Oh mencemooh bahwa Arang tidak ingat siapa dia, bagaimana Arang tahu tentang ayah dan ibunya?
Arang meninggalkan rumah dengan marah.
Joo Wal jalan-jalan dibawah sinar bulan dan mendengar percakapan tiga gadis yang lewat. Mereka mengatakan sesuatu tentang bulan menjadi Yoon-Dal, bulan yang membusuk, dan legenda yang mengatakan bahwa ini waktunya surga kehilangan kekuatannya dalam kematian dan kematian (gadis yang hilang) berkeliaran diantara mereka, tidak ada yang mengetahui jika mereka sudah hidup atau mati.
Joo Wal terlihat gelisah tentang Yoon Dal dan ia membelai cincin hitam miliknya sambil melihat kepergian gadis itu.
(Cincin hitam itu sepertinya ada hubungannya dengan hantu. Aku lihat saat Joo Wal menyentuh Arang, cincinnya jadi merah).
Pagi harinya, Trio membawa peti mati ke kantor hakim. Mereka menyesal karena memilih hakim yang begitu muda dengan kehidupan yang seharusnya cerah kedepannya. Lee Bang perlahan membuka pintu dan....
Eun Oh keluar dengan sehat. Ia masih hidup. Tentu.
Dol Swe berlari kencang menuju tuannya dan saat melihat Eun Oh ia memeluknya dan bertanya apa tuannya baik-baik saja, ia berteriak pada trio bahwa mereka bertiga telah bermain-main dengan orang yang salah. Trio itu membungkuk dan bertanya siapa sebenranya Eun Oh. Dol Swe mengatakan kalau tuannya itu adalah anak dari bangsawan. Trio menangis dan minta maaf : Maafkan kami, tuan.
Arang makan bersama Bang Wol dan mengeluh bahwa ia melakukan semua yang diperintahkan shaman itu, meneteskan air mata dan terlihat malu-malu, namun tak berhasil. Bang Wol : Itu hanya berarti satu hal... Kau adalah seorang wanita yang sangat jelek.
HAHHAHA.
Bang Wol bertanya mengapa Arang tidak mengatakan sejak awal (kalau wajahnya jelek -Bang Wol tak bisa melihat Arang-). Arang mengatakan ia tak tahu karena ia tak bisa melihat dirinya sendiri, jadi tak ada cara untuk mengetahuinya. Mereka berdua mendesah. Bang Wol mengatakan satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah memakai make up dan pakaian yang bagus, setidaknya itu akan membantu.
Arang bertanya-tanya dimana ia bisa mendapatkankan hal itu, Hantu hanya bisa menerima benda yang diberika orang lain pada mereka. Kemudian ia menyadari bahwa Bang Wol bisa melakukannya, hanya sekedar memberi. Namun ia menolak, ia hanya shaman yang tidak punya uang. Arang : Uang? Apa itu yang kau khawatirkan?
Mencuri. Itu satu-satunya cara. Bang Wol khawatir kalau ia akan berakhir di penjara karena itu. Arang menjamin itu tak akan terjadi karena ia ditemani hantu. Arang berjanji akan berhenti menghantui Bang Wol jika Bang Wol melakukan ini sekali saja.
Mereka mengambil barang yang mereka butuhkan san mereka hampir berhasil saat Bang Wol berjalan ke arah dua polisi dan menjatuhkan barang curian itu. Pedagang mulai berteriak, pencuri!
Bang Wol berlari tapi dengan cepat terpojok. Arang mencoba membantu dengan memukuli orang di sekitar Bang Wol. Eun Oh dan Dol Swe ada di sana juga saat kejadian itu danmelihatnya. Dol Swe tertawa melihatnya.
Eun Oh tak peduli akan hal itu dan segera pergi melanjutkan perjalanannya. Tapi ia mengetahui hantu lainnya mulai muncul di lokasi dengan khawatir. Arang membuat banyak keributan dan mereka tak terdeteksi.
Dan 4 pemburu hantu turun dari langit. Mereka berpisah untuk mennagkap hantu-hantu itu. Tentu saja Arang adalah bagian Mu Young.
Arang melihat Mu Young menuju dirinya dan ia berlari sekuat tenaga, melewati Eun Oh di jalan. Eun Oh masih sempat melihat ada pin di rambut Arang, itu pin yang Eun Oh berikan pada ibunya. Jika Arang tertangkap, maka pinnya juga akan hilang.
Eun Oh tak punya pilihan lain, ia mnegambil kuda dan memacu ke hutan ke mana Arang kabur. Ia melewati Mu Young dan menuju Arang. Dia meraih Arang yang terus berlari dan menaikkan Arang ke kudanya. Tentu saja Arang melihat Eun Oh dengan Heran.
-END-
Comment :
Seperti komentar teman-teman di soompi, Episode pertama drama ini sangat menghibur. Kita tahu Shin Min Ah perfect memerankan tokoh Arang. Dan aku sedikit terkejut karena ternyata Eun Oh dijadikan hakim oleh Arang. Hohohoho. Padahal aku kira dia hakim baru.
Setiap tokoh dalam drama ini memiliki misteri. Eun Oh memiliki misteri kelahirannya sendiri. Siapa sebenarnya ibunya dan siapa ayahnya. Kenapa ibunya harus meninggalkannya bersama ayahnya. Arang tentu kisah utama drama ini. Siapa dia dan bagaimana dia meninggal, sedikit banyaknya kita tahu. Namun apakah kisah legenda asli Miryang itu terjadi dalam drama ini? Atau ada sedikit bumbu yang membuat drama ini akan berbeda? Lalu hubungan Joo Wal dan ayahnya yang begitu dingin. Penyebab ia juga tumbuh dingin dan ada apa dengan Yoon Dal, kenapa ia sepertinya khawatir. Lalu apa hubungannya dengan cincin miliknya.
Aku masih memikirkan kemungkinan yang mungkin atau tidak mungkin terjadi. Ibu Eun Oh adalah budak. Ayahnya bangsawan. Akan ada kemungkinan kalau Eun Oh itu anak Choi yang artinya ia adalah saudara Joo Hwal. Nggak mungkin ya, marganya aja beda, hahhahah.
Ada tidak ya kemungkinan ibu Eun Oh berhubungan dengan kematian Arang?
Saat Joo Wal dan ayahnya bicara, mereka membicarakan menemukan seseorang. Aku tebak itu adalah ibu Eun Oh.
Dan tentu saja chemistry dua tokoh utamanya sangat terlihat baik. Dengan hal ini aku berharap drama ini akan berakhir bahagia, Happy End. Meski akan sulit bagi hantu dan manusia. Apakah akan ada kejutan lainnya?
Untuk preview Episode 2, klik disini^^
credits | girlfriday @ dramabeans
.



















































Gila banget deh ni drama :D ...Haduh kenapa semua drama d agustus ini begitu menarik :D ... Jadi gimana ka , mau tetep terusin answer 1997 atau meneruskan kedua2nya arang dan juga answer'97 .. Terusin dua2nya deh ? :)
BalasHapusaq sudah menduga klo hazuki bakal bikin sinop arang makanya aq sengaja mampir ke blog nie dan menemukan sinopsisnya....
BalasHapussemoga sinopsis nie tetep berlanjut....smp ending,,,,
Semangat ngeblog nih.. TTBU juga dong, dibikinin sinopnya
BalasHapuslanjutin Kak Hazuki... ak ga bisa donlot nih drama, kmngkinan bkl beli dvd nih :o update terus ya kaakkk :p
BalasHapusMay Queen juga bagus yah..
BalasHapuskayaknya joo hwal tu keturunan dr yg bunuh arang.eun oh mungkin keturunan pembantunya arang.
BalasHapus