ATTENTION!!!!

Di Mohon Untuk Tidak meng-COPAS tulisan di blog ini!!!
Tapi,
Bagi yang ingin mengambil tulisan di Blog ini, harap menyertakan LINK HIDUP di bawah postingan yang kalian ambil dari Blog ini!!!
Baik itu nantinya postingannya akan kalian ubah ataupun kalian rapikan.
Tolong hargai penulis dan sesama blogger...
Gomawo^^

Rabu, 12 September 2012

[Sinopsis] May Queen Episode 5

Photobucket
Drama ini semakin menegangkan!
Mulai dari sini akan makin sulit bagi Hae Joo, Chang Hee dan Kang San.

Episode 5

Photobucket
Hae Joo berlari menjauhi rumah di susul Ayahnya setelah mendengar kalau ia bukan anak kandung ibu. Ia sudah tahu sejak lama, tapi berusaha mengingkarinya. Hae Joo terduduk lemas di tanah. Ia menangis. Hae Joo mengatakan ia sudah tahu kalau ibu bukan ibu kandingnya. Itu sebabnya ia mencoba melakukan yang terbaik untuk menyenangkannya. Hae Joo menangis terisak. Hae Joo : Ayah, siapa ibuku yang sebenarnya? Siapa ibu kandungku?

Photobucket
Ayah bangkit, kau ini bicara apa? Ibumu adalah ibumu, apa bedanya dengan ibu kandung. Ibu begitu hanya karena dia marah.
Tae Hae Joo berkata ia tahu sejak ia masih kecil. Orang-orang bilang wajahnya tak sama seperti ibu. Apalagi ibu selalu membencinya. Tidak seperti Sang Tae dan Young Joo. Hae Joo terus menangis. Ayah tak tahu harus bagaimana akhirnya berteriak, bukan seperti itu. Jika kau bicara kemiripan, maka kau dan aku juga tidak mirip. Jadi kau mau bilang kau bukan putriku juga?
Alasan yang bagus, meski itu benar, Hae Joo tak tahu. Tapi ia tak mau berfikir begitu, karena yang ia tahu ia anak kandung ayahnya. Hae Joo sedikit tenang. Ayah menasehatinya, apapun kata orang Hae Joo tetap anaknya. Jika Hae Joo anaknya, maka ia juga anak ibu.
HAe Joo akhirnya mengerti. Ayah berkata jika Hae Joo berfikir begitu maka hatinya juga sakit. Hae Joo minta maaf dan ia menangis lagi. Hong Chul lalu memeluk erat puterinya.

Photobucket
Di rumah sakit, Geum Hee masih menunggu In Hwa sadar.

PhotobucketPhotobucket
Chang Hee dan Ayahnya pulang ke rumah. Il Moon sudah ada di sana dan langsung memukul Chang Hee dan menendangnya. Hikz. Gi Chul mencoba menghentikan Il Moon. Il Moon berkata adiknya belum sadar tapi Chang Hee sudah berani berjalan dengan kedua kakinya. Harusnya Chang Hee menyeret In Hwa pulang dan tidak membiarkannya naik kapal. Gi Chul terus berusaha menghentikan Chang Hee karena ini bukan sepenuhnya salah Chang Hee. Gi Chul berusaha minta maaf. Il Moon kesal dan mengancam Chang Hee, jika terjadi sesuatu pada In Hwa maka Chang Hee akan mati. Chang hee kesakitan, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Ayahnya berusaha membantu, tapi ia menepis tangan ayahnya dengan kesal.

Photobucket
Malamnya Hae Joo tidak bisa tidur di luar. Ia pun duduk di meja luar dan memandangi bintang. Ibu bangun dan melihat Hae Joo diluar. Ia pun menutup pintu kamarnya lagi.

Photobucket
Chang hee menuju tempat rahasia dan di sana sudah ada Hae Joo. Mereka duduk menikmati pemandangan dan ngobrol. Hae Joo bertanya tentang ibu Chang hee, ia tidak melihatnya di rumah sakit kemarin. Chang Hee menunduk dan berkata ia tidak punya ibu. Chang Hee berkata ibunya pergi meninggalkan ayah dan dirinya. Ia bahkan tak pernah melihat wajahnya.
Hae Joo berkata mereka sama, membuat Chang hee terkejut. Hae Joo mengatakan kalau ibunya bukan ibu kandungnya. Ia juga tidak pernah melihat ibu kandungnya. Chang Hee menebak, apa ibumu memperlakukanmu dengan buruk atau kau mencoba menenangkan hatinya karena dia bukan ibu kandungmu? Hae Joo mengiyakan pilihan yang kedua, saat ini aku takut ibuku berkata 'kau bukan putriku'.

PhotobucketPhotobucket
Hae Joo : Aku ingin tahu orang seperti apa ibu kandungku tapi, Aku juga ketakutan jika Ia datang mencariku. Jika itu terjadi, Aku akan terpisah dari ayahku. Jika aku harus berpisah dengan ayah, aku tidak percaya diri menghadapi dunia ini. Tapi ini rahasia. Karena ini akan menyakiti ayah jika dia mengetahui soal ini.
Chang Hee tersenyum dan mengerti. Ia mengatakan kalau apa yang ia katakan juga rahasia. Mereka membuat janji dengan jari kelingking dan bersalaman sebagai copy-nya. Chang Hee mengatakan tangan Hae Joo hangat. Hae Joo mengatakan tangan Chang Hee dingin. Chang Hee berkata itu karena hatinya dingin. Hae Joo tidak setuju dan berkata ayahnya tangannya juga dingin, tapi hatinya sangat hangat. Seperti Oppa.
Chang hee tersenyum. Hae Joo melepaskan tangannya dan memandangi galangan kapal. Chang hee terus memandangi Hae Joo hingga membuat Hae Joo gugup saat meliriknya. Tapi kemudian mereka tersenyum.

Photobucket
HAe Joo datang ke rumah sakit untuk menjenguk In Hwa. Pintu kamar sedikit terbuka dan Hae Joo bisa melihat ke dalam. Do Hyun, Geum Hee dan Il Moon sedang menunggu In Hwa sadar. Do Hyun menyuruh Geum Hee tidur, karena sudah 2 hari ia tak tidur. Tapi Geum Hee menolak, In Hwa bahkan belum siuman, bagaimana ia bisa tidur. HAe Joo merasa tak enak dan akan meninggalkan mereka saat In hwa sadar. Geum Hee sangat senang melihat puterinya sudah sadar. In Hwa malah berkata pada ibunya kalau ia mau makan pizza, Hehhehhe. HAe Joo tersenyum lega karena In hwa baik-baik saja. Do Hyun menyuruh Il Moon memanggil dokter.

Photobucket
Il Moon keluar dan melihat Hae Joo di sana. Hae Joo bertanya apa In Hwa baik-baik saja. Il Moon kesal karena HAe Joo lah penyebab semuanya, masih berani datang. Do Hyun keluar dan menyuruh Il Moon segera memanggil dokter. Ill Moon pergi. DoHyun melihat Hae Joo menyapanya. Hae Joo mengatakan ia ingin menjenguk In Hwa. Do Hyun berkata Hae Joo tak usah bertemu In Hwa, tapi Ia yang akan menemui ayah Hae Joo. Hae Joo terkejut tapi tak mengerti maksudnya.

Photobucket
Do Hyun menutup pintu dan masuk kembali ke kamar. Ibu bertanya siapa yang datang. Do Hyun menjawab itu Hae Joo. In Hwa senang Hae Joo datang, apalagi semuanya selamat, termasuk Kang San. In Hwa minta ayahnya menyuruh Hae Joo masuk. Tapi ibu berkata agar In Hwa tak usah bertemu Hae Joo lagi. Dia memang anak aneh sejak awal. aku sudah menyuruhnya tak usah datang, memikirkannya saja membuatku muak.
Do Hyun berkata Geum hee jangan kahwatir, ia akan menemui ayah anak itu dan membuatnya membayar semua. Tapi In Hwa menolak, dia mengatakan dia yang melakukannya. Kapal milik ayah, aku menyuruh mereka naik karena aku ingin pamer. Ayah dan ibu terkejut.

PhotobucketPhotobucket
In Hwa : Kuncinya tinggal di dalam, jadi aku menyalakannya. Lalu kapalnya bergerak.
Tapi ibu masih tak yakin, bagaimana kau bisa mengendarainya?
In Hwa : Aku terdiam ketika kapalnya berderum, jadi Hae Joo mengambil alih kendalinya.
Ayah berkata tetap saja Hae Joo yang mengendarainya.
Tapi In Hwa membela Hae Joo, Tapi Hae Joo menyelamatkanku. Aku hampir mati karena kebanyakan minum air laut, tapi dia menyelamatkanku.
Ayah dan ibu saling pandang. Tapi sepertinya In Hwa mulai berakting kalau kepalanya sakit dan ia memegang kepalanya. Ibu sangat khawatir dan menyuruh segera memanggil dokter. Hehehhe, aku suka In Hwa kalau dia jadi baik^^.

PhotobucketPhotobucket
In Hwa bertanya lagi, Apa yang ayah lakukan pada kapalnya, harganya mahal.
Do Hyun berkata kalau kapal bukan masalahnya sekarang.Aku akan menukarkan 100 buah kapal demi dirimu. Lalu dokter datang dan segera akan menyuntik In Hwa. In HWa kaget, aku akan disuntik? Tidak, aku tak mau, aku tidak sakit sama sekali. In Hwa melepaskan pengangannya di kepala dan ayah dan ibunya slaing pandang. Hehehhe.

Photobucket
Hae Joo pulang ke rumah dengan takut-takut. Ibu sedang menyirir Young Joo dan menyinggung Hae Joo, kau pergi setelah sarapan, apa kau menabrakkan pesawat sekarang? Kau gembira karena sekarang libur?
Hae Joo mencoba minta maaf, ia pergi karena ingin ke suatu tempat. Ia bertanya apa ibu sudah makan siang. Ibu marah-marah, apa kau pikir aku akan kelaparan selagi menunggumu?
Hae Joo bertanya pada Young Joo. Young Joo dengan cute menjawab kalau dia sudah makan siang. Ibu menyuruh Hae Joo segera masuk saja kedalam.

PhotobucketPhotobucket
Hae Joo masuk dan melihat ada yang tertutup serbet di atas meja, awalnya aku megira itu makan siang Hae Joo. Saat membukanya kita bisa melihat itu kentang. Hikz. Ibu berteriak dari luar, Ia menyuruh Hae Joo segera makan dan bagikan sedikit pada tetangga, karena mereka sudah kehabisan tepung. Meski begitu, Hae Joo sangat senang, setidaknya ibu memasakkan kentang rebus untuknya. Ia makan sambil tersenyum.

Photobucket
Bong Hee dan Jung Woo sedang di perkebunan pir mendengarkan keluhan petani karena banyak pohon pir yang mati akhir-akhir ini. Bong Hee mengambil tanah sebagai sampel dan menciumnya. Ia bertanya kapan terakhir kali petani menyemprotkan pestisida. Petani mengatakan sudah lama, karena akhir-akhir ini angin kencang mereka tidak melakukannya. Bong Hee mendekati pohon dan menggeli akarnya. Jung Woo berkata akarnya bahkan busuk. Bong Hee berkata mereka memerlukan analisis kimia untuk hal ini.

Photobucket
Dalam perjalanan pulang, Bong Hee bertanya apa Jung Woo tak punya kentang atau ketimun? Ia perlu itu untuk facial. HAHHAHA.
Kebetulan Hae Joo bertemu dengan mereka sambil membawa kentangnya. Hae Joo berkata sudah lama ia tak melihat ajusshi, ia merindukannya. Jung Woo menanggapinya dengan senyum, wah, kita sama. Aku juga merindukan Hae Joo.
Bong Hee sedikit curiga, siapa anak ini?
Jung Woo memperkenalkan Hae Joo adalah anak yang tinggal di depan rumahnya, ia memperkenalkan Bong Hee sebagai temannya.
Bong Hee berkata pada Jung Woo, Hey, bodoh, ini sebabnya kau tidak bisa menikah dan masih melajang. Dapatkan seorang wanita muda daripada anak kecil seperti dirinya.
Hae Joo berkata, Aku juga seorang wanita !
Bong Hee tertawa, Wanita apanya.

Photobucket
Hae Joo kesal, ajumma kau terlihat seperti ayam betina tua. Bong Hee terkejut dengan keberanian Hae Joo. Jung Woo tak bisa menahan tawanya. Bong Hee marah, bagaimana kau bisa bicara begitu pada orang tua.
Hae Joo : Perkataan yang keluar darimu adalah batu, tapi kau berharap mendapatkan sutra sebagai balasan?
Bong Hee kesal dan marah. Jung Woo menjadi penengah mereka dan menyuruh mereka masuk ke rumah. Bong hee masih berteriak, kalau dia bukan ajumma.

Photobucket
Di dalam rumah Jung Woo, Bong hee mulai mencicipi kentang rebus Hae Joo. Hae Joo melarangnya makan karena ia membawanya untuk ajusshi. Bong hee kesal, bukankah aku sudah mengatakan kalau aku bukan ajumma.
Hae Joo berkata, kau belum menikah karena kau mencuri makanan orang kan?
Bong Hee kesal, apa-apaan anak ini? Kenapa ia terus-terusan ingin mengalahkan orang dewasa? Jika kau puteriku, maka kau akan hwack!!! sambil mencoma memukulnya.
Hae Joo berkata, kalau begitu dapatkan anak setelah kau menikah.
Bong hee menganga. Jung Woo hanya tersenyum dari tadi. Hae Joo bertanya apa pekerjaan ajumma ini. Jung Woo berkata dia ahli perminyakan.

Photobucket
Bong Hee terlihat lebih membusungkan dada. Hae Jo terkejut dan memandang curiga. Ia tak percaya, ajumma ini terlihat seperti orang yang kesulitan dalam pelajaran. HAHHAHHA. Bong hee tak bisa melawan lagi dan menyuruh Jung Woo mengusirnya. Jung Woo menepuk punggung Bong Hee menyuruhnya bersabar. Jung Woo menyuruh Hae Joo membawa tepung di dapur. Hae Joo berkata ia tak membutuhkannya, tapi Jung Woo memaksa, mengatakan ia juga tak membutuhkannya. Hae Joo berterima kasih, sebelum pergi ia mengingatkan Jung Woo agar tidak membiarkan Bong Hee memakan semua kentangnya. Bong Hee kesal dan berteriak lagi, hahhahaha.

Photobucket
Setelah Hae Joo pergi, Jung Woo bertanya, bukankah dia cantik?
Bong Hee masih kesal, cantik apanya, dia pasti pernah tersengat lebah, setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa menyengat. Jung Woo berkata itu karena dirinya membuatnya teringat Yoo Jin. Jika Yoo Jin hidup, maka dia pasti seumuran dengan Hae Joo. Bong Hee berkata, makanya cepat menikah dan punya seorang putri. Jung Woo bertanya, lalu bagaimana dengamu?
Bong hee menjawab ia akan menikah dengan minyak. HAHHAHA. Bong hee mengatakan kalau dia akan mengunjungi kakaknya, apa Jung Woo mau ikut. Jung Woo sepertinya tak berencana ikut. Bong Hee kesal, kenapa Jung Woo begitu membenci kakaknya, kakaknya menikah lagi karena dia janda.
Jung Woo marah : Bkukankah aku pernah bilang jangan mengungkitnya? Jika kau mengungkitnya maka pergilah tinggal bersamanya.

Photobucket
In Hwa sedang tidur dan diselimuti ibunya. Ibu berkata pada Do Hyun kalau ia merasa bersalah pada Hae Joo. Ia tak tahu kalau Hae Joo menyelamatkan In Hwa ia bahkan memukulnya. Do Hyun berfikir.

PhotobucketPhotobucket
Dan kita menuju saat In Hwa sudah sehat kembali, di rumah Do Hyun di adakan pesta barbeque dengan mengundang 3 keluarga, keluarga Hae Joo, Chang hee dan Kang San. In Hwa dan ayahnya sedang memandang daging. Hong Chul memperhatikan ke akraban mereka, lalu padangannya beralih ke Hae Joo yang menikmati makanan dan Geum hee yang tersenyum ke arah In Hwa dan Do Hyun. Hong Chul membayangkan kalau yang bercanda dengan Do Hyun adalah Hae Joo. Ia tersenyum. Lalu lamunannya pecah saat ibu menyuruhnya untuk makan.

PhotobucketPhotobucket
In Hwa membawakan makanan untuk Kakek Kang, ia bertanya apa ia kelihatan cantik. Tentu kakek menjawab kalau In Hwa kelihatan cantik. In hwa berkata suatu hari nanti ia akan menikan dengan Kang San, bagaimana menurut kakek kalau dia menjadi menantu kakek. Kakek memandangi Kang San. Kang San batuk-batuk. Kakek Kang tertawa. Ibu berkata seorang gadis tidak boleh mengatakan hal itu secara terang-terangan. Meskipun hanya candaan. In Hwa berkata ia tidak bercanda. San Oppa adalah milikku. Dia celupan pertamaku. Kang San ternganga mendengar perkataan In Hwa. LOL.

Photobucket
In Hwa duduk di samping Kang San. Ia berkata ia tak peduli jika harus bertunangan dengan Kang San lebih dulu. Kang San memukul kepalanya, bertunangan apa? In Hwa berkata dalam drama sejarah, wanita menikah saat seumuran dengannya (13th). Ayah, Geum Hee dan kakek tertawa. Hae Joo yang duduk di samping In Hwa berbisik, hey, bagaimana bisa ayah Kang San sudah sangat tua? In Hwa terkejut karena Hae joo tak tahu, itu bukan ayahnya, tapi kakeknya. Presdir Perusahaan Perkapalan Hae Poong. Dan Hae Joo sangat terkejut. Apa dia presdir dari perusahaan pembuatan kapal yang besar itu? Hae Joo kagum dan berkata WOW. Ia memandangi kakek dan Kang San. HAHHAHA.

PhotobucketPhotobucket
Geum hee mengajak keluarga Chun bicara, ia berkata kalau aku dengar anak kalian satu kelas dengan Il Moon, dia kelihatan pintar. Lalu kita melihat bagaimana Sang Tae makan dengan lahapnya. HAHHAHAHHHA. Dal Soon dan Hong Chul hanya tersenyum. Il Moon berkata, ibu dia rangking terakhir di kelasku. Geum hee terkejut. Dal Soon dan Hong Chul saling pandang. Kang San angkat bicara, yang terakhir itu aku, aku!
Semua tertawa. Kakek berkata, apa yang terakhir itu sesuatu yang bisa di banggakan.
In Hwa bicara, aneh sekali, Hae Joo selalu dapat peringkat sepuluh besar di kelas kami. Tapi Oppa-nya tidak. Kalian tidak sama. Dal Soon melihat Hae Joo dengan kesal. Hong Chul bicara, ia juga pusing dengan Sang Tae, ia bahkan punya kamar sendiri untuk belajar, tapi tetap saja dia tidak pandai. Sungguh aku tak tahu dia mau jadi apa nanti.
Dal Soon tampak sangat kesal dan memandangi Hong Chul.
Sang Tae sama sekali tak peduli dengan hal itu, yang penting baginya adalah MAKAN. LOL.
Do HYun mendekati Kakek dan mengajaknya bicara di ruang kerjanya.

PhotobucketPhotobucket
Mereka masuk ke sana dan membicarakan In Hwa yang menyukai San, Do Hyun berkata sepertinya tidak masalah jika mereka berbesan di masa depan. Tapi Kakek berkata, jujur saja kau ingin masuk ke dalam keluargaku bukan? Kau pikir aku tak tahu kalau kau ingin menelan perusahaan Hae Poong setelah aku mati?
Kakek melihat-lihat koleksi buku Do Hyun. Ia melihat buku Fermat's Last Theorem dan ingin meminjamnya. Do HYun bertanya kenapa ia ingin membaca buku matematika?
Kakek berkata bukan dirinya, tapi San. Tapi Do Hyun ragu, ini bukan buku matematika untuk anak-anak. Kakek kesal, kalau begitu ia tak jadi pinjam.
Lalu topik mereka berubah ke masalah kebun pir. Ia ingin kakek mengizinkannya mengambil perkebunan pir itu. Kakek mengerti, rupanya ini intinya. Kakek menolak, ia tak akan memberikannya. Do Hyun berkata, jadi itu sebabnya kau melihatkan adik Hak Soo, JUng Woo? Aku tak ingin menyakitimu karena kau sudah ku anggap sebagai guru. Kenapa kau tidak mundur sekarang?
Mereka beradu mulut lagi. Intinya, Do Hyun ingin Kakek mundur. Kakek kesal dan menyiramnya dengan anggur di gelasnya. Ia tak akan menyerah. Ok, Do Hyun terlihat sangat kesal. Tapi sepertinya ia punya rencana.
(kenapa aku khawatir dengan buku itu ya?).

Photobucket
Kakek kembali ke tempat pesta dan mengajak Kang San pulang. Kang San awalnya menolak, In Hwa juga menahannya. Tapi kakek menyeretnya. Di dekat mobil kakek, San bertanya apa terjadi sesuatu antara kakek dan presdir Jang? Kenapa kakek merusak suasana? Kakek berkata, tunggu saat kau besar nanti, jika kau tidak menegakkan kepala, kau akan mati.
Kang San masih bingung, tapi ia menuruti kakeknya.

PhotobucketPhotobucket
Kembali ke lokasi makan bersama, Geum Hee memuji Hae Joo membuat ibu bertambah kesal. Geum hee berkata ibu pasti senang punya puteri seperti Hae Joo. Ibu berkata coba saja kau ada di posisiku, apa kau masih bisa bicara begitu. Geum Hee heran. Ibu kesal dan menyuruh Hae Joo berhenti makan dan menjaga Young Joo yang sudah tidur.

PhotobucketPhotobucket
Hae Joo mengerti. Chang Hee menghalanginya, lagian Young Joo sudah besar, tak perlu di panggul agar bisa tidur. Dan Hae Joo juga masih anak-anak. Dal Soon kesal, itu bukan urusanmu. Hae Joo mengatakan ia tak apa-apa, ia akan memanggulnya. Geum hee berkata tak usah, ia memanggil pembantu mereka untuk membawa Young Joo ke kamarnya. Hong Chul menolak, tidak usah. Ia menyuruh Sang Tae yang memanggul Young Joo. Dal Soon makin kesal karena semuanya membela Hae Joo, bukankah Hae Joo mengatakan ia akan melakukannya!
In Hwa angkat bicara, ajumma kau aneh sekali. Kau bahkan tak pernah membawakan makan siang untuk Hae Joo. Dia selalu makan makanan yang sama tiap hari. Hae Joo menunduk. Dal Soon sangat kesal. In Hwa bertanya lagi, Apa kau ibu tiri?
Geum hee menghentikan In Hwa.

PhotobucketPhotobucket
Dal Soon berkata, ibu tiri? Bagus sekali, aku dan perempuan ini.....
Belum sempat ibu melanjutkan, Gi Chul membentak meja, apa yang kau lakukan?
Gi Chul takut kalau semuanya tahu Hae Joo anak tiri Dal Soon. Il moon heran, apa yang kau lakuakn ajusshi?
Gi Chul gagap, ia hanya berfikir kalau ibu Hae Joo tak sopan. Hong Chul melihat ke arah Gi Chul, sepertinya ia tahu mengapa Gi Chul bersikap begitu. Dal Soon kembali protes, mengapa semuanya berfikir kalau dirinya yang salah. Ia mulai berteriak marah kalau Hae Joo membuatnya seperti ibu yang buruk, bahkan mengatakan pada semua orang kalau dirinya tak pernah memasak untuk Hae Joo. Hong Chul kesal, wajar jika orang memuji puterimu, mengapa kau begini?

Photobucket
Suasana benar-benar menjadi tak enak dan sangat buruk. Dal Soon terus-terusan mengomel mengatakan dirinya dulu tak seperti ini sebelum bertemu dengannya dan bla bla bla. Saat Dal Soon mengungkin nama Hae Joo, Hong Chul kehilangan kesabaran dan menghempaskan gelas. Semuanya terkejut. Hae Joo mendekati mereka dan menyruhnya berhenti. Dal Soom masih marah, kau ingin memukul seorang perempuan yang mengandung anakmu?!
Young Joo terbangun dan menangis melihat ayah dan ibunya bertengkar lagi. Hae Joo sangat sedih. Dan semuanya menghela nafas mendengar pertengkaran itu.

Photobucket
Gi Chul menarik Hong Chul ke rumahnya, untuk apa kau datang kemari hah? Kau tidak berfikir yang aneh-aneh kan?
Hong Chul penasaran dan bertanya, Hae Joo-ku, apa dia kembar?
Gi Chul tak mengerti apa maksudnya. Hong Chul bingung, In Hwa dan Hae Joo, usia mereka sama. Lalu kenapa kau membuang yang satu dan menyelamatkan yang lain? Gi Chul gugup. Hong Chul berkata dia sangat sesak. Sebenarnya apa yang terjadi?
Chang Hee masuk dan mengatakan pada ayahnya kalau Ibu Hae Joo membawa Sang Tae dan Young Joo pulang.

Photobucket
Sementara itu Hae Joo di rumah In Hwa. Hae Joo minta maaf pada Geum Hee, padahal Geum Hee sudah membuat makanan enak, tapi Keluarganya malah membuat suasana jadi buruk. Tapi Hae Joo tetap membela ibunya.
Geum Hee lalu mengeluarkan baju, ia membelinya untuk minta maaf pada Hae Joo. Hae Joo terkejut, Geum Hee tak perlu membelinya. Tapi Hae Joo ingin mencobanya sekali. Hae Joo memakainya disana dan minta Geum Hee mengancingkannya. Luka bakar Hae Joo di lehernya terlihat, namun belum sempat Geum Hee melihatnya, Hong Chul masuk. Hae Joo minta pendapat ayahnya. Tentu ayahnya mengatakan kalau Hae Joo cantik. Hae Joo berterima kasih pada Geum Hee. Hong Chul melihat Hae Joo dengan sedih.

Photobucket
Di rumah, ibu menyuruh Hae Joo melepaskan baju pemberian Geum Hee dan menyuruhnya keluar dan tinggal di rumah In Hwa saja. Ayah marah lagi, ada apa dengan ibu sebenarnya, kenapa dia menyuruh Hae Joo membuka bajunya. Ibu berkata dia akan menjual baju itu. Ia juga kesal pada Hong Chul yang tidak membela saat istri dan anaknya di jelek-jelekkan di sana. Hong Chul tak tahan lagi, Tolong hentikan sekarang!!!!!

Photobucket
Ibu : Oh ya ampun ... bayiku mungkin akan keluar. Benar. Kau semakin sering membentak dan memukulku sekarang. Salah siapa aku hidup begini sekarang? Beraninya kau meninggikan suaramu! Saat aku masih muda, aku terkenal di Incheon. Apa ini? Jika aku pergi keluar dengan baju seperti ini, kepala semua pria dijalan akan berpaling ... dan menatapku! Bagaimana bisa aku tidak sehebat perempuan kaya itu? kau yang membuatku jadi seperti ini!
Hong Chul tak kuat bertengkar lagi : Baik, semua ini salahku. Jadi berhenti mempelakukan Hae Joo begini. Dengan Hae Joo... Aku hanya ingin, Aku ingin hidup dengannya!

Photobucket
Ayah menangis. Hae Joo menyuruhnya jangan begitu. Lagi pula ia tidak membutuhkan baju itu. Jadi jangan menangis.
Hong Chul menyalahkan dirinya sendiri, karena ia Hae Joo jadi menderita.
Ayah terkatuh kemas dan mengatakan kalau begini ia mati saja. Hae Joo terus menghentikannya agar tidak menangis. Mereka menangis bersama. Sedangkan ibu sama sekali tak merasa bersalah dan meninggalkan mereka berdua. Ck.

Photobucket
Malamnya, Hong Chul melihat Hae Joo yang tertidur. Ia ingat bagaimana Geum hee memperlakukan In Hwa dengan baik. Sedangkan Hae Joo harus menghadapi betapa kerasnya kehidupan. Ia juga ingat bagaimana Hae Joo sangat senang mecoba baju yang bagus. Ingat bagaimana Dal Soon memperlakukan Hae Joo dengan buruk. Dan saat Hae Joo menangis mengatakan kalau ia mencoba menenangkan hati ibunya dengan melakukan banyak hal dan saat HAe Joo bertanya siapa ibu kandungnya.
Hong Chul menangis dan memikirkan sesuatu.

Photobucket
Hong Chul masuk ke dalam gudang dan melihat baju yang di pakai Yoo Jin kecil.

Photobucket
Esoknya ia perusahaan minyak Do Hyun sambil membawa baju itu dan minta bertemu dengan Do Hyun.

Photobucket
Do Hyun sedang bertemu dengan Jung Woo. Jung Woo jelas tak menyukai DoHyun dan minta agar Do Hyun jangan menyentuh perkebunan pir yang diberikan kakaknya pada rakyat. Tapi Do Hyun berkata ia mengambilnya untuk mewujudkan mimpi kakak Jung Woo. Jung Woo muak mendengar kata-kata Do Hyun dan minta Do Hyun jangan bicara omong kosong tentang mimpi kakaknya. Jung Woo juga bicara mengenai kesalahan Do Hyun pada kakaknya di masa lalu. Selama ia disini, maka Do Hyun tak akan mendapatkan perkebunan itu sedikitpun. Jika lau Do Hyun tetap ingin membelinya, maka bayar dengan jumlah yang benar.

Photobucket
Hong Chul dalam perjalanan bertemu Do Hyun dan heran melihat Jung Woo ada di sana. Tapi Jung Woo keburu naik lift sebelum ia sempat menyapanya. Hong Chul bertemu dengan Do Hyun. Hong Chul gugup, tapi akhirnya ia berkata kalau dulu presdir pernah kehilangan putrinya di laut. Hong Chul memastikan, namanya Yoo Jin, 11 tahun lalu.
Do Hyun berkata kalau Yoo Jin tak hilang, tapi meninggal. Hong Chul mengeluarkan baju Yoo Jin kecil dan bertanya apa Do Hyun ingat. Do Hyun terkejut, tapi ia berusaha tenang dan mengatakan ini pertama kalinya ia melihat baju itu.
Hong Chul minta Do Hyun memperhatikan dengan baik. tapi Do Hyun berkata bukan. (Waktu itu Do Hyun memang nggak melihat Yoo Jin sih).
Hong Chul masih tidak yakin, dia ingin menunjukkan pada Geum Hee tapi Do Hyun marah, bayi mereka meninggal, bahkan mereka menemukan jenazahnya.
Hong Chul kaget. Do Hyun berkata kalau istrinya sangat sulit melupakan bayi itu, dari mana Hong Chul mendapatkan baju itu dan untuk apa ia membuka luka lama mereka.
Hong Chul terdiam. Ia berfikir dan segera memasukkan baju itu ke kotak dan pergi. Sementara Do Hyun masih terkejut, tangannya gemetaran.
Di luar, Hong Chul bingung. Sementara Do Hyun menyruh sekretarisnya memanggil Gi Chul.

Photobucket
Do Hyun menemui Gi Chul yang sedang mengurus perkebunan pir. Ia membawa Gi Chul ke dekat laut. Gi Chul takut-takut dan mengatakan kalau pekerjaannya bagus hari ini. Do Hyun tak peduli itu, ia bertanya orang seperti apa Hong Chul, hari ini dia datang mencarinya dan bertanya tentang Yoo Jin. Gi Chul kaget. Do Hyun bertanya apa anak itu masih hidup. Gi Chul menjawab kalau anak itu sudah mati. Do Hyun kesal dan memukul Gi Chul. Ia bahkan menendangnya hingga jatuh ke laut dan menenggelampak kepala Gi Chul ke air laut sambil terus bertanya apa anak itu masih hidup. Gi Chul terus menjawab kalau anak itu sudah mati.

Photobucket
Bahkan sampai terakhirpun, Gi Chul tetap mengatakan anak itu sudah mati karena ia melihatnya sendiri. Do Hyun minta Gi Chul menjelaskan kenapa baju Yoo Jin ada pada Hong Chul. Do Hyun memaksanya bicara, akhirnya Gi Chul bicara tapi ia berbohong, mengatakan aklau ia tak bisa membunuh anak itu sendirian makanya ia mengajak Hong Chul. Hong Chul lah yang sudah membunuh anak itu. Ia melihatnya sendiri, namun sepertinya Hong Chul berubah pikiran dan menyimpan baju itu. Karena Hong Chul punya banyak hutang, makanya ia mengancam presdir. Presdir percaya, tapi ia harus memastikan langsung dan minta Gi Chul membawa Hong Chul padanya. Gi Chul beneran bingung.

Photobucket
Gi Chul dalam perjalanan pulang. Di tengah jalan ia ingat kata-kata Do Hyun yang memperingatkannya, jika Hong Chul menemui Geum Hee dan terjadi hal yang buruh, maka Gi Chul tahu apa yang akan ia lakukan. Gi Chul gemetar ketakutan karena Chang Hee dalam bahaya. Tapi kita juga bisa melihat sebesar apa dendamnya pada Do Hyun yang terus mengancam anaknya.

Photobucket
Bong Hee bertemu Geum Hee. Geum Hee sedikit merajuk karena sudah seminggu Bong Hee datang tapi baru menemuinya sekarang. Geum Hee tanya dimana Bong hee tinggal. Bong Hee berkata di rumah teman prianya. Geum Hee penasaran siapa dia. Bong Hee mengatakan jika pria itu pacarnya, maka ia pasti tak akan datang ke rumah Geum Hee karena sibuk bermesraan dengan pacarnya. Geum Hee tahu itu akan terjadi dan akan menyiapkan kencan buta untuk Bong Hee. Bong Hee menolak. Geum hee berkata kalau Bong Hee sudah tidak muda lagi, orang seperti apa yang Bong Hee inginkan. Bong Hee menjawab ia ingin pria seperti kakak iparnya (sifatnya atau wajahnya? HAHAHAHA).
Geum Hee terkejut dan kembali teringat mantan suaminya.

Photobucket
Chang Hee keluar dari sekolah saat Kang San memeluknya dari belakang. Chang Hee bertanya kemana saja Kang San tadi. Kang San berkata ia bosan jadi ia tidur di taman. Lalu Hae Joo datang menemui mereka. Kang San berkata, Hey tukang las, apa kau sedang menunggu orrabuni?
(Hehehhehe, Kang San = Orrabuni, Chang Hee = oppa).
Hae Joo menjawab benar sekali. Kang San terkejut, tapi ia merasa senang. Hae Joo berkata pada Chang hee ia perlu bicara dengan pembohong ini, ia menarik Kang San dan meninggalkan Chang Hee.

Photobucket
Hae Joo menarik Kang San dan menyuruhnya menunjukkan jalan ke Galangan kapal. Ia heran kenapa Kang San berbohong padanya kalau ia adalah cucu pemilik Galangan kapal itu. Kang San berkata ia tidak bermaksud berbohong. Kenapa? apa aku terlihat berbeda di matamu sekarang?
Hae Joo tertawa pahit dan memukul Kang San seperti biasa. Kang San protes, gadis macam apa yang memukul sekuat ini?!
Hae Joo mengeluh, jika Kang San mengatakannya dari awal, ia tak perlu melihat Galangan kapal dari jauh.
Kang San tak mengerti. Hae Joo berkata ia akan melihat-lihat galangan kapal itu dan menarik Kang San untuk menunjukkan jalan.

PhotobucketPhotobucket
Mereka berjalan-jalan di sana dan Hae Joo sangat kagum. Ia melihat ke atas sambil menganga. Kang San tersenyum melihatnya. Mereka pergi dan Hae Joo tertarik untuk naik ke atas kapal. Kang San berkata bagaimana bisa mereka naik ke sana. Hae Joo melihat lift pekerja dan berkata mereka bisa naik dengan itu. Akhirnya Kang San membiarkan Hae Joo naik. Hae Joo heran, kenapa cuma aku sendiri? apa kau takut ketinggian?

PhotobucketPhotobucket
HAHHAHHAH. Dan sepertinya memang begitu, Kang San sih mengatakan ia tidak takut. Tapi saat mereka naik, kelihatan sekali kalau ia takut. Hae Joo terpesona saat ia sudah berada di atas dan melihat kesekeliling dekat tepi kapal. Ia menyuruh Kang San medekat, tapi Kang San terlalu takut untuk itu. Hae Joo kesal dan menariknya mendekati tepi kapal. Kang San ngos-ngosan. HAHHAHAH.
Hae Joo berkomentar, Kang San takut api, juga takut ketinggian, pria macam apa seperti itu?

Photobucket
Mereka kemudian jalan-jalan lagi. Pengetahuan kapal Kang San memang OK. Sayangnya dia takut akan hal-hal kecil. Ia menjelaskan tentang kapal pada Hae Joo. Hae Joo memuji pengetahuan KangSan, tapi tidak untuk tubuhnya yang tidak bekerja sama.
Kang San mengajak Hae Joo membuat perjanjian, Kang San akan mengajari Hae Joo semuanya tentang kapal dan Hae Joo harus mengajarinya mengelas dengan benar. Hae Joo setuju. Kang San minta mereka belajar sekarang. Tapi Hae Joo menolak karena dia harus memasak. Hae Joo kemudian pergi meninggalkan Kang San.

PhotobucketPhotobucket
Hae Joo pulang ke rumah dengan bahagia. Tapi ia terkejut karena di depan rumah ada penagih hutang. Hae Joo bersembunyi. Hae Joo kemudian pergi mencari ayahnya, namun salah seorang melihatnya.

Photobucket
Gi Chul bertemu dengan Hong Chul di tepi laut. Gi Chul menanyakan kalau Hong Chul menemui Do Hyun. Hong Chul mengiyakan, tapi sepertinya Hae Joo bukan putri Do Hyun. Hong Chul penasaran, jadi siapa orang tua Hae Joo? Hong Chul melihat wajah Gi Chul dan berkata lagi sepertinya ia tak perlu tahu. Hong Chul berjalan mendekati pinggir tebing.
Hong Chul terus berbicara tanpa tahu kalau Gi Chul punya niat jahat padanya.
Hong Chul : Aku tidak lagi merasa perlu tahu. Aku hanya mengkhayal sesaat. Aku tidak perlu tahu apapun soal orang tua kandungnya. Tak perduli apapun yang dikatakan orang, Hae Joo adalah putriku. di kapal yang melaju cepat kami berdua, hingga aku mati akan hidup bahagia bersamanya.

Photobucket
Gi Chul semakin mendekatkan tangannya untuk mendorong Hong Chul ke jurang. meskipun tangannya gemetar, dan Hong Chul tak menyadarinya. Lalu suara Hae Joo mengagetkan mereka, Ajusshi!
Hong Chul dan Gi Chul berbalik. Hae Joo melihat ke arah mereka.

Photobucket
-END-

Comment :
Akhirnya Do Hyun tahu kalau Yoo Jin masih hidup. Tapi ia terprovokasi oleh pengakuan Gi Chul kalau anak itu sudah mati. Gi Chul serba salah. Ia berbohong agar keduanya selamat tentu saja, Hae Joo dan Chang Hee. aku kasihan padanya yang harus menjalani hidup seperti itu. Ia mungkin berfikir itu yang terbaik. Tapi aku juga penasaran, apa jadinya jika ia bicara jujur pada Hong Chul. Kalau kejadian sebenarnya seperti ini dan ini.

Photobucket
Sepertinya Jung Woo memang kesal pada Geum hee karena menikah lagi dengan Do Hyun. atau yang membuat kesal adalah, belum lama Hyung-nya meninggal, tapi Geum hee sudah menikah lagi. Atau ada alasan lain, karena dari dulu ia memang tidak menyukai Do Hyun. Aku harap ajusshi ini akan menjadi orang yang baik dan tetap hidup sampai drama ini berakhir. Aku menyukai kehangatan hatinya pada Hae Joo. Dan aku juga menyukai kalau Jung Woo nantinya akan bersama Bong Hee. Bong Hee mengatakan ia mneyukai pria yang mirip dengan Hak Soo. Ada dua hal yang aku fikirkan. Pertama, ia suka pria baik seperti Hak Soo, dilihat dari sifatnya. Kedua, ia menyukai pria yang mirip dengan Hak Soo, mungkin wajahnya, hahhha, yang artinya itu Jung Woo. Tapi ia tak bisa mengatakannya.
Kita jangan melupakan hubungan Hae Joo dan Bong Hee sepertinya akan akrab. Meski mereka akan lebih sering bertengkar jika bertemu.

Photobucket
AKKKH!!! Aku stress melihat tingkah Dal Soon, suer! Aku nggak sabar pengin melihatnya bersikap baik. Dia benar-benar menyebalkan. Seperti yang aku bilang dulu, dia mungkin kesal karena menganggap Hae Joo adalah anak suaminya dengan wanita lain. Tapi dia nggak boleh berkata kalau hidupnya menderita karena Hae Joo atau karena suaminya. Harusnya suami istri itu saling menyayangi dan berbagi. Jangan hanya menyalahkan. Lihat betapa baiknya Hae Joo dan Hong Chul padanya. Aku senang melihat Young Joo yang selalu terlihat imut meski menangis. Aku berharap saat besar ia akan menyayangi Hae Joo, tidak membuat Hae Joo kesulitan. Jangan meniru mamanya!


created by Hazuki Airin @ Clover Blossoms

.

1 komentar:

  1. baca sinopsisnya ajah dah emosi kelakuan Dal soon, gimana klo liat filmnya, mungkin dr layar dibejek-bejek rambutnya heheheh

    BalasHapus

Setelah membaca harap berikan komentar anda tentang postingan ini^^
Maaf tak bisa selalu membalas komentar, tapi semua komentar yang masuk aku baca kok :)