ATTENTION!!!!

Di Mohon Untuk Tidak meng-COPAS tulisan di blog ini!!!
Tapi,
Bagi yang ingin mengambil tulisan di Blog ini, harap menyertakan LINK HIDUP di bawah postingan yang kalian ambil dari Blog ini!!!
Baik itu nantinya postingannya akan kalian ubah ataupun kalian rapikan.
Tolong hargai penulis dan sesama blogger...
Gomawo^^

Jumat, 17 Agustus 2012

[Sinopsis] Arang and The Magistrate Episode 2

Photobucket
Ok, sebelum memasuki episode 2 aku mau curhat sedikit. Pagi ini aku sangat kesal karena gagal download Arang. Padahal single link, 200mb dan hanya 16 menit? omo! biasanya nggak bermasalah, tapi pagi ini kenapa bermasalah ya?
Aku juga download TTBU. Jelas-jelas nama file-nya TTBU Episode 1, tapi ternyata isi-nya Arang Special Episode. Aku ketawa waktu menontonnya, padahal udah kesana-kemari nyaris sub TTBU E1. Tapi nggak apa lah, besok di coba lagi :'(
Well, Arang and The Magistrate Episode 2 memperoleh rating 13,2% untuk Nationwide, sedangkan untuk wilayah Seoul 14,4%. Gaksital masih unggul. Sedangkan rating To The Beautiful You turun drastis menjadi 5,7%.

Jang Jae In - Fantasy (Arang and The Magistrate OST Part.1) [download]

Episode 2 : Namamu Sebenarnya, Benarkah Kau Ingin Mengetahuinya?
Photobucket
Photobucket
Eun Oh menyadari bahwa Arang akan menjadi petunjuk untuk menemukan ibunya yang hilang. Mu Young mengejar Arang sementara Arang berusaha lari sekuat tenaga. Eun Oh datang dengan kudanya dan menarik Arang ke pangkuannya, ia membawa Arang kabur dengan kudanya. Mu Young tak bisa mengejar mereka, ia tak punya kekuatan untuk berlari dengan cepat.
Arang masih punya sisa bunga persik, ia mengambil dari bajunya, meski kesakitan, ia menahannya. Ia melemparkan bunga itu ke arah Mu Young. Mu Young berhenti menghindari bunga persik itu. Satu kelopak berhasil menyayat wajahnya.

Photobucket
Mereka tiba di tepi sungai. Eun Oh masih gelisah dan mengambil hairpin itu dari rambut Arang. kembali ke masa lalu, memperlihatkan kita Eun Oh memberikan hair pin tersebut pada ibunya. Eun Oh meminta Arang mengatakan dimana ia menemukan hairpin itu.
(hair pin, hair pin, jadi inget Moon Sun, hehhhehe).
Arang mengambil hairpin itu lagi dan mengatakan kalau itu adalah miliknya, ia menemukan itu saat ia terbangun sebagai hantu, jadi itu artinya hairpin itu adalah miliknya saat ia masih hidup. (Hm... Sebuah misteri lagi).
Eun Oh berfikir lagi, itu artinya Arang pernah bertemu dengan ibunya sebelum ia meninggal, tapi sayangnya Arang kehilangan ingatannya sehingga tidak tahu apa yang terjadi.
Arang mengucapkan terima kasih atas bantuan Eun Oh. Saat ia akan pergi, Eun Oh memanggilnya kembali dan menawarkan diri untuk mencari tahu siapa nama Arang sebenarnya dan masa lalu Arang. Dengan begitu, Eun Oh akan menemukan petunjuk tentang ibunya.

Photobucket
Arang tentunya senang dan mengatakan pada Eun Oh bahwa selama ini ia benar. Arang berfikir bahwa Eun Oh benar-benar preia baik, penuh simpati meskipun dingin. The Great judge character! Eun Oh orang yang bisa bertahan meskipun ia mengeluh tentang hantu. Arang berkata : Jika kau belum meninggal, jangan bicara. Setiap orang punya alasan sendiri mengapa mereka putus asa. Apa kau tahu betapa frustasinya kalau kau tak tahu siapa dirimu?
Eun Oh ingat kalau Mu young memanggil Arang dengan 'Arang', tapi kemudian ia berkata : Aku tak akan memanggilmu dengan nama, Amnesia.
Arang mengatakan itu tak masalah, karena mereka tidak tahu satu sama lain, jadi tak usah memanggil nama.

Photobucket
Photobucket
Mu Young tiba di Surga untuk bertemu Kaisar Langit dan berhenti sebentar melihat para peri merawat kebun. Kaisar Langit menebak kalau Mu Young pasti memikirkan adiknya. Kaisar Langit mengatakan setelah seseorang datang kemari, mereka harus memutuskan hubungan dengan kehidupan duniawi mereka.
Mu Young melaporkan bahwa ia belum bisa menangkap Arang. Hades datang dan dengan tegas bertanya bagaimana tali merah yang mengikat arang pertama kali bisa lepas. Kaisar Langit mengatakan kalau Arang akan datang atas kehendak sendiri. bibit takdir telah di taburkan, dan sekarang ini saatnya kuncupnya mekar.
(Tunggu, jangan-jangan yang melepaskan ikatannya itu Kaisar Langit?).

Photobucket
Untuk mendemonstrasikannya, Kaisar Langit menyentuh bunga di taman, dan seperti tombol lampu, semua mekar menjadi putih. Kaisra Langit : Inilah yang dinamakan takdir. Ia akan berputar dan berputar dan pada titik tertentu, semuanya akan kembali ke tempatnya.
Kaisar menyentuhnya lagi dan bunga tersebut kembali berwarna.

Photobucket
Kembali ke Miryang, Dol Swe sangat terkejut saat tuannya mengatakan kalau ia akan menjadi hakim. Dol Swe khawatir kalau tuannya cidera sehingga tiba-tiba menjadi begini. Ia menyalahkan trio Bang dan segeran mencari mereka.
Di Kantor pemerintah, Trio Bang (Lee Bang, Hyung Bang dan Ye Bang) khawatir karena hakim baru itu tidak mati. Salah seorang menulis surat pada Raja menjelaskan bagaimana hakim baru kabur tanpa peduli posisinya dan ini menunjukkan penghinaan terhadap raja.
Dol Swe tiba dan menarik baju mereka, ia bertanya dengan marah apa yang mereka lakukan pada tuannya. Eun Oh tiba dan menghentikan. Trio Bang menghela nafas dan bicara pada diri mereka sendiri kalau pemerintahan mereka mungkin akan berakhir tanpa pemimpin. Jadi mereka tetap harus menikmati tidak punya pemimpin.
Mereka bertanya apa ada yang bisa mereka lakukan. Eun Oh adalah anak bangsawan, jadi tentunya tak akan ada yang bisa mereka lakukan untuknya. Sepertinya para Bang ini cukup cerdik. Mereka harus mendapatkan tempat di pemerintahan, mereka bisa membuat Eun Oh menjadi hakim di pihak mereka dan memanipulasinya.
Itu artinya mereka ingin mengamati Eun Oh, untuk menilai kepribadiannya. Dan juga seseorang harus pergi ke rumah bangsawan Choi. Mereka bertiga saling melirik satu sama lain.
Akhirnya pemimpin Bang lah yang pergi. Ia sudah ada di hadapan Bangsawan Choi yang memarahinya karena memilih begitu saja, tapi mau tak mau ia harus mengangkatnya juga. Ayah Eun Oh, Tuan Kim juga orang yang berkuasa, bahkan melebihi Tuan Choi. Choi bertanya apa yang Eun Oh tak punya, Bang mengatakan : Seorang wanita.

Photobucket
Photobucket
Arang duduk saat ia sedang menunggu bagaimana potret dirinya. Eun Oh sedang melukis wajah Arang dengan kuasnya. Ini akan digunakan sebagai petunjuk untuk betanya pada masyarakat. Masalahnya adalah Eun Oh tak bisa melukis. Eun Oh memperlihatkan potret wajah Arang. Awalnya Arang sangat senang karena ia akan melihat wajahnya. Namun gambar Eun Oh beneran mengerikan, HAhhahhahah. Arang : Aku terlihat seperti ITU???
Eun Oh mencoba lagi namun masih gagal sehingga ia meremas kertasnya. Lee Bang sendiri sedang mengintin apa yang dilakukan Eun Oh. Akhirnya ia membawa seniman menggambarnya, tapi tentu seniman itu tak bisa melihat hantu, sehingga Eun Oh terlihat gila. Hehhehehe.
Lee Bang menjelaskan pada Tuan Choi bahwa Eun Oh sibuk menggambar wajah perempuan. Tuan Choi memerintahkannya untuk mecari tahu apa yang dicari Eun Oh.

Photobucket
Eun Oh mencoba berfikir lagi bagaimana cara mencari tahu identitas Arang. Ia bertanya dimana arang meninggal? Siapa tahu mereka menemukan petunjuk dengan itu. Masalahnya adalah Arang tidak tahu. Dia terbangun saat sudah di perjalanan menuju akhirat, mengikuti Mu Young. Arang menawarkan 2 clue tentang dirinya, pertama : Ia adalah seorang hantu yang amnesia yang mengembara di bumi selama 3 tahun. Kedua, Dia kadang-kadang merasakan sakit di sebelah kiri, seperti dia tertusuk di sana.
Eun Oh kesal : Mengapa kau baru mengatakannya sekarang?!
Arang kesal karena ia dibentak. Arang berkata bukannya kau yang mengatakan kalau dengan menggambar wajah maka kita akan mudah menemukan identitasku. Dan mereka bertengkar dengan lucunya. Ia berbalik ke arah lain. Eun Oh juga kesal dan berbalik ke arah lain juga.

Photobucket
Photobucket
Tugas pertama Eun Oh sebagai hakim adalah menyuruh Trio Bang membawakannya catatan kasus pembunuhan yang belum terpecahkan dalam tiga tahun terakhir. Namun tak ada petunjuk kematian Arang. Arang bertanya-tanya itu artinya kematiannya bukan pembunuhan atau mungkin mayatnya belum di temukan. Eun Oh terkekeh sehingga Arang tersinggung. Eun Oh mengatakan kemungkinan mayat Arang membusuk disuatu tempat. Ia mengatakan Eun Oh pasti tidak menganggap hal ini serius.
Arang keluar dari kantor dengan kesal. Sendirian? Membusuk? Arang mengeluh kalau ternyata ia salah menilai tentang Eun Oh.

Photobucket
Eun Oh sendiri masih berfikir apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ia sedang berjalan-jalan dan melewati sebuah rumah yang menarik perhatiannya. Pintu gerbangnya terkunci, jadi ia masuk dengan memanjat dinding.
Lampu menyala dari dalam rumah tersebut. Ia perlahan-lahan membuka pintu. Rumah itu kosong, namun barang di dalamnya tetap utuh. Buku masih terbuka di meja, aksesoris wanita dan kosmetik masih di tata rapi.
Eun Oh mendengar suara, suara hantu. Ia melihat ke sekeliling. Ia menuju ke sebuah ruangan dan Matanya menangkap sebuah panel bordir (anyaman), dengan kupu-kupu yang dijahit di atasnya.
(Yeah, kupu-kupu adalah takdir).
Arang juga berjalan di jalan yang sama dengan Eun Oh. Arang berhenti di luar rumah itu dan bertanya-tanya : Apa yang mereka lakukan disana?
Sekelompuk kecil hantu melayang disekitar gerbang depan rumah itu. Mereka sibuk membuat rencana.Arang bertanya apa yang terjadi dan mereka mengatakan ada upacara peringatan di dalam (Upacara memperingati kematian seseorang, Yeah, aku tahu ini adalah rumah Arang).

Photobucket
Arang meringkuk kelaparan. Seorang hantu menawarkan bola nasi padanya sehingga Arang memakannya. Hantu tua bertanya siapa namanya dan Arang menjawab ia tak tahu. Hantu itu mengatakan ada seorang hantu perawan yang dipanggil Arang, ia menyuruh Arang memakai nama itu. Ia mengatakan bahwa Arang akan punya kehidupan yang sulit dimasa depan. Ia mengatakan, nantinya hal yang bisa mereka makan hanyalah beras yang digunakan untuk menenangkan para hantu.

Photobucket
Eun Oh masih melanjutkan penyelidikannya, seorang wanita budak muncul di pintu dan menegurnya, kenapa Eun Oh masuk tanpa izin. Ia menyuruh Eun Oh pergi sebelum yang lain menemukannya. Eun Oh memperkenalkan dirinya sebagai hakim dan bertanya kamar itu milik siapa. Wanita itu mengatakan kalau itu milik puteri hakim sebelumnya. Kamar belum dibersihkan karena nona muda menghilang dan ruangannya masih sama persis seperti saat ia meninggalkannya. Ketika ia kembali, ia akan melihat ruangan yang sama, ruangan itu adalah segalanya bagi nona muda.
Eun Oh berfikir dan bertanya kapan nona menghilang. Wanita itu menjawab 3 tahun lalu. Eun Oh akhirnya mengerti dan berkata : Aku menemukanmu, Amnesia.

Photobucket
Para hantu yang lapar siap memperebutkan makanan. Arang tidak ada disalah satu kubu. Ia diprotes karena sikunya mengenai yang lain. Pelayan membuka gerbang dan membawa semangkuk makanan yang diletakkan dibawah beranda. Para hantu mulai balapan untuk memperebutkan makanan. Mereka terbang berputar-putar menuju mangkok makanan. Saran Hantu tua terdengar di telinga Arang bahwa Arang harus melakukan apapun untuk mendapatkan makanan.
Arang gagal karena ia hanya sendirian. Para hantu yang tersisa mengomel dan mengeluh bahwa ini adalah kesalahan arang karena mereka kehilangan makanan itu. Mereka meninggalkan dirinya dan ARang mengatakan bahwa hantu seharusnya tidak mengeroyok.

Photobucket
Arang tiba di tempat Eun Oh dan menemukan Eun Oh mondar mandir dengan jengkel. Eun Oh tak sabar dan meraih lengan Arang, membawanya ke kamar itu. Eun Oh memberitahu kalau Nama Arang adalah Lee Seo Rim.
Arang melihat isi ruangan itu, dan semuanya terlihat asing, ia melihat barang-barang yang ada disana, tapi tak mengingat apapun. Arang : Apa kau serius?
Meskipun ia terkesan melihat barang yang ada disana, tapi ia tak ingat apapun.
Eun Oh mengiyakan dan menunjukkan bordir itu, Itu bordir yang sama dengan bordir yang ada di baju yang ia kenakan. Namun Arang benar tak ingat apapun. Eun Oh menghela nafas dan kecewa.

Photobucket
Photobucket
Eun Oh bertemu dengan trio Bang dan bertanya tentang hal itu. Mereka mengatakan ia sudah punya tunangan tapi jatuh hati pada seorang pria dan lari dengannya. Seorang wanita yang sopan, siapa yang akan berfikir kalau ia akan kabur bersama seorang pelayan rendahan?
Eun Oh mencemooh hal itu. Arang yang mendengarkan disampingnya melotot.
Trio Bang mengatakan bahwa tak seorang pun disekitarnya yang tahu seperti apa wajahnya, karena dia selalu menutup kamarnya, itu membuat banyak laki-laki penasaran. Ayahnya sangat mencintai puterinya dan mencarinya kemana-mana, ayahnya menyerahkan jabatannya dan mencarinya sendiri, pada akhirnya ayahnya meninggal. Dia tak memiliki keluarga lainnya.

Photobucket
Eun Oh memberi semangat pada Arang yang meringkuk si taman, mencoret tanah dengan ranting.Eun Oh hanya tertarik apakah ingatan Arang sudah kembali. Arang masih kesal dengan kematiannya dan kenapa. Arang memutuskan menemui tunangannya dan bertanya orang seperti apa dia. Tapi ia tak akan bisa bicara dengannya, jadi ia minta tolong lagi pada Eun Oh.
Eun Oh menolak. Ia tak akan mengumumkan pada orang lain kalau ia bisa melihat hantu. Arang mendesah bahwa itu ada benarnya juga. Arang mengucapkan terima kasih atas bantuan Eun Oh dan mengucapkan selamat tinggal. Karena mereka tidak memiliki alasan untuk bertemu lagi.

Photobucket
Eun Oh tak bisa melakukannya, matanya masih menatap hairpin milik ibunya di rambut Arang. Eun Oh tak mau mengurusi Arang lagi, namun ia tak punya pilihan karena ingin mencari ibunya, akhirnya ia memutuskan membantu Arang.
Arang tentu saja sangat bersyukur sedangkah Eun Oh berwajah kusut dan cemas.

Photobucket
Photobucket
Keesokan harinya, Eun Oh tiba di gerbang rumah seseorang, tunangan Arang. Dan ternyata tunangan Arang adalah Joo Wal???? Wow, Eun Oh benar-benar tak mengerti Arang di masa lampau, bagaimana Arang bisa memilih pelayan sementara ia punya tunangan bangsawan tampan dan kaya. Hahahhaha
Eun Oh melihat sekilas dari tembok, tunangan Arang, Joo wal sedang melukis di halaman. Arang juga bersemangat ingin mengintip dan tiba-tiba nafasnya sesak. Arang memegang dadanya. Jantungnya berdetak dengan cepat. Ia memegang dadanya. Ini sebuah kegembiraan? Atau nyeri?

Photobucket
Arang memberitahu Eun Oh untuk tidak masuk dulu. Ia memegang dadanya dan berkata ia tak bisa bernafas, jantungnya berdetak dengan cepat. Eun Oh berkata ia tak percaya itu, Hantu kan tidak memiliki jantung untuk berdebar. Arang mengatakan ia sungguh-sungguh. Tanpa pikir panjang Eun Oh menaruh tangannya di dada Arang untuk membuktikannya. Namun beberapa detik kemudian ia menyadari kebodohannya dan menarik tangannya.
Arang mengatakan ia akan pergi lain kali saja. Ia terlalu malu untuk menemui tunangannya hari ini. Eun Oh mencoba mendorong Arang masuk tapi sangat sulit sehingga ia menyerah dan mulai berteriak untuk menarik perhatian Joo Wal. Arang menutup mulutnya dan menyeretnya pergi. Yang tentu saja masyarakat yang tak bisa melihat hantu, Eun Oh tampak gila.

Photobucket
Mereka akhirnya pergi minum. Eun Oh lah yang ingin minum untuk menenangkan pikirannya, tapi pada akhirnya Arang lah yang minum semua araknya. Ia bahkan minta sebotol lagi. Tentu saja Eun Oh mencegah dan mengatakan kalau Arang sudah mabuk.
Arang sedang dalam pergolakan dirinya sendiri. Eun Oh bertanya ada apa dengan Arang. Arang berkata : Aku harusnya sangat menyukainya.
Eun Oh sinis dan bertanya-tanya mengapa gadis yang mecintai tunangannya akan kabur dengan orang lain. Arang juga tidak mengerti dengan hal itu, tapi ia masih menolak untuk menemui Joo Wal. Ia tak bisa menemui Joo Wal dengan keadaan seperti ini. Bahkan bajunya adalah baju yang ia pakai 3 tahun lalu. Ia juga harus merapikan tubuhnya sebelum bertemu.
Eun Oh beneran kesal, Dia Tak bisa melihatmu!
Arang membalas, Tapi aku bisa. Kau tidak mengerti hati wanita! Bahkan jika dia tak terlihat, dia ingin menghadapinya tanpa rasa malu.

Photobucket
Photobucket
Eun Oh menatapnya dengan jengkel. Arang menunduk dan mengatakan bahwa tidak akan ada orang yang memberikannya pakaian untuk hantu sepertinya. "Aku kira aku harus pergi ke akhirat dengan ini".
Arang sangat sedih akan hal itu.

Photobucket
Photobucket
Arang mabuk berat dan ta sanggup berjalan hingga Eun Oh harus menggendongnya di punggung. Eun Oh mengutuk karena Arang sangat berat. Wajah Arang mulai turun dan mendekati wajah Eun Oh. Eun Oh mulai membeku sejenak. Tapi sentuhan dingin dipipi Eun Oh membuatnya syok dan pada akhirnya ia menjatuhkan Arang.
Eun Oh mengingatkan dirinya sendiri agar segera sadar dan mengingat kalau ia tak perlu cepat-cepat membawa Arang pulang karena tak seorang pun yang bisa melihat Arang. Ia meminta dirinya sendiri untuk santai, Karena punggungku begitu berharga.
Eun Oh menggendong Arang lagi, dan berat Arang jadi dua kali lipat sehingga jalannya agak aneh. Pejalan kaki melirik pada Eun Oh dengan aneh. Dan Ia menjatuhkan Arang. Hahahah. Untungnya Arang masih tidur.

Photobucket
Joo Wal datang ke rumah gisaeng membuat gisaeng-gisaeng sangat senang karena Joo Wal sangat tampan. Itu adalah pertama kalinya Joo Wal datang ke sana, pelayannya bahkan ingin tahu kenapa Joo wal datang ke tempat seperti itu. Tapi Joo Wal tak akan mengatakan tujuannya pada siapapun.
Dia duduk sendirian di meja yang panjang, sementara gisaeng yang lain menunggu di ujung meja, berharap Joo Wal ingin dilayani. Ia benar-benar menyewa tempat tersebut untuk malam itu, tapi bukan untuk berpesta. Matanya mengawasi cincin hitamnya. Ada apa ya?
Photobucket
Photobucket
Tampaknya Joo Wal mencari sesuatu atau seseorang, tapi ia tam menemukannya. Ia tidak puas dan tak memilih siapapun. Saat ia akan keluar, ia bicara pada dirinya sendiri : Apa yang kau lakukan disini? Apa kau gila, berfikir kau akan menemukannya di tempat seperti ini?
Ia kembali tenang. Seorang gisaeng mengikutinya keluar dan menggodanya, tapi Joo wal acuh tak acuk pada gisaeng itu. Namun tiba-tiba ia menghunus pisau dan mengancam di leher gadis itu dan merapatkannya ke pohon. Gisaeng itu ketakutan, Joo Wal menunjukkan matanya yang penuh amarah. Joo wal sadar apa yang ia lakukan dan ia menyuruh gisaeng itu pergi, ia segera pergi.

Photobucket
Eun Oh kelelahan menggendong Arang. Ia terhuyung. Setelah mereka tiba di tempat tujuan, ia bertanya : Apakah aku tidak berat?
Arang ternyata sudah bangun. Dan tentu saja Eun Oh frustasi.

Photobucket
Photobucket
Mereka datang untuk bertemu Bang Wol. Ia awalnya bersikap cool seolah ia shaman sungguhan, namun begitu mendengar suara Arang, ia ketakutan. Terutama saat Arang meminta Bang Wol membuatkannya baju yang baru. Bang Wol juga shock saat tahu Eun Oh bisa melihat hantu. Eun Oh yang membayar uangnya. Untuk membuat baju tentu dibutuhkan ukuran, karena Bang Wol tak bisa melihat Arang, ia minta Eun Oh yang mengukur Arang.

Photobucket
Yang diukur pertama adalah lingkaran dada. Arang memutuskan melakukannya sendiri, namun terlalu malu mengatakan berapa ukurannya. Dia berbisik di telinga Bang Wol.
Kemudian ukuran leher. Eun Oh membantu mengukur dan mereka kelihatan cukup dekat. Mereka mengukur seluruh tubuh, menyentuh bahu, lengan, tangan, dll. Mereka berdua kelihatan gugup.
Bang Wol mengatakan semua ukuran yang dibutuhkan sudah ada. Dan berdasarkan ukuran itu, Bang Wol mengatakan kalau arang terlalu ramping. Arang jadi marah mendengarnya.

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Suasana canggung masih terjadi antara Arang dan Eun Oh. Bang Wol bertanya lagi pada Eun Oh, apa kau bisa melihat hantu? Apakah Eun Oh punya metode khusus? HAHHAAHHAHA. Kasian Bang Wol, dia shaman, tapi tak bisa melihat hantu. Sementara Eun Oh yang tak berharap melihat hantu malah bisa melihatnya.
Eun Oh minta Bang Wol tidak memberitahu siapapun kalau ia bisa melihat hantu. Ia juga minta Bang Wol tidak memberitahu hantu lain, jika tidak maka Bang wol akan menjadi salah stau dari mereka juga. Eun Oh meninggalkan Bang wol dan bertanya pada dirinya sendiri : Ada apa denganku? Apa kau gila?
Eun Oh tak melihat bahwa Arang memperhatikannya dari atas atap dan tersenyum. Arang terkesan pada Eun Oh dengan kemurahan hati Eun Oh untuk pakaiannya, dan ia juga mengucapkan selamat pada dirinya sendiri karena menjadi hakim yang baik.

Photobucket
Photobucket
Eun Oh melewati jembatan untuk kembali ke kota, ia berpapasan dengan Joo wal yang datang dari arah berlawanan. Eun Oh bertanya-tanya : Apa yang dilihat Arang dari pria ini? Hehhehe, dia cemburu.
Tuan Choi mendapat laporan kalau Joo wal baru kembali dari rumah gisaeng. Tuan Choi melihatnya dan merasa kalau puteranya tidak seperti biasa. Kemudian ia bertanya-tanya berapa lama lagi sampai bulan separuh?
Joo Wal berdiri di luar dan melihat bulan purnama di langit.

Photobucket
Photobucket
Sesuatu membangunkan Eun Oh di tengah malam. Dia membuka matanya dan menemukan Arang tidur di sampingnya, menatapnya. ARang mengatakan padanya kalau setiap orang memiliki penyesalannya sendiri. Ia bertanya apa Eun Oh tahu apa penyesalannya?
Eun Oh menebak : Memakai satu jenis pakaian dalam 3 tahun?
Arang menggeleng, Bukan. Menjadi seorang hantu yang belum pernah berciuman.
"Apa?"
Mata Eun Oh melebar. Disaat yang sama Arang mendekat padanya.

Photobucket
-END-

Comment :
Sebenarnya aku kurang mood membuat sinopsis hari ini, tapi pada akhirnya aku membuatnya juga. Walau berantakan. Episode 2 drama ini kita mulai melihat lebih jelas misteri yang sebenranya dari Arang. Banyak yang mengatakan, apakah ini terlalu cepat?
Well, karena masih banyak misteri aku rasa tidak terlalu cepat.
Hairpin, jika Eun Oh memberikan itu pada ibunya, dan jika benar kalau itu memang milik ibu Eun Oh, maka sesuai pendapatku kemarin, Ibu Eun Oh ada disaat kematian Arang. Atau semasa hidupnya ia mengenal Arang.

Photobucket
Arang tak ingat masa lalunya sama sekali. Apa penyebabnya? Ia bahkan sudah tiba di rumahnya hari itu, di kamarnya, tapi ia tak ingat apapun. Mungkin ia terkesan dengan rumahnya. Namun tak ada ingatan. Apakah seseorang menghapus ingatannya.
Kaget saat mengetahui Joo wal adalah tunangan Arang alias Lee Seo Rim dahulu. Tapi kenapa dia sama sekali nggak terlihat frustasi atau apapun itu, setidaknya ia sedih karena itu adalah hari kematian Arang. Tapi, untuk apa dia menyewa rumah gisaeng. Joo wal penuh misteri. Sepertinya ada yang ia sembunyikan. Dan lagi, bukan separuh. Aku rasa akan ada sesatu yang besar terjadi pada malam itu.

Photobucket
Bagian Arang yang merasakan debaran di hatinya juga adalah bagian yang menarik. Debarannya cukup aneh. Ia bahkan sampai sesak. Ada dua kemungkinan. Bahwa Arang dahulu sangat mencintai Joo Wal sehingga walaupun tak mengingatnya, tapi saat bertemu dengannya hatinya mengatakan hal lain. Kedua adalah, itu bukan debaran cinta, melainkan debarab ketakutan. Arang tak ingat apapun tentang Joo Wal, namun tubuhnya mengingat kalau pria itu pernah menyakitinya, itu debaran ketakutan. Hm...
Tapi benar kata Eun Oh, bagaimana Arang bisa berdebar? Dia kan sudah mati? Hm.. Apa ini adalah perbuatan kaisar langit? Dia tahu semuanya, dan dia berkuasa. kalau begitu Kenyataan bahwa Arang berbeda dari hantu lainnya adalah kuncinya, bahwa Arang tidak pucat.
Tapi yang lebih menarik adalah kenyataan bahwa Eun Oh mulai jatuh cinta pada Arang, hantu lho....

Preview Episode 3, KLIK DISINI

credits | javabeans @ dramabeans

.

6 komentar:

  1. mantap sinopsis x HAZUKI ..
    lanjutin ya..
    q suka bnget sm blog mu .. bagus bnget

    BalasHapus
  2. akan lebih seru lg klo tunangannya bisa melihat arang,trus terlibat cinta segi tiga dengan eun oh... drama arang emang kereeenn. tapi kasian jg to the beautiful you rattingnya jelek.. hazuky sinop answer to 1997 dilanjutkan smpe selesai ya,plizzz..

    BalasHapus
  3. wah..seneng deh mba bikin sinopnya.. udah lama sih ngikutin blog ini, tpi baru sekarang sempet komen, mian mba...
    abisnya biasanya buka lewat hp, jdi kalo mau komen ribet...semngat mba lanjutinnya:) fighting!!

    BalasHapus
  4. Joo Wal itu kan yang bunuh Arang. Di Long Trailernya kan diliatin kalau Joo Wal terkejut karena cincinnya bercahaya merah waktu megang arang, trus malamnya dia pake baju item2 nyelinap ke kamar Arang dan bunuh Arang pakai pisau.

    BalasHapus
  5. Joo Wal kalo di liat-liat rada mirip sama morgan Smash...

    BalasHapus
  6. semangat cingu, banyak pembaca blogger yang menanti sinopsis ini

    BalasHapus

Setelah membaca harap berikan komentar anda tentang postingan ini^^
Maaf tak bisa selalu membalas komentar, tapi semua komentar yang masuk aku baca kok :)