
Karena aku suka pemeran Young Joo kecil, jadi cover untuk episode ini adalah Chun Young Joo. Episode ini sangat menyentuH^^
Episode 7
Hae Joo ingin memanggil dokter ketika ayahnya sadar. Tapi ayah menahannya. Ayahnya mencoab bicara, ia minta maaf dan ingin Hae Joo hidup bahagia. Ayah mencoba mengatakan siapa ibu kandung Hae Joo, namun ia semakin sulit berbicara. Lalu Geum Hee masuk ke ruangan, ayah melihatnya dan mencoba menunjuk ke Arah Geum Hee. Hae Joo memandang Geum Hee. Hong Chul tak kuat lagi dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sambil menangis.
Hae Joo panik. IA memanggil nama ayahnya dan terus menangis sambil menggenggam tangan ayahnya. Hae Joo terus menangis dan menyuruh ayahnya bangun.. Geum Hee sedih melihatnya.
Di luar, Gi Chul, Chang Hee dan In Hwa mendengar tangis Hae Joo sambil memanggil nama ayahnya. In Hwa terlihat sedih. Geum Hee keluar dari ruangan itu. Geum Hee menyuruh CHang Hee mencari keluarga Hae Joo. Geum Hee sedih karena anak-anak Hong Chul masih kecil, bahkan istrinya sedang hamil. Geum Hee meminta Gi Chul menyiapkan pemakaman Hong Chul. Gi Chul masih syok sehingga ia tidak mendengarkan Geum Hee.
Gi Chul menyiapkan altar untuk Hong Chul. Tangannya gemetaran saat menaruh foto dan menyalakan lilin. Dal Soon juga syok, tapi ia terlalu sulit untul menangis, ia berkata selama ini Hong Chul baik-baik saja, ia mengajak mereka pindah, tapi kenapa malah pergi sendiri ke duania lain. Seharusnya kita tak datang ke Ulsan. Tapi apa ini ? Kita bahkan punya banyak anak. Bagaimana mungkin kau ... bagaimana kami hidup nanti ...? Jika aku tahu kau akan pergi seperti ini. Aku akan bersikap lebih baik padamu. Karena aku merengek terus padamu setiap hari. Aigo, Ayah Sang Tae... Manusia tak berhati. Apa yang harus kulakukan pada bayi dalam kandunganku ? Apa yang akan aku lakukan dengan semua hutang itu ...? Aigo, kau manusia sialan ...
IBu akhirnya menangis. Sang Tae dan Young Joo juga. Gi Chul panik, merasa semakin bersalah. Ia pun meninggalkan mereka.
Hae Joo bersama Chang Hee dan In Hwa. Ia terus menangis dan minta maaf pada ayahnya. Chang hee duduk di sampingnya dan meminjamkan bahunya pada Hae Joo. Kang San tiba di sana. Ia juga turut berduka. Gi Chul lewat dan melihat Hae Joo menangis. Ia semakin merasa bersalah.
Gi Chul melapor pada Do Hyun. Do Hyun terkejut karena Hong Chul mati. Do Hyun tak tahu kalau itu perbuatan Gi Chul. Do Hyun bertanya apa Gi Chul sudah memberi uangnya. Gi Chul mengiyakan (padahal kan nggak di terima). Do Hyun, lega, kalau begitu tak masalah. Ia berkata dengan sombongnya, seharusnya orang jahat menerima hukuman dari langit (hueeeek!!!!). Karena dia berusaha memeras setelah membunuh si bayi, Dia sangat pantas mendapatkannya. Itu akhir yang pantas bagi seorang penjahat.
Do Hyun tertawa menang. Gi Chul menatapnya dengan penuh kebencian.
Do Hyun mengatakan itu belum selesai. Ia ingin Gi Chul mengambil baju kuning itu dan menyingkirkan potensi masalah.
Lalu asisten Do Hyun masuk dan mengatakan ada masalah, orang yang mengurus kebun pir tertangkap basah oleh seorang pria dan seorang wanita. Do Hyun kaget, ia yakin itu Jung Woo.
Hae Joo sedang menabur abu Ayahnya di laut. Suasana yang penuh dengan kesedihan, hikzzz, Hae Joo menangis lagi. Ibu terduduk lemas. Young Joo juga menangis keras. Sang Tae juga, ia memangil ayahnya. Jung Woo, Chang Hee dan Kang San juga hadir di sana.
HAe Joo memangis keras dan mengingat kenangannya bersama ayahnya. Ayah yang begitu menyayangi dan ia cintai. Juga nasehat ayahnya bisa melewati apa pun masalah dalam hidupnya.
Gi Chul menggeledah rumah Hong Chul untuk mencari baju Yoo Jin. Ia kemudian menemukan sesuatu, yaitu nomer telpon Bank Hae Nam.
Sementara itu keluarga Hae Joo sudah tiba di rumah dan Gi Chul kaget. Gi Chul keluar dan Sang Tae heran kenapa Gi Chul keluar dari kamar mereka. Gi Chul berkata ia sedang melihat-lihat barang Hong Chul. Sang Tae merasa aneh, kenapa masuk ke rumah orang tanpa permisi. Sang Tae menuduhnya pencuri.
HAe Joo berkata kalau paman bukan seperti itu, paman bahkan membawakan foto ayah saat pemakaman.
Ibu juga berkomentar, pencuri hanya datang ke rumah orang yang ada barang untuk di curi.
Ibu lalu minta Sang Tae membantunya masuk ke kamar karena ia ingin berbaring.
Gi Chul hendak pergi tapi Hae Joo memanggilnya. Ia dengan tulus berterima kasih pada Gi Chul karena sudah menyiapkan pemakaman yang layak, ayahnya juga pasti sangat berterima kasih. Hal ini membuat Gi Chul semakin merasa tidak enak.
Hae Joo masuk ke kamar ibunya yang sedang tidur dan meminta ibunya untuk makan. Tapi ibu berkata ia tak punya selera. Hae Joo berkata ini untuk bayinya, agar ia bertenaga. Hae Joo membantu ibunya duduk. Saat ibu mulai makan, Sang Tae memanggilnya.
Ada polisi di luar rumah dan ibu bertanya apa mereka sudah menangkapnya. Polisi berkata belum. Polisi bertanya pada Hae Joo sebagai saksi, apa Hae Joo benar tak ingat pelat nomernya. HAe Joo mengiyakan. Lalu polisi menjelaskan di mobil ada bekas bengkok dan gores, sepertinya mobil menghindari sesuatu. Hae Joo terkejut. IA akan mengaku dan terbata-bata. Ibu memaksanya untuk cepat mengatakan apa Hae Joo melihatnya. HAe Joo menunduk dan berkata kalau itu karena dirinya.
Ibu segera ke kamar dan mengemasi barang Hae Joo. Hae Joo menangis dan memanggilnya ibu. Tapi ibu marah karena Hae Joo ayahnya meninggal, bagaimana kau bisa memanggilku ibu?!
Ibu membuang Tas Hae Joo dan menyuruhnya segera pegi. Hae Joo berlutut, tapi Ibu mendorongnya. Young Joo menangis memanggil kakaknya. Ibu kesal, dia bukan kakakmu! Dia musuhmu karena sudah membunuh ayahmu!
Ibu memangis lagi, ayah Sang Tae.... Apa yang harus aku lakukan?! Kau selalu perduli pada Hae Joo, Hae Joo, dan meng-anak emaskan dirinya, tapi kau pergi gara-gara perempuan ini. Aigo... betapa pahitnya ... betapa aku membenci anak ini. Tidak tahu apa yang akan terjadi, Aku membesarkannya dengan susah payah. Tapi perempuan ini malah memakan ayahnya Aigo...
Sang Tae berkata harusnya ibunya menyumpahi penjahat yang melakukan tabrak lari itu. Ibu berkata karena menghindari sepeda Hae Joo, mobil itu menabrak ayahnya. Sang Tae berkata kalau begitu harusnya ibu menghancurkan sepedanya. Ibu kesal. IA segera menyuruh Hae Joo keluar. Meski tak mau, Hae Joo akhirnya keluar. Ibu mengatakan pada Sang Tae mulai sekarang Hae Joo bukan adik Sang Tae lagi, dan bukan Kakak Young Joo.
Hae Joo di luar. Ia menangis sedih.
Hae Joo akhirnya pergi ke karang dimana ia menabur ibu ayahnya. Hari hujan. Hae Joo menangis dan minta maaf karena dirinya ayahnya meninggal. ayah, Aku di usir. Kata ibu, aku bukan lagi bagian keluarganya. Apa yang harus aku lakukan?
Hae Joo terus menangis terisak.
(KIm Yoo JUng the best!!!!).
Geum Hee sedang melihat foto Yoo Jin saat In Hwa datang dan mengatakan kalau Bong Hee datang. Di ruang tamu, Bong Hee sedang menggoda Il Moon yang semakin besar, bahkan sudah punya kumis, kalau berjalan dengannya pasti disangka pacar Bong Hee. In Moon berkata ia tak mau karena ia punya standar yang tinggi, lagian Bong Hee seperti laki-laki. Bong Hee kesal dan memukul Il Moon. HHAHHAAHHA.
In Hwa datang dan berkata ibunya tidak bisa keluar, sepertinya ibu sakit. Bong Hee ingin melihat tapi Do HYun mengatakan ia ingin bicara sebentar dengan Bong Hee.
Do Hyun membawa Bong Hee ke ruangan kerjanya. Do Hyun bertanya apa Bong Hee pergi ke makam nasional beberapa hari yang lalu dan bertemu Geum Hee. Bong Hee membenarkan. Do Hyun berkata sejak hari itu kondisi Geum Hee memburuk, apa Bong Hee mengatakan sesuatu pada Geum Hee. Bong Hee terdiam dan berkata sebenarnya Geum Hee bertemu dengan JUng Woo. Do Hyun mengangguk dan berkata kalau ia mengerti.
CHang hee dan Kang San mencari Hae Joo dan menemukannya di batu karang. Gi Chul kerumah Hae Joo dan melihat Ibu, Sang Tae dan Young Joo sedang membereskan pakaian ayahnya. Gi Chul hendak menanyakan baju kuning, namun Chang hee datang bersama Kang San, membawa HAe Joo yang sakit. Chang hee berkata Hae Joo sakit parah karena kehujanan semalam. Ibu kesal kenapa mereka membawa HAe Joo kerumahnya. Kang San marah, kenapa ibu memperlakukan HAe Joo seperti itu. Ibu kesal dan ia berdiri hendak memukul Kang San. Namun Kang San mengajak Chang hee kerumahnya saja untuk merawat Hae Joo, ia akan melaporkan pada polisi kalau Ibu Hae Joo menyiksa anak. Ibu takut.
Hae Joo bangun dan minta Chang hee menurunkannya. Hae Joo mencoba berdiri namun ia masih lemah. Chang Hee membantunya. Hae Joo berkata pada ibunya kalau ia mengaku salah, tapi ia mohon agar ibunya tidak mengusirnya. Ia ingin tinggal bersama ibu. Ia akan bersikap baik pada ibu. Chang hee dan Kang San memandangi Hae Joo. Ibu merasa tidak enak.
Hae Joo pingsan lagi. Chang hee dan Kang san panik. Ibu akhirnya melunak dan meyuruh mereka membawanya ke kamar Sang Tae.
Mereka menidurkan Hae Joo, Chang hee menyelimutinya. Kang San berkomentar pada Sang Tae, kau kakaknya kenapa kau membiarkannya di usir begitu saja? Dia kehujanan semalam dan apa yang kau lakukan? Sepertinya Sang Tae lah yang mengatakan pada Chang hee dan Kang San kalau Hae Joo di usir, makanya mereka mencarinya^^
Sang Tae berbisik takut-takut, kalian tak tahu ibuku, jika dia marah, ibuku menyeramkan.
Chang hee berkata kalau panas badan Hae Joo tinggi sekali, ia khawatir. Kang San melihat Chang hee menaruh tangannya di dahi Hae Joo dan berkata, Ngomong-ngomong, kenapa kau dari tadi terus menerus menyentuh wajahnya?
Ia menyuruh Chang hee minggir dan menggantikannya menyentuh dahi HAe Joo^^.
Chang hee dalam perjalanan pulang. Gi Chul memanggil Chang hee dan bertanya kenapa Chang Hee datang ke rumah ini. Chang hee heran kenapa ayahnya berkata begitu, Hae Joo sedang sakit dan ayah Hae Joo adalah senior Gi Chul. Bagaimana ia bisa diam saja melihat keluarga Hae Joo yang seperti itu. Gi Chul mengatakan pada Chang Hee kalau Chang hee perlu belajar dan jangan datang kesana lagi. Biar ia yang mengurusnya. Chang hee heran dengan sikap ayahnya.
Malamnya demam Hae Joo belum sembuh. Ia membuka matanya dan melihat bayangan ayahnya di sampingnya. Ayah berkata, Meski ayahmu tidak ada disini, kau harus tetap kuat. Kau kelihatan paling cantik, saat kau berlarian kesana kemari dengan penuh semangat. Jika kau berlarian kesana kemari, tersenyum, segala yang ada disekitarmu menjadi begitu cerah dan ceria.
Hae Joo : Itu tidak benar, Ibu, membenciku.
Ayah : Itu tidak benar. Ibumu, meski Ia berbicara dengan brutal, dia sangat memperdulikanmu. Lihat? Ia bahkan membuatkanmu bubur. Jadi, lekaslah sembuh.
Hae Joo bangun. Ia melihat ada bubur disampinganya dan bayangan ayahnya menghilang. Ia makan bubur itu dan berkata kalau rasanya enak. Hae Joo menangis.
Malam harinya ibu gelisah. Young Joo terbangun dan bertanya ada apa. Ibu menyuruh Young Joo menyalakan lampu. Young Joo menyalakan lampu dan melihat ibunya berkeringat. Ibu berkata bayinya akan segera keluar. Ibu menyuruh Young Joo membangunkan kakaknya. Young Joo membangunkan Sang Tae. Sang Tae awalnya malas bangun tapi Young Joo berkata bayi ibu akan keluar. Sang Tae kaget. Young Joo segera berlari memanggil kakaknya. Ibu dengan nafas putus-putus menyuruh Sang Tae memanggil nenek dengan rumah berpagar biru.
Hae Joo bangun dan bertanya kakaknya mau kemana. Sang Tae berkata ia akan memanggil nenek di kota dan minta HAe Joo menjaga Ibu. Hae Joo dan Young Joo masuk ke kamar dan melihat ibu kesakitan. Hae Joo bertanya apa ibu baik-baik saja. Di tengah kesakitannya ibu menyuruh HAe Joo memasak air. HAe Joo memasak air. Ia bertanya kenapa Oppa lama sekali. Young Joo bertanya apa yang harus mereka lakukan. Hae Joo menyuruh Young Joo masuk ke kamar Sang Tae dan tidur lagi. Hae Joo kahwatir karena ibunya terus berteriak.
Sementara itu Sang Tae tertahan dengan seekor anjing galak di depan rumah nenek itu. Ia terllau takut untuk masuk. Sang Tae kesal, seharusnya mereka mendengar anjing menggonggong dan segera keluar. Apa mereka tuli?!
Hae Joo masuk ke kamar Ibu dan berkata ia akan mencari Sang Tae. Ibu menahannya. Hae Joo kahwatir, ia melihat dan berkata ia melihat kepala bayi. Hae Joo mengerti, ia akan tinggal. Ibu menggenggam tangan Hae Joo dan terus mengedan. Hae Joo menyuruh ibunya terus mengedan /mendorong bayinya keluar. Ibu berusaha sekuat tenaga mendorong bayinya. Dan akhirnya kita mendengar suara tangisan bayi.
Hae Joo menangis menggendong adiknya. Ia berkata kalau adiknya seorang perempuan. Sangat cantik. Ibu tersenyum. Hae Joo meminta ibu jangan menangis. Sebagai pengganti ayah, kita punya anggota baru dalam keluarga. Sebelumnya ayah pernah berkata, Berbagi duka, kesedihan dan kelaparan adalah hal yang harus lakukan bersama. Aku akan membesarkan bayi ini dengan baik sebagai pengganti ayah. Jadi, Tolong jangan bersedih.
Ibu menangis. Hae Joo juga menangis sedih.
Do Hyun sedang rapat mengenai pembelian kebun pir. 60% dibeli perusahaan mereka, 20% oleh Kang Dae Pyung dan 20% lagi belum di jual oleh pemiliknya. Do Hyun tak puas dengan laporan Manajer-nya. Ia kesal dan berkata agar mereka memanggil perusahaan jasa untuk membongkar paksa rumah penduduk dan mengusir mereka. Ckckckckckckc.
Gi Chul bertemu dengan Do Hyun dan bicara mengenai masalah baju itu. Gi Chul mengatakan baju itu hilang, mungkin sudah di buang saat Hong Chul menerima uangnya. Do Hyun bertanya apa Gi Chul yakin. Gi Chul mengiyakan. Sebelum pergi, Do Hyun berkata mulai sekarang, Gi Chul akan bergabung dengan tim penghancuran lahan.
(Kasian Gi Chul selalu mendapat tugas yang berat)
Kang San menenemui kakeknya untuk minta Uang sebanyak 1 juta won. Kakek terkejut. Kang San berkata keluarga temannya baru saja meninggal, jadi ia butuh uang. Kakek sepertinya akan memberikannya saan asistennya datang dan berkata ada masalah besar.
Kantor Kakek Kang sedang di periksa, tepatnya tim penyita mengambil semua dokumen. Kakek datang berteriak ada apa. Mereka dari kantor kejaksaan Ulsan unit kriminal. Mereka mendapat laporan mengenai perusahaan kakek Kang mengenai manipulasi, penghindaran pembayaran dan penggelapan pajak. Mereka memberikan surat perintahnya. Kakek melihatnya dan terkejut. Ia segera keruangannya. Namun di sana tim kejaksaan juga sudah mengambil semua dokumen. KAng San terkejut.
Dan sepertinya ini memang ulang Jang Do Hyun. Di kantor kakek sudah ada Jang Do Hyun. Mereka mulai perang kata-kata. Do Hyun mengatakan ia sudah memperingatkan Kakek Kang sebelumnya. Kakek kesal karena Do Hyun menyerangnya dari belakang. Tapi Do Hyun berkata sebelumnya kakeklah yang lebih dulu menyerangnya. Do Hyun ingin kakek menyerahkan kebun pir itu. Tapi kakek menolak. Mereka bicara ini dan itu, saling mengancam dll. Kang San mendengarkan dari luar. Saat keluar, ia melihat KAng San dan sepertinya ini tak baik, karena Do Hyun juga berniat menyentuh Kang San.
Chang Hee mengunjungi rumah Hae Joo. Hae Joo mengatakan ibunya sudah melahirkan bayi perempuan yang cantik. CHang Hee tak percaya Hae Joo membantu ibunya melahirkan sendiri. Jika ia tahu ia akan datang membawa rumput laut. Chang Hee lalu mengeluarkan beras yang ia bawa. Hae Joo senang dan berkata mereka hampir kehabisan beras. Lalu tiba-tiba Sang Tae datang membawa berita buruk, kalau desa ini akan diratakan. Chang hee dan Hae Joo terkejut.
Pihak yang akan meratakan desa memberi pengumuman di depan desa. Jung Woo dan Bong Hee ada di antara penduduk. Chang hee dan Hae Joo juga di sana. Jung Woo menghalangi mereka dengan mengatakan kalau mereka melanggar hukum. Tapi mereka tak mau mendengar dan mulai meratakan desa. Dan Gi Chul ada di antara mereka.
Semuanya panik. Jung Woo tiduran di depan alat berat dan berkata bunuh dirinya dulu jika mau melakukan perataan desa. Bong Hee ikutan berbaring dan HAe Joo juga. Pemumpin tim kesal dan menyruh anak buanya memindahkan mereka. Lalu terjadilah perang antara tim perataan desa dan masyarakat.
Gi Chul tak tahan lagi dan berteriak. Ia kesal dan mulai memukuli dinding dengan palu. Chang hee menghentikannya. Gi Chul beneran dilema dan ia menangis.
Chang hee bicara berdua dengan ayahnya dan Hae Joo mengintip. Chang Hee tak mengerti mengapa ayahnya melakukan hal ini. Gi Chul menyuruh Chang Hee jangan ikut campur.
Gi Chul : Mulai saat ini, kau tidak punya urusan untuk bertemu dengannya. Jangan lagi temui dia. Kau punya jalan berbeda yang harus kau lalui.
Chang Hee : jadi, maksudmu aku harus pura-pura tidak mengetahui masalah Hae Joo?
Gi Chul : Jika kau tidak pura-pura, memangnya apa yang bisa kau lakukan? Apa kau akan membeli rumah dengan rasa kasihan? Chang Hee, dengar baik-baik perkataan ayahmu. Mulai sekarang, kau tidak boleh menemui anak itu lagi, Tidak boleh lagi!
Chang hee tidak mendengarkan ayahnya hingga Gi Chul menamparnya. Hae Joo terkejut.
Gi Chul : Jika aku berkata dengar aku, maka dengar aku.
Bong Hee masuk ke ruangan Do HYun tanpa permisi. Ia langsung ke topiknya, Apa itu perbuatanmu? Menyiramkan racun pada perkebunan pir dan meratakan desa dengan bulldozer, apa kau yang memerintahkannya?
Do Hyun ingin menjelaskan kalau hal itu bukan seperti yang di bayangkan oleh Bong Hee.
Tapi Bong Hee tak mau mendengarkan. Lalu mereka bicara soal Do Hyun yang akan menambang minyak di sana. Bong Hee berkata tidak ada minyak di korea. Tapi Do Hyun yakin ada. Bong Hee meminta Do Hyun jangan menyentuh lahan milik mantan kakak iparnya, Hak Soo. Tapi Do Hyun tidak mendengarkan, ia ingin ingin membangun kapal yang dapat melakukan eksplorasi dengan pengeboran.
Bong Hee berkata kalau Do Hyun gila. Do Hyun tak peduli, itulah mimpinya.
Bong Hee : Meski begitu, itu tak boleh dilakukan dengan cara mengambil lahan dan tempat tinggal orang. Orang-orang yang kau jerumuskan hingga mati itu juga mempunyai mimpi, meski mereka orang-orang biasa, dan mereka juga punya alasan untuk hidup, juga! Kakak iparku yang sudah meninggal tidak akan mewujudkan mimpinya dengan cara seperti itu. Jeong Woo dan aku juga tak dapat menyetujuinya!
Bong Hee menunjukkan aura permusuhan mulai sekarang.
Jung Woo bertemu Geum Hee dan melaporkan semuanya. Geum Hee tak percaya Do Hyun bisa melakukan itu. Do Hyun kesal karena bahkan Geum Hee tak tahu akan hal itu.
Jung Woo : Kepercayaan sperti itu, Apa kau memiliki rasa percaya yang sama pada kakakku? Jika kau masih punya sedikit hati nurani, jika kau pernah cinta pada kakakku di suatu waktu dulu, jika kau sangat berduka atas meninggalnya Yoo Jin, maka jangan lakukan ini. Apa kau tidak malu untuk bertemu dengan kakakku yang sudah meninggal?
Hae Joo sedang memasak sup rumput laut. Ia menyiapkannya untuk ibu. Ia menyuruh ibu makan. Ibu bertanya dimana Hae Joo mendapatkan rumput laut. Hae Joo berkata, baju yang diberikan ibu In Hwa, ia menjualnya. Hae Joo berkata jangan mengkhawatirkan uang. Ia akan bekerja di bengkel tempat ayah bekerja dulu. Ia sudah tahu sedikit tentang mesin, jadi ia bisa melakukannya. Ibu berkata desa akan dimusnahkan, maka bengkelnya tidak akan ada lagi. Hae Joo berkata ia bisa menjual ikan atau menjadi pembantu. Ia minta ibunya berhenti khawatir dan makan saja.
Ibu makan satu sendok dan mulai menangis. Ia berkata perkataan bisa menjadi nyata. Aku berkata agar ayahmu pergi dan tinggal di dunia selanjutnya. Dan hal itu benar-benar terjadi. Ibu menangis dan memukul dadanya. Hae Joo minta ibunya jangan bicara begitu. Hae Joo akan menangis lagi. Ibu mengeluh sambil menangis, kenapa suaminya pergi begitu cepat, kenapa pergi seorang diri, kenapa dirinya tidak di ajak. Bagaimana dengan anak-anak ini.
Bayi kecil kemudian menangis. Hae Joo menggendongnya dengan penuh perhatian.
Do Hyun datang ke rumah disambut oleh Il Moon. Do Hyun menanyakan geum Hee. Saat akan ke kamar, Il Moon bertanya apa tahun ini mereka tak akan mengunjungi makam ibu lagi (Syok, aku kira Il Moon tidak tahu Geum Hee adalah ibu tirinya).
Do Hyun marah mendengar itu. Ia mengatakan pada Il Moon kalau ibu Il Moon hanya satu. Ia tak mau mendengarkan tentang ibu kandung Il Moon. Ia bahkan menyuruh Il Moon jangan membicarakannya lagi dan melupakan ibu kandungnya. OMG.
Do Hyun juga bilang kalau Il Moon tak boleh mengungkit hal ini pada In Hwa.
Do Hyun masuk ke kamar dan bertengkar dengan Geum Hee masalah lahan itu. Do Hyun mengelak, ia tak pernah memerintahkan karyawannya melakukan itu. Tapi Geum Hee berkata kalau Jung Woo tak mungkin bohong padanya. Do Hyun mengatakan ia hanya ingin mewujudkan mimpinya dan Hak Soo. Geum Hee berkata Hak Soo tak akan menyakiti orang lain demi mimpinya, dan kau berani menyentuh tanah pemberiannya. Kau sendiri yang mengatakan kalau kau menganggap Hak Soo lebih berharga dari saudara sedarahmu. Do Hyun kesal karena Geum Hee terus berbicara mengenai Hak So. Geum Hee berkata Hak Soo tak pernah menyakitinya sekali pun, dan kau sudah menyakitiku sekali. Do Hyun mengerti dan menelpon sekretaris Choi untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat sebanding dengan kebun pir, mau tiga kali lipat atau 10 kali lipat.
(Aku ragu, dia beneran menelpon atau tidak, HAHHAHA).
Hae Joo tidur di luar, tapi ia tak bisa tidur. Hae Joo melihat sepatu Ayahnya dan memeluknya. Jung Woo datang berkunjung malam itu. HAe Joo kaget untuk apa Jung Woo datang malam-malam. Jung Woo memberikan sesuatu yang baik untuk di makan ibu yang menyusui. Hae Joo sangat senang. Jung Woo bertanya kenapa Hae Joo tidur di luar. Hae Joo menjawab kalau bayinya sering menangis, jadi ia tidur di luar. Jung Woo berkata itu tak baik karena Hae Joo akan kena embun pagi dan bisa flu. Ia mengajak Hae Joo ke rumahnya.
Hae Joo ke rumah Jung Woo. Jung Woo kagum dengan Hae Joo yang membantu ibunya melahirkan. Jung woo tanya apa bayi sudah di beri nama. Hae Joo berkata belum, karena ayahnya tak ada. Ia tanya apa Jung Woo mau memberinya nama. Jung Woo berfikir, karena namamu Hae Joo, bagaimana kalau Jin Joo? (Jin Joo = mutiara). Hae Joo menyukai nama itu, Chun Jin Joo. Tiba-tiba perut Hae Joo berbunyi. Jung Woo tertawa. Jung Woo akhirnya membuat ramen. Hae Joo malu, ia memarahi perutnya yang tak tahu sopan santun. Ia membereskan buku Jung Woo dan menemukan sebuah surat yang bertuliskan, untuk Yoo Jin dari Dad.
Hae Joo makan ramen dengan lahap. Sepertinya ia beneran kelaparan, HHAHAHA. Ia bahkan meneguk pancinya.
Jung Woo berkomentar harusnya ia membuat lebih banyak. Hae Joo tersenyum, ia sudah kenyang dan memperlihatkan perutnya sudah seperti kecebong.
Kemudian Hae Joo bertanya siapa Yoo Jin. Jung Woo terkejut, Hae Joo memperlihatkan surat yang ia temukan. Jung Woo membukanya dan mengatakan kalau kakaknya menulis surat itu saat keponakannya lahir. Hae Joo tersenyum, ia mengira kalau Jung Woo sudah punya anak. Hae Joo membaca surat itu.
"Yoo Jin, Hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidup ayah. Di hari kau lahir, Ibumu dan aku menangis tak henti-hentinya. Pertama kalinya dalam tujuh tahun, Keluarga kita bertambah satu. Yoo Jin, Kau akan tumbuh menjadi wanita paling cantik di seluruh dunia. Aku akan mencoba membesarkanmu layaknya ratu yang penuh cahaya. Layaknya bunga mawar yang merekah di bulan Mei, bulan dimana kau lahir. Meski dunia penuh bahaya, kau akan tumbuh sangat cantik dan bercahaya seperti bunga mawar".
Hae Joo menangis saat membaca surat itu. Hae Joo berkata ia tak bisa membacanya, hatinya sakit karena sangat menyedihkan. Jung Woo bertanya apa Hae Joo teringat ayahnya?HAe Joo mengangguk. Jung Woo minta maaf, seharusnya ia tidak memperlihatkannya. Ia lalu memeluk Hae Joo.
(YA ampunn, aku baru tahu kalau Yoo Jin lahir setelah Geum Hee dan Hak Soo 7 tahun menikah. Pantas saja Geum Hee dan Jung Woo begitu menyayangi Yoo Jin :'( ).
Jung Woo berkata ia mengerti. Lalu tiba-tiba Bong hee masuk dan terkejut melihat Hae Joo menangis. Bong Hee berkata kalau Do Hyun akan membayar kompensasinya melebihi pasar. Jung Woo tampak berfikir. Hae Joo senang mendengarnya.
Paginya semua masyarakat berkumpul di tenda untuk menenrima kompensasi. Melihat semuanya senang, Jung Woo dan Bong Hee pergi. Hae Joo dan ibu juga di sana. Kemudian giliran ibu. Tapi karena keluarga Chun baru tinggal satu bulan, mereka tidak mendapat kompensasi. Hae Joo dan ibu protes. Tapi pria itu berkata yang menerima kompensasi menurut hukum hanya yang sudah tinggal lebih dari 20 tahun.
Ibu sangat sedih mengenai hal itu. Mereka pergi.
Jung Woo kembali ke rumahnya dan terkejut karena Rumahnya di robohkan. Jung Woo melawan dan bertanya kenapa ini. Mereka mengatakan Jung Woo tidak masuk kualifikasi pemberian kompensasi. Jung Woo terkejut. Tiba-tiba tangannya di borgol dan orang itu berkata kalau Jung Woo di tahan atas tuduhan kekerasan. Bong Hee terkejut, apa yang sudah ia lakukan?!
Mereka menyeret Jung Woo. Jung Woo berteriak pada Bong Hee, Bong Hee, ambil kembali lahannya! Dan tolong jaga keluarga Hae Joo! mereka juga tidak akan mendapatkan kompensasi juga!
Keluarga Hae Joo pindah, mengangkut barang mereka dengan gerobak barang. Sang Tae bertanya kemana mereka akan pergi, mereka bahkan tak punya rencana apapun. Ibu berkata mereka hanya perlu pergi dari desa sial ini. Lalu hujan turun dan mereka berlindung di bawah selimut.
mereka pun pergi ke bawah jembatan. Bayi terus menangis. Young Joo berkata kalau ia sangat lapar. Sang Tae Juga lapar. Mereka akhirnya memasak di bawah jembatan, tapi kayu bakarnya kurang. Ia minta Sang Tae mencari kayu. Sang Tae berkata, dimana ia mendapatkan kayu bakar di hujan sederas ini. Hae Joo minta Sang Tae menjaga agar apinya tidak padam karena ia akan pergi mencari kayu.
Sang Tae mengerti. Hae Joo hendak pergi saat Sang Tae mencicipi nasinya dan karena kepanasan ia terkejut dan menjatuhkan pancinya. Hae Joo terkejut karena semua nasinya tumpah.
Hae Joo : Kau gila? Kenapa kau menumpahkan makanannya?!
Young Joo menangis melihat nasinya tumpah di tanah. Sang Tae juga ikutan menangis. Hae Joo menyuruh mereka jangan menangis, mereka bisa memasak lagi.
Ibu bahkan ikutan menangis. Membuat Hae Joo ikutan menitikkan air mata.
Hae Joo benar-benar bingung sekarang.
-END-
Comment :
Hidup Hae Joo sungguh berat. Ia masih 13 tahun tapi harus menjalani hidup yang sangat berat. Ia gadis yang kuat. Sesuai dengan keinginan Ayahnya, baik Hak Soo maupun HOng Chul. Hae Joo pasti menjadi anak yang kuat.
Jang Do Hyun benar-benar kejam. Bagaimana bisa dia berkata kalau Hong Chul itu licik, dan itu adalah hukuman yang pantas bagi Hong Chul. Padalah Do Hyun 100 kali lebih licik dari itu. Hukuman dari langit, kapan Do Hyun akan mengalaminya ya? Aku berharap Do Hyun akan menerima akibat yang pantas. Aku tak mau pada akhirnya ia berubah menjadi baik. Lebih baik ia jahat dan tetap jahat lalu mati karena kejahatannya itu. Maka aku akan lebih puas. (OMO! Ada apa denganku?!!!).
Aku senang akhirnya ibu menjadi baik pada Hae Joo. Akhirnya ibu bisa melihat ketulusan Hae Joo. Aku harap ia akan tetap baik pada Hae Joo, lebih baik dari perlakukannya pada anak kandungnya sendiri. Aku sampai saat ini masih menyukai Young Joo. Aku belum menonton episode 9, jadi kurang tahu, tapi saat melihat screencaps-nya aku khawatir, Young Joo beneran berubah menjadi gadis yang jahat, apalagi pada Hae Joo.
Drama ini sebenarnya bukan drama melo. Tapi penuh air mata. Meski begitu, di episode ini kita masih bisa tertawa di tengah kesedihan. Bagaimana ayah Hae Joo meninggal, aku juga ikutan sedih dan menangis. Saat Hae Joo sakit dan diusir aku juga sedih. Saat Ibu melahirkan, aku turut bersedih. Tapi tetap saja aku di buat tertawa oleh Sang Tae. Sang Tae adalah penyegar dalam drama ini. Meskipun ia akan tertua, tapi ia pengecut. Bagaimana saat ibu mengusir Hae Joo, ia membela Hae Joo dengan alasan yang cukup aneh. Saat ibu melahirkan, ia malah asik mimpi dan juga takut sama anjing. Dan bahkan saat adegan terakhir. adegan Kang San cemburu juga seru, hehheheh.
Episode berikut dan berikutnya akan lebih seru. Tapi sejenak aku kembali lagi ke Jang Do Hyun. Sebenarnya ada apa dengan dirinya. Kenapa ia begitu tidak menyukai istrinya? Kenapa dulu ia malah menikahi Geum Hee? Apa karena sejak awal ia memang menyukai Geum Hee? Dia orang yang licik, tapi akalnya panjang. Mimpi yang mustahil, tapi entahlah kalau berhasil. Ia bahkan membuat kakek Kang di penjara, juga Jung Woo. Ia juga mengancam Kang San. Ancaman yang halus. Makanya kakek akan menyuruh Kang San ke Amerika.
Drama ini menujukkan eksistensinya. Rating awal cukup meyakinkan karena mendapat angka 10%, lalu naik dan terus naik sampai 15%. Dan aku dengan episode 10 memecahkan rekor lagi menjadi 17%. Drama ini memang menarik. Ratingnya juga akan terus naik, aku yakin bisa melewati 20%. Dan lagi, aku sudah memutuskan membuat sinopsisnya sebagai proyek utama. Aku harap aku bisa menyelesaikannya. Meskipun sepertinya akan terlambat karena aku sudah mulai kuliah. TTBU gimana ya????
Dan kalau dipikir-pikir ke depan, rencananya Main proyek selanjutnya adalah drama I Miss You (Yoo Chun, KIm So Hyun, Yeo Jin Go). Dan saat I Miss You mulai tayang, drama ini belum tamat. OMG! Galau.com
Tapi aku juga tertarik dengan Saeguk The Horse Doctor, ada Lee Yo Won, Joo Seung Woo, Kim So Eun, Jo Boa juga. Rasanya drama itu menarik. Soalnya direkturnya Lee Byung Hoon (Dong Yi, Jang Geum, Yi San). Dan tayang di MBC lagi. Tapi 60 Episode, Ckckckkc, udah pasti aku nggak sanggup membuat sinopsisnya, dan sepertinya aku juga gak akan mendownload. Hanya menunggu siapa yang berbaik hati mau membuat sinopsisnya sebelum DVD-nya keluar, HAHHAHHAHHA
Lha, kenapa keluar dari topik ya???
Yang jelas, May Queen DaeBak!!!!
Beberapa stiil + BTS yang belum aku posting sebelumnya, hehheehhe. Karena bentar lagi kita harus say goodbye pada ChildCast, jadi kita habiskan BTS yang belum aku posting^^
Park Ji Bin men-tweet gambar ini beberapa waktu yang lalu. Ini saat mereka ngambil adegan Hae Joo menabur abu ayahnya di karang. Saat melihatnya aku berfikir, ini terlihat seperti sebuah poster melodrama. Akankah ada drama yang memuat mereka berempat sebagai tokoh utama? Hahahahha
Kim Yoo Jung dan 2 pangerannya, Park Gun Tae dan Kang San. Rasanya mereka sangat bersahabat ya?

Lagi. aku menyukai Young Joo. Anak kecil ini meskipun perannya cuma menangis dan bicaranya sedikit, tetap menghiburku.


Para Childcast menghabiskan waktu break mereka dengan membaca naskah dan angin-anginan. Musim panas di Korea pasti panas^^
Kim Yoo Jung dan Park Gun Tae. Aku suka chemistry mereka^^
Young Joo dan unni Hae Joo^^
Ahn Sang Tae mengakhiri penampilannya di May Queen dan menjalankan perannya dengan sangat baik. Katanya dia bakal main di Horse Doctor^^
created by Hazuki Airin@Clover Blossoms
.













































































unnie,,,
BalasHapuscmangad!!!
lanjuuutttt
budiantari
ya ampuuunnn.... karakter hae joo baik banget yaaa... malah kita yg geregetan, pemeran hae joo kecil aktingnya juga bagus banget, bisa masuk dan menghidupkan karakter Hae Joo kecil(smoga pemeran Hae joo besar) juga sebagus hae joo kecil.
BalasHapusbearti inti judul drama ini di episode ini, may queen itu hae joo sendiri...
BalasHapus