Episode 4
Hae Joo dkk ada di kapal yang bocor. Hae Joo menemukan baskom kecil yang mereka gunakan untuk mengeluarkan air dari kapal. Hae Joo, Kang San dan Chang Hee berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan air. In Hwa sendiri naik ke tempat yang lebih tinggi agar bajunya tidak basah.
Hong Chul kembali ke bengkel kapal dan heran ia tidak melihat kapalnya di sana. Ia bertanya pada teknisi Kang. Tapi Kang berfikir Hong Chul yang membawanya. Hong Chul mengatakan ia baru saja kembali dari Dae Han untuk mengambil komponen kapan. Kang akhirnya berfikir kalau teknisi Lee sudah memperbaikinya dan mungkin sedang mengetesnya. Kang menyuruh Hong Chul pulang saja. Hong Chul kemudian melihat kesekeliling mencari Hae Joo. Kang mengatakan ia juga belum melihatnya, mungkin HAe Joo sudah pulang.
Di tengah laut, In Hwa ribut menyuruh mereka lebih cepat melakukannya. Kang San kesal, keapa kau tidak membantu kami? Tapi In Hwa menolak. Hae Joo kelelahan, ia mengatakan ini tak akan berhasil. Ia bertanya apa ada yang bisa berkomunikasi menggunakan radio. Tapi tak ada yang bisa. Hae Joo masuk ke dek dan mulai menggunakan radio. Tapi tak bisa, akhirnya ia membantu mengeluarkan air lagi.
Hong Chul pulang dan memanggil Hae Joo. Ibu marah-marah karena kalau Hong Chul pulang ia hanya mencari Hae Joo saja. Ibu mengeluh, Hae Joo harusnya memasak sekarang. Hong Chul terkejut, jadi Hae Joo belum pulang? Ayah mulai curiga dan khawatir.
Geum hee sudah bersiap-siap akan nonton opera saat Do Hyun datang. Geum Hee memanggil Il Moon. Il Moon turun dan berkata kalau In Hwa belum pulang karena dia tak ada di kamarnya. Geum Hee heran dan segera mencari ajumma pembantu rumah.
Air semakin banyak memasuki kapal. Tak ada gunanya mereka mencoab mengeluarkan air. Mereka kemudian memakai jaket pelampung. In Hwa menangis karena ia tak bisa memakainya, ia juga berkata kalau mereka akan mati. Hae Joo marah, apa yang kau katakan? Kita semua akan baik-baik saja jika memakai ini. Hae Joo pun membantu In Hwa memakai pelampung. Hae Joo mengatakan mereka akan segera di selamatkan. Tapi In Hwa tak yakin karena hari mulai gelap. Hae Joo lalu ingat sesuatu. Ia bahkan memanggil dirinya sendiri tukang las karena melupakan hal penting. Hae Joo berkata dengan 'Flare' (pistol kembang api), mereka semua bisa selamat. Hae Joo mengambil flare dan akan menembak ke atas, sayangnya kapal oleng dan mereka semua jatuh. Banyak benda yang jatuh dari atas. Kang San meminta Chang Hee hati-hatu, namun salah satu besi jatuh dan mengenai pahanya. OMG! Kang San kesakitan dan Chang hee mencoba membantunya.
Mereka akhirnya mengeluarkan ban pelampung segi empat dan melompat dari kapal yang akhirnya tenggelam. Hari semakin gelap, mereka mengapung di lautan. Sesaat In Hwa sadar kalau ia tak bisa berenang dan mencoba naik ke pelampung itu. Namun Kang San mengehentikannya, iN hwa tak akan apa-apa karena ia memakai baju pelampung. Tapi In Hwa terlalu panik, Kang San berusaha menenangkannya.
Hari sudah malam. Hong Chul yang khawatir mencari-cari Hae Joo di bengkel kapal. Hong Chul kemudian melihat tas Hae Joo di tempat ia biasa mengelas. Hong Chul sangat khawatir dan kembali memanggil puterinya. Lalu rekan Hong Chul datang dengan khawatir menanyakan apa Hong Chul melihat putri direktur Jang. Hong Chul menggeleng. Hong Chul melihat teknisi Lee dan bertanya bukannya Lee sedang menguji kapal. Lee berkata ia bahkan belum memperbaikinya. Hong Chul berfikir dan sepertinya ia tahu apa yang terjadi.
Hong Chul berlari ketempat dimana kapal tersebut terparkir. Hong Chul masih mencoba meyakinkan diri kalau Hae Joo tidak mungkin membawa kapal itu. Rekannya bertanya dengan siapa Hae Joo. Apa dengan anak yang kelihatannya kaya?
Hong Chul mengatakan bersama anak SMP dan memang anak itu kelihatan kaya. Rekannya benar-benar khawatir, mereka dalam masalah. Ia menyuruh Teknisi Lee untuk menghubungi perusahaan perkapalan Hae Poong. Cucunya pasti menaiki kapal itu. Hong Chul terkejut. Lalu keluarga Jang datang mencari In Hwa dan Chang Hee. Gi Chul kemudian melihat sepeda Chang Hee. Jang sadar kapalnya juga hilang. Rekan Hong Chul hampir menangis, ia mengatakan ia tak yakin, tapi sepertinya cucu perusahaan kapal Hae poong menyetir kapal dan pergi. Geum hee meyakinkan apa itu Kang San. Kalau begitu artinya In Hwa juga mungkin ada dalam kapal itu. Gi Chul juga berfikir Chang Hee ada disana. Lalu Hong Chul berteriak lagi mencari Hae Joo membuat mereka kaget. Mereka sada ada 4 orang anak didalam kapal itu. Geum hee panik dan berlari ke arah Hong Chul. Jang menyuruh rekan Hong Chul untuk menghubungi penjaga pantai segera.
Para ayah dan ibu beneran khawatir dengan anak mereka, mereka menangis di pinggir laut sambil meneriakkan nama anak mereka.
Hae Joo dkk masih ditengah laut. Chang Hee berkata sepertinya mereka semakin jauh dari pelabuhan. Hae Joo mengiyakan karena ombaknya kecil. Hae Joo melihat bintang utara dan mengatakan mereka semakin keselatan. Kang San masih sempat bercanda mengatakan kalau mungkin mereka akan sampai ke jepang. Hae Joo mengatakan kalau ada ombak besar maka mereka bisa kembali ke pelabuhan jika beruntung. In Hwa pesimis. Ini sudah gelap, bagaimana bisa kita selamat. Bagaimana jika kita tidak selamat? Aku mulai kedinginan.
Kang San kesal karena In Hwa merengek terus. Ia menyuruh In Hwa berteriak saja supaya ada yang mendengar. Hae Joo melarang, In Hwa harus menyimpan energinya. Chang Hee bertanya bagaimana dengan Hae Joo apa dia tak takut?
Hae Joo menjawab tentu saja. Tapi tidak boleh hanya takut, bagaimanapun kita harus bisa bertahan agar tetap hidup. Kang San meminta mereka jangan khawatir, kakeknya hanya perlu tahu kalau ia hilang, Orang tua itu akan menemukan kita meskipun di neraka atau air.
Bengkel kapal penuh dengan orang-orang, orang tua, pekerja dan juga penjaga pantai. Kakek Kang datang dan meminta pemimpin penjaga pantai yang mencari cucunya, ia tak mau jika hanya pengawasnya saja. Pengawas bertanya apa cucu kakek bisa menyetir kapal, Kakek kesal, memangnya berapa usianya bisa menyetir kapal?
Do Hyun mendekati kakek Kang dan bertanya apa benar Kang San tidak bisa menyetir. Kakek mengiyakan. Do Hyun heran, kalau begitu siapa. Hong Chul taku-takut karena ia tahu Hae Joo bisa menyetir. Lalu petugas datang dan mengatakan ada yang melihat bahwa anak-anak itu membawa kapal. Orang tua khawatir, itu artinya anak mereka beneran naik kapal rusak itu. Kakek Kang marah, kalau begitu kirimkan helikopter untuk mencari mereka!
Pengawas beralasan hari sudah gelap. Kakek tetap memaksa mereka mengirimkan helikopter. Kakek menyuruh asistennya mengirimkan semua kapal miliknya untuk mencari mereka. Tapi asisten mengatakan kalau kapal mereka terlalu besar untuk mencarinya. HAHAHHAHA. Kakek marah dan menendangnya. Kakek mengancam semuanya, jika tidak menemukan mereka, maka kalian semua akan mati!
Tim pencari mulai melakukan pencarian. Pihak keluarga ikut dengan kapal besar dan memanggil nama anak mereka.
Di tengah laut, In Hwa mulai kedinginan. Kang sa mengatakan ini musim panas, jadi tidak terlalu dingin. In Hwa berkata ia tidak bohong. Hae Joo menyruh mereka diam, karena sepertinya ia mendengar sesuatu. Mereka melihat lampu kapal pengawas pantai. mereka berteriak, disini ada orang!
In Hwa sedang karena mereka mengarah ke arah mereka.
Tapi pada kenyataannya, mereka tidak melihat Hae Joo dkk. Para orang tua semakin khawatir.
Kapal menjauh, sepertinya mereka tidak melihatnya. Hae Joo dkk khawatir. Mereka berteriak lebih keras, tapi kapal mulai berbalik arah meninggalkan mereka. In Hwa kembali menangis.
Hari semakin larut di tambah turun hujan. In Hwa makin menangis dan masih sempat berfikir untuk makan pizza. Jika ia tahu ini akan terjadi ia akan makan lebih banyak. Chang Hee mengatakan mereka tak akan mati. Ia ingin tahu jam berapa sekarang, tapi jam Chang hee mati. Hae Joo berkata jika ada bulan ia mungkin bisa menebaknya, tapi karena hujan bulan tertutup awan. Chang hee melihat ada yang aneh dengan Kang San. Mungkin karena kakinya yang luka tadi. Kang San mengatakan ia mengantuk. Hae Joo tak memperbolehkannya tidur, bahaya. Chang hee bertanya apa Kang San tadi terluka karena dirinya? Kang San tak menjawab. Hae Joo terus berusaha membangunkan Kang San.
OMG! Mereka mengapung sampai pagi di tengah laut!
Hae Joo terkejut karena sudah pagi, ia membangunkan Chang hee. Chang Hee melihat wajah Kang San sudah berubah. Hae Joo kaget dan membangunkannya. Kang San sangat lemah dan berkata kalau ia pusing. In Hwa kemudian melihat sesuatu dan ia ketakutan karena itu ikan Hiu. Mereka akan mati dimakan Hiu. Hae Joo mengatakan itu Paus. In hwa berkata lagi kalau mereka akan mati di makan Paus. Hae Joo menenangkannya dan berkata Paus tidak makan manusia.
Tim pencari masih melakukan pencarian sampai pagi. Para orang tua khawatir. Kakek Kang marah-marah karena belum menemukan mereka, kemarin malam karena gelap, sekarang sudah seterang ini masih juga tidak menemukannya. Penjaga pantai mengatakan mereka berusaha yang terbaik.
Do Hyun marah, terbaik apanya? Kapal itu bukan benda yang kecil. Apa masuk akal jikan kau belum menemukanya sampai sekarang?! Penjaga mengatakan itu lah yang aneh, apa kapalnya tenggelam karena rusak?
Hong Chul marah, jangan bicara hal yang tidak masuk akal! Apa kau bilang anak kami sudah meninggal?!
Geum Hee panik dan hampir pingsan. Do Hyun menenangkan istrinya. Gi Chul memohon, anaknya tak boleh mati. Kakek berteriak lagi, tidak ada yang akan mati! kakek Kang kemudian bertanya tentang helikopternya.
Lalu pencarian dengan helikopter di mulai. Di tengah laut, semuanya sudah kelelahan dan pucat. In hwa kehausan dan ia minum air laut. Ia batuk-batuk. Hae Joo mengatakan In hwa tak boleh minum air laut. Tiba-tiba in Hwa kehilangan kesadarannya. Ia melepaskan pegangannya dan hanyut. Chang Hee dan Hae Joo memantunya. Hae Joo menyuruh Chang Hee menaikan In hwa ke pelampung. Saat Chang Hee menaikkan In Hwa, Hae Joo kehilangan kesadaran dan terbawa arus. Chang Hee berenang menyelamatkannya. Chang hee berhasil mennagkap Hae Joo, tapi tak kuat berenang menuju pelampung. Chang Hee memanggil-manggil Kang San. Kang San masih sadar, tapi ia terlalu lemah. Sementara In Hwa sudah pingsan. Dan akhirnya Chang hee dan Hae Joo terbawa arus menjauh dari mereka.
Pengawas mengatakan mereka menemukan bagian kapal. Semuanya menuju ke sana. Do Hyun memastikan kalau potongan itu adalah kapal miliknya. Mereka panik dan menyangka kalau anak-anak sudah meninggal tenggelam. Gi Chul menangis. Geum Hee shock. Geum Hee tak percaya itu kapal Do Hyun. Ia menyuruh pengawas menemukan puteri mereka. Ia mennagis meronta dan Do Hyun berusaha menenangkannya. Geum hee berkata, apa Yoo Jin-ku tak cukup? Kenapa In hwa juga.
Hong Chul melihat Geum hee dengan penuh pikiran. Geum hee terus menangis histeris, setidaknya temukan tubuhnya. Jika tidak maka aku akan mati. Dulu aku hanya menenmukan sepasang sepatunya, setidaknya sekarang temukan tubuhnya.
Kakek Kang marah. Gadis itu mungkin tak beruntung! Do Hyun kesal, apa maksudmu?!
Kakek berkata, putrimu mungkin mati, tapi cucuku tidak akan mati! Dia bukan orang yang akan mati semudah itu!
Seorang petugas berlari ke arah mereka dan mengatakan dua anak sudah di temukan. Hong Chul bertanya anak siapa itu?!
Petugas mengatakan kalau mereka belum mengkonfirmasi, tapi itu satu anak laki-laki dan satu perempuan. Mereka kemudian berangkat ke lokasi. Setidaknya ada harapan bagi mereka.
Mereka menuju ke sana dengan berdebar-debar siapa yang ditemukan. Lalu dua anak mengapung di alut. Itu Hae Joo dan Chang hee. Hong Chul menenriakkan nama puterinya. Hong Chul menangis bahagia akalau anaknya di temukan. Gi Chul juga senang.
Geum hee pingsan.
Hae Joo dan Chang Hee segera di selamatkan, tapi mereka belum bangun. Hong Chul khawatir. Pengawas berkata kalau mereka menderita hypotemia parah dan dehidrasi. Mereka harus segera di bawa ke rumah sakit. Hong Chul minta kapal segera di balikkan ke pelabuhan. Geum hee menolak karena In Hwa belum ditemukan. Kakek Kang juga menolak. Hong Chul marah, apa hanya anak kalian yang penting? Apa kalian tidak dengan Hae Joo harus dibawa ke ruamh sakit?!
Mereka akhirnya mertengkar di kapal. Hello????? Perasaan kapal tadi banyak deh! Kenapa nggak pake satu untuk berbalik?!
Hong Chul kesal dan ingin membalikannya sendiri. Do Hyun megeluarkan pistolnya dan menembak ke atas. Ia mengancam akan membuhun Hong Chul jika berani melakukannya. Ia minta bangunkan saja anak itu dan jangan putar kapalnya. Hong Chul kesal dan akan memberitahukan siapa Hae Joo. Gi Chul segera menyuruhnya diam. Hong Chul kaget.
Lalu Hae Joo sadar. Hong Chul segera memeluk anaknya. Geum hee mendekati Hae Joo dan bertanya dimana In Hwa. Hae Joo dengan nafas masih tak teratur berkata mereka di pelabuhan bagian selatan, di atas pelampung persegi. Karena ombaknya tinggi, mereka pasti terdorong mendekati pelabuhan. Hae Joo berkata pada ayahnya kalau ia harus menyelamatkan semuanya. Kemudian Hae Joo pingsan. Do Hyun terlihat curiga dengan Hae Joo.
Pengawas menyuruh mereka menuju selatan pelabuhan segera. Kapal dan helikopter berangkat, kemudian mereka menemukan Kang San dan In Hwa disana. Mereka segera di selamatkan dan di masukkan ke dalam ambulan. Kakek dan Geum Hwa ikut di dalam. Do Hyun diluar dan tangannya gemetaran. Sepertinya ia memang sangat khawatir tadi.
Pasien segera di larikan ke UGD. Terutama Kang San. Kakek heran kenapa Kang San di bawa ke ruang operasi. Dokter berkata kalau kaki Kang San sobek parah dan kehilangan banyak darah. Harus di operasi dan transfusi darah. Kakek ingin memindahkan Kang San ke Seoul. Tapi dokter berkata tidak bisa karena akan sangat berbahaya, harus segera di operasi. Kakek meminta di panggilkan direktur rumah sakit. Direktur datang da menendang kakinya, ia ingin Kang San diselamatkan, jika tidak ia akan memotong kaki direktur itu.
keluarga Jang Khawatir. Dokter keluar dan mereka menanyakan keadaan In Hwa. Doketr berkata In hwa hypotemia dan dehidrasi juga terlalu banyak minum air laut. Ia belum sadar karena paru-parunya terendam banyak air. Saat ini ia kesulitan bernafas dan jika parah maka dapat menyebabkan pembengkakan paru-paru atau serangan jantung ke otak. Geum Hee hampir pingsan mendengarkanya. Do Hyun minta dokter menyelamatkan anaknya apapun yang terjadi.
Geum hee menyalahkan Do Hyun, kenapa Do Hyun harus membeli kapal. Aku kehilangan Yoo Jin, itu sebabnya aku tak pernah mengizinkan In Hwa mendekati air. Do Hyun menenangkan istrinya.
Kakek Kang datang menemui Do Hyun setelah ibu masuk ke kamar In Hwa. Kakek bertanya kenapa Kang San bisa masuk ke kapal Do Hyun.
Do Hyun mengatakan ia tak tahu. Kakek tak terima alasannya karena cucunya hampir mati karena kapal rusak itu. Do Hyun berkata putrinya juga kritis. Do Hyun menyalahkan Kang San yang mengendarai kapal. Kakek mengatakan Kang San sama sekali belum pernah melakukannya. Lalu Do Hyun bertanya siapa yang mengendarainya. Kakek berkata mereka akan mengetahuinya nanti. *firasat buruk ne untuk Hae Joo*
Kang San menjalani operasi. In Hwa masih belum sadar.
Hae Joo sadar dan Kang San juga sudah sadar dari tadi di sampingnya. Hae Joo dan Chang hee senang karena mereka masih hidup. Chang Hee bertanya apa Hae Joo baik-baik saja, Hae Joo mengangguk. Mereka tersenyum. Dokter melihat mereka sudah sadar dan berkata kalau mereka cukup kuat. Hae Joo tanya bagaimana dengan yang lain. Doketr berkata mereka belum tahu. Dokter kemudian memindahkan Chang hee ke kamar anak laki-laki.
Hong Chul sedang merenung saat ibu datang lari-lari dan bertanya bagaimana Hae Joo, apa dia mati?
Ayah kesal dan berkata dia baik-baik saja. Ibu sedikit kecewa kemudian memarahi Hong Chul karena mengajari Hae Joo menyetir. Kakek Kang mendengar hal itu. Ia akhirnya tahu kalau yang menyetir adalah Hae Joo. Hong Chul minta maaf. Kakek tak terima dan memukul serta menendang Hong Chul ibu menghentikannya dan marah-marah. Ia mengomel pada kakek Kang San dan memanggilnya orang tua. Untuk pertama kalinya aku senang dengan tindakan ibu. Tapi begitu tahu Kakek adalah presdir, ibu diam saja, ia takut-takut dan pergi. Kakek berkata jika terjadi sesuatu pada cucunya, maka keluarga Hong Chul akan ia buang di laut Ulsan. Lalu suster datang mengatakan kalau Hae Joo sudah sadar. Hong Chul sangat senang. Tapi melihat wajah kakek, ia menunduk lagi. Hhehehhe.
Hong Chul berlari menemui Hae Joo. Hae Joo minta maaf pada ayahnya karena membaut khawatir. Ayah bertanya apa Hae Joo yang mengemudikan kapalnya. Hae Joo minta maaf. ayah marah, bagaimana bisa Hae Joo mengemudiaknnya ketengah laut? Ayah berkata dirinyalah yang gila, untuk apa mengajarkan anak-anak menyetir. Hae Joo minta maaf lagi, ia hanya ingin melihat kapal itu sekali saja. Untuk melihat kapal secantik itu dan kemudian, mampu menghasilkan uang dan membeli kapa seperti itu. Karena ayah dulu bilang ingin punya kapal seperti itu.
Hong Chul berkata dari mana uang untuk membelinya? berhenti membuat masalah. Hae Joo minta maaf dan menangis. Kemudian ia tersenyum pada ayahnya. Hong Chul juga.
Gi Chul bersama dengan Chang hee. ayahnya minta Chang hee tetap tinggal di rumah sakit meskipun Chang Hee tidak ada masalah. Ayah berkata ia mengira Chang Hee sudah mati. Jika Chang hee mati, maka ia juga akan mati. Kau mau padaku bukan? Aku juga malu pada cara hidupku. Ibumu juga pergi dariku karena aku yang seperti ini. Tapi aku berjanji akan membesarkanmu agar berbeda denganku. Meskipun tubuhku tercabik dan hancur, aku akan membuatmu hidup dalam dunia yang berbeda.
Mereka berdua menangis. Ayah berterima kasih karena Chang hee sudah hidup.
Di bandara seseorang baru turun dari pesawat, yang nanti akan kita kenal sebagai Lee Bong Hee. Seorang pria hidung belang mengikutinya, sepertinya ia ingin melakukan pelecehan seksual. Bong Hee diam saja. Saat menunggu barangnya ia berbisik pada pria itu, apa kita harus pergi ke suatu tempat? Pria itu bingung, tepatnya tak percaya dengan yang di katakan Bong Hee. Tapi bukan itu maksud Bong Hee, ia menggunakan jurus-nya dan menendang kepala pria itu hingga jatuh. Kemudian Bong Hee mengumumkan kalau pria itu hidung belang. Tapi pria itu malah menuduh Bong Hee yang merayunya. Bong Hee kesal dan menendang itu-nya.
Mereka bertemu polisi bandara, tapi pria itu tetap menyangkal. Bong Hee kesal dan menyuruh petugas memeriksa CCTV, tentu saja pria itu takut. Lalu seseorang memanggil Bong Hee, dia adalah Jung Woo, dan mereka saling kenal (aku belum yakin hubungan mereka). Petugas minta data Bong Hee, ia mengeluarkan kartu nama dari Nippon Oil Company. Lalu seseorang datang dan memanggilnya Dr. Lee Bong Hee, sepertinya petugas yang di tugaskan menjemputnya. Dan sepertinya polisi itu juga mengenalinya. Bong Hee tek peduli pada mereka dan bertanya pada Jung Woo apakah dia sudah melihat pabrik petrokmia miliknya. Bong Hee lalu pergi dan meminta Jung Woo memabwa tas-nya.
Bong Hee tiba di pabrik dan di sambut oleh seseorang (mungkin manajer). Saat manajer bertanya siapa Jung Woo, Bong Hee menjawab kalau Jung Woo adalah sekretarisnya. Bong Hee memeriksa minyak pabriknya yang ada masalah dengan aroma, tapi untuk produksi menurun, padahal tak ada masalah dengan mesinnya. Bong Hee minta di bawakan bahan mentahnya, manajer mengatakan jika ingin memeriksa kandungannya, harusnya mereka ke lab. Bong Hee mengatakan ia ahli minyak, ia malah mencicipinya, membuat yang lain heran. Jung woo khawatir, itu adalah bensin.
Bong Hee menebak kalau biasanya pabrik menggunakan minyak mentah Dubai, tapi sekarang menggantinya dengan Australia, dan mengandung merkuri dengan konsentrasi sangat rendah, makanya ada masalah. Ia minta mereka menghentikan produksi dan mengganti katalisnya, bubar! Barvo! Prok Prok Prok!
Semuanya bingung. Bong Hee berubah dari wajah serius menjadi wajah biasa dan dengan manja mengajak Jung Woo makan, karena ia belum makan apapun di pesawat. Ia tanpa sadar mengambil gelas berisi bensin tadi dan meminumnya. tentu saja kemudian ia menyemburkannya dan marah-marah siapa yang menaruhnya di sana. LOL. Aku suka wanita ini.
Jung Woo bingung kenapa Bong Hee mengikutinya. Bong Hee mengatakan ia akan tinggal di rumah Jung Woo untuk menghemat biaya hotel. Jung Woo menolak, rumahnya hanya punya satu kamar, lagi pula Bong Hee bisa tinggal di rumah unni-nya (Yeah, akhirnya aku tahu dia adik Geum Hee, btw sifatnya beda ya?).
Bong hee kesal dan menjepit leher Jung Woo di lengannya. HAHHAHAHHA. Ia berkata tak akan terjadi apa-apa di antara teman, rumahmu adalah rumahku, kau sudah tumbuh dewasa! Jung Woo minta Bong hee melepaskannya karena ia tak bisa bernafas.
Bong Hee kemudian curiga, apa kau menyembunyikan gadis dan merahasiakannya dariku?
Kemudian mereka bertemu dengan penduduk yang akan membuang pohon pir yang sudah mengering, ia mengatakan sepertinya ia harus cepat-cepat menjualnya.
Di rumah sakit, akhirnya Kang San sadar. Kakek sangat senang. Begitu sadar ia langsung bertanya bagaimana keadaan Chang Hee dan Hae Joo. Kakek kesal, harusnya San menkhawatirkan kakinya yang terluka. Tapi Kang San tetap bertanya, kakek menjawab semuanya baik-baik saja, Kang San lega. Kakek berkata Kang San adalah satu-satunya keturunannya, dan ia meletakkan semua harapannya pada Kang San. Tapu kau malah membuatku khawatir. Kang San minta maaf. Kakek lalu pergi memanggil dokter. Kang San sepertinya BT karena akan terus berbaring.
Hae Joo sedang melipat baju pasiennya saat ayahnya bertanya apa benar Hae Joo baik-baik saja. Hae Joo mengkhawatirkan biaya rumah sakitnya. Hong Chul berkata ia akan membereskannya. Hae Joo berkata sebelum pulang ia ingin menjenguk In Hwa dulu. ayah melarangnya karena khawatir terjadi sesuatu, tapi Hae Joo tetap ingin kesana.
In Hwa belum bangun juga. Ibu sangat khawatir dan menangis, setidaknya In Hwa bisa menggerakkan jarinya. Do Hyun mengatakan In Hwa harus istirahat, jadi mereka keluar saja. Do Hyun akan kekantor, ia menyuruh Geum Hee memanggil Yang Nam, pembantu mereka. Tapi Geum hee menolak.
Hae Joo datang pada saat itu. Geum hee kesal melihat wajahnya dan menamparnya. Hong Chul melihat itu dari jauh. Ibu tahu kalau Hae Joo yang meneytir kapal. Hae Joo berkata ia hanya ingin melihat In Hwa. Geum hee minta Hae Joo jangan mendekati In Hwa lagi. Geum hee terus memarahi Hae Joo, Hong Chul sedih melihatnya dan ia menangis. Hong Chul tak bisa berbuat apa-apa, setidaknya mengatakan kalau Hae Joo adalah putri Geum Hee. Hae Joo hanya menunduk.
(Hae Joo masih SD lho, masa udah di tampar T______T).
Chang hee menjenguk Kang San yang sedang baca komik. Kang San senang melihat Chang Hee. Chang hee bertanya apa operasinya lancar. Kang San mengiyakan. Kang San tanya kenapa Chang Hee datang. Chang hee diam dan gugup. Kang San protes, kau kaku sekali. Harusnya kau bilang terima kasih sekarang. Chang Hee berterima kasih. Ia mengira Kang San satu tipe dengan Il Moon. Kang San protes, sungguh, matamu itu. Chang hee berkata karenanya Kang San terluka, ia berterima kasih juga minta maaf. Kang San berkata teman hanya berterima kasih 1 kali. Chang Hee berkata, teman? Kang San menjawab, tentu saja, teman yang sama-sama mempertaruhkan hidup. Mereka sama-sama tersenyum. Kang San kemudian bertanya bagaimana keadaan Hae Joo (HAhahha, KAng San ini, In hwa nggak di tanyain dari tadi).
Hae Joo sedang merenung saat Chang Hee datang. Hae Joo berkata ia tidak melihat ayahnya jadi dia menunggu. Chang Hee mengajaknya minum. Mereka duduk di dekat laut di depan rumah sakit. Chang Hee melihat pipi Hae Joo yang memerah. Hae Joo memegangnya dan berkata In Hwa masih belum sadar. Chang Hee, jadi nyonya memukulmu? aku akan katakan pada nyonya kalau In Hwa yang memaksamu menyetir.
Hae Joo melarangnya mengatakan itu, tak ada gunanya karena In Hwa belum sadar. Itu hanya akan membuatnya terlalu kahwatir.
Chang Hee : Hanya karena seseorang lebih kaya daripada orang lain, ada orang-orang yang memukulmu dan memandang rendah dirimu. Setiap kali itu terjadi ... aku merasa hatiku akan meledak. Kau tidak merasa begitu?
Hae Joo : Jika aku merasa diperlakukan tidak adil, maka aku akan langsung mengatakannya. Tapi ... itu menyedihkan. Orang yang dipukuli akan merasa sakit sejenak. Tapi orang yang melakukan pemukulan, harus menahan sakit untuk waktu yang sangat lama. Itu lebih menyedihkan lagi. Biasanya aku tidak pernah memendam terlalu lama. Lebih baik jika segera melupakan hal yang membuatmu merasa sedih.Jika tidak, itu hanya akan membuatmu semakin terpuruk.
Chang Hee terpana melihat kedewasaan Hae Joo. Hae Joo berterima kasih karena menyelamatkannya dua kali. Chang Hee berkata itu karena Hae Joo kuat. Hae Joo mengatakan sedikit aneh jika mengatakan kalau seorang gadis kuat. Chang Hee berkata kalau Hae Joo kuat dan menawan. Hae Joo sangat senang, ini pertama kalinya ada yang memujinya begitu. Hae Joo mengoreksinya, setlah ayahku.
Hae Joo dan ayah tiba di rumah, Hae Joo khawatir ibu akan marah. Sang Tae keluar dan memarahi Hae Joo karena menyebabkan kecelakaan besar. Ayah berkata kalau Hae Joo masih lelah, ia akan tidur di kamar Sang Tae. Tapi Hae Joo menolak, ia baik-baik saja. Ayah membawa Hae Joo masuk. Ibu keluar dan menyuruh Sang Tae membawa Hae Joo keluar.
Ibu mengajak ayah bicara. Mereka bertengkar lagi. tentu saja karena Hae Joo. Ibu menganggap Ayah selalu memperhatikan Hae Joo dan melupakan anaknya yang lain dan bla bla bla. Ayah masih bisa bersabar, namun saat ibu mengatakan kenapa Hae Joo harus hidup dan tak mati saja, ayah tak tahan lagi dan akan memukul ibu. Tapi Ibu tak menghidar, ia menyuruh ayah memukulnya saja, hiduplah dengan perempuan yang melahirkan perempuan itu.
Hae Joo mendengar pertengkaran mereka dari luar, tentu saja ia mendengar bagian terakhirnya, bahwa ia bukan anak kandung dari ibunya. Hae Joo menangis. Hong Chul keluar dari kamar dan melihat Hae Joo. Hae Joo kemudian berlari menjauh dari rumah.
Hong Chul mengejarnya. Hae Joo berhenti. Ia tertunduk lemah dan menangis. Ayah bertanya apa Hae Joo mendengar semuanya. Ayah mencari alasan, aklau itu karena ibu marah. Itu tidak benar, itu karena ibu berkata sesuka hatinya. Hae Joo terus menangis.
Hae Joo : ayah, aku tahu semuanya. Aku tahu aku bukan puterinya.
Ayah terkejut.
Hae Joo terus menangis : Itu sebabnya, Aku melakukan apapun yang aku bisa untuk menyenangkannya. Ayah, Siapa ibuku? Siapa ibuku yang sebenarnya?
-END-
Comment :
Huft, ini adalah episode yang menengangkan. Meski menurutku terlalu lama pencarianna, sampai setengah episode, mereka masih mencari Hae Joo dkk. Tapi tetap tidak menghilangkan ketegangan drama ini. Aku senang karena yang pertama di temukan adalah Hae Joo dan Chang Hee. Kalo sempat In hwa dan Kang San, pasto orang tuanya ngebet banged kapalnya di balik. HAHAHHA.
Aku sedikit kesal pada Geum hee. Aku tahu kalau dia sangat mengkhawatirkan In Hwa. Tapi dia tega menampar anak yang masih SD. Ck. Badan hae Joo memang gede sih, dia kuta, tapi tetap aja dia masih anak SD. Lagi pula, apa karena Hae Joo menyetir artinya dia salah? Karena dia yang menyetir, semua kesalahan ada padanya? Aku berharapa In hwa akan membelanya kalau sudah sadar nanti.
Aku menyukai kedatangan Lee Bong Hee di episode ini. Rasanya menyegarkan ada yang bisa bikin ketawa. Dia pribadi yang ceria dan terbuka sepertinya. Dan aku rasa dia bakal cemburu sama Hae Joo nantinya, karena Hae Joo dekat sama Jung Woo. Heehehehe. Ada kemungkinan mereka nantinya akan menikah, lucu juga ya, tapi kasihan Jung Woo-nya.
Dan aku suka kepintarannya, ia akan berbeda saat serius dan tidak serius. Sepertinya dia bukan orang yang akan mudah terpengaruh, Aku takut aja kalau dia jatuh ke tangan Do Hyun.
Beberapa waktu yang lalu ada yang nanya sama aku, siapa pemeran utama pria dalam drama ini. Tentu aku jawab Kang San. Tapi karena dia bilang di koreandrama.org pemeran utamanya Chang Hee, aku jadi ragu. Aku nggak ngecek ulang sih, tapi kalau aku perhatikan memang ada kemungkinan kalau Jae Hee pemeran utama prianya. Dilihat dari poster di setiap akhir episode, saat lagu ending, kan wajah Jae Hee duluan, baru Han Ji Hye dan baru Kim Jae Won. Tapi dari data2 sih katanya Kim Jae Won. Dan tentu saja aku juga menginginkan Kang San jadian saama Hae Joo. Soalnya nanti katanya In Hwa kesal karena Kang San suka sama Hae Joo, makanya dia merebut Chang Hee yang di sukai Hae Joo. Padahal aku berharap kalau In Hwa dan Hae Joo tetap jadi sahabat.
Chukkhae buat May Queen! Karena di Epsiode 8 berhasil meraih rating 15,7% AGB. Drama ini dan 16,2% TNmS. Episode 9 kita akan say goodbye paca child cast, hikz, padahal aku baru recap sampai episode 4, hhahhaha.
Tapi waktu melihat preview episode 9, aku ketawa-ketawa sendiri lihat adult cast-nya^^
created by Hazuki Airin@Clover Blossoms
.



































































moga-moga jae hee yg jadi pemeran utama prianya...aku ngefans sekali ama jae hee oppa,,setelah menonton sassy girl chun hyang dulu...sassy girl chun hyang adl drama terbaik sepanjang massa..hehehehe...berharap rating drma may queen tinggi teruusss..^^
BalasHapus