Episode 6
Hong Chul dan Gi Chul di tepi pantai, tepatnya di tepi jurang, saat Hong Chul menatap ke lautan luas dan Gi Chul akan mendorong Hong Chul ke laut. Hae Joo melihat mereka dan berkata, paman, apa yang kau lakukan? Ada apa dengan tanganmu?
Gi Chul kaget dengan kedatangan Hae Joo. Hong Chul Heran kenapa Hae Joo ada di sana dan mengajaknya pulang. Hae Joo menolak dan ingin makan di luar bersama ayahnya karena ia takut rentenir itu akan menemukan ayahnya. Hong Chul tak mengerti dan terus mengajak Hae Joo ke rumah. Dan mereka di kagetkan dengan kedatangan rentenir itu kesana. Hong Chul segera menyembunyikan Hae Joo di belakangnya.
Hong Chul panik dan berkata ia belum gajian. Penagih hutang itu tak mau tahu dan menyuruh anak buahnya membawa Hae Joo. Hae Joo di gendong dan berteriak. Hong Chul meminta mereka melepaskan Hae Joo. Penagih hutang itu memberikan nomor telponnya dan rekeningnya agar Hong Chul membayar hutang+bunganya minggu depan. Mereka melepaskan Hae Joo dan Hae Joo lari ke pelukan ayahnya. Salah seorang meminta bos-nya minta uang bensin, tapi Hong Chul tak punya uang. Gi Chul berniat membayarnya, tapi Bos-nya mengambil semua isi dompet Gi Chul. Sebelum pergi, para penagih hutang itu memperingatkan Hong Chul lagi, kalau ia punya waktu satu minggu.
Mereka bertiga berjalan pulang. Gi Chul bertanya kenapa Hong Chul bisa terlilit hutang. Hong Chul mengatakan saat ia mabuk, ia menabrak boat mereka. tapi ia harus membayar bungan diatas bunga. Hae Joo mengajak Gi Chul makan malam bersama di rumah mereka. Tapi Gi Chul menolak.
Gi Chul menemui Do Hyun yang marah kenapa Hong Chul tidak datang. Gi Chul mengatakan kalau HOng Chul tak mau datang, bagaimanapun ia menyuruhnya. Do Hyun bertanya, apa mau pria itu, uang?
Gi Chul menjawab mungkin begitu, ia datang karena hutang, jika Do Hyun memberinya uang mungkin Hong Chul akan meninggalkan Ulsan.
Tapi Do Hyun tak setuju, jika sekali memberi uang, maka mungkin Hong Chul akan datang lagi. Gi Chul meyakinkan Do Hyun akan hal itu. Do Hyun akhirnya setuju, tapi Gi Chul harus mempertanggungjawabkannya nanti jika terjadi sesuatu. Dan lagi, Do Hyun mengungkit Chang Hee yang pintar, dan seharusnya hidup berbeda dengan Gi Chul. Gi Chul ketakutan kalau Do Hyun akan menyentuh anaknya.
Hong Chul sedang galau di depan rumahnya dan di sapa oleh Jung Woo. Hong Chul kemudian penasaran akan sesuatu dan bicara dengan JUng Woo di rumahnya. Hong Chul menanyakan tentang Do Hyun yang kehilangan puterinya. Jung Woo mengatakan kalau itu bukan puterinya dan Hong Chul terkejut. Benar kalau puterinya meninggal, tapi itu bukan anak Jang Do Hyun, tapi anak isterinya. Hong Chul awalnya bingung tapi Jung woo memperjelas kalau Do Hyun menikah kedua kalinya dengan Geum Hee. Jung woo kemudian bertanya kenapa Hong Chul menanyakan hal itu. Hong Chul berkata bukan apa-apa.
Hong Chul keluar dari rumah Jung Woo dan berusaha memikirkannya dan sepertinya ia menemukan jawabannya.
Di rumah Jang, Geum Hee mengatakan kalau Bong Hee datang. Do Hyun protes kenapa Geum hee tak menyuruhnya menemuinya, ia ingin bicara dan merekarut Bong Hee. Geum Hee berkata harusnya mereka segera mencari pria untuk Bong Hee, Bong Hee terlalu terobsesi dengan minyak sehingga ia tidak punya pacar. Do Hyun bertanya dimana Bong hee sekarang, tapi Geum Hee tak tahu, ia menebak Bong Hee mungkin pergi ke Himalaya. Do Hyun minta Geum Hee menahannya jika Bong Hee kembali lagi. Dan ia juga akan pergi ke Seoul selama 2 hari dan akan berangkat besok.
Hong Chul sedang memandangi baju Yoo Jin saat Hae Joo keluar membawa selimut untuk di cuci. OMG! Apa nggak dingin nyuci malem-malem. Hae Joo berkata akan bagus kalau ibu memakai selimut baru setelah melahirkan. Hong Chul memandang sedih pada Hae Joo yang mencuci. Aku punya firasat buruk, kayaknya Hong Chul menyangka Hae Joo adalah anak Do Hyun dengan istri pertamanya yang sudah meninggal, kenapa dia nggak kepikiran Geum hee sih!
Pagi harinya keluarga di kejutkan dengan Hong Chul yang mengajak mereka pindah lagi karean penangih hutang. Young Joo bicara kalau ia takut dengan penagih hutang itu. Dal Soon bertanya kemana mereka akan pindah. Hong Chul menawarkan ke Incheon saja, ke keluarga Dal Soon. Tapi Dal Soon menolak karena Hong Chul lan yang membuat kakaknya hampir bangkrut. Dal Soon mengeluh lagi, ia tak tahu kapan bayinya akan lahir, entah di kolong jembata atau di laut. Ia tiduran dan berkata kenapa ia harus bertemu dengan pria seperti Hong Chul dan bla bla bla.
Hong Chul keluar dan bertemu dengan Gi Chul. Gi Chul membawanya ke tepi pantai dan menunjukkan banyak uang. Ia akan memberikannya pada Hong Chul dan minta Hong Chul meninggalkan Ulsan. Hong Chul terkejut dan melihat uang tersebut. Ia menggenggamnya. Ia sedikit tergoda tapi ingat saat Hae Joo menangis menanyakan siapa ibunya. Ia mengurungkan niatnya untuk menerima uang itu. Hong Chul berkata kalau ini adalah pernikahan kedua Presir, yang artinya anak yang hilang itu Yoo Jin = Hae Joo, dan Hae Joo akan jadi penghalang presdir dan istrinya. Gi Chul membantah, bukan seperti itu. Hong Chul mengatakan ia akan memastikannya sendiri pada Geum Hee.
Gi Chul menahannya dan memohon agar Hong Chul berfikir sekali lagi, lagi pula Hong Chul sudah menganggap Hae Joo sebagai anak. Hong Chul tak mau tahu. Gi Chul berkata itu benar, tapi jika mereka tahu Hae Joo adalah Yoo Jin, maka itu tak akan baik, Hae Joo bisa menderita. Hong Chul berkata itu lebih baik dari pada ia menderita dalam keluarga kami. Gi Chul terus menahannya sehingga Hong Chul menepiskan tangannya dan Gi Chul terjatuh.
Ia melihat batu di sana dan memikirkan hal buruk. Tapi Gi Chul mengurungkan niatnya. Ia berkata ia mengerti, ia akan membiarkan Hong Chul bertemu Nyonya, tapi jangan biarkan Do Hyun mengetahuinya. Hong Chul segera berlari ke arah Gi Chul dan bertanya dengan serius, dimana? Gi Chul menjawab jam 9 di Kawasan Industri Laut.
Chang Hee keluar dari perpustakaan dan menemukan Kang San di kelas sedang mencoret papan tulis dengan rumus matematika. Chang Hee terkejut, apa itu?
Kang San mengatakan kalau itu adalah Teori terakhir Fermat, Chang Hee mungkin tahu karena ia pintar matematika. Ini tidak pernah terselesaikan selama 350 tahun, jadi ahli matematika dimanapun berusaha menyelesaikannya. Gauss bahkan tidak bisa menyelesaikannya.
Chang Hee terkejut, kau menyelesaikan semuanya? Tanpa buku?
Kang San menunjuk kalau ia terhambat di sini, ia bingung. Ia melihat lagi penyelesaiannya dari awal. Ia bertanya-tanya mana yang salah. Chang Hee masih terkejut dan penasaran apa Kang San menyelesaikannya sendirian. Kang San kesal, jelas tadi ia berkata ia belum menyelesaikannya. Chang Hee bertanya, jika Kang San bisa menyelesaikan sampai seperti ini, apa yang salah dengan nilai pelajaran Kang San. Kenapa Kang San ada di urutan terakhir?
Kang San menjawab dengan enteng, Pelajaran di sekolah tidak menarik. Lebih mudah menjadi urutan terakhir. Kang San bosan dan akan menghapusnya. Tapi Chang Hee melarang. Kang San bertanya apa Chang Hee mau menyelesaikannya?
Kang San kemudian pergi meninggalkan Chang Hee yang masih bingung dengan kepintaran Kang San sambil menatap papan tulis.
Kang San di gerbang sekolah dan In Hwa datang menemuinya, Kang San kesal, kenapa siswa SD datang ke SMP. In Hwa berkata, jika seorang gadis sudah bersusah payah melakukan ini, bukankah harusnya pria menunggunya di depan sekolahnya? Kalau dipikir-pikir aku terlalu baik padamu oppa. Kang San tidak tertarik. Ia menyuruh In Hwa untuk segera pulang. Kang San akan pergi saat In Hwa memperlihatkan buku teori Fermat. In Hwa berkata ayahnya ingin ia memberikannya pada Kang San. Kang San tertarik, tapi tak semudah itu. Ia minta Knag San berjanji padanya. Kang San mengatakan ia akan membelikan makanan enak untuk In Hwa. In Hwa setuju dan memberikan buku itu. Sayangnya Kang San lebih tertarik membacanya dan mengabaikan In Hwa. In hwa kesal. Kang San memukul kepala In hwa dan berkata itu adalah elusan nikmat. Ia segera pergi meninggalkan In Hwa yang sangat kesal. Hhehehhe.
Hae Joo mengepel lantai kamar ibunya. Ia kemudian melihat kotak tempat ayah menyimpan baju Yoo JIn. Hae Joo membuka dan melihatnya. Ibu masuk ke kamar dan Hae Joo bertanya apa itu adalah baju untuk bayi ibu. Ibu melihatnya dan kesal. Ia melemparnya dan menyuruh Hae Joo membuangnya. Hae Joo tak mengerti tapi ia melakukan apa yang disuruh ibunya. Ibu kesal karena Hong Chul masih menyimpan baju itu. Ia kesal karena ia kira Hong Chul belum bisa melupakan ibu Hae Joo.
Gi Chul meminjam mobil perusahaan dan pergi ke tempat janjian dengan Hong Chul. Salah seorang pegawai kantor melihatnya (kayaknya org yang sering sama Do Hyun). Di tempat sepi Gi Chul mengganti plat mobil. Tangannya gemetaran melakukannya, tentu saja. Ia bahkan latihan menabrak dengan melajukan mobilnya ke arah drum. OMG! Ia sangat ketakutan. Tapi sepertinya ia sudah beniat melakukannya.
Chang Hee pulang sekolah dengan sepedanya dan tersenyum saat melihat Hae Joo. Ia berhenti dan menyapanya. Chang hee tanya apa yang dilakukan Hae Joo. Hae Joo menunjukkan daun labu yang ia petik, ia berbisik jika mengukusnya bersama nasi, rasanya akan enak. Chang hee bertanya kenapa Hae Joo berbisik. Hae Joo tersenyum dan berkata ia mengambilnya dari tanah seseorang. Hae Joo mengatakan ia harus segera pergi. Chang Hee menawarkan diri mengantar Hae Joo. Hae Joo sangat senang.^^
Mereka bersepeda melewati jalanan di tepi laut, INDAHNYAAAA>>>
Hae Joo tiba di rumah sambil lari-lari. Ia menunjukkan daun labu yang ia petik pada ibunya. Ibu berkata kukus saja roti gandum, ia tak tahan lagi ingin makan sepertinya. Hae Joo meminta Chang Hee menunggu, ia akan membungkuskan roti gandum karena Chang Hee sudah mengantarnya pulang. Dal Soon yang duduk di meja depan melihat Chang hee dan ia terlihat kesal. Chang hee menunduk memberi salam. Hae Joo kemudian memasak dengan senang.
Mereka makan besama. Sang Tae menyuruh Chang Hee makan, rasanya enak. Hae Joo juga menyruh Chang Hee makan. Young Joo berkomentar juga kalau rasanya enak. Hae Joo mengambilkan untuk Chang hee. Ibu berkomentar kalau Chang Hee tak punya hati nurani, padahal ayahnya mengusir mereka dari Ulsan sekarang masih mau makan di rumah mereka, apa Chang Hee tak punya malu?
Chang hee tak jadi makan, ia meletakkan rotinya kembali. Sang Tae menyuruh ibunya jangan berkata begitu Chang Hee adalah juara satu di sekolah. Ibu tak peduli akan hal itu. Hae Joo berkata ia akan pergi mengantarkan makanan pada Ayahnya. Chang Hee menawarkan diri mengantar Hae Joo lagi.
Mereka bersepeda lagi. Chang Hee berkomentar kalau seragamnya akan sobek jika Hae Joo memegangnya terlalu erat (Hae Joo menggenggam seragam Chang Hee kalau mereka boncengan^^). Chang Hee minta Hae Joo memeluk pinggangnya saja. KYAAAAAA, dan Hae Joo melakukannya, mereka tersenyum bersama^^.
Mereka masih dalam perjalanan. Hae Joo kembali menyuruh Chang hee makan roti gandum yang sudah ia kukus. Tapi Chang Hee menolak karena itu untuk ayah Hae Joo. Hae Joo berkata tidak apa-apa. Ia bahkan mengulurkan tangannya yang menggenggam roti gandum ke depat hingga Chang hee bisa memakannya. ada-ada saja. Tapi tentu saja sepeda jadi tak seimbang, apa lagi Chang Hee tak sengaja melindas batu. mereka terjatuh ke lereng da ada pada posisi yang romantis. HAHAHAH. Chang Hee di atas dan Hae Joo di bawah.
Mereka sama-sama terkejut. Hae Joo sadar dan segera bangkit. mereka berdua tampak gugup. Hae Joo memunguti roti gandum yang jatuh. Dan saat memungut roti yang terakhir, tangan mereka bertemu. KYAAAAAA.
Mereka saling pandang. Tapi kemudian mereka melepaskan pandangan dengan gugup dan sama-sama tersenyum.
Gi Chul lewat di tempat itu tanpa melihat Chang hee dan HAe Joo. mereka juga tak melihat Gi Chul. Chang Hee mengantar Hae Joo sampai ke bengkel kapal. Hae Joo berterima kasih karena Chang Hee sudah mau mengantarnya. Hae Joo minta Chang hee melupakan kata-kata ibunya karena ibunya tidak bermaksud buruk. Chang Hee tersenyum. Ia mengatakan Hae Joo sangat baik, setiap ia melihat keceriaan Hae Joo, ia akan merasa lebih baik. Hae Joo tersenyum. Chang hee bertanya apa Hae Joo bisa naik sepeda. Hae Joo mengiyakan. Chang hee berkata ia akan meninggalkan sepedanya dan Hae Joo bisa membawanya. Hae Joo menolak. Chang hee tetap memaksa karena Hae Joo harus cepat pulang untuk memasak makan malam. Hae Joo tersenyum.
Sebelum pergi, Chang Hee sempat melambai pada Hae Joo. Hae Joo juga membalasnya sambil tersenyum bahagia. Lalu ia menyadari ada yang aneh dengan dirinya. Jantungnya berdebar. Namun Hae Joo terlalu muda untuk mengerti hal itu. Ia kemudian tersenyum melihat kepergian Chang Hee^^.
Hae Joo mencari ayahnya. Hong Chul melihatnya membawa sepeda dan bertanya ada apa dengan sepedanya. Hae Joo mengatakan seseorang memberinya tumpangan. Ia memberikan roti gandum pada ayahnya untuk makan siang. ayah mengajak Hae Joo makan bersama. Tapi Hae Joo berkata ia sudah makan tadi. Ayah mengatakan sangat menyenangkan jika Hae Joo bersamanya. Hae Joo heran, padahal mereka kan sering makan bersama.
Hae Joo dan Hong Chul makan bersama. Hae Joo bertanya pada ayahnya apa mereka akan benar-benar pindah. Ayah menebak kalau Hae Joo tak mau pindah. Hae Joo berkata ia punya teman di Ulsan dan ia juga sudah akrab dengan mereka. Kemanapun pergi, menurutku tak ada tempat yang lebih baik dari disini.
Ayah berkata kalau Hae Joo bisa tetap di Ulsan dan ia akan sering mengunjungi Hae Joo. Hae Joo berkata meskipun ia suka disini, ia tak mau berpisah dengan ayahnya. Keluarga adalah keluarga karena mereka hidup bersama. Tidak ada gunanya hidup jika tanpa ayah.
Hae Joo tampak sedih. Hong Chul tersenyum dan bertanya apa Hae Joo ingin naik kapal?
Hae Joo dan ayahnya naik kapal. Hae Joo sangat senang. Ayah bertanya apa Hae Joo sangat menyukai kapal?
Hae Joo menjawab iya. Selepas kecelakaan itu, aku pikir kau tak akan mengajakku naik kapal lagi. Tapi, kau ayahku.
Ayah berkata Kau perlu mengalami kecelakaan untuk bisa belajar soal kapal dan lautan.Ia kemudian menyuruh Hae Joo yang menyetir. Hae Joo mengatakan ia tak yakin, ia takut.
Tapi ayah berkata : Namamu Hae Joo. Ayah menamaimu agar kau menjadi pemilik lautan (Hae = laut, Joo = pemilik)
Hae Joo mengatakan ia takut karena kecelakaan waktu itu, tapi ia akan baik-baik saja jika ada ayah di belakangnya. Hae Joo pun memegang kendali.
Hong Chul : Hae Joo, kau tidak perlu tinggal bersama untuk jadi sebuah keluarga. Meskipun keluarga tinggal bersama dalam sebuah rumah, mereka bertengkar layaknya anjing dan kucing setiap hari. Ada keluarga yang tinggal terpisah sangat jauh, mereka tidak melupakan satu sama lain dan saling merindu. Menurut pendapatku, yang terakhir itu adalah keluarga yang sesungguhnya.
HAe Joo bingung kenapa ayahnya tiba-tiba berkata begitu. Tapi ia setuju dengan pendapat ayahnya.
Hong Chul : Bagi ayah, apakah kau bisa melihatku atau tidak, aku akan selalu berdiri dibelakangmu seperti ini dan memperhatikan kehidupanmu. Apakah anak itu menyetir dengan benar? Apakah dia menjadi ketakutan setelah membuat satu kesalahan? Apa dia merasa kesepian karena dia di kapal seorang diri? Aku akan selalu memperhatikanmu dari belakang.
Hae Joo : yah, kenapa kau bicara ... seolah kau akan mengabaikan aku di suatu tempat?
Hong Chul : Kau juga, suatu hari nanti akan merasa ingin pergi jauh. Hae Joo, Jangan lupa. Keluarga bukan sesuatu yang dipastikan oleh darah. Berbagi kesedihan, luka dan airmata adalah sesuatu yang membuatmu menjadi keluarga. jadi bukan hanya ayah saja, tapi juga ibumu, kakakmu, dan adik-adikmu adalah bagian dari keluargamu, paham?
Hae Joo : Ayah, apa ini karena aku berkata ibuku bukan ibu kandungku? Itu, aku sudah minta maaf soal itu. Jadi lupakan soal itu. Aku tahu kalau keluarga kita adalah sesuatu yang paling berharga. Ayah, Jangan terlalu bersedih. Aku tahu ini akan jadi kali terakhir buat kita bisa menaiki kapal di Ulsan. Tapi menaiki kapal bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di Ulsan. Karena laut sangat luas.
Ayah menangis. Hae Joo tersenyum. Ayah mengajak Hae Joo menyanyi, tapi Hae Joo berkata ia harus konsentrasi dengan kemudinya, jadi ia minta ayah yang menyanyi. Ayah kemudian menyanyikan sebuah lagu, sepertinya itu lagu lama.
Jung Woo dan Bong Hee datang ke makam Hak Soo. Mereka memberi hormat. Bong Hee berkata kalau ia akan mencari tahu penyebab kematian kakak iparnya. Meskipun aku harus mencari dan mengelilingi seluruh kepulauan Jepang, aku akan mengungkapnya.
Jung Woo bertanya apa Bong Hee belum menyerah. Bong Hee berkata tidak ada yang terungkap, bagaimana ia bisa menyerah. Jung woo berkata sudah 10 tahun. Bong Hee kesal, jika ada yang melihatmu mereka akan mengatakan kalau kalian bukan kakak adik. Apakau tidak penasaran penyebab kematian kakakmu?
Jung Woo berkata selama ini ia tidak pernah berhenti memikirkannya sedikitpun. Tapi ia hanya menghancurkan hidupnya selama 10 tahun ini dan tak ada yang terungkap. Jung Woo meminta Bong Hee melupakannya, kakaknya juga pasti menginginkan hal itu.
Geum Hee datang dan mengagetkan mereka. Geum Hee kaget melihat Jung woo disana, kemana saja Jung Woo dan apa yang ia lakukan, ia terus bertanya. Tapi Jung woo memalingkan wajahnya. Bong Hee berkata kalau Jung Woo tinggal dekat perkebunan pir.
Geum Hee memberi hormat pada mantan suaminya dan ingat kejadian 10 tahun lalu saat ia melepaskan tangan suaminya. Ia menangis lagi. Sementara itu Jung Woo tidak di dekatnya ia menjauh dan memandang ke arah lain. Geum Hee mendekatinya, memanggilnya paman. Jung woo kesal, ia tak ingin Geum Hee memanggilnya begitu karena Yoo Jin sudah lama meninggal.
Jung woo bersikap dingin pada Geum Hee. Ia tak mau Geum Hee tahu dimana ia tinggal. Jung Woo bertanya kenapa Geum Hee datang kemari. Geum Hee berkata ia datang setipa tahun karena ia berduka. Jung Woo tersenyum pahit, Itu bukan berduka, tapi tak tahu malu. Tak perlu datang. Kakakku mungkin mengerti tapi aku tidak.
Geum Hee terkejut dan memanggilnya 'paman'. Jung Woo membentak, Jangan memanggilku begitu! Kau pikir aku sudah lupa apa yang terjadi di masa lalu?! Kita orang asing. Bukankah semua sudah selesai saat kau dengan bahagia menikahi Si Hebat dan Mulia Jang Do Hyeon? Jangan lagi pernah bertingkah seolah kau mengenalku.
Jung Woo pergi meninggalkan Geum Hee. Bong Hee tanya mau kemana Jung Woo tapi Jung Woo tak mengatakan apapun. Geum Hee masih syok. Bong Hee bertanya pada kakaknya ada apa dengan Geum Hee dan Jung Woo. Geum Hee berkata tidak ada apa-apa. Mata Geum Hee berkaca-kaca dan ia menggenggam tangannya untuk menghilangkan kegugupannya.
Di Seoul, Jang Do Hyun sedang bertemu juniornya Direktur Ahn. Mereka membicarakan sesuatu. Masalah Do HYun yang ingin membangun galangan kapal tapi Kang Dae Poong memprovokasinya dan bla bla bla. Intinya Do Hyun ingin Ahn membantunya. Ia bahkan menyogoknya dengan uang satu koper. Ahn memperlihatkan wajah ragu dan khawatir, tapi sepertinya ia tergoda.
Bong Hee dan Jung Woo turun dari Bis. Bong Hee masih minta Jung Woo memberitahunya apa yang dibicarakan Jung Woo bersama kakaknya. Tapi Jung woo mengatakan bukan apa-apa. Lalu seseorang dari pabrik datang mengatakan hasil tes kimia terhadap akar pohon pir sudah keluar. Bong Hee melihat hasilnya, seperti dugaannya, pohon pir banyak yang mati karena pestisida racun. Jung Woo memikirkan sesuatu.
Malamnya ia dan Bong Hee bersembunyi di bawah pohon pir menanti siapa yang datang untuk menyiramkan racun itu. Bong Hee tidak percaya itu di sengaja, tapi ketika melihat ada 3 orang yang datang untuk menyiramkannya, Bong Hee langsung berteriak dan mengejar mereka. Jung Woo mencoba menghentikannya tapi tak bisa. Mereka kejar-kejaran sampai ke simpang tiga dan 3 pelaku lari ke jalan yang berbeda. Bong Hee mengejar satunya dan Jung woo mengejar ke arah lain. Bong Hee terus berlari dan berhasil menarik celana si pelaku, tapi ia kalah saat pelaku menendangnya. Jung Woo datang dan menghalagi pelaku, mereka seperti main (LOL. Aku lupa namanya). Tapi Jung Woo bukanlah pria yang pandai silat, hehehh. Ia kalah dan dilemparkan, jatuh tepat di atas Bong Hee. Bong Hee tak tahu siapa yang jatuh di atasnya berteriak sambil memukuli kepala Jung Woo. Jung Woo mengatakan kalau ini adalah dirinya. Bong Hee akhirnya berhenti memukulinya tapi sadar kalau tangan Jung Woo ada di dadanya. HAHHAAHHA. Mereka kaget dan berdiri. LOL.
Jung Woo melapor pada Kakek KAng tentang hal itu. Tentu kakek tahu kalau itu perbuatan Do Hyun. Ia mengatakan mereka harus menangkap pelaku dan menyuruh Jung Woo menelpon wartawan. Tapi Jung woo berkata mereka tak punya bukti. Kakek berkata mereka tak perlu bukti, begitu ia menelpon, maka para wartawan akan berbondong-bondong datang.
Gi Chul menunggu Hong Chul keluar dari tempat kerjanya, begitu Hong Chul keluar ia akan menyalakan mobil. Tapi senior Hong Chul menyuruhnya masuk ke dalam lagi, sepertinya untuk membereskan sesuatu. Hong Chul masih di bengkel dan ia minum-minum.
Di Rumah keluarga Chun, Hae Joo, ibu, Young Joo dan Sang Tae sedang makan. Ibu tak selera makan dan meletakkan sendoknya. Hae Joo bertanya kenapa, apa tidak enak? Ibu menjawab kalau perutnya sakit karena ayah. Sang Tae mengatakan kalau makan daun labu enaknya pake daging. Ibu juga setuju, ia bahkan tak menerima saat Hae Joo mengambilkan untuknya. Hae Joo berkata lain kali ia akan membawa daging. Hae Joo kemudian mengatakan kalau ayah ingin bicara sebentar dengannya. Ibu bertanya, apa dia bahkan memanggilmu keluar untuk ngobrol? Kenapa kalian tidak beli rumah saja dan tinggal berdua?
Hae Joo berkata kalau ia akan segera kembali. Tapi ibu berkata tak sudah kembali. pergi saja bersama ayahmu dan jangan kembali. Aku tidak ingin melahirkan bayi ini di jalan, jadi kalian saja yang pindah. Hae Joo pergi begitu saja tanpa menjawab, Dan ibu mengomel lagi.
(Suer, muak dengar omongan nenek ini!).
Ibu mengikuti Hae Joo keluar dan berkata, Kenapa kalian berdua tidak pergi mati saja bersama?! Anggap saja ini kesempatan untuk kita berdua! Kau dan ayahmu bisa hidup di surga lalu aku dan anak-anakku hidup disini.
Hae Joo tetap sabar dan segera pergi, berkata kalau ia akan kembali.
Hae Joo mengayuh sepedanya untuk menemui Ayahnya dan ingat kenangannya bersama Chang Hee. Hehhehe.
Gi Chul menunggu Hong Chul dengan sabar. Ia kemudian melihat Hong Chul berjalan pulang. Hong Chul sedang mabuk. Gi Chul menyalakan mobil melaju ke arah Hong Chul. Hae Joo mengayuh sepedanya seraha dengan Hong Chul dan memanggil ayahnya. Hong Chul senang melihat Hae Joo kemudian melihat mobil yang akan menabrak Hae Joo. Hong Chul panik dan memperingatkan putrinya, ia berlari ke arah mobil itu. Gi Chul menginjak gas, tapi kemudian ia tak bisa melakukannya dan mengerem, tapi tak bisa. Ia banting stir menjauhi arah Hong Chul tapi ada Hae Joo dan ia banting stir lagi dan menabrak Hong Chul. Hae Joo terjatuh dari sepedanya sedangka Hong Chul terlempar.
Hae Joo terkejut melihat ayahnya dan berlari ke arah ayahnya. Gi Chul segera kabur. Hae Joo memeluk ayahnya dan memintanya bangun. HAe Joo menangis memanggil ayahnya dan berteriak minta tolong, Apa ada orang disini?!
Hae Joo terus menangis histeris sambil mengelap darah ayahnya.
Ambulans datang dan membawa Hong Chul ke UGD. Hae Joo ikut bersama mereka dan syok. Ia terjatuh lemas di depan ruang operasi. Ia menangis lagi.
Hae Joo mencoba menelpon. Tangannya bergetar sehingga ia menjatuhkan uang koinnya. Ia sangat panik dan syok.
Gi Chul kabur ke mercusuar dan menangis histeris mengetahui kesalahan yang ia lakukan. Ia benci dirinya sendiri dan menghempaskan kepalanya ke batu.
Keluarga Chun datang. Sang Tae terengah-engah bertanya apa yang terjadi. Ibu juga bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Hae Joo masih syok dan menangis, ia menggeleng. Hae Joo terbata-bata, truk... darah..... kepalanya terluka... Ia mengatakannya sambil sesak nafas. Hae Joo terisak lagi. Mereka menunggu dengan khawatir di depan ruangan operasi.
Dokter keluar bersama Ayah Hae Joo yang masih tak sadar dan terluka. Hae Joo segera melihat ayahnya. Ibu bertanya bagaimana keadaan Ayah. Dokter berkata kalau mereka sudah mencoba yang terbaik, sebaiknya mereka menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Hae Joo terkejut. Ibu pingsan dan Sang Tae membantunya.
Chang Hee sedang cuci piring saat mendengar ayahnya masuk ke rumah. Tanpa melihat bagaimana ayahnya ia mengatakan tentang kekagumannya pada Hae Joo. Padahal kehidupan mereka labih sulit dari kita, tapi setiap melihatnya aku merasa lebih baik.
Karena Ayahnya tidak menjawab ia melihat ayahnya yang terjatuh lemas. Chang Hee terkejut dan melihat Ayahnya. Chang Hee berfikir ayahnya di pikul lagi. Ia menangis melihat luka ayahnya dan berkata, Kenapa kau hidup seperti ini ?! Kau diperlakukan seperti ini, Kenapa kau hidup seperti ini?! Kesalahan apa yang kau perbuat?! Kesalahan besar apa yang sudah kau lakukan?! Aku tidak akan tinggal diam. Aku sama sekali tidak akan diam dan melihat! Suatu hari nanti aku akan....
Chang Hee menangis dan memeluk Ayahnya. Sedangkan Gi Chul masih gemetar ketakutan dengan apa yang telah ia lakukan.
Jang Do Hyun pulang dan menyuruh sopirnya untuk memanggil Gi Chul. Di rumah ia di sambut oleh In Hwa dan Il Moon. In Moon mengatakan kalau sejak kemarin ibu tidak sehat setelah pulang dari suatu tempat.
Do Hyun pergi ke kamar tapi tak melihat Geum Hee. Rupanya Geum Hee di depan kaca riasnya. Geum Hee sedang tak ingin bicara ia merenung. Ia bahkan menolak saat Do Hyun menyentuhnya. Do Hyun keluar dan sepertinya ia tahu alasan kenapa Geum Hee begitu karena ia menanyakan tanggal pada Il Moon.
Gi Chul masuk ke ruang kerja Do Hyun. Do Hyun bertanya bagaimana dengan Hong Chul, apa dia sudah pergi dari Ulsan. Gi Chul ingin mengatakan sesuatu tapi tergagap. Ia akan membawa Gi Chul keluar saat In Hwa masuk dan mengatakan kalau ayah Hae Joo kecelakaan.
In Hwa ke kamar ibunya dan mengajaknya segera bersiap ke rumah sakit. Ibu bertanya untuk apa kesana. In Hwa berkata kalau ia dan Hae Joo adalah teman, tentu ia harus pergi ke rumah sakit. Ibu akhirnya bangun.
Gi Chul keluar dari rumah Jang dengan lemas. Chang Hee memanggilnya dan bertanya apa ayahnya sudah mendengar kalau Ayah Hae Joo kecelakaan. Chang Hee berkata ia akan pergi. Tapi Gi Chul menahannya. Chang Hee tak mengerti. Ia kenal Hae Joo makanya ia harus pergi.
Sang Tae, Young Joo dan ibu sedang duduk di rumah sakit. Hae Joo datang dan menyuruh Sang Tae membawa Young Joo dan ibu ke ruang tunggu.
Gi Chul menyupir ke rumah sakit. Chang Hee disana. In Hwa dan ibu juga. In Hwa menangis karena khawatir. Gi Chul tak konsentrasi menyetir, ia bahkan hampir menabrak orang saat lampu merah, untung Chang Hee menyadarkannya. Chang Hee merasa ada yang aneh dengan ayahnya.
Hae Joo sedang di ruangan ayahnya di rawat. Ia menggenggam tangan ayahnya dan menyuruhnya segera bangun. Tangan ayah kemudian bergerak. Ia perlahan membuka matanya. Hae Joo terkejut dan memanggil ayahnya.
Hae Joo : Ayah, ini Hae Joo. Apa kau bisa mendengarku?
Hae Joo meminta ayahnya menunggu, ia akan memanggil dokter. Tapi Ayahnya menahannya.
Ayah menggerakkan bibirnya, ingin mengatakan sesuatu. Hae Joo mendekatkan telinganya agar bisa mendengar.
Ayah berkata ia minta maaf. Hae Joo kesal, kenapa ayah harus minta maaf.
Ayah : Aku ingin merawatmu dengan baik. Aku ingin kau hidup bahagia.
Hae Joo menangis dan menyuruh ayahnya jangan bicara lagi.
Lalu ayah teringat sesuatu dan berkata dengan nafas putus-putus, ibumu adalah.....
Hae Joo bertanya apa ia harus memanggil ibu? Hong Chul menggeleng. Hong Chul menangis.
Ia berusaha mengatakan siapa ibu Hae Joo dengan kekuatannya yang tersisa.
Hong Chul : Ibumu.....
Lalu Geum Hee memasuki ruangan. Ayah melihatnya dan mencoba mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah Geum Hee. Geum Hee heran. Hae Joo melihat kebelakang dan melihat Geum Hee di sana...
-END-
Comment :
Epiode kali ini sangat seru. Emosi pemain sangat bagus. Kita mulai dengan Chun Hae Joo. Ia berusaha keras melakukan yang terbaik. Tapi ibunya tetap mencari-cari kesalahannya. Ia kesal pada Hae Joo karena menyangka suaminya masih menyukai ibu Hae Joo. Ia tak tahu kalau Hae Joo juga bukan anak Hong Chul. Kim Yoo Jung memerankan karakternya dengan baik. Episode kali ini memperlihatkan kalau dia memang gadis yang berbakat. Hae Joo memerankan adegan menangis yang menyayat hati. Aku juga ikutan menangis melihatnya menangis. Apalagi saat ia syok dan menjatuhkan koinnya.
Hong Chul adalah ayah yang baik. Ia berniat meninggalkan Ulsan, tapi tidak mengajak Hae Joo, karena ia berencana menyerahkan Hae Joo pada ibu kandungnya Geum Hee. Makanya ia mengajarkan Hae Joo, bahwa keluarga tidak harus selalu bersama. Ia di tengah kebimbangan yang sangat karena kesalahannya mau menerima Hae Joo dulu. Di satu sisi ia tak mau berpisah dengan Hae Joo, disisi lain ia tak ingin melihat Hae Joo menderita karena Dal Soon. Ia sangat menyayangi Hae Joo meskipun bukan anak kandungnua, ini karena ibu yang tidak menyukainya juga karena anaknya sendiri, Sang Tae, seperti itu. Aku rasa Sang Tae memang lebih cocok jadi adiknya saja.
Untuk Park Gun Tae, maka tak usah di tanya. Aktingnya keren sekali. Episode kali ini adalah miliknya, karena Scene-nya lebih banyak. Kang San hanya muncul sedikit, hal ini membuatku sedih. Tapi aku juga menyukai Park Gun Tae. Sampai saat ini chemistry antara Hae Joo dan Chang Hee lebih terasa. Hehehehehe.
In Hwa sendiri aku menyukai tindakannya yang sudah menganggap Hae Joo adalah temannya. Aku senang karena ia begitu mengkhawatirkan Hae Joo. Aku sungguh berhara mereka akan selalu jadi teman. Tapi itu sangat sulit karena dari spoilernya drama ini akan membuat mereka bermusuhan. Padahal menyenangkan jika Hae Joo punya teman perempuan. Karena sampai episode ini aku belum melihat Hae Joo punya teman cewek selain In Hwa.
Aku senang saat tahu kalau Bong Hee mencari tahu mengenai penyebab kematian Hak Soo. Meskipun ia tak membenci Do Hyun sebenci Jung Woo, tapi sepertinya Bong hee tak akan jatuh ke tangan Do Hyun. Semoga saja. Geum hee di episode ini pasti merasa sangat bersalah. Melihat bagaimana Jung Woo membencinya karena ia menikahi Do Hyun. Semoga Jung Woo nggak kena kejahatan Do Hyun.
Episode berikutnya kita juga harus menyiapkan banyak tissu karena akan banyak momen yang menyedihkan. Seperti kita lihat episode ini, Hong Chul meninggal dan Hae Joo si usir dari rumahnya. Do Hyun juga mulai melakukan aksinya. Ini adalah inti dari drama ini yang akan membuat para tokoh makin dewasa. Semoga nggak ada masalah dengan link sub dan download drama ini. Asal tahu aja, Answer To 1997 sekarang sedang dalam masalah. Link yang menyajikan sub drama ini sudah di remove. Hikz...
created by Hazuki Airin@Clover Blossoms
.

































































hallo hazuki airyn..
BalasHapuswalau sepi komentar, tp tetep diterusin sampe tamat yah May Queen nya.. aku selalu setia menunggu sinopsis nya bikinan kamu ^^
waahh klo aq emosi sekali sama kelakuannya park gi chul, jd inget di equator man, ayahnya jang il...hahahah sama tuuch intinya menjga anakny dgn melakukan tindakan yg sama
BalasHapus