ATTENTION!!!!

Di Mohon Untuk Tidak meng-COPAS tulisan di blog ini!!!
Tapi,
Bagi yang ingin mengambil tulisan di Blog ini, harap menyertakan LINK HIDUP di bawah postingan yang kalian ambil dari Blog ini!!!
Baik itu nantinya postingannya akan kalian ubah ataupun kalian rapikan.
Tolong hargai penulis dan sesama blogger...
Gomawo^^

Minggu, 30 September 2012

[Sinopsis] May Queen Episode 9

Photobucket

Episode 9
Photobucket
Hae Joo berlari dari kejaran penagih hutang dan tersudut di tepi karang. Tak ada pilihan selain melompat atau di tangkap. Hae Joo tak peduli lagi dan akhirnya memutuskan melompat. Hae Joo jatuh ke dalam lautan. Tak sadarkan diri. Lalu ia mendengar suara ayahnya dan teringat saat ayahnya pertama kali mengajaknya naik kapal.
Hong Chul : Hae Joo, Tak perduli betapa beratnya dunia. Tak perduli betapa kuat ombak  menerpa. Selama kau mengingat perasaan ini. Kau bisa melewati semuanya. Kau mengerti. Saat kau menutup matamu, meskipun semua gelap dan kau tak dapat melihat apapun, bukan berarti tidak ada cahaya di dunia ini. Jadi jangan gentar, paham?
HAe Joo tersadar dan membuka matanya. IA berenang ke permukaan dan melihat di sekelilingnya. Kemudian ia menemukan pelabuhan dan berenang ke arah sana.

-15 Tahun Kemudian, Provinsi Gujae-
 
Photobucket
Hae Joo kini menjadi teknisi tukang las. Saat sedang mengelas, bos-nya memanggilnya untuk memperbaiki sebuah baja yang di rusak oleh salah seorang teknisi. Hae Joo melihat baja itu dan terkejut karena rusaknya cukup parah. Hanya dengan menyentuh dan mendengar bunyinya saat memukulnya, Hae Joo bisa tahu berapa Frekuensi suaranya.
HAe Joo mengeluh karena ia harus mengulangnya dari awal. Ia kemudian mengelasnya ulang hingga hasilnya bagus.

Photobucket
Bos memuji hasil las-an Hae Joo. Hae Joo menasehati teknisi itu agar tidak melakukan kesalahan dan memberikan cara-cara mengelas yang benar. Bos memuji Hae Joo lagi. Hae Joo mengeluh tak perlu memujinya, naikkan saja gajinya. Bos berkata ia tak punya kuasa atas hal itu, ia akan mentraktir Hae Joo saja. TApi Hae Joo menolak. Ia minta bos-nya melanjutkan tugas-nya saja karena ia akan pergi ke suatu tempat.

Photobucket
Hae Joo melaju dengan motor gede-nya. Ia tiba di pasar dan menemui ajumma penjual makanan laut. Ajumma berkata ia sudah menyiapkan pesanan Hae Joo. Tapi Hae Joo meminta 2 kepiting sebagai bonus. Ajumma benar-benar tidak memperbolehkannya. Tapi Hae Joo berkata ia adalah pelanggan tetap dan mencium pipi Ajumma itu. Pada akhirnya ajumma mengalah dan memberikannya pada Hae Joo.

Photobucket
Hae Joo kembali melaju dengan motor gede-nya. Ia tiba di daerah sekitar pelabuhan dan berhenti di suatu tempat, ia turun dari motornya dan melihat sebuah mobil yang terparkir tepat di tempat ibunya biasa jualan. Hae Joo heran. Ia kembali naik ke motor dan menuju rumahnya.

Photobucket
Hae Joo masuk ke rumah sambil membawa makanan laut yang ia pesan. Ia melihat ibunya sedang tidur di tengah rumah dan Hae Joo memanggil ibunya dengan kesal. Ibu terkejut dan mengeluh karena Hae Joo berteriak. Hae Joo berkata bagaimana ibunya bisa tidur di siang bolong, apa ibu tak kerja. Ibu berkata ia kelelahan setengah mati karena bekerja hingga subuh. Ia menyuruh Hae Joo makan saja duluan, biar ia yang membereskan makanan laut itu.

Photobucket
Lalu dari dalam kamar Sang Tae keluar sambil menguap dan minta makan. Hae Joo terkejut melihat oppanya masih di rumah dan tidak bekerja. Sang Tae cari alasan dan berkata ia mampir untuk makan siang (ish, boong banged!).
Hae Joo tahu kalau Sang Tae bohong. Mereka duduk untuk makan dan Hae Joo menasehati Sang Tae. Sepertinya Sang Tae bekerja sebagai sales asuransi. Sang Tae kesal karena Hae Joo terus bicara. Hae Joo hanya bisa menghela nafas. Ibu kemudian menyuruh Hae Joo segera makan karena ia masih harus ke pabrik. Hae Joo akan makan dan ingat mengenai mobil yang terparkir itu, ia bertanya-tanya itu mobil siapa. Sang Tae dan ibu saling lirik. Akhirnya Sang Tae mengaku kalau itu mobilnya. Hae Joo terkejut. Ibu berkata dia yang membelinya. Hae Joo kesal dan berteriak, kenapa dia butuh mobil?!
Ibu membela Sang Tae karena dia adalah salesman. SAng TAe berkata ia harus berkeliling jauh dan kakinya akan sakit, makanya ia membeli mobil. HAe Joo beneran kesal dan tak tahu harus berkata apa lagi.
PhotobucketPhotobucket
Mereka pergi ke mobil tersebut dan Hae Joo memeriksa mesinnya. HAe Joo mengela nafas. IA bertanya berapa harga mobil itu. Ibu pura-pura lupa. Hae Joo berteriak kalau mobil itu mesinnya sudah bobrok. Bahkan kilometernya sudah 100000 km. Sang Tae berkata di odometernya masih 50000 km. Hae Joo berkata itu di palsukan. Apa kau mau membuatku gila?!
Ibu membela Sang Tae dan berkata kalau Hae Joo kesana kemari memakai motor, kenapa Hae Joo meributkan soal ia yang membelikan Sang Tae mobil?
Sang Tae menyuruh ibunya berhenti, ia berkata jika Hae Joo sudah bicara menggunakan logat, itu artinya Hae Joo sudah mulai naik darah. HAHHHH.
Hae Joo menjelaskan kalau ia membeli onderdil motornya satu persatu dan membuatnya sendiri. Bagaimana ibu bisa membandingkannya dengan mobil rongsokan itu. Ibu sih menanggapinya dengan enteng, kalau begitu buatkan mobil untuk kakakmu kali ini. Hae Joo benar-benar kesal. Kemudian ia mendapatkan sms dan segera berlari ke rumah. Ibu heran kenapa dengan HAe Joo. Sang Tae berkata apapun itu, itu sangat melegakan. Ibu kemudian memukul Sang Tae, bukankah sudah ku bilang jangan percaya pada bajingan itu!!!

Photobucket
Hae Joo masuk ke kamarnya dan segera mengecek emailnya. Kita bisa melihat di meja ada miniatur kapal pemberian Kang San^^. Hae Joo membaca email-nya, yang mengatakan kalau ia sudah di terima di Perusahaan Cheon Ji. Akan ada interview terakhir tanggal 13 september jam 10 pagi di kantor pusat departemen Kelautan.
Hae Joo sangat senang dan berteriak, assa!!!
Hae Joo segera mengambil foto kecilnya-nya bersama ayahnya dan mengatakan pada ayahnya kalau dia berhasil.

PhotobucketPhotobucket
Lalu kita Skip ke Ulsan, dimana Jaksa Park Chang Hee (KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!! Jae Hee!) sedang masuk ke sebuah perusahaan bersama anggotanya namun di halangi oleh karyawan perusahaan itu. Asisten Jaksa PArk mengatakan pada mereka agar jangan mencampuri urusan penyitaan karena kalau melawan maka mereka akan di tangkap. PAra karyawan tidak mendengarkan. Karena mereka terlalu ribut, Jaksa PArk mengambil alat pemadam kebakaran dan memecahkan kaca dengan itu sehingga semua diam. Bos perusahaan itu datang. Jaksa Park memperkenalkan dirinya sebagai Park Chang Hee dari Satuan Investigasi Spesial Ulsan.
Bos perusahaan itu marah. Jaksa Park menghadapinya dengan santai karena dia sudah mengirimkan surat peringatan sebelumnya. Bahkan jika mereka mau menuntutnya maka ia juga bisa menuntut balik. Ia bahkan mengatakan pasal-pasal-nya. Sepertinya mereka mulai takut. Mereka meminta dokumennya. Saat melihatnya, mereka protes karena itu sama saja dengan melarang mereka melakukan bisnis. Jaksa Park mengancam akan mengeluarkan surat penangkapan jika Bos perusahaan itu tak mau datang untuk di periksa.
Ia beri waktu berfikir 5 detik dan akhirnya Bos perusahaan itu menyerah. Jaksa Park tersenyum (KYAAAAAAAAA!!! Mong Ryong a~).

Photobucket
Lalu kita beralih ke pemandangan sebuah rumah mewah yang luas di tepi laut Ulsan. Lalu mobil Jaksa Park memasuki pagar rumah itu. Ia turun dari mobilnya dan bertanya di mana presdir, tapi asisten presdir mengatakan ia belum kembali. Kemudian kita bisa melihat Gi Chul memanggil puteranya untuk masuk ke rumah. Chang Hee masuk dan sebelum mandi ayahnya memberikannya obat tradisional. Ayahnya terlihat begitu bangga dan perhatian pada Chang Hee. Saat Chang Hee sudah di kamar, ayahnya membuka ponsel Chang Hee dan melihat ada pesan, ia memanggil Chang Hee dan mengatakan ada pesan dari atasan Chang Hee. Chang Hee segera keluar dengan gugup. Ia mengambil ponselnya untuk berbicara di luar rumah.

PhotobucketPhotobucket
Dan itu bukan atasannya. Chang Hee hanya menyamarkan namanya agar ayahnya tidak tahu bahwa itu adalah Hae Joo! Hae Joo mengeluh karena Chang Hee tak menelponnya, Apa ia adalah 'Atasan' yang harus mengirim sms dulu baru di telpon?
Chang Hee tersenyum dan bertanya ada apa. Hae Joo berkata ia akan ke Ulsan. Hae Joo berkata ia sepertinya akan mendapat pekerjaan di Ulsan. Chang Hee terkejut karena Hae Joo akan bekerja di perusahaan Cheon Ji, yang tak lain adalah perusahaan milik Jang Do Hyun.
Hae Joo berkata ia senang karena dengan begitu ia bisa menemui Chang Hee. Tapi Chang Hee tidak terlihat sesenang itu. Ia malah berfikir keras. Tentu karena ia merahasiakannya dari ayahnya kalau ia dan Hae Joo berpacaran sudah hampir 15 tahun, WOW!

Photobucket
Lamunannya di pecah oleh kedatangan keluarga Jang, Do Hyun, Geum Hee, Il Moon dan In Hwa yang baru pulang dari makan siang di restoran milik In Hwa.
Wow, pengawalannya ketat banged! Kayak menyambut menteri aja. Mereka naik mobil satu-satu, kecuali In Hwa yang satu mobil bersama ibunya.
Mereka masuk ke pekarangan dan saling menyapa. Mereka mengatakan betapa sulitnya bertemu Chang hee meski berada di rumah yang sama. Chang Hee minta maaf karena ia sibuk. Sepertinya Do Hyun memang menyukai Chang Hee. Mereka kemudian masuk. Il Moon berpapasan dengan Chang hee dan memperlihatkan wajah tak suka-nya pada Chang hee.

Photobucket
Di rumah, Do Hyun meminta informasi apa benar Chang hee menangkap Presdir Ko dari perusahaan kapal Bae Yang. Do Hyun sepertinya tertarik dengan Presdir Ko itu dan mengatakan kalau ia membutuhkan pria itu, jadi ia minta presdir Ko jangan di tahan. Ia bangga pada Chang Hee, ia merasa aman karena ada Jaksa Park di belakangnya. Il Moon menunjukkan wajah penuh benci pada Chang Hee. Lalu Do Hyun beralih ke Il Moon dan menyinggungnya seandainya saja Il Moon punya setengah saja jejak Chang Hee.
Lalu Do Hyun bertanya apa Chang Hee mengenal detektif Bae, ia akan datang ke perusahaan minggu depan. Katanya ini doal ladang minyak di Indonesia, tapi si brengsek ini (Il Moon) terlalu membesar-besarkan! Ia bahkan di temani menteri tapi, setelah di teliti lebih jauh tak ada keuntungan sama sekali!
Il moon membela diri, ini belum waktunya memutuskan, ladang minyak biasanya.....
Tapi Do Hyun memotong ucapannya dan menyuruhnya tutup mulut. Do Hyun menjelaskan bagaimanan mereka menghabiskan uang di sana selama 3 tahun dan bla bla bla.

Photobucket
Do Hyun berhenti saat In Hwa dan Ibu lewat. Do hyun kemudian melanjutkan, Ia bertanya apa kepala pengawas pemilik kapal berkata sesuatu. Il Moon bertanya, apa maksudmu Ryan KAng?
Do Hyun mengatakan kalau ia dengar pria itu sedikit pilih-pilih. Il Moon berjanji ia bisa mengatasinya. In Hwa turun lagi dan bertanya siapa nama pengawas itu. Il Moon mengatakan, dia Ryan Kang. kenapa?
In Hwa berkata tidak apa-apa.
Kemudian mereka membicarakan kapal pengebor baru yang di pesan oleh Do Hyun. Ia mnegeluh bukannya pemilik kapal yang datang, tapi malah kepala pengawas kapal. Ku dengar gelarnya adalah doktor. Keduanya gelar Pembangunan kapal dan Enginering Perkapalan juga Enginering Kelautan dari MIT (WOW! KAng San pinter juga ya, hhahaahha).
In Hwa tersenyum mendengarnya. Ok, dia tahu siapa Ryan Kang, dan dia mengenalnya dengan baik, tentu saja, Kang San!

Photobucket
Lalu kita beralih kelautan luas. Seorang pria sedang duduk santai di temani para wanita yang memakai bikini. Ck. Dia Ryan Kang. Ia suka di goda, tapi tak suka jika mereka menyentuhnya. HHAHAHHA. Katanya kulit sempurnanya akan tergores, LOL.
Ia kemudian menyinggung gadis yang menyentuhnya itu dengan mengibaratkanya sebagai kapal, LOL.
Ryan Kang bosan. Ia kemudian akan memutar balik kapal dan mengganti bajunya, Ia dan para gadis pergi jalan-jalan menggunakan mobilnya. ckckkckckc.

Photobucket
Ryan Kang dan para gadis masuk ke sebuah perusahaan tepatnya di sebuah ruangan dimana Lee Bong Hee juga bekerja di sana. Bong Hee membabat pendek rambutnya,hehehhe. Ryan Kang bertanya apa direktur Jang Il Moon ada. Bong Hee berkata Il Moon tak ada dikantor sekarang. Ryan kemudian memberikan sebuah gulungan cetak biru yang berisi general layout dan cross-sectional diagram bagian tengah kapal. Mereka membicarakan tentang itu. Ryan memprotes tentang Il Moon yang mengabaikan cetak biru dan bla bla bla. Ryan juga menyebutkan tentang kapal pengeboran seharga 9 juta dolar itu.
Bong Hee beneran kesal dengan sikap Ryan. atau mungkin Il Moon? Ia minta asistennya memanggil Il Moon.

Photobucket
Hae Joo pulang kerja dan mampir ke kedai ibunya. IA minta ibunya pulang untuk menyiapkan makan malam untuk Young Joo dan Jin Joo, biar ia yang menjaga jualan. Tapi kemudian ibunya bertanya lagi, apa salahnya ia membelikan mobil untuk Sang Tae. Jika tak punya mobil, tak ada wanita yang mau mendekatinya. Hae Joo menghela nafas dan meminta ibunya mengeluarkan uang hasil penjualan hari ini. Ia menghitungnya dan memperlihatkannya pada ibunya, Lihan ini. Meskipun kau berjualan hingga subuh, setelah kita membeli bahan dasar, sisanya bahkan hampir tidak cukup untuk hidup. Uang yang aku hasilkan hampir tidak dapat menutupi rumah, les Young Joo dan utang-utang Oppa. Tapi kau malah mau membeli mobil? Dari mana kita mendapatkan uangnya?
Ibu hanya menunduk, ia juga mengerti akan hal itu.

PhotobucketPhotobucket
Lalu Jin Joo datang dan memanggil Onnie-nya sambil membawa kaldu sup dalam ember. Hae Joo memarahi ibunya, kenapa ibu menyuruh Jin Joo melakukannya lagi?!
Ibu berkata ia tak menyuruhnya, Jin Joo yang mau melakukannya sendiri. Lagipula, kaldu buatan Jin Joo lebih enak dari pada buatannya. Jin Joo berkata hanya hari ini saja, ia ingin melakukannya. Hae Joo mengambil kaldu itu dan bertanya apa Young Joo sudah pulang, bukannya les-nya sudah selesai?
Jin Joo berkata kalau Young Joo tidak les, ia pergi ke laundry dengan make up tebal.
Hae Joo terkejut. Ibu menyuruh Jin Joo diam. Hae Joo beneran kesal dan segera pergi.

Photobucket
Hae Joo segera pergi ke Klub malam dengan motor gedenya. Di klub malam itu ada Ryan Kang yang juga sedang berpesta dan di goda banyak wanita. Dan di sana ada Young Joo juga yang menggodanya.

PhotobucketPhotobucket
Hae Joo tiba di depan bar dan segera masuk ke dalam. Sementara itu Young Joo menari dengan Ryan dan Ryan menyangka Young Joo adalah wanita kiriman Cheon Ji untuk menggodanya. Young Joo bingung. Hae Joo melihat mereka dan segera pergi ke sana. Ia menarik dasi Ryan dengan kasar dan menyuruhnya jangan menggoda anak-anak.

Photobucket
Ryan kesulitan bernafas dan batuk-batuk. Ia melepaskan diri dan heran dengan Hae Joo, siapa kau? Preman?
Hae Joo yang kesal mengiyakan, ia adalah kakak preman dari Young Joo. Jika kau menggoda anak-anak, maka kau melakukan kejahatan, apa kau tahu itu?!
Ryan heran dan menatap Young Joo, apa kau masih di bawah umur?!
Young Joo takut-takut dan mengatakan kalau ia sudah kuliah.  Hae Joo kesal dan segera menarik kepala Young Joo dari sana. Tapi rambut palsu Young Joo lepas. Ia benar-benar malu. Hae Joo tak peduli dan menariknya lagi. Ryan menghalanginya. Kau kasar sekali. Hae Joo kehabisan kesabaran, ia lalu memegang tangan Ryan dan menjatuhkannya. Tak cukup hanya itu, ia bahkan menyiraminya dengan air es. Hae Joo kemudian berteriak pada pemilik Bar, kalau membiarkan adiknya masuk lagi, maka ia akan membakar tempat ini. Hae Joo menyeret Young Joo pergi, sementara Ryan masih kesakitan di lantai.


PhotobucketPhotobucket
Hae Joo menyeret Young Joo keluar dan Young Joo minta unnie-nya melepaskannya. Young Joo mengatakan ia meminjam baju itu dari laundry, jika rusak maka gaji unnie satu bulan tak akan cukup menggantinya. Hae Joo terkejut dan melepaskannya. Young Joo yang malu abis menggunakan kesempatan ini untuk kabur. Tapi Hae Joo mengejarnya. Mereka menabrak In Hwa yang dalam perjalanan ke bar itu. In Hwa kesal dan berteriak pada mereka. Hae Joo tak mendengarkan dan memakai jurusnya untuk menghentikan Young Joo. In Hwa yang awalnya ingin marah-marah jadi takut pada Hae Joo. Ia akhirnya pura-pura tak melihat mereka.

Photobucket
RYan Kang kesal sekali karena ia di permalukan. Lalu seorang wanita yang menggodanya tadi mendekatinya dan memberikannya sapu tangan. Tapi Ryan menolak karena ia juga punya. Wanita itu mengenali Ryan dan ternyata wanita itu seorang pengawas kapal juga. Ryan denang berkenalan dengan wanita itu. Tapi kemudian In Hwa datang dan memanggil namanya. melihat In hwa, wajah Ryan langsung berubah. In Hwa melihat wanita itu dan kesal menyuruhnya pergi. Ryan bertanya, kenapa In hwa tahu kalau ia ada disana. In hwa tersenyum dan berkata ia seperti hantu yang mengikuti Kang San sejak kecil, jadi ia tahu kemana saja Kang San akan pergi. Ia bertanya kenapa Kang San ada disini, ia bahkan sudah kembali sebulan yang lalu, apa rencana Kang San selanjutnya.
Kang San tak mendengarkan itu, ia kesal dan berkata kalau In Hwa benar-benar hantu.
In Hwa kemudian menarik Kang San keluar dari bar itu karena ia tak suka melihat Kang San di sana.

Photobucket
In Hwa menarik Kang San keluar dan Kang San bertanya mereka mau kemana. In Hwa berkata sudah lama sejak Kang San di amerika dan juga sudah lama mereka tak bicara. Kang San berkata kalau ia sangat senang tidak bertemu dengan In Hwa selama di Amerika. Ia merasa ngeri pada In Hwa.
In HWa tak peduli, Meski kau merasa begitu, kau datang sebagai Kepala Pengawas Pemilik Kapal ke perusahaan ayahku?
Kang San bertanya, apa kau memberitahu mereka kalau Ryan Kang adalah Kang San?
In Hwa berkata sekarang ia sudah bersar, kenyataan bahwa kakek San berantakan karena ayahnya, bagaimana mungkin ia memberitahukan Kang San pada mereka.
Kang San kesal, kau tahu hal itu tapi kenapa kau masih mengikutiku.
In Hwa memeluk lengan Kang San, memangnya kenapa? Mirip Romeo dan Juliet bukan?
Kang San kesal, aku tak mau mati seperti Romeo!
Kang San kesal dan meninggalkan In Hwa, tapi In Hwa menahannya. Kang San berkata ia akan pulang ke rumahnya. In Hwa menawarkan diri untuk mengantar. Tapi Kang San tahu niat In Hwa yang ingin mencari tahu dimana ia tinggal dan akan mencoba merayunya.
Dan sepertinya itu benar. LOL.
Kang San meninggalkan In Hwa dan masuk ke mobil sekretaris Kim. In Hwa mencoba mengejarnya namun tak berhasil. In hwa kesal sekali karena sudah lama ia tak bertemu dengan Kang San.
(LOL. Aku suka In Hwa^^).


Photobucket
Di dalam mobil wajah Kang San langsung berubah serius. Sekretaris Kim bertanya kemana mereka akan pergi, tapi Kang San diam saja. Mereka masuk ke sebuah rumah tua dan Kang San minta sekretaris Kim pulang saja. Kang San menemui kakeknya yang kini menjadi tukang Las tua. Hikzzz.
Kakek sedang minum soju dan makan mie. Kang San mengeluh seharusnya kakek minta ia membelikannya sesuatu. Tapi kakek diam saja. Kang San kemudian minta kakeknya tinggal bersamanya saja. Tapi kakeknya menolak, Jika manusia sialan yang kehilangan perusahaannya hidup dalam rumah yang hangat dengan perut kenyang, lalu siapa yang akan mendapatkan perusahaannya kembali?
Kang San bertanya, apa kau ingin membuatku seperti anak yang tak tahu balas budi?
Kakek minta Kang San jangan bicara lagi dan jangan datang lagi, bagaimana jika ada yang mengikutinya.
Kang San berkata kalau ia sudah ketahuan. Kakek terkejut. Kang San berkata, In Hwa, puteri Jang Do Hyun, ia sudah mengenalinya sejak kuliah di Amerika.
Kakek sepertinya tak mengkhawatirkan itu.

Photobucket
Kang San : Aku tidak punya tujuan mengasah pisau-ku diam-diam. Karena dia mengalahkanmu dengan cara kotor, Aku akan mengalahkannya dengan caraku. Dengan cara yang adil dan terang-terangan. Aku akan membangun ulang Perusahaan Pembangunan Kapal HaePoong.
Kakek bekata, apa kau pikir Jang Do Hyun yang sekarang sama seperti dulu? Apa yang akan kau lakukan?
Kang San berkata pasti ada jalan.
kemudian kakek mulai batuk-batuk dan sesak. Kang San kesal dan cemas. Pada saat aku sudah mendapatkan Haepoong kembali, bisa-bisa kau sudah mati! AHH! Ayo pergilah ke rumahku!
Kakek mengatakan sampai Kang San emndapatkan HaePoong kembali, maka ini adalah rumahnya.
Kang San beneran nggak tahu lagi bagaimana cara membujuk kakeknya.

PhotobucketPhotobucket
Kang San kembali ke rumahnya dan masuk ke ruang kerjanya. Di papan note di dinding kita bisa melihat berita-berita tentang Jang Do Hyun dan perusahaannya di tempel di sana oleh Kang San. Kang San duduk di bangku dan membuka lacinya. Ia mengambil bando pink milik Hae Joo kecil dan teringat kenangannya bersama Hae Joo di hari perpisahan mereka, dan ia tersenyum.
Ia kembali bekerja dan membuka laptopnya, ada gambar seperti baling-baling di sana.

Photobucket
Di Rumah keluarga Hae Joo, Young Joo berkata ia tak akan ketempat les dan tak akan kuliah. Bahkan kakaknya setelah lulus kuliah tetap saja seperti itu.
Hae Joo bertanya, jika tidak kuliah, lalu apa yang kau lakukan? Apa kau tidak melihatku? Apa kau mau hidup seperti aku? Kau mau mengelas dan dilumuri minyak saat bekerja dengan cuaca yang panas?
Young Joo : Siapa bilang aku akan hidup sepertimu? Meskipun aku tidak kuliah, selama aku menemukan pria baik, aku akan memiliki hidup yang nyaman! Apa kau tidak tahu hidup seorang wanita tergantung pada pria yang Ia temui?
Hae Joo : Jadi itu sebabnya kau pergi ke klub malam yang penuh dengan orang asing? Untuk menggoda dan berdansa?
Young Joo terus melawan : Apa salahnya? Aku juga mau hidup di rumah yang nyaman! Aku muak dengan rumah kecil ini!
Hae Joo makin kesal. Dan Young Joo tak mau kalah dan tambah menyebalkan, ck.
Young Joo : Itu benar. Aku tidak mau hidup gembel sepertimu. Aku akan mendapatkan pria asing kalau aku tak bisa mendapatkan pria Korea. Dengan menari dan menjual tubuhku, aku bisa mendapkan pria seperti itu dan hidup dengan layak!
Hae Joo marah dan memukul kepala Young Joo!

Photobucket
Jin Joo dan Sang Tae menghentikan Hae Joo.
Hae Joo : Kau pikir aku membesarkanmu untuk mendengar kata-kata seperti itu?
Young Joo : Siapa bilang kau yang membesarkan aku? Kau selalu saja bilang begitu!
Ibu kemudian datang dan melihat pertengkaran mereka. Tapi Hae Joo tak peduli.
Hae Joo :  Kau ... kau pikir kau akan diperlakukan sebagai manusia jika kau tidak belajar? Aku sungguh-sungguh ingin kuliah. Karena kau dan Oppa, aku tak bisa sekolah. Aku ingin setidaknya lulus dari SMA . Tapi aku tak bisa karena aku terlalu sibuk mencari uang! Aku bahkan tak bisa melakukannya, perempuan!
Hae Joo kesal dan melemparkan barang.
Sang Tae mengenghentikannya, Berhenti meributkan hal itu! Kau ... jangan mentang-mentang kau menghasilkan sedikit uang, kau tidak lihat aku sebagai kakakmu ya? Kenapa kau teriak-teriak? Siapa yang anak sulung di rumah ini? Kenapa kau selalu ribut-ribut?

Photobucket
Hae Joo berkata dengan penuh emosi, kau, Bagaimana mungkin kau anak sulung? Setelah kau lulus kuliah, kau bahkan belum membawa uang sepeserpun ke rumah ini. Kau tidak pernah membawa uang sedikitpun! Kau tahu berapa banyak uang yang kau habiskan?
Sang Tae hilang kesabaran dan ingin memukul Hae Joo tapi ibu menghentikannya. Kalian ini saudara, apa yang kalian lakukan? Ibu berkata jika ayahmu melihat ii, dia pasti akan senang sekali.
Hae Joo akhirnya pergi ke luar dan minta ibunya segera mengurusi jualannya.

PhotobucketPhotobucket
Hae Joo minum di kedai ibunya. Ibu datang dan mengatakan tidak ada yang salah dengan perkataan Sang Tae. Kita semua tahu sangat berat bagimu selama ini. Tapi bukan hanya kau, aku juga, setelah kematian ayahmu, sangat berat untuk menjaga kalian.
Hae Joo : Aku tidak memintamu untuk menyadari betapa sulitnya ini untukku. Ini karena terasa tidak adil. Aku sungguh sangat ingin kuliah. Jika aku belajar lebih banyak, Aku bisa mendapatkan posisi yang bagus. Jika saja seperti itu, kita bisa hidup nyaman saat ini. Tapi ibu bilang Oppa yang harus masuk kuliah, Ibu tidak mengijinkan aku untuk sekolah. Kenapa kau melakukan itu? Aku bertanya, kenapa kau lakukan itu?
Ibu menghela nafas, siapa yang tahu pada akhirnya dia akan seperti itu?
Hae Joo menangis. Jika aku yang melakukannya, meskipun tubuhku tercabik-cabik, aku akan bertahan dan kita mungkin bisa hidup nyaman. Tapi tak bisa. Makanya aku ingin Young Joo dan Jin Joo melanjutkan sekolah mereka sampai selesai. Tapi tak ada yang mengerti perasaanku.
Hae Joo : Kapan kita bisa hidup seperti orang lain?

Photobucket
Hae Joo akan minum namun ibu merebut minumannya dan mereka bertengkar. Lalu pelanggan datang dan Hae Joo segera melayaninya. Ibu melihat Hae Joo dan menghela nafas menahan kesedihannya.
Waktu berlalu dan hari sudah subuh. Mereka mulai menutup jualan mereka. Ibu tertidur dan Hae Joo beres-beres. Hae Joo lalu membangunkan ibunya menyuruhnya pulang.

Photobucket
Hae Joo kembali ke rumah dan ternyata ia satu kamar dengan 2 adik perempuannya. Ia menyelimuti mereka berdua. Hae Joo kemudian mulai belajar dari buku ahli mendesain kapal. Ia menahan kantuknya dan terus belajar.
Setelah selesai ia keruang depan dimana ibunya tidur dan menyelimutinya. Kemudian ia memasak nasi. Setelah hari terang, ia pun berangkat bekerja lagi.
Hikzzzzz. Kapan Hae Joo tidur kalau begini T____T?

Photobucket
Jaksa Park sedang menginvestigasi Presdir Ko. Presdir Ko khawatir ia akan di penjara jadi Jaksa Park menjelaskan apa yang harus ia lakukan seperti menyerahkan properti pribadi untuk perusahaan. Kemudian Jaksa Park membicarakan tentang pemesanan kapal perdagangan di China dan tidak membantu pembangunan kapal Korea. Presdir Ko sepertinya mengerti, ini terjadi karena ia membatalkan kontrak dengan Perusahaan Kapal Cheon Ji. Presdir Ko bertanya apa Jang Do Hyun yang menyuruhnya. Jaksa Park dengan tenang mengatakan kalau ia hanya memberi saran.

Photobucket
Di kantor, Do Hyun marah-marah pada Il Moon karena menggunakan cara rendahan (cara penjahat kampung) kepada Kepala Pengawas, padahal ada uang 900juta dolar yang bisa mereka dapatkan. (Ill moon mencoba merayu Ryan Kang sang Kepala Pengawas dengan menyuruh para gadis cantik menggodanya). Do HYun kesal sekali kenapa Il Moon begitu dangkal, bahkan tak bisa mengikuti jejaknya sedikitpun. Ia khawatir apa yang akan terjadi pada perusahaan mereka jika jatuh ke tangan Il Moon nantinya.
Telpon Do Hyun berbunyi dan itu dari Chang Hee. Cara Do Hyun bicara dengan Chang hee sangat berbeda dengan Il Moon, hal ini membuat Il Moon kesal. Chang Hee melaporkan kalau ia sudah melakukan seperti yang di perintahkan Do HYun. Ia ingin Do Hyun menelpon kepala Jaksa karena pasti wakil kepala tidak menyukai tindakannya. Do Hyun mengerti.

PhotobucketPhotobucket
Dan tebak siapa Wakil Ketua Jaksa Ulsan?????
Yoon Jung Woo!!! KYAAAAAAAA!!! GAnteng!
Jung Woo mempertanyakan kenapa Chang Hee tak menahan presdir Ko padahal ada banyak bukti untuk menahannya. Chang Hee memberi alasan bahwa Presdir Ko telah setuju membayar kompensasi atas semua pajaknya. Jung Woo tak setuju, Presdir Ko sudah melakukan tindakan kriminal, harusnya ia di tahan. Jung Woo tak mau tahu, ia ingin presdir Ko di tahan. Tapi Chang Hee berkata kalau kepala Jaksa sudah menyetujuinya. Jung Woo marah sekali karena Chang Hee melangkahinya dan langsung ke kepala Jaksa.
Lalu sekretaris Jung Woo masuk dan mengatakan ada yang mencarinya. Bong Hee masuk dan menyapa Chang Hee. Ia melihat situasinya sedang tak enak. Jung Woo tak memperdulikan Bong Hee dan bertanya lagi kenapa Chang Hee jadi aneh. Chang Hee tak menjawab dan menyuruhnya menanyakan langsung pada Jaksa Kepala. Ia lalu pergi.

PhotobucketPhotobucket
Jung Woo bertanya kenapa Bong Hee masuk ke kantor orang lain tanpa permisi. Bong Hee kesal, kau ini, baiklah, ayo tangkap saja aku!
Jung Woo tak ingin berdebat dan menyuruh Bong Hee segera mengatakan apa yang ingin ia katakan. Bong Hee mengeluh karena ia mendengar kalau Jung Woo sekarang menyewakan ruang. Jung Woo bertanya, memangnya kenapa?
Bong Hee bertanya lagi kenapa yang di sewakan Jung Woo adalah ruangannya. Jung Woo kesal, itu rumahku! Kau hanya tidur disitu tanpa persetujuan pemilik. Kau punya rumah bagus, kenapa kau terus saja secara ilegal tinggal dirumahku?
HAHHAHHAHA. Bong Hee masih mengekor Jung Woo ternyata.
Bong Hee : Aku mengantarkan kimchi dan lauk pauk setiap waktu karena kau sangat menyedihkan tapi sekarang kau malah mendepakku? Aigo, aku tak terima. Pokoknya, kalau kau berani menyewakan ruanganku. Aku akan langsung pergi ke ruanganmu dan tidur satu tempat tidur denganmu.
Jung Woo terkejut.
Bong Hee : Apa jangan-jangan ... kau melakukan ini karena ingin berbagi rajang denganku?Aku bukan perempuan gampangan.
Jung Woo tak tahu lagi harus bicara apa. Ia menyuruh Bong Hee pergi. Bong Hee kesal dan mengatakan jangan menyuruhnya pergi. Ia akan pergi sendiri jika ia mau.
LOL. Dua orang ini memang menyenangkan^^

Photobucket
Hae Joo sedang sedikit berias di kamar. Young Joo masuk dan melemparkan baju padanya. Hae Joo bertanya apa itu. Young Joo tahu kalau Hae Joo akan wawancara dan bertanya, apa kau akan pergi dengan baju seperti itu?
Young Joo keluar dengan kesal. Hae Joo melihat baju tersebut dan tersenyum.

Photobucket
Chang Hee sedang menunggu Hae Joo di terminal. Hae Joo turun mengenakan gaun dari Young Joo dan berlari ke arah Chang hee dengan senyuman. Tapi tiba-tiba hak sepatunya patah dan ia terjatuh. Chang hee segera berlari ke arahnya. Hae Joo sebal karena sepatunya rusak. Sementara Chang hee tertawa karena ia belum pernah melihat Hae Joo berpenampilan seperti itu. Chang Hee kemudian memijat kaki Hae Joo dan Hae Joo tersenyum.

Photobucket
Kemudian mereka ke toko sepatu dan Chang Hee membelikan Hae Joo sepatu baru. Hae Joo berkata kalau sepatunya mahal, lagi pula ia tak sering memakainya. Dan ia juga berkata, Kata orang jangan beri sepatu karena orangnya bisa melarikan diri. (Hhehehehe).
Chang Hee berkata ia kan ahli dalam menangkap tersangka.
Mereka tertawa bersama. Lalu Chang Hee membelikan Hae Joo baju untuk interview juga.
Hae Joo merasa tak enak, tapi ia tetap menerimanya.
Saat Hae Joo ganti baju, Chang Hee mendapat telpon dari ayahnya. Tapi ia tidak mengangkatnya.

Photobucket
Gi Chul berusaha menghubungi Chang Hee untuk menghadiri makan malam bersama keluarga Jang di restoran milik In Hwa. Gi Chul kembali dan Do Hyun bertanya apa Jaksa Park sibuk. Gi Chul mengiyakan. Mereka kemudian ngobrol mengenai makanan d restoran In Hwa. Dan saat In Hwa pergi mengambil anggur, ibu bertanya pada Gi Chul, bagaimana menurutnya In Hwa dan Chang Hee.
Semua yang di meja makan terkejut. Il Moon minta ibunya jangan bercanda begitu. Ibu berkata ia tak bercanda, ia akan menangani pernikahan In Hwa. Ia tak suka keluarga kaya dan politisi makanya ia memilih Chang Hee. Il Moon kesal dan menghempaskan sendoknya. Do Hyun bertanya ada apa dengan Il Moon. Il Moon minta ayahnya mengatakan sesuatu. Tapi diluar dugaan, Do Hyun setuju dengan hal itu, meskipun wajahnya tampak seperti tak suka. Il Moon terkejut. Ibu senang. Dan sepertinya Gi Chul juga senang.

Photobucket
Sementara itu Chang Hee dan Hae Joo menikmati kencan mereka dengan makan daging. Chang Hee berkata kalau di Cheon Ji ada Il Moon, mungkin ia akan mengingat Hae Joo. Tapi Hae Joo tidak berfikir begitu, itu sudah sangat lama, mungkin Il Moon sudah lupa padanya. Hae Joo bertanya lagi, apa Chang Hee khawatir kalau Il Moon mengetahui hubungan mereka? Hae Joo minta Chang Hee jangan khawatir, ia tidak akan bicara mengenai hal itu.
Chang Hee berkata justru ia tak ingin menyembunyikan hal itu, ia ingin memberitahu ayahnya. Namun Hae Joo menolak, belum saatnya mereka memberitahu Gi Chul (wah, kapan? udah 15 tahun lho...).
Hae Joo ingin dikenalkan dalam keadaan yang lebih baik suatu hari nanti, ini penting untuknya juga bagi ayah Chang Hee, mengingat ia bahkan tidak lulus sekolah, pasti nanti ayah Chang Hee akan malu, lagi pula Chang Hee adalah seorang jaksa.
Chang hee bertanya kapan ia harus memberitahukannya. Hae Joo minta maaf dan berkata Chang hee boleh memberitahunya setelah ia masuk ke Cheon Ji.

Photobucket
Hae Joo akan menginap di hotel malam itu dan Chang Hee mengantarnya. Hae Joo sangat terpesona dengan hotel itu. Chang Hee berkata ia akan segera pergi karena Hae Joo harus istirahat. Tapi Hae Joo menahannya. Hae Joo dan Chang Hee lalu duduk di tempat tidur sambil tertawa tapi kemudian suasana menjadi canggung. Chang Hee dengan gugup mengatakan kalau ia akan keluar untuk menelpon. Chang Hee keluar dan melihat 32 panggilan tak terjawab dari ayahnya, wow. Chang hee menelpon ayahnya dan ayahnya memintanya cepat pulang.
Saat ia kembali ke kamar, Hae Joo sudah tidur. Chang Hee duduk di sampingnya dan menggenggam tangannya. Ia kemudian memberikan ciuman selamat tidur dan segera pergi. Tapi ia berbalik dan berkata, Saat aku bersamamu, aku sangat bahagia sampai rasanya aku bisa mati.

PhotobucketPhotobucket
Gi Chul menunggu Chang Hee dengan gelisah di halaman. Saat Chang Hee tiba ayahnya langsung mengatakan hal tersebut, bahwa Nyonya ingin Chang Hee menikah dengan In Hwa. Bahkan presdir menyetujuinya. Chang Hee terkejut dan kesal. Gi Chul berkata kalau mereka ada harapan. Tapi Chang Hee tak mau mendengarnya dan segera masuk ke rumah meminta ayahnya jangan bicara omong kosong.
Dan Il Moon melihat mereka dengan tatapan benci.

Photobucket
Il Moon kembali ke rumah dengan kesal dan menghempaskan gelas berisi air yang barus saja ia minum. Ibu melihatnya dan bertanya ada apa. Il Moon bertanya pada Geum Hee apa Geum hee beneran berniat menikahkan In Hwa dan Chang Hee. Chang Hee itu anak pembantu. Ibu berkata tidak ada yang membedakan status pada zaman sekarang. Il Moon makin kesal, Jika In Hwa puteri kandungmu, apa kau akan tetap memberikannya pada orang seperti itu?
Geum Hee terkejut karena Il Moon tahu kalau ia bukan Ibu kandung mereka.

Photobucket
Esok harinya, Hae Joo pergi ke Cheon Ji untuk wawancara. Sementara itu Ryan Kang sedang kesal karena Il Moon mengabaikan cetak biru buatannya untuk pembangunan kapal baru.

Photobucket
Giliran wawancara untuk Hae Joo. Hae Joo menghela nafas panjang saat masuk ke ruangan interview dan ia memperkenalkan dirinya dengan senyuman. Il Moon sepertinya tak mengenalinya.
Il Moon melihat riwayat pendidikan Hae Joo dan terkejut karena HAe Joo hanya lulusan SMP. Ia bertanya bagaimana bisa rekannya memberikan Hae Joo pekerjaan.
Rekannya menjawab kalau Hae Joo memperoleh nilai tertinggi dalam ujian praktek dan bahkan mengalahkan juara bertahan perusahaan mereka. Hae Joo juga memiliki 10 lisensi dalam bidang enginering.
Tapi Il Moon tetap tak setuju karena mereka tak mencari teknisi, melainkan orang yang akan bekerja berhubungan dengan design dan pabrik.
Hae Joo berkata ia paham mengenai cetak biru, ia juga punya sertifikat CAD dan juga bekerja menggunakan software Unix. Hae Joo berkata ia memang tak bisa membuat cetak biru, tapi ia akan berdiskusi dengan pembuatnya. jika mau Il Moon bisa mengetesnya.
Il Moon kelihatan akan mengubah pikirannya saat pintu terbuka dan membuat kaget semuanya.

Photobucket
Ryan Kang masuk dan minta Il Moon bicara dengannya mengenai Il Moon yang tidak mengikuti cetak biru dan dasar-dasarnya. Bahkan Il Moon tidak menggunakan pipa yang sudah di setujui. Ryan Kang melemparkan cetak biru tersebut dengan kesal. Hae Joo memungutinya. Ia memberikannya pada Ryan Kang. Ryan melihat Hae Joo dan sepertinya ia mengenalinya, Kau... Gadis itu.....
Hae Joo melihatnya dan terkejut teringat kejadian di bar malam itu. Ia membelalakkan matanya ke arah Ryan Kang....

Photobucket
-END-

Comment :
Melihat kehidupan sehari-hari Hae Joo yang seperti ini benar-benar membuatku ingin menangis. Sungguh! Ia bekerja sampai sore. Disela-sela itu ia pulang ke rumah untuk makan dan mengurus adiknya. Malamnya sampai subuh ia bekerja membantu ibunya. Kemudian ia belajar dan memasak. Lalu kerja lagi. Jika dilihat-lihat ia hanya tidur selama 2 jam? Dan adik serta kakaknya benar-benar tidak kasihan sedikitpun?????!!!!
Benar-benar keterlaluan. Sungguh. Jika mereka melihat betapa kerasnya hidup seharusnya mereka bekerja dengan baik. Dan Young Joo yang waktu kecilnya imut setelah besar ternyata sangat menyebalkan! Aku sungguh tidak suka dengan gadis ini! Bagaimana ia bisa bicara begitu pada kakaknya. Hanya belajar dan ikut les saja, apa susahnya?!
Setidaknya aku bisa melihat hanya Jin Joo yang sungguh mengerti bagaimana penderitaan kakaknya :')

Photobucket
Awalnya aku meragukan Seo Eun Seo menjadi Jang In Hwa karena menurutku kurang cocok. Tapi sepertinya tidak begitu. Eun Seo bisa memasuki karakter In Hwa kecil yang sekarang sudah dewasa, namun masih bersikap seperti gadis kecil di depan Kang San^^.
Tapi aku cukup puas bagaimana mereka memilih karakter Il Moon dewasa, mirip sama karakter kecilnya dan lagi Il Moon menderita kali ini. HAHHAHHAHHA. Hanya karena dirinya tidak bisa bekerja dengan baik, ayahnya malah lebih menyukai Chang Hee.

PhotobucketPhotobucket
Kim Jae Won unyu-unyu banged! Cocok menggantikan Kang San setelah melihat karakternya. Dan Jae Hee juga cocok menggantikan Chang hee kecil. Tapi aku sedikit takut ne, kalau Chang Hee bakalan berubah menjadi jahat. Lihat saja di episode ini ia lebih banyak mendukung Jang Do Hyun. Hikzzzz.
Dan aku tetap menyukai bagaimana Jung Woo dan Bong Hee. Udah 15 tahun berlalu hubungan mereka masih seperti itu saja. LOL.

Photobucket
Aku sungguh tidak menyukai Gi Chul. Ia terlihat lebih menyeramkan dari Do Hyun, sungguh. Di Episode berikutnya akan lebih seru dan kita akan semakin lebih membenci Gi Chul. Banyak komentar di soompi yang mengatakan lebih tak menyukai Gi Chul ketimbang Do Hyun. Aku juga merasakannya setelah menonton episode selanjutnya.

Dan ada satu rahasia lagi dari Hae Joo yang membuatku ternganga. Spoiler untuk beberapa episode kedepan. Bahwa Geum Hee memiliki sebuah rahasia besar. Aku belum yakin ini benar atau tidak, tapi Hae Joo bukan anak kandung Hak Soo, artinya Ayah kandung Hae Joo adalah 'seseorang'. Kita tak tahu siapa. Tapi ada yang menebak bahwa itu adalah Do Hyun. Sedangkan aku lebih memikirkan kalau mungkin saja itu Gi Chul, hhahhahha.

Photobucket
Untuk selanjutnya sepertinya aku akan makin lambat memposting sinopsis. Soalnya udah makin sibuk ne, dan lagi jaringan modemku lola. Ugggggh, kesal banged deh, hahahha.

created by Hazuki Airin@Clover Blossoms

.

10 komentar:

  1. geregetan jadinya geregetan... musik hehehe
    thanks untuk penulis ^_^

    BalasHapus
  2. gomawo eon ^^
    fighting!!
    semoga bisa selalu update sinopsis mya queen :D

    zahra

    BalasHapus
  3. setelah sekian lamaaa menunggu,, akhirx sinop may queen ada jg.. gomawo~~
    suka sm kim jae won,, aku stuju, dy benar2 bs memainkan peran kang san.. gak beda jauh dr kang san kecil.. ckckc
    tambah penasaraan dg eps selanjutx ><
    btw,, penasaran ma ratingx d korea, bagus gak?? :)

    BalasHapus
  4. gomawoyo min...akhirnya sinopsis yg di tunggu2 kelaarr jg..fightingg..


    mong ryong aaa....bogosipoo....hehehehe

    BalasHapus
  5. Makin seru dech pokokNya,,,,
    ditunggu sinopsis selanjutnya,,, ^^

    BalasHapus
  6. permisi mba, gimana caranya download video may queen ...
    please kasih tau downloadnya,,,

    BalasHapus
  7. terima kasih...
    thank you...
    gomawoo...
    xie xie...<3

    ditunggu may queen berikut nya..^^

    BalasHapus
  8. Sepertinya ayah hae jo adalah jung woo teringat percakapan sewaktu geum hee mendatangi makam hak soo...

    BalasHapus
  9. lanjut dong....
    bab 10nya.....

    BalasHapus
  10. seruuu beuud min...
    tapii episodenyaa bnyk bgd ya...?

    BalasHapus

Setelah membaca harap berikan komentar anda tentang postingan ini^^
Maaf tak bisa selalu membalas komentar, tapi semua komentar yang masuk aku baca kok :)