ATTENTION!!!!

Di Mohon Untuk Tidak meng-COPAS tulisan di blog ini!!!
Tapi,
Bagi yang ingin mengambil tulisan di Blog ini, harap menyertakan LINK HIDUP di bawah postingan yang kalian ambil dari Blog ini!!!
Baik itu nantinya postingannya akan kalian ubah ataupun kalian rapikan.
Tolong hargai penulis dan sesama blogger...
Gomawo^^

Selasa, 04 September 2012

[Sinopsis] May Queen Episode 3

Photobucket
Episode 3

Photobucket
Il Moon menyuruh Gi Chul dan Chang Hee tetap di sana saat pesta, namun Gi Chul menolak dengan alasan tuan Jang memanggilnya. Tapi Il Moon memaksa. Kang San menegurnya. Hae Joo sedikit protes : Apa kau tidak berlebihan? Meskipun kau adalah putra pemilik rumah ini, Kau kasar pada orang tua. Dan berbicara dengan cara yang tidak hormat juga. Menurut penilaianku, Usiamu seumur dengan kakakku. Seharunya kau tidak boleh begitu.
Il Moon tersinggung dengan kata-kata Hae Joo dan bertanya pada In Hwa, hey, dari mana kau bawa perempuan gelandangan ini?!
Tanpa pikir panjang Il Moon menyiram wajah Hae Joo dengan air.
Kang San mulai marah : Kau ingin mati!
In Hwa juga heran dengan sikap kakaknya : Kak, kau ini kenapa?
Hae Joo membela diri : Aku bukan gelandangan!
Il Moon memandang kesal pada Hae Joo, ia mengatakan apa yang baru saja dilakukan Hae Joo (meminta makanan) adalah sikap gelandangan. Tapi Hae Joo membantah, ia mengambilnya dengan izin nyonya. Kau tahu, sikap kasar pada orang tua adalah sikap gelandangan sesungguhnya. Cuacanya sangat panas, terima kasih telah menyiramku dengan air.
Il Moon sangat kesal karena di remehkan oleh Hae Joo. Ia akan memukul Hae Joo saat Kang San berteriak. Ia membalikaan semua makanan yang ada di meja.
Kang San : Kau tidak melihatku? Kau pikir kau bisa bertingkah semaumu karena ini rumahmu?
Hae Joo terkejut dengan sikap Kang San. Ia juga memarahi Kang San, Apa kau juga gila? Kenapa kau melakukan ini pada makanan?!
Kang San kaget karena Hae Joo juga menyalahkannya.
Chang hee tak tahan lagi dan akan pergi meninggalkan mereka. Tapi ayahnya menahannya. Ia menepiskan tangan ayahnya dan segera pergi. Kang San mengejarnya. Hae Joo melihat mereka dengan khawatir.

Photobucket
Kang San mengejar Chang Hee sampai ke gerbang depan. Kang San kesal pada sikap Chang Hee yang tidak membela ayahnya. Padahal selama ini ia kira Chang Hee hebat karena pintar dalam pelajaran, tapi ternyata ia begitu penakut. Chang hee memabals : Kau tahu apa?
Kang San mengatakan ia memang tak tahu apa-apa, tapi jika ayahnya dihina maka ia akan membalas. Chang hee kesal, jangan pura-pura memikirkan orang lain. Apa bedanya kau dan Il Moon? Mengacuhkan orang, bersikap semaunya, dan berpura-pura mengetahui perasaan orang. Kau bahkan tidak perlu melakukannya. Karena kau masih mampu hidup dan makan dengan baik.
Knag San kesal. Tapi Chang hee melanjutkan dengan meninggikan suaranya : Il Moon dan aku, kau dan aku ... kita orang dari kalangan yang berbeda. Tidak perlu mengasihani aku. Dan jangan ikut campur dalam urusanku. Meski kau tidak melakukannya, itu tetap menyakitkan.
Chang hee pergi meninggalkan Kang San yang masih kesal.

Photobucket
Hae Joo pulang ke rumah membawa makanan dengan gembira dan langsung mencari Young Joo. Ayah melihatnya. Hae Joo terkejut, ini adalah jam kerja ayah, kenapa ayah ada di rumah?
Ayah masih panik dan bertanya dimana Young Joo?
Hae Joo tak tahu apa-apa. apa lagi saat ayah mengatakan Young Joo menghilang.

Photobucket
Ibu dan Sang Tae datang. Ibu langsung marah melihat Hae Joo. Ia langsung menampar Hae Joo. Ayah terkejut dan langsung berteriak, apa yang kau lakukan!
Ibu tak peduli dan langsung menjambak rambut Hae Joo, akan ku bunuh perempuan ini!!!
Ayah berusaha menghentikan ibu dan melindungi Hae Joo, Hae Joo tak bersalah. Tapi ibu berpendapat lain, ia menyalahkan Hae Joo karena Young Joo selalu menempel pada Hae Joo. Ia menyalahkan Hae Joo yang berkeliaran dan tidak menjaga Young Joo. Ibi kesal dan akan menjambaknya lagi.

Photobucket
Photobucket
Lalu Young Joo muncul dari gudang dan memanggil "ommaaaaaaaa."
Semuanya terkejut melihat Young Joo. Ibu langsung menuju Young Joo. Sang Tae kini tahu alasannya, Young Joo pasti tertidur di sana lagi. Ibu sangat mengkhawatirkan Young Joo, ia melihat apakah ada luka dan mencium puterinya. Hae Joo melihat hal itu sambil mennagis, kenapa ibunya berbeda jika dengannya. Hae Joo menjatuhkan makanan yang ia bawa dari rumah keluarga Jang.

Photobucket
Ayah kasihan melihat Hae Joo. Hae Joo mennagis, mengambil bandonya dan pergi dengan sedih. Hae Joo berlari sekuat tenaga dan ayah mengikutinya sambil memanggil namanya. Tapi Hae Joo berlari terlalu cepat. Hae Joo terus berlari di sekitar desa hingga ia sampai di tempat favoritenya. Ia tak menyadari ada Chang Hee juga di sana.
Hae Joo tiba di sana dan berkata pada dirinya sendiri : Tidak apa-apa Hae Joo. Aku bilang tidak apa-apa. Azza! azza! azza!
Hae Joo menghapus air matanya dan mencoba menenangkan hatinya.

Photobucket
Ia baru menyadari ada Chang hee disana. Hae Joo bertanya sedang apa Chang hee disana?
Tapi Chang hee bertanya balik. Hae Joo menjawab ia ingin melihat kapal.
Hae Joo menunjuk ke arah lebah, galangan kapal yang sering kita kunjungi ada di sana. Aku datang untuk melihat kapal yang ada disana.
Chang Hee : Kau menyukai kapal?
Hae Joo : Aku sangat menyukai kapal. Benda yang paling aku sukai di dunia ini adalah kapal. Bahkan saat aku merasa sedih atau merasa dadaku sesak. Melihatnya, dapat membuat semua perasaan itu hilang dalam sekejap!
Hae Joo tersenyum saat itu. Sepertinya ia benar-benar menyukai kapal.
Chang hee mengingat nama Hae Joo dan mengucapkan terima kasih karena sudah membela ayahnya. Padahal ia puteranya, tapi tak bisa melakukannya.
Hae Joo mengatakan itu karena sikap kakak In Hwa yang kurang ajar, makanya ia mengatakan itu tadi. Hae Joo mengatakan kalau ia temperamental, makanya ia tak tahan melihatnya.
Chang hee bertanya apa yang membuat Hae Joo sedih. Hae Joo berkata itu bukan apa-apa.

Photobucket
Hae Joo kemudian bertanya kenapa Chang Hee disana. Chang hee menjawab, ia juga melihat galangan kapal itu. Hae Joo mengangguk, jadi Chang hee juga menyukai kapal seperti dirinya. Tapi Chang Hee menjawab tidak.
Chang Hee : Aku ingin memiliki semua galangan kapal itu ...
OK. Sepertinya Chang hee serius dengan hal ini. Hae Joo terkejut, semuanya? Hae Joo berkomentar, kau sungguh serakah. Bagiku, satu saja sudah cukup.
Hae Joo kemudian tersenyum. Dan untuk pertama kalinya (atau mungkin ada yang aku lupakan) Chang hee juga tersenyum^^. Mereka kemudian melihat galangan kapal itu. Yang akan menjadi impian mereka saat dewasa nanti.

Photobucket
Ayah kembali ke bengkel kapal dan melihat Gi Chul keluar dari sana, aku yakin Gi Chul mencarinya lagi. Gi Chul membawa Hong Chul ke pinggir laut. Dengan takut-takut Gi Chul bertanya, sebenarnya apa tujuan Hong Chul di Ulsan. Aku mengingatkanmu jangan membawa anak itu ke rumah kami. apa alasanmu membiarkan anak itu keluar masuk rumah itu?
Ayah bingung, Hae Joo? Apa dia pergi ke rumahmu lagi?
Gi Chul kesal dan menarik kerah baju ayah, jangan pura-pura tak tahu! Jangan bersikap bodoh, kau datang kesini karena tahu semuanya bukan? Berapa banyak yang kau dengar? Dari siapa kau mendengarnya?! Kau sengaja menyuruhnya mendekat, berapa banyak yang kau minta?!
Hong Chul beneran bingung, tapi dia kesal karena ia tak mengerti apa yang dibicarakan Gi Chul. Ia mendorong Gi Chul hingga jatuh. Ayah berteriak, jelaskan ada apa sebenarnya! Agar aku mengerti! Gi Chul tak mau tahu, ia ingin Hong Chul segera membawa hae Joo pergi. Tapi Hong Chul yang memang tak tahu apapun menolak, apa jika Hae Joo pergi ke rumah itu adalah suatu kejahatan? Aku sudah bertanya pada Hae Joo dan gadis itu mengatakan kalau presdir adalah orang yang baik pada anak-anak.
Gi Chul tetap tak mau menjelaskannya. Ia menyuruh mereka pergi. Kalau tidak maka ia juga akan mati. Hong Chul kesal, ia tak akan pergi dari Ulsan.

Photobucket
ayah berjalan pergi. ia heran, kenapa Gi Chul begitu ketakutan. Karena terus di desak, ayah pun memikirkan kembali dan mengingat kejadian 8 tahun lalu. Ayah kemudian menebak sesuatu.

Photobucket
Photobucket
ayah kembali ke bengkel kapal dan melihat temannya sedang berkumpul. Rupanya Jang Do hyun sedang bersama Chun Ji Suk sedang naik kapal, melihat-lihat tempat itu. Saat Do Hyun lewat, Ayah memperhatikannya dan ia ingat kalau Do Hyun adalah pria yang ia lihat di mobil saat didepan rumah yang ia kira rumah Gi Chul.

Photobucket
Ayah kemudian memulai penyelidikannya. Ia bertanya pada ketua di perbengkelan kapal, apa Presdir pernah kehilangan bayi berusia satu tahun. Ketua mengingat-ingat dan akhirnya ia ingat. Ia mengatakan istri dari presdir kehilangan bayinya. Hong Chul bertanya bagaimana kejadiannya.
ketua menceritakan tuan Park yang bekerja di rumah nyonya itu bertugas menjaga bayi, ia lengah sehingga bayi itu jatuh ke laut. mereka bahkan tidak bisa menemukan tubuhnya.
ayah memastikan apakah nama pegawai itu adalah Park Gi Chul. Dan ketua membenarkan. ayah akhirnya menyadari apa yang terjadi, meski sesungguhnya bukan begitu. Ia bertanya-tanya kenapa Gi Chul melakukan itu.

Photobucket
Saat itu Gi Chul sedang berjalan pulang dan memikirkannya lagi. Ia akhirnya menyadari kalau ia terllau banyak berfikir. Tak mungkin Hong Chul tahu akan hal itu.
Gi Chul menmeui penduduk desa agar mau menandatangani surat kepemilikan lahan, agar kebuh pir menjadi milik Do Hyun. beberapa penduduk mau melakukannya karean akhir-akhir ini panen menurun dan pohon mulai mati.

Photobucket
Kakek Kang San kembali menemui Jung Woo. Mereka pergi kesekitar perkebunan pir yang akan dibeli Do Hyun untuk membangun sebuah lahan pembuatan kapal. Kakek berkata lahan harus diserahkan pada orang yang sudah bekerja keras untuk itu. Karena ini milik kakak Jung woo, harusnya Jung woo melindunginya.
Jung woo tertawa, jadi kakek melakukannya karena galangan kapal kakek terancam? Kakek mengatakan tidak ada pengusaha yang tidak serakah. Tapi kasus Jang Do Hyun berbeda. Kakek tahu kalau Do Hyun akan melakukan apapun demi mencapai apa yang dia inginkan. Jika mereka tak menghalangi, maka ia akan menghabisi semuanya.

Photobucket
Photobucket
Hae Joo sedang dipinggir laut melihat kapal yang lewat. Ia menghela nafas, lalu Ayahnya datang. Ayah kaget melihat Hae Joo disana. Hae Joo mengatakan ia menunggu ayah pulang. Ibu mungkin masih marah padanya, karena ia tidak menjaga Young Joo dengan baik dan lagi ia kabur dari rumah. Ia minta ayahnya melindunginya sedikit, tapi jangan sampai bertengkar dengan ibu. Ayah mengerti, tapi wajahnya menunjukkan kesedihan yang mendalam pada Hae Joo.

Photobucket
Photobucket
Mereka kembali ke rumah. Ibu yang melihatnya berkomentar, harusnya Hae Joo tidak usah kembali saja. Ayah berkata masalah kepergian Hae Joo, ia kerumah temannya untuk membawakan makanan enak untuk Young Joo, jadi berhentilah marah. Tapi ibu tetap marah dan menyinggung, harusnya Hae Joo tetap pulang tepat waktu. Ia bahkan tahu Hae Joo sudah membujuk ayahnya. Ibu ini benar-benar keterlaluan, ia bahkan memanggil Hae Joo rubah jalang dan menyuruhnya pergi. Hae Joo minta maaf. Ibu masih tak mau memaafkan dan mulai mengomel lagi. ayah yang sejak tadi siang moodnya jelek mulai marah, menyruh istrinya berhenti memarahi Hae Joo. Lagian Young Joo kan tidak hilang. Dan mereka mulai bertengkar lagi. Hae Joo tak ingin mereka bertengkar dan ia menghentikan ayahnya.

Photobucket
Photobucket
Hae Joo ke dapur dan menanak nasi untuk keluarganya. Ia kembali memikirkan harinya yang buruk dan mulai menangis. Tapi ia tetap bertahan untuk semuanya. Ayah ke dapur untuk melihat Hae Joo. Hae Joo mengatakan ia baik-baik saja. Ia beralasan itu karena ibu hamil dan kelelahan. Ayah mulai bicara seandainya ibu Hae Joo bukan ibu seperti itu,,,,
Tapi Hae Joo memotong perkataannya dan mengatakan ia menyukai ibu. Ia mencoba mencari alasan kenapa ibu begitu, mungkin karena penagih hutang atau karena kesulitan hidup. Ia berkata ibu dulu tidak seperti itu. Tapi ayah berkata sejak dulu ibu begitu. Hae Joo kembali mencari alasan, karena ia anak perempuan tertua, makanya ia begitu. Ia mengomelinya supaya merasa lega. Hae Joo mengatakan dengan mata berkaca-kaca. Ia mengatakan sungguh ia tidak apa-apa. Ayah sedih melihat puterinya, kenapa Hae Joo menangis. Ia memakai alasan karena asapnya membuat matanya perih. Hikzzzz.

Photobucket
Chang Hee sedang belajar di kamarnya. Tapi ia tak konsentrasi karena teringat kejadian tadi. Ia emosi sampai mematahkan pensil. Ayahnya masuk untuk mengajak makan. Chang hee yang eksal lalu mengajak ayahnya pindah rumah. Ia tak tahan hidup seperti ini. Tapi ayahnya tak mau mendengar. Chang hee bertanya apa sebenarnya alasan mereka harus bertahan hidup di sana. Gi Chul meminta agar Chang hee menahannya. Chang Hee berkata ia sudah berusaha sebisa mungkin karena ayah. Tapi sekarang tak bisa lagi. Ia meminta agar mereka pergi saja. Ayah mengatakan kalau ia tidak meminta Chang Hee bertahan demi dirinya. Tapi demi masa depan Chang Hee. Ia minta Chang Hee tetap bertahan dan mendapatkan persetujuan presdir. Chang Hee hanya harus mengalahkan Il Moon. Chang hee berkata itu tak akan pernah terjadi, mereka bahkan tidak menganggap kita serangga. Ayah mengatakan ia mengenal presdir lebih dari Chang Hee. Chang hee hanya harus bertahan demi dirinya sendiri. Chang hee kesal dan segera keluar dari rumah.
(Aku mengerti maksud paman ini. Ia ingin balas dendam. Hm.... tapi kasian Chang hee nya).

Photobucket
Photobucket
Keluarga Jang sedang membicarakan rencana mereka untuk menonton Opera. In Hwa mengatakan ia tak suka Opera karena ia tak mengerti. Tapi ibu menyogok akan membelikan baju. Akhirnya In Hwa setuju. Mereka tertawa bahagia.
Chang hee diluar rumah keluarga itu sedang menatap dengan penuh dendam kesana.

Photobucket
Photobucket
Hong Chul pergi ke rumah keluarga Jang. Saat ada mobil datang ia bersembunyi dan melihat In Hwa dan ibunya baru pulang dari pertunjukan Opera dengan bahagia. Lalu Gi Chul keluar dari sana. Hong Chul melihatnya dan memanggilnya.

Photobucket
mereka bicara di tempat sepi. Gi Chul panik, apa Hong Chul gila? Kenapa ia tidak mengidahkan peringatannya?
Hong Chul tanya kenapa Gi Chul sangat takut akan kedatangannya? Tapi Hong Chul mengoreksi, kau bukan takut padaku, tapi pada Hae Joo bukan?
Hong Chul mengatakan ia sudah tahu semuanya. Ia mengatakan ibu kandung Hae Joo adalah nyonya rumah itu bukan? Jadi kau berusaha mengentikan Hae Joo datang ke rumah itu.
Gi Chul terkejut dan panik. Hong Chul mengatakan ia penasaran kenapa Gi Chul menitipkan Hae Joo padanya. Kenapa Gi Chul berbohong kalau dia meninggal tenggelam di laut. Gi Chul menyangkal, itu tidak seperti yang dibayangkan Hong Chul. Tapi Hong Chul mengancam ia akan kerumah itu untuk mengecek-nya.
Gi Chul menarik tangan Hong Chul saat akan pergi, berapa banyak yang kau mau?
Hong Chul kesal dan memukul Gi Chul. Hong Chul : Apa kau pikir aku melakukan ini karena uang? Karena kau meninggalkan Hae Joo padaku, akibatnya berapa banyak penderitaan yang ia alami? Hae Joo harusnya dilayani seperti tuan puteri di rumah orang kaya. Apa kau tahu berapa banyak penderitaan yang ia alami? Dasar kau bajingan! Katakan padaku kenapa kau melakukannya?
Gi Chul mengatakan, orang sepertimu tak perlu tahu.
Hong Chul kesal dan memukulnya lagi. Aku juga kesal. akhirnya mereka saling memukul. Hong Chul berkata, bagaimana bisa kau memutuskan tali keluarga Hae Joo dan ibunya lalu memberikannya padaku. Katakan padaku kenapa kau melakukannya?!
Gi Chul : Jika kau mengetahuinya, kau dan aku, akan mati bersama.

Photobucket
Hong Chul gagal mendapatkan informasi. Ia pulang dengan lesu. Hae Joo melihat ayahnya dan berlari mendekat sambil membawa ember. Ayah kaget melihat puterinya belepotan lumpur. Hae Joo mengatakan ia baru mennagkap ikan lumpur, agar keluarga mereka bisa makan sesuatu yang bergizi. Ayah beneran sedih dan kesal, kenapa kau melakukan ini? Ayah mengingatkan lagi, bukannya dulu ia bilang ia tak akan membuat Hae Joo kelaparan, kenapa Hae Joo melakukannya lagi? Kenapa Hae Joo harus menderita begini?!
Ayah kesal dan melemparkan ember berisi ikan lumpur itu.

Photobucket
Hae Joo terkejut, kenapa ayah melakukan hal ini?!
Ia kemudian kembali memunguti ikan lumpur itu (kayaknya itu belut deh). ayah baru sadar akan tindakannya, ia kemudian minta maaf. Hae Joo kesal, kalau begitu cepat bantu aku memungutinya. Mereka mencoba menangkapnya, tapi ikan lumpur ini beneran licin dan sulit di pegang. Mereka kemudian tertawa bersama^^.

Photobucket
Photobucket
Di Rumah mereka mencuci ikannya dan memberikan garam. Ikannya melompat-lompat keluar sehingga mereka ribut. Ibu membka pintu dan berkomentar, aigoo, kalian berdua bersenang-senang setengah mati ya, bahagia setengah mati. Rumah ini nyaris runtuh, kita tidak tahu kapan bayi ini akan lahi.
Ibu mengomel lagi, keduanya saling pandang, tapi kemudian tertawa bersama lagi.

Photobucket
Saat makan malam, Sang Tae makan dengan lahap. Sudah lama ia tak makan sup seperti ini/ Hae Joo menyuapi Young Joo. Sang Tae bertanya apa ada lagi? Hae Joo melihat panci sudah kosong, ia menawarkan miliknya. Tapi ayah protes, Sang Tae sudah makan 2 mangkok sambil memukul kepalanya. Ibu protes, Sang Tae dalam masa pertumbuhan, ia harus tumbuh besar. Ia berkata Sang Tae paling pendek di kelasnya sedangkan Hae Joo paling tinggi. Young Joo mengeluh, ia bilang ia ingin makan daging. Ibu protes lagi, harusnya Hae Joo menjualnya saja di pasar dan membelikan daging. Hae Joo menghela nafas lagi. Ckckckkckkckckc, aku harap nenek ini mati saja deh, jangan sampai mulut cerewetnya ada sampai episode 32.

Photobucket
Photobucket
Malam harinya Hae Joo tertidur pulas karena lelah. Ayah menemaninya sambil memikirkan sesuatu. Pada akhirnya ia menggendong Hae Joo ke kamar. Ia kemudian duduk merenung di halaman sambil memandang bintang. Ibu keluar dari kamar dan mengeluh karena Hae Joo ada dikamar. ayah mengatakan Hae Joo kelelahan karena menangkap ikan tadi siang. Ibu mengatakan perutnya juga sakit. Ia minta Hae Joo dikeluarkan saja dari sana. ayah mencoba bersikap lembut, kenapa ibu bersikap begitu pada Hae Joo. padahal mereka membesarkannya sudah lebih dari 10 tahun. Hae Joo bahkan bekerja keras untuk mereka. Hae Joo juga putri ibu. Tapi ibu menolak, dia bukan putrinya, tapi puteri Hong Chul. Hong Chul beneran nggak tahu harus bagaimana lagi.

Photobucket
Hae Joo pulang sekolah dan langsung mengambil peralatannya di semak-semak. Ia dikagetkan dengan kedatangan Kang San yang memanggilnya 'tukang las'. Kang San bertanya untuk apa benda itu. Hae Joo menjawab dengan dingin, itu bukan urusanmu.
Kang San mengatakan ia ingin mengatakan sesuatu pada Hae Joo. Namun In Hwa kembali melihat Kang San dan memanggilnya. Kang San mengomel, mengapa dia selalu muncul di saat penting?!
In Hwa mendekat dan marah pada Hae Joo, Hey, kenapa kau bersama San oppa lagi?
Hae Joo membalas, mengapa kau menanyakannya padaku? Tanya saja San oppa-mu.
Hae Joo lalu pergi meninggalkan mereka. Kang San akan mengejarnya, tapi In Hwa menghalangi. In Hwa bertanya apa Kang San pernah nonton opera? Kang San menjawab tidak, tapi ia pernah melihat hantu. Kau! Ia melepaskan tangannya dan segera mengejar Hae Joo. In Hwa kesal dan bertanya-tanya, kenapa Kang San mengekori gadis seperti Hae Joo.

Photobucket
Hae Joo sedang menggali sesuatu saat Kang San mengagetinya. Hae Joo bertanya kenapa Kang San mengikutinya. Kang San tak menjawab dan bertanya kenapa Hae Joo mencabut rerumputan itu. Hae Joo berkata, untuk aku jual. apa urusannya denganmu?
Kang San heran, apa orang membeli rumput?
Hae Joo kesal dan berkata, ini bukan rumput, ini tanaman bumbu.
Kang San bertanya lagi, apa kau juga akan mengisi ember dengan tanaman bumbu?
Hae Joo menjawab, ini untuk menangkap ikan lumpur. Ngomong=ngomong kenapa kau bertanya terus?!
Kang San semakin penasaran, ikan lumpur? apa kau menjual itu juga?
HAHHHAHA. Hae Joo tak tahan lagi, ia menghela nafas dan menyuruh Kang San pergi, ia sibuk. Kang San bertanya kenapa Hae Joo melakukan hal sesulit itu? Jika kau menjualnya, berapa harganya? Aku akan memberimu uang.
Hae Joo kesal dan menyuruh Kang San pergi sambil mengayunkan (apa sih tu namanya? Clurit ya?) ke arah Kang San. Kau pikir aku gelandangan ya?! berhenti membuatku gila dan segera pergi!
Kang San heran kenapa Hae Joo marah. Ia kemudian pergi.

Photobucket
Kang San ke pasar dan menmeukan tanaman rempah yang dijual di pasar, ia membelinya.
Hae Joo masih mencari tanaman rempah. Ia lalu melihat banyak tanaman rempah disana. Tapi tidak sulit menggalinya, begitu mudah di cabut. Ia heran. Tentu saja itu adalah perbuatan Kang San, yang menyebarkan tanaman rempah yang dibelinya di pasar tadi.

Photobucket
Photobucket
Hae Joo kemudian mencari ikan lumpur. Tapi sedikit sekali yang ia dapat. Ia pergi ke lobang berikutnya dan menemukan banyak ikan lumpur disana. tentu saja itu juga ulang Kang San yang membeli ikan dan menyebarnya disana. Hae Joo melihat ada yang mencurigakan di semak, ia lalu pergi melihatnya. Ia menemukan Kang San disana. Kang San pura-pura ia juga sedang menangkap ikan, padahal ia sedang menyebarkannya. HAHAHHHA
Pada akhirnya ia membantu Hae Joo menggali dan mereka belepotan lumpur bersama.

Photobucket
Photobucket
Hae Joo menjual ikan di pasar. Tapi ia tidak pandai berjualan. Suaranya kecil. Kang San berkomentar, kau pikir kau bisa menjual ikan dengan cara seperti itu?
Kang San lalu menunjukkan cara yang benar. Ia memakai mangkok plastik sebagai topi, naik ke atas ember dan mulai promosi menggunakan logat ulsan. OK, Kang San pandai bagaimana cara berjualan. Ia bisa menarik pengunjung dengan memuji mereka. Dan mengatakan khasiat ikan tersebut. Dan Hae Joo sepertinya senang. Hae Joo menjual ikannya 2000 won dan banyak pembeli karena murah. Pada akhirnya semuanya habis terjual. Hae Joo sangat senang. Ia berterimakasih pada Kang San. Hae Joo bertanya-tanya, apa orang tua Kang San penjual keliling?
Kang San protes, ia juga ingin dapat bayaran harian. Bukan uang, tapi yang lain. Hae Joo bingung maksudnya.

Photobucket
Mereka ke bengkel las. Rupanya Kang San ingin belajar mengelas dari Hae Joo. HAe Joo berkata ia sungguh tak mengerti, Kang San pernah mengatakan kalau ia pernah mengelas banyak benda, tapi kenapa ia harus mengajari Kang San. Kang San mengatakan ia sudah mencoba segalanya, tapi kurang ahli untuk barang murahan. HAHHHA.
Hae Joo lalu menyuruh Kang San mencobanya. Kang San mencoba, tapi begitu percikan apinya keluar, ia takut. Hae Joo menyruhnya mencoba lagi, dan Kang San beneran takut, dia tidak melihat apa yang dia las. Hae Joo kesal, ia lalu memutar kepala Kang San agar melihat juga apa yang ia las. Hae Joo beneran kesal, sekarang aku tahu kalau kau pembohong! Kau belum pernah melakukan ini bukan?
Kang San membela diri, ia mengaku ia bagus saat pertama kali melakukannya, artinya ia berbakat. Tapi Hae Joo berpendapat lain, Kang San tak bisa melakukannya alias tak ahli mengelas. HAe Joo kesal karena Kang San banyak protes padanya, akhirnya ia pergi.
Kang San menahannya. Hae Joo berkata bagaimana orang yang takut air belajar berenang? Itu sama saja dengan orang yang takut api. Artinya Kang San harus menghilangkan ketakutannya dulu. Tapi Kang San mengatakan lagi kalau ia dulu pernah luka bakar, makanya ia takut. Lagi pula ia kan sudah memabntu Hae Joo hari ini. Hae Joo berkata hari ini ia tak bisa melakukannya, ia harus memasak. Tapi Kang San menahannya lagi. Hae Joo protes karena Kang San selalu memanggilnya tukang las, jadi Hae Joo meminta Kang San memanggilnya guru, sedangkan ia akan memanggil Kang San, pembohong. Hehehhhe.
Ngomong2 mereka belum pernah berkenalan ya?
Hae Joo meninggalkan Kang San dan Kang San melihatnya dengan tersenyum.

Photobucket
Gi Chul kembali meminta cap penduduk, tapi ada yang tak mau mengecapnya. Alasannya adalah ada rumor yang beredar kalau akan ada pembangunan galangan kapal di sana, artinya mereka bisa mendapat harga yang lebih baik jika menunggu. Gi Chul terkejut, ia tanya siapa yang mengatakannya. Jung Woo kemudian datang dan berkata dia yang melakukannya. Ia lalu menyobek kontrak Gi Chul yang diberikannya pada seorang penduduk dan mengatakan kontraknya nggak sah.

Photobucket
Mereka lalu berbicara berdua. Jung Woo mempertanyakan kenapa Gi Chul bekerja di bawah Jang Do Hyun untuk membeli perkebunan pir. Padahal Gi Chul yang harusnya paling tahu bagaimana kakaknya dulu memberikan kebun itu untuk rakyat. Gi Chul mengatakan alasannya kalau mereka membayar penduduk, lagi pula kebunnya tidak berbuah baik saat ini. Jung Woo mengatakan penyebabnya adalah pabrik petrokimia milik Do Hyun dan bla bla bla. Jung Woo bertanya juga kenapa Gi Chul tinggal di sana, apa karena keponakannya yang meninggal. Gi Chul mengatakan ia punya alasan sendiri dan minta Jung Woo jangan memulai pertengkaran dengan Do Hyun. Tapi sepertinya Jung Woo nggak akan mendengarkan.

Photobucket
Photobucket
Do Hyun sedang main golf saat Gi Chul datang dan membawa kabar tidak enak karena hanya sedikit yang menandatangani penjualan kebin pir. Do Hyun marah dan memukul kaki Gi Chul dengan tongkat golf!!!! OMG! Pria ini mengerikan!
Chang Hee baru pulang sekolah dan melihat ayahnya di pukuli dengan tongkat golf. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya menangis di balik pagar. HIKZ...
Akhirnya Gi Chul mengatakan tenatng ada orang yang menghalangi, yaitu Jung Woo, adik Hak Soo. Mendengar itu, Do Hyun beneran kesal dan memukul Gi Chul lagi. OMG!
Do Hyun tahu itu ulah Kakek Kang. Do Hyun akan pergi saat ia melihat Chang hee. Ia meninggalkan mereka dan Chang Hee segera menuju ayahnya. Ia beneran syok kali ini.

Photobucket
Photobucket
Chang hee mengobati ayahnya di rumah. Ia menempel koyo dan melihat luka tembak di kaki ayahnya. ayah berkata kalau itu luka saat ia wamil. Hikz, itu kan luka karena Do Hyun. Chang Hee juga melihat luka lainnya di bahu dan lengan ayahnya. Ia tak bisa menahan sedih dan menangis. Ia bertanya lagi kenapa ayahnya bertahan disini. Ayah tak menjawab karena ia dipanggil oleh Do Hyun. Ia berjalan pincang dan menemui Do Hyun. Ck.

Photobucket
Il Moon berpapasan dengan mereka dan melihat kaki ayah Chang hee pincang. Il Moon menemui Chang Hee dan bertanya kenapa kaki ayah Chang Hee pincang. Chang Hee tidak menjawab. Il Moon tersenyum dan memukul wajah Chang Hee (bukan memukul sih, namanya apa ya, seolah meremehkan gitu). Ok, Chang Hee masih terlihat sabar. Ia mengepalkan tangannya dan sepertinya ia akan mendendam seumur hidup.

Photobucket
Kakek kesal saat membaca surat kabar. Di sana ada Jung Woo juga yang mengatakan ia akan bekerja sama, tapi syaratnya kakek harus menawarkan 3 klai lipat dari yang di tawarkan Do Hyun. Kakek kesal, namun pada akhirnya ia setuju, tapi hanya 2 kali lipat.

Photobucket
Do HYun sedang naik kapal merk Chun Ji Ho. Ia memastikan akan mengalahkan Kakek Kang dan apapun yang terjadi ia harus membeli kebun pir itu. Tapi kemudian mereka di kejutkan dengan air yang masuk ke kapal. Do Hyun marah, begini kau bilang bisnis reparasi terbaik?!
Do Hyun kesal dan kembali pulang bersama Gi Chul.

Photobucket
Hong Chul lalu diminta untuk memperbaiki kapal tersebut. Hae Joo kemudian datang bersama Kang San untuk latihan mengelas dan menyapa ayahnya. Hong Chul melihat mesin dan mengatakan ini buatan jepang, sepertinya akan lama memperbaikinya.

Photobucket
Hae Joo dan Kang San sedang siap-siap untuk latihan. Saat mengganti baju, Kang San melihat luka bakar di leher belakang Hae Joo. Hae Joo mengatakan ia tak ingat kapan ia luka bakar, lalu ia sadar kalau Kang San curi-curi pandang padanya. Ia kesal dan memukul kepala Kang San. Kang San kesal, kau tahu berapa harganya kepala ini?!
Karena Kang San masih saja memanggil Hae Joo tukang las, ia kemudian mengancam akan mengelas kepala Kang San.

Photobucket
Chang Hee di rumahnya sedang memotong rumput. Ibu melihatnya dan kebetulan Chang Hee hanya pakai baju dalam, sehingga luka bakarnya kelihatan. Ibu melihatnya dan menutup matanya, ia ingat kejadia dulu saat Yoo Jin dan Chang Hee kecil terkena air panas. Ibu akhirnya menarik nafas dan bertanya kenapa Chang Hee melakukan pekerjaan itu. Chang Hee berkata ia hanya membantu ayahnya. Ibu memperhatikan Chang Hee dan berkata kalau Chang Hee sudah besar, dulu saat kecil dia lah yang merawat Chang Hee. Chang Hee terlihat kalau dia tidak mengingatnya. Pembantu datang dan mengatakan kalau In Hwa tak ada di kamarnya.

Photobucket
Photobucket
Hae Joo dan Kang San jalan-jalan disekitar tempat reparasi kapal dan HAe Joo tertarik dengan kapal Chun Ji Ho. Hae Joo melihat dari luar dan bertanya ini kapal apa. Kang San menjawab kalau itu adalah kapal pesiar. Sepertinya Hae Joo tak tahu apa-apa mengenai kapal atau jenisnya sehingga Kang San emnjelaskan secara rinci padanya. Hae Joo heran, bagaimana Kang San bisa tahu banyak soal kapal. Lalu sesuai dugaan, In Hwa muncul di sana dan membuat wajah Kang San kusut. In Hwa kesal melihat Hae Joo disana, ia menuduh Hae Joo mencari kesempatan mendekati Kang San. Hae Joo berkata bukan dia yang megikutinya. Kang San membalas, siapa kau berani memerintahkan orang untuk mendekat atau tidak?

Photobucket
In Hwa mendekati Kang San dan menggandeng tangannya, ayo kita pergi nonton opera. Kang San melepaskan tangannya dan berkata ia tak suka nonton opera. In Hwa bertanya lalu kau mau kemana?
Kang San menjawab ia akan melihat kapal bersama Hae Joo. In HWa lalu melihat kapal itu dan berkata ini milik ayahku. Hae Joo kagum. In Hwa berkata pada Kang San kalau di dalamnya lebih bagus, apa mau lihat-lihat?
Hae Joo senang, apa benar boleh lihat-lihat? In Hwa melihat Hae Joo dengan kesal, jangan ikut campur. Ia hanya mengajak Kang San. Hae Joo melirik Kang San menyuruhnya untuk masuk karena dia juga ingin masuk. Dan Kang San setuju^^.

Photobucket
Lalu Chang Hee datang menjemput In Hwa. In Hwa tidak mau dan mengajak Kang San amsuk ke Chun Ji Ho. Mereka masuk dan tentu saja Hae Joo lah yang paling bersemangat. Ia sangat kagum dengan kapal tersebut. In Hwa bertanya pada Kang San, bagaimana bagus kan?
Kang San menjawab kalau ini seperti kapal nelayan. Hae Joo protes, mana ada kapal nelayan sebagus ini? Chang hee mengajak In Hwa lagi, tapi In Hwa tetap menolak untuk pulang.
Mereka didalam kabin, Hae Joo mencoba menyentuh stir-nya, tapi In Hwa melarang. Ia menyuruh Kang San yang menyentuhnya. Kang San membela Hae Joo dengan mengatakan ini hanya stir biasa, apanya yang bernoda. Lalu ia sadar kuncinya masih ada disana. In Hwa mendapat ide, oppa, haruskah kita mencobanya?

Photobucket
In Hwa duduk lalu memutar sesuatu (HAHHAHAAHHA, aku minim pengetahuan tentang kapal), lalu kapal bergerak. Hae Joo kemudian memegang kendali. Kang San kagum, ternyata Hae Joo bisa menyetir. Hae Joo mengatakan ia belajar dari ayahnya. Akhirnya In Hwa memperbolehkan Hae Joo menyetir dan menyuruh Hae Joo agar membawa mereka jalan-jalan sebentar. Hae Joo menolak, ia takut karena ini kapal mahal. In Hwa kesal, ini kapal milik ayahku, lakukan saja kalau kau bisa.
Kang San setuju, ini menyenangkan, ayo pergi jauh sedikit.

Photobucket
Hae Joo akhirnya setuju, mereka melaju ketengah laut. Chang Hee tampak khawatir. Kang San mengajak lebih jauh lagi, tapi Hae Joo mengatakan mereka harus kembalo. Chang Hee setuju. In Hwa tak mau, kalau kalian takut, lompat saja, biar aku yang menyetir. Ia lalu memaksa Hae Joo membawa mereka lebih jauh.
Di bengkel kapal, pemilik heran kemana Chun Ji Ho, apa sudah di perbaiki?
HAe Joo membawa kapal ke tengah laut dan Kang San kagum. In Hwa ingin mencoba juga, tapi saat ia menekan sesuatu mesinnya berhenti. Hae Joo mencoba memperbaiki, tapi ada masalah, mesinnya tak menyala. Hae Joo mulai panik. Kang San dan Chang hee keluar dan minta bantuan karena kapal mereka mogok. Tapo daratan saaaaaaaaaaaangat jauh, jadi tak ada yang bisa mendengarkan.

Photobucket
Semuanya panik. In Hwa lalu menyadari air masuk ke kapal. OMG!
Mereka berusaha mengeluarkan air dari kapal dengan ember. HAe Joo, Kang San dan Chang hee berusaha mengeluarkan air dari kapal sedang In Hwa naik ke tempat tinggi agar bajunya nggak basah. Mereka panik dan terus berusaha.
Photobucket
-END-

Comment :
KYAAAAA! Aku suka drama ini. Apa aku sanggup sampai episode 32? Drama ini sudah tayang 6 Episode, tapi aku baru melakukannya sampai episode 3. Tapi aku akan berusaha membuat sinopsisnya. Karena sepertinya drama ini akan sangat menarik. hehhehehe.
Bahkan sampai Episode 6, drama ini menjadi peringkat satu, mengalahkan Five Fingers pada akhirnya.

Photobucket
Aku menyukai bagaimana Chang hee mengekspresikan hatinya yang penuh dendam. Aku rasa itu akan membuatnya kuat. Katanya nantinya dia akan diadopsi keluarga Jang, wah, saingan Il Moon lagi donk. Tapi pada akhirnya ia menjadi jaksa. Bagaimana dengan keinginannya untuk mendapatkan seluruh galangan kapal itu?
Hae Joo hanya menginginkan satu kapal, namun pada akhirnya ia akan mendapatkan semuanya,

Photobucket
Aku benci sekali melihat ibu tiri Hae Joo. Padahal Hae Joo benar-benar melakukan semuanya dengan baik. Tapi sedikitpun dia tidak pernah kasihan atau setidaknya bersikap baik pada Hae Joo. Hae Joo baru kelas 6 SD lho, harus memasak dan mencari uang. Sedih deh. Tapi untungnya ada Kang San yang membantunya. Aku suka saat Kang San diam-diam membantu HAe Joo, meskipun ada maunya.

Photobucket
Aku juga menyukai In Hwa. Meskipun ia agak sombong dan juga menyebalkan + manja, tapi wajahnya tidak menunjukkan ia akan seperti ayahnya atau In Moon. Setidaknya ia masih baik pada Hae Joo. Aku harap mereka akan bersahabat. Sayangnya sepertinya hal itu nggak akan terjadi. Dari spoilernya sih katanya In Hwa nanti bakal menikah dengan Chang hee. Karena ia kesal Kang San menyukai Hae Joo, sedangkan HAe Joo menyukai Chang Hee.
Episode berikutnya akan makin seru, karena HAe Joo sudah tahu kalau ia adalah anak tiri dan ingin mencari ibunya. Tapi Hong Chul membuat kesalahan besar.

created by Hazuki Airin@Clover Blossoms, 2012

.

3 komentar:

  1. liad chang hee jd inget kim so hyun di will it snow at christmas,,, sama2 sedikit senyum,,, sama2 dingin,,, sama2 bening facenya^^

    BalasHapus
  2. terimakasih atas recap nya.
    May Queen ini selalu aku tunggu2 loh. Jd ditunggu untuk ep selanjutnya yah! :->

    Semangat sampe episode 32!! Fightinggg! =D

    BalasHapus
  3. smangat buat sinopsisnya ya ryn, masih panjang lohhh..
    ceritanya memang aga mirip "can u hear my heart" yaaa..
    FYI: gw senang dengan aktor dewasanya KJW dan JH, bingung kalo disuruh suka couplenya yg mana.
    btw, Hae Joo dan Chang Hee ga saudara ya? maksudnya adik-kakak? GW pikir mereka saudara.

    BalasHapus

Setelah membaca harap berikan komentar anda tentang postingan ini^^
Maaf tak bisa selalu membalas komentar, tapi semua komentar yang masuk aku baca kok :)