Episode 16
Jang Do Hyun membawa Chang Hee ke kantornya untuk memperlihatkan bukti bahwa Gi Chul membunuh Chun Hong Chul. Tapi Chang Hee tak percaya. Do Hyun menyuruh sekretarisnya memutarkan rekaman dan terdengar suara Gi Chul yang mengakui kalau ia membunuh Hong Chul. Chang Hee terkejut dan tidak percaya. Sekretaris Do Hyun mengatakan 15 tahun lalu ia melihat Gi Chul mengendarai truk, padahal ia tak punya alasan mengendarainya. Esoknya terjadi peristiwa itu dan sepertinya Gi Chul panik karena lupa mengganti palt nomer truk itu. Esoknya lagi, setelah melihat truk itu, aku yakin kalau Gi Chul terlibat dalam kecelakaan itu. Aku mengatakannya pada presdir dan menyelidikinya. Dan ternyata benar kalau darah Chun Hong Chul ada pada plat nomer truk itu. Chang Hee yang mendengarnya teringat kejadian 15 tahun lalu, saat ayahnya kembali ke rumah dengan kepala terluka dan bersikap aneh.


Chang Hee syok. Do Hyun tersenyum dan berkata kalau Chang Hee sudah membuka kotak pandora. Jika Chang Hee tidak menangkapnya maka rahasia ini pun akan terkubur selamanya. Lagipula ia sudah memperingatkan Chang Hee sebelumnya. Wajah Chang Hee tampak kesal, ia bergetar dan berteriak pada Do Hyun, kenapa ayahnya melakukan itu. ayahnya pasti punya alasan kenapa membunuh Hong Chul. Do Hyun menyuruh Chang Hee langsung bertanya pada ayahnya. Chang Heememandang Do Hyun dengan pandangan teramat benci.
Chang Hee keluar dari kantor Do Hyun dengan wajah syok. Ia masih lemas dan teringat bagaimana ayahnya melarang hubungannya dengan Hae Joo dan juga bagaimana ayahnya melarang Chang Hee menangkap Do Hyun. Chang Hee hampir jatuh dan berpegangan di tangga. Ia benar-benar syok.
Hae Joo dan Geum Hee sedang bicara sedangkan Il Moon ada disana melihat mereka. Sayangnya Il Moon mendapat telpon dan harus pergi meninggalkan mereka. Geum Hee hanya memandangi Hae Joo sehingga membuat Hae Joo merasa aneh. Geum Hee bertanya apa ibu Hae Joo tak mengatakan apapun pada Hae Joo.
Hae Joo tak mengerti. Geum Hee berkata dulu ia kehilangan puterinya yang memiliki luka bakar yang sama dengan Hae Joo. Makanya ia menyangka itu Hae Joo. Tapi golongan darah puterinya berbeda dengan Hae Joo karena Hae Joo bergolongan darah AB. Tapi, ini aneh sekali. Entah kenapa, kau tidak terasa asing bagiku. Dan saat aku melihatmu baik-baik, Kau sepertinya mirip denganku.
Hae Joo merasa tak enak, bagaimana mungkin ia punya hubungan dengan Geum Hee.
Hae Joo kembali ke peragaan busana In Hwa dimana In Hwa sudah menunggunya dengan kesal. Begitu mereka bertemu In Hwa langsung menampar wajah Hae Joo. Hae Joo terkejut, tapi saat In Hwa akan menamparnya lagi, Hae Joo menahannya. Ia tak mengerti ada apa.
iN Hwa berkata ia sudah memperingatkan Hae Joo untuk tidak datang ke apartemen Chang Hee. Tapi Hae Joo berkata kalau In Hwa yang sudah memberi izin.
In Hwa : Siapa yang memberimu ijin membuat San Oppa menyukaimu?
LOL. Emang menyukai seseorang perlu izin???????
Hae Joo terkejut.
In Hwa : Kau bilang kau akan menikahi Chang Hee Oppa, tapi kemudian kau mengendalikan hati San Oppa? Dimataku, itu terlihat seolah kau memancing disana sini! Kau tahu kalau San Oppa menyukaimu, bukan? Kau punya Park Chang Hee di salah satu tanganmu. Dan mau memperalat San Oppa karena dia suka padamu?!
Hae Joo : Sudah kubilang bukan begitu!
In Hwa : Jangan membuatku tertawa! Kalau begitu apa? Kau sungguh-sungguh ingin belajar membuat kapal? Jika kau sangat ingin belajar harusnya kau membayar untuk mendapatkan pelajaran. Aku kan sudah bilang, jika kau butuh uang, Aku akan memberikannya padamu! Aku, paling benci orang sepertimu. Kau memegang dua tangan, dan berpura-pura manis, pada akhirnya kau mendapatkan keduanya!
Hae Joo membela diri lagi, Aku sudah berkali-kali menolaknya demi dirimu. Tapi ini benar-benar pekerjaan. Ini benar-benar hal yang ingin aku lakukan! San Oppa ingin membuat baling-baling untuk Kapal pengebor. Dan Ia berkata Ia memerlukan aku untuk itu. Aku juga sudah memimpikan hal ini sejak aku kecil. Aku juga ingin membuat Baling-baling untuk kapal pengebor dengan kedua tanganku.
Saat Hae Joo berkata ia tak akan menemuinya lagi, In HWa tak setuju. Ia ingin Hae Joo menemui Chang Hee dan menolaknya dengan jelas. Hae Joo mengerti.
In Hwa pulang sambil menangis membuat ibunya khawatir. Ibu minta In Hwa menjelaskan ada apa. Tapi In Hwa terlalu sedih untuk mengatakannya. Ibu sepertinya mengerti dan akan membicarakannya dengan Kang San. Ia memeluk In Hwa.
Sumpah! Adegan berikutnya benar-benar membuatku muak!
Chang Hee pulang ke rumah dan langsung bertanya pada ayahnya kenapa ia membunuh Hong Chul. Dan dengan wajah memuakkan si bodoh Gi Chul berbohong lagi! OMG! awalnya ia mengatakan kalau kecelakaan itu adalah kesalahan. Tapi Chang Hee tehu ia berbohong. akhirnya Gi Chul mengatakan kalau Hong Chul ke Ulsan untuk memerasnya. ia berkata Hong Chul adalah iblis yang memerasnya seumur hidupnya. Bahkan menyuruhnya mencuri dari rumah keluarga Jang. Tapi Chang Hee tak percaya karena yang ia tahu kalau Hong Chul sangat baik pada hae Joo. Tapi Gi Chul berkata seorang ayah akan baik pada anaknya, tapi siapa sangak diluar ia menjadi iblis seperti dirinya bagi Chang hee. Gi Chul bahkan mengatakan kalau Hong Chul mengancam akan membunuh Chang Hee jika ia tak memberi uang. Makanya ia membunuhnya. Ia bahkan mengatakan kalau luka tembak di kakinya adalah karena perbuatan Hong Chul. OMG! Ni kakek-kakek nggak ketulung lagi deh!
Chang Hee menangis. Ia tak percaya apa yang dikatakan ayahnya. Tapi apaun hasilnya tetap sama, bahwa ayahnya menghancurkan hidupnya. Ayah dari wanita yang sangat ia cintai melebihi apapun di dunia ini,dibunuh oleh ayahnya.
Gi Chul berkata ia juga selama ini diliputi rasa bersalah. Ia ketakutan dan ingin mati. Tapi ia minta Chang Hee percaya padanya. Chang Hee berdiri dengan lemas dan masuk ke kamarnya. sedangkan setelah Chang Hee pergi, Gi Chul tampak lega dan menangis. Simpan aja air matamu om! di neraka!
Chang hee masih syok. Telponnya berdering dan ia melihat panggilan dari Jung Woo. Tapi iatak mengangkat telponnya dan malah melempar ponselnya. Dan kita tahu Chang Hee akan mengubur kisah ini!
Jung Woo khawatir dan menelponnya lagi, ia meninggalkan pesan, kemana Chang Hee membawa tersangka, mereka butuh surat penangkapan dalam 2 hari. Jung woo merasa ada yang tidak beres.

Hae Joo menemui ibunya dan menanyakan kenapa ibu berbohong kalau Geum Hee datang ke rumah mereka. Ibu berkata karena itu masalah tak penting, makanya ia tak memberitahu Hae Joo. Hae Joo berkata kalau ia bertemu Geum Hee dan mengatakan kalau Geum Hee mengira ia adalah puterinya yang hilang. Ibu terkejut, tapi ia berusaha menganggap itu hal biasa dan bertanya apa Geum Hee masih memaksa dan mengatakan kalau Hae Joo adalah puteri Geum Hee. Hae Joo berkata tidak, Geum hee sudah memastikan kalau anaknya tak mungkin bergolongan darah AB. Ibu sedikit kaget, tapi ia juga lega, bagaimana mungkin Hae Joo puterinya adalah puteri Geum Hee. Kemudian Hae Joo bertanya tentang ibu kandungnya, apa masih hidup dan apakah ibu pernah melihat wajahnya. Ibu tak tahu, ia hanya mendengar kalau ibu kandung Hae Joo meninggal di rumah sakit, makanya Ayah Hae joo membawa Hae Joo pulang. Ibu bertanya, apa Hae Joo merindukan ibu kandungnya. Hae Joo tersenyum dan berkata baginya ibunya hanya ibu yang sekarang.

Kang San sedang di apartemennya dan kaget dengan kedatangan Geum Hee. Mereka duduk dan ngobrol. Geum Hee berkata, Kang San pasti tahu apa maksud kedatangannya kemari. Kang San mengiyakan, ia minta maaf, ia sudah mengatakan pada In Hwa semuanya. Ibu berkata In Hwa terus saja menangis. Apa Kang San membenci In Hwa?
Kang San : Bukannya aku membencinya. Aku hanya tidak memandangnya sebagai seorang wanita. Kami tumbuh bersama sejak masih kecil. Dia sudah seperti adikku.
Geum Hee : Meski begitu, jika kau mencoba untuk saling berhubungan, pemikiranmu bisa saja berubah.
Kang San : Itu tidak akan terjadi. In Hwa bukan gadis yang aku cintai. Dan itu tidak akan berubah. Aku minta maaf.
Geum Hee : Apa mungkin, ini karena apa yang terjadi antara Presdir Kang dan Ayah In Hwa dulu?
Kang San : Aku tidak bisa bilang tidak. Sebenarnya, Aku tidak apa-apa pada In Hwa dan dirimu. Tapi Presdir Jang dan Il Moon bukan orang yang ingin aku temui untuk waktu yang lama.
Geum Hee mengerti dan beranjak pergi, ia mengatakan kalau Kang San lebih dingin dari perkiraannya. Padahal orang tuanya tidak begitu.
Kang San terkejut, apa Geum Hee mengenal orang tuanya. Geum Hee berkata hanya sedikit, itu dulu sekali, saat ia msih di jepang. Orang yang ia kenal mengenal ayah KAng San. Kang San bertanya apa pekerjaan ayahnya. Geum Hee cukup kaget karena kakek kang san ternyata tidak memberitahukan apa-apa. Geum Hee berkata kalau Ayah Kang San belajar mengenai pembuatan kapal di Jepang.
Kang San bertanya lagi, apa Ibunya adalah seorang pengelas. Geum Hee berkata ia tak tahu banyak, tapi ia dengar memang begitu.
Kang San bertanya tentang kenalan Geum Hee itu, tapi Geum Hee berkata kalau orang itu sudah meninggal, dia adalah Dr. Yoon Hak Soo.
Kang San terkejut.
Kang San menemui kakeknya dan ikutan minum soju. Ia berkata kalau ia mendengar Yoon Hak Soo dan ayahnya bersahabat. Ia minta kakeknya mengatakan padanya sekarang. Kakek terlihat terkejut karena Kang San tahu. Ia kemudian berkata kalau Kang San pasti sudah tahu ibunya adalah seorang tukang las. Ayahnya jatuh cinta pada ibunya itu sebabnya ia melarang pernikahan mereka. Tapi mereka tetap menikah. Sama seperti Kang San yang jatuh cinta pada tukang las.
Kang San terkejut, bagaimana kakeknya tahu. Kakek berkata semakin tua usiamu maka pengalamanmu semakin banyak. Ia tahu Kang San juga aka menikah meskipun ia melarangnya. Kang San minum soju dan terlihat sedih, meski kakek setuju ia tak akan menikah dengan tukang las itu. Kakek terkejut, kenapa? Apa dia tidak menyukaimu?
Kang San tersenyum sambil memandang langit, ia berkata ayahnya hebat bisa melakukan apa yang tidak bisa ia lakukan. Ia berteriak minta rahasianya apada ayahnya. Kakek melihat Kang San sudah mabuk dan menyuruhnya berhenti minum.
Young Joo baru selesai ganti pakaian dan puas melihat penampilannya yang dewasa. Saat berjalan, ia melihat Il Moon disana yang menyuruhnya masuk ke mobil. Tapi Young Joo menolak. Il Moon mengejarnya dan membukakan pintu untuknya.
Il Moon membawa Young Joo makan makanan mewah. Tapi sepertinya Il Moon punya niat lain. Sabil makan mereka ngobrol. Il Moon mengeluarkan sebuah tas dan berkata kalau Young Joo ingin membeli itu saat tertangkap dulu, harusnya Young Joo meminta saja padanya. Il Moon bahkan mengajak Young Joo pacaran. Tapi Young Joo menolak, Il Moon terlalu tua untuknya. Young Joo berkata untuknya yang berusia 20 tahun, Il Moon (31th) terlalu tua untuknya.
Il Moon tak menyerah, ia memegang tangan Young Joo dan menyuruhnya tak usah jual mahal, Young Joo bahkan mengikutinya ke kamar hotel. Young Joo kesal dan memukul tangan Il Moon dengan garpu. Sebelumnya ia berkata kalau ia bukan gadis gampangan. Ia mengikuti Il Moon ke hotel dan mencuri uangnya hanya karena Il Moon menganggapnya seperti gadis bar.
Ia berkata kalau Il Moon itu sup pedas. Ia mengambil barangnya dan akan pergi, tapi ia kembali dan berkata, Kau ini mirip seperti biji buah jujube yang diludahkan orang!
Young Joo berjalan keluar, tapi Il Moon mengejarnya dan memegang tangannya. Young Joo kesal. Il Moon ingin bertanya satu hal, apa kakak Young Joo adalah kakak kandungnya. Young Joo sebal dan berkata kalau Il Moon beneran sup pedas. Il Moon juga kesal dan berkata, kau pikir aku gampang dikerjai karena aku baik padamu?
Il Moon mempererat pegangannya sehingga Young Joo kesakitan. akhirnya Young Joo berteriak kalau Il Moon adalah pria mesum. Orang-orang berdatangan. Young Joo lari dan menjulurkan lidah mengejek pada Il Moon. Il Moon beneran kesal, tapi ia tersenyum. HAHHAHAHAHAHHAHA. RASAKAN KAMU! KAMU BAKAL JATUH CINTA SAMA PENGEMIS!
Ibu sedang memikirkan mengenai Yoo Jin saat mencuci piring, bagaimana mungkin Yoo Jin bukan Hae Joo, padahal baju waktu itu dan juga fotonya sama. Hae Joo datang dan membantu ibunya. Ia menyuruh ibunya kembali ke rumah, biar ia yang mencuci piring untuk jualan. Tapi ibu menolak. Hae Joo usil dan menyiram ibunya dengan air bekas mencuci piring. Ibu membalasnya. Pada akhirnya mereka bermain air dengan gembira. Dan pemandangan itu dilihat oleh Chang Hee yang ternyata ada disana, memandnagi mereka dari mobilnya. Ia tersenyum melihat Hae Joo.
Chang hee berjalan kedekat mercusuar sambil memandangi laut malam. Ia teringat kenangannya bersama Hae Joo. Kenangan yang membahagiakan, saat jatuh dari sepeda juga kenangan menyedihkan saat ayah Hae Joo meninggal. Satu per satu kenangan muncul sampai mereka dewasa. Chang Hee merasa tersiksa. Ia berlutut, berteriak dan menangis.
Keesokan harinya di kantor kejaksaan, Jung Woo marah-marah karena Chang Hee membebaskan Jang Do Hyun, Apa orang ini gila?! Apa kau tahu betapa sulitnya mendapatkan surat penangkapan?! Kau membebaskannya saat kita hampir mendapatkannya?! Kita memulai semua ini karena kau bilang kau percaya diri, Jaksa Park! Tapi setelah semua ini, kau malah membebaskannya? Kau bilang kita punya cukup bukti untuk mendakwanya! Sedikit lagi kita bisa menangkap leher Jang Do Hyeon!
Chang Hee hanya diam saja, pada akhirnya ia minta maaf.
Jung woo bertanya lagi, ada apa sebenarnya, apa Chang Hee mendapat tekanan dari atas? Kau sudah memperisapkan dirimu untuk itu. Aku menyuruhmu untuk menahannya, kenapa kau jadi ketakutan?! Baiklah. Jika kau tak mau melakukannya, Aku yang akan melakukannya. Bawa padaku materi yang sudah kau kumpulkan.
Chang Hee : Karena aku membebaskannya, semua yang sudah ditahan telah dikembalikan lagi.
Jung Woo sangat kesal kali ini. Ia mendekati Chang Hee. Ia berkata, lihat dirimu. Jang Do Hyun sudah memenangkan dirimu.
Chang Hee hanya diam. Jung Woo kesal dan memukul Chang Hee hingga Chang Hee terjatuh. Jung Woo bertanya ada apa dengan Chang Hee, Kenapa kau melakukannya? Apa karena uang? Apa dia menjanjikanmu promosi? Bagaimana dia bisa memenangkan dirimu?
Chang Hee mengeluarkan surat pengunduran dirinya. Jung Woo terkejut. Ia berkata kalau ia tak pantas menjadi Jaksa, ia minta maaf. Chang Hee membungkuk dan pergi, ia tak peduli bagaimana Jung Woo memanggil namanya.
Chang Hee datang menemui Jang Do Hyun. Do Hyun menyambutnya dan mengucapkan terima kasih karena sudah mengembalikan data yang disita. Do Hyun mengucapkan sebuah ungkapan, Jika kau melempar batu besar dengan telur, sudah jelas telurnya yang akan pecah. dan batunya tidak akan tergores sedikitpun. Itulah hidup.
Chang Hee berkata ia sudah gegabah, melawan orang yang bukan tandingannya. Ia mengatakan ia sudah mengundurkan diri dari kejaksaan. Dan ia ingin mengakhiri hubungan dengan Do Hyun. Ia dan ayahnya akan segera pindah. Tapi Chang Hee sudah masuk kedalam jebakan Do Hyun.
Jang Do Hyun : Park Chang Hee! Kau ... sepertinya kau sudah salah paham. Kau pikir, aku akan sembarangan mengusir serigala yang sudah mencoba menggigit aku? Kau harus di sisiku seumur hidup sampai kau mati. Dan melayaniku, pemilikmu, atas buah dari pengkhianatanmu. Saat ini, tidak ada lagi yang bisa kau putuskan sendiri. Kau mengerti perkataanku?
Do Hyun mendekati Chang Hee dan memukul pipinya, kau ini anak seorang pembunuh.
Jang Do Hyun tersenyum menang, sedangkan Chang Hee mengepalkan tangannya.
(BTW, kapan ketahuan kalau Il Moon dan In Hwa juga anak pembunuh?)
Chang Hee keluar dari kantor Do Hyun dengan wajah penuh pikiran. Saat ia tiba di tangga ia melihat Hae Joo akan naik tangga. Chang Hee terkejut melihatnya san melarikan diri. Chang Hee bersembunyi dan Hae Joo tak melihanya. Chang Hee beneran galau sekarang.
Hae Joo datang menemui Il Moon. Tak seperti biasa, ia disuguhi minuman dan Il Moon menyuruhnya minum. Mereka membicarakan Chang Hee, apa Hae Joo sudah membujuknya. Hae Joo mengatakan belum. Lalu mereka membicarakan Kang san, apa Kang san mengatakan sesuatu tentang dana. Tapi Hae joo mengatakan tidak. Tiba-tiba Kang San masuk ke kantor tanpa mengetuk dan mengorek kupingnya. Ia berkata seseorang membicarakannya. Ia melihat Hae Joo dan Il Moon, ia menuduh mereka membicarakannya. Ia kemudian mengajak Hae Joo bekerja. Hae Joo pun mengikuti Kang San. sebelum pergi, ia mengucapkan selamat pada Il Moon karena Cheon Ji sudah di bebaskan.
(BTW, ngapain Kang San ke kantornya Il Moon ya? HHAHAHHA).
Setelah mereka pergi, Il Moon mengambil gelas bekas minum Hae Joo dan berfikir. Jangan-jangan dia mau tes DNA?
Kang San dan Hae Joo ada di galangan kapal besaaaar!!! Mereka naik ke kapal yang cukup tinggi. Hae Joo santai saja. Tapi sepertinya Kang San masih takut ketinggian. HAHHAHHAHA.
Ia tak berani dekat dengan tepi kapal dan diam di tengah sambil pegangan. Hae Joo hanya tersenyum. Kang San berkata melihat Hae Joo berdiri di tepi saja membuatnya pusing. Hae JOo mencoba mengerjai Kang San dengan semakin ketepi dan sedikit bergantung ke pinggir (Aku nggak tahu cara menjelaskannya, HAHAHHAHA).
Kang San panik. Ia berlari mendekati Hae Joo dan menariknya agak ketengah. Ia marah dan bertanya apa hae Joo punya masalah dengannya?
Ia terus mengomel dan menyadari kalau ia sudah di tepi kapal. Kang San panik dan akan kabur, tapi Hae JOo menariknya untuk mendekati pinggir kapal. Tapi Kang San menolak. Ia bahkan menjatuhkan dirinya agar Hae jOo tak bisa menariknya. Ia berteriak dan memohon, Jangan, jangan, aku takut. HAHHAHHAHA. Ia kemudian melepaskan diri dan lari ketengah kapal, ia berpegangan dan ngos-ngosan. Hae Joo tersenyum. HAHAHAHHAHA.LOL.
KAng San dan Hae Joo mulai pekerjaan mereka dengan penjelasan. Tapi tiba-tiba Hae Joo membahas soal In Hwa. Kang San bertanya kenapa Hae Joo membahas itu, apa Hae Joo tak bisa membedakan masalah pribadi dan pekerjaan. Hae Joo berkata In Hwa adalah temannya, jika Kang San terus begitu maka ia akan merasa bersalah.
Kang San kesal, tapi ia tetap tersenyum, apa kalian saudara? Orang akan berpikir kalau kalian benar-benar berteman dekat. Lalu, kenapa kau harus merasa bersalah? Itu perasaaku. Kenapa harus kau yang merasa bersalah? kau suka padaku? Tidak. Kau bilang kau menyukaiku layaknya kakakmu sendiri.
Hae Joo berkata tetap saja perasaan In Hwa terluka dan ia tak bisa mengabaikannya. Hae Joo memutuskan ia tak akan ke apartemen Kang San lagi. Kang San bertanya apa itu artinya Hae Joo tak akan belajar design lagi?
Hae Joo berkata ia tak ingin belajar sementara In Hwa terluka.
Kang San tertawa dan berkata hatinya tercabik-cabik, tercabik-cabik. Ini menyentuh hati. Kang San bahkan bertepuk tangan.
Hae Joo berkata kalau perempuan menghargai persahabatan mereka.
Kang San : Bagaimana kau bisa sejauh ini padahal kau selemah ini? Kau bilang mimpimu adalah membuat kapal. kau bilang penyesalan terbesarmu adalah kau tidak cukup mendapatkan pendidikan. tapi bagaimana kau bisa bekerja jika kau terus khawatir soal ini dan itu? Kau pikir mimpimu segampang itu diwujudkan?
Hae Joo : Siapa yang bilang gampang? Tapi ...
Kang San : Tapi apa? Apa aku memintamu mengencani aku? Apa aku minta kau menikahi aku? Apa aku mendorong Chang Hee untuk menjauhimu dan menculik dirimu? Aku tidak dapat melakukan apapun pada perasaanku padamu. Jadi, jangan coba-coba ikut campur. Karena ini adalah hatiku. Jangan lagi bicara soal berhenti belajar design. Jika kau mengatakannya lagi, Aku akan benar-benar marah.
Hae Joo kesal : Kenapa kau tidak memikirkan soal posisi orang sama sekali?
Kang San : Benar! Aku bajingan seperti itu. Aku hidup sesuka-ku, tapi aku tidak akan kompromi kalau itu soal pekerjaan. Apa kau tidak tahu kalau kau tidak akan bertahan di dunia ini jika kau tidak menjadi kuat? Berhenti bersantai dan kuatkan dirimu.
Kang San pergi meinggalkan Hae Joo.
Geum Hee menemui In HWa yang masih meringkuk di tempat tidur. In Hwa bertanya bagaimana, apa ibunya bisa meyakinkan Kang San?
Ibu mencoba bicara sehalus mungkin menyuruh In Hwa melepaskan Kang San. In Hwa berkata kenapa ibunya malah bicara begitu, ibunya tahu bagaimana ia mencintai Kang San.
Geum Hee : San sama sekali tidak mau mengubah pikirannya. Ia berkata, kalau kau bukan pasangan yang akan dinikahinya. Tidak mudah mengubah cinta seseorang. Jadi lekaslah menyerah. Aku tidak tahan melihatmu terluka. Semakin cepat kau mengenyahkan perasaanmu, semakin sedikit kepedihanmu.
Ibu mengelus pipi In Hwa. In Hwa menangis, Jika semudah itu, sudah lama aku mengakhirnya. Kenapa kau malah berusaha meyakini aku, bukannya Oppa? Aku tidak bisa. Aku sudah bilang padamu, aku tidak bisa. Aku tidak bisa menyerah pada San Oppa.
Geum Hee khawatir melihat In Hwa.
Kang San bertemu dengan JunG Woo dan membahas mengenai HAk Soo. Jung Woo cukup heran, Kang San seorang ahli perkapalan tertarik dengan kakaknya seorang ahli perminyakan. Kang San langsung bertanya mengenai pembunuhan itu. pembunuhan itu masih misterius. Ia banyak mendengar TKP saat itu karena Jang Do HYun yang bertanggung jawab soal intelejen saat itu. Kang San terkejut.
Adegan beralih ke Jang Do Hyun yang mengambil sesuatu di brankasnya. Botol hitam tempat file yang diambilnya dari Hak Soo sekitar 20 tahun yang lalu. Ia terlihat seperti akan menggunakan itu.
Kembali ke kantor kejaksaan. Jung Woo berkata ia tahu apa yang dipikirkan Kang San, tapi bukan Jang Do Hyun orangnya. Kang San bertanya kenapa Jung Woo begitu yakin. Jung Woo berkata kakak iparnya adalah saksinya. Bahwa saat itu Jang Do Hyun disana untuk menyelamatkan HAk Soo. Kang San berkata kalau Saat itu Do Hyun tertarik pada 7 negara pertambangan.
Jung Woo berkata Bong Hee juga tertarik saat itu.
kemudian Kang San bertanya apa JunG Woo mengenal Kang Woon. Jung Woo bertanya siapa dia?
Kang San berkata itu adalah ayahnya, ia dengar Hak Soo dan ayahnya berteman baik saat itu. Jung Woo ingat ia pernah mendengar namanya tapi tak pernah bertemu.
Kang San mengerti.
(Kang Woon? HM...)
Sementara itu seperti yang di duga, Il Moon menggunakan cangkir bekas Hae Joo dan rambut Geum Hee untuk tes DNA. WOW!
Hae Joo melihat ponselnya, tak ada panggilan dari Chang Hee. Ia khawatir dan menelpon Chang Hee. Tapi tidak aktif dan ia meninggalkan pesan. Hae Joo berkata, Kau sibuk? Aku khawatir karena kau tidak pernah mengangkat teleponku. Aku dengar investigasinya sudah selesai. Oppa, aku rindu padamu. Kau bahkan sampai datang ke mimpiku karena aku sangat merindukanmu.
Sementara itu Chang Hee menghabiskan harinya dengan minum di rumahnya. Gi Chul datang mendekatinya dan mengatakan kalau presdir menelpon dan akan memberi posisi pada Chang Hee di Cheon Ji. Chang Hee diam saja.
Gi Chul : Aku tahu kalau kau sedang terguncang dan terluka, tapi kau harus tegar. Apa kau tahu, betapa sedih dan takutnya aku saat kau membawa Hae Joo? Saat hari berlalu, orang akan berubah. Saat ibumu pergi, aku juga berkali-kali ingin mati. Tapi, aku masih tetap hidup. Waktu bahagiamu akan kembali datang.
Chang Hee dengan dingin berkata, Hari-hari seperti itu tidak akan ada lagi. Sudah kubilang sebelumnya Hae Joo adalah mercusuar-ku. Bagaimana aku bisa hidup tanpa cahayanya? Aku mungkin masih bisa hidup tapi sebagai setan ... Lebih jahat daripada, ayah. Lebih dari Presdir Jang do Hyeon.
Chang Hee meninggalkan ayahnya tanpa ekspresi.
Chang Hee ke kamarnya dan membuka ponsel. Banyak pesan dari Hae Joo. Ia juga mendengar pesan suara Hae Joo. Chang Hee menangis. Ia benar-benar sedih, tak tahu harus bagaimana.
(BTW, saat adegan ini, musik latarnya, rada mirip sama salah satu musik latar My Sassy Girl Chun Hyang. HAHAHAHHHAHA. JAdi ingat Mong Ryong. LOL).
In Hwa keluar rumah dan melihat mobil Chang Hee. Ia tahu Chang hee ada di rumah. Ia masuk ke rumah dan bertanya pada Gi Chul dimana Chang Hee. Gi Chul berkata Chang hee di kamarnya. Gi Chul terlihat senang dan mendengarkan percakapan mereka.
In Hwa kesal melihat Chang Hee tiduran. Ia menyuruh Chang Hee segera bangun dan temi=ui Hae Joo.
In Hwa : Bukannya kau akan menikahi Hae Joo? Bagaimana mungkin kau bisa kehilangan semangat hanya karena ayahmu menentangnya? Kau tidak boleh begini. Temui Hae Joo dan nikahi dia, sekarang juga!
Chang Hee menyuruh In Hwa keluar karena ia sedang tak mood bicara dengan In Hwa.
Tapi In hwa terus bicara : Jika ayahmu terus menentang, lari saja bersama. kau perlu uang? Aku akan memberimu uang! Aku ... Aku akan memberimu sebuah rumah!
Chang Hee tambah kesal dan berteriak, Kau tidak dengar aku bilang KELUAR?!
In Hwa kesal dan keluar. Ia bicara dengan Gi Chul, Ahjussi. Aku dengar kau menentang pernikahannya dengan Hae Joo? Apa kau menentang pernikahan anakmu di era modern seperti sekarang ini? Jika Hae Joo tidak cukup baik, memangnya kau pikir Chang Hee Oppa bisa cukup baik jika dia bukan Jaksa? Aku tidak punya keinginan menjadi menantumu. Jadi ijinkan dia menikahi Hae Joo. Kau mengerti?
In Hwa pergi dengan kesla meninggalkan Gi Chul dengan wajah anehnya.
Kang San sedang di rumahnya berfikir. Ia kemudian menelpon seseorang.
Lalu beberapa saat kemudian ia dan sekretaris Kim tiba di depan rumah Hae Joo membawa banyak hadiah. Mereka disambut oleh Sang Tae yang tidak mengenalinya. Kang San berkata, melihat betapa jeleknya Sang Tae, ia yakin pasti dia Sang Tae. Sang Tae heran dan bertanya, siapa Kang San. Kang San memukul kepala Sang Tae, Hey bocah! Coba gunakan otakmu sedikit! Kau tidak bisa mengingat hyung-nim ?
Sang Tae makin bingung. Kang San berkata, kau masih saja sama. Bagaimana keadaanmu bisa sama saja? Kepalamu masih saja hanya sebuah hiasan.
Lalu ibu dan Jin Joo tiba di rumah dan Kang San menyambutnya, bahkan memanggilnya ibu. Ah, sepertinya Hae Joo cantik karena dia mirip dengan ibunya. Sudah 15 tahun berlalu. Jika anda dan Hae Joo, keluar bersama, mereka akan menganggap kalian kakak beradik. Ibu bingung dan mengkode Sang Tae, siapa dia. Tapi Sang Tae Tak tahu.
Kang San bicara pada Jin Joo, kau pasti bayi yang dibantu Hae Joo saat lahir! Wah! Kau sudah besar!
Mereka masuk ke rumah dan Kang San memberi salam.
Ibu bertanya, jadi Kang San adalah cucu presdir perusahaan Hae Poong yang dulu.
Kang San mengiyakan dan bertanya apa Hae Joo tidak mengatakan pada ibu.
Sang Tae heran, bagaimana Kang san bisa mengenal Hae Joo.
Kang San berkata kalau ia adalah atasan Hae Joo untuk kapal pengebor yang akan mereka buat.
Ibu bingung, kapal pengebor?
Sang Tae mencoba menjelaskan, tapi penjelasannya salah. Jin Joo menjelaskan kalau itu kapal seperti milik Hae Joo dikamar, harganya 900juta dolar per kapal.
Ibu kaget saat tahu kalau itu hampir 1 triliun Won. HAHHAHA.
Sang Tae berkata kalau itu tak masuk akal, padahal dulu Kang San ranking terakhir disekolahnya. Kang San berkata orang yang sengaja berada di posisi terakhir, dengan orang yang memang di posisi terakhir itu berbeda. HAHHAHAHA.
ibu bertanya lagi untuk apa Kang San datang. Kang San berkata sebenarnya ia menjadi guru privat Hae Joo sayangnya belakangan ini Hae Joo tidak patuh. Hari ini dia tidak ke rumahku untuk belajar. Jadi, demi mengembalikan muridku ke jalan yang benar, Aku melakukan kunjungan rumah.
Ibu terkejut karena hubungan mereka sudah sampai keluar masuk rumah. HAHHAAHAHA. Ia menyuruh Jin Joo memanggil Hae Joo.
Selagi menunggu Hae Joo, Kang San main ke kamar Hae Joo. Ia melihat foto Hae Joo bersama ayahnya. Ia tersenyum. Sedangkan ibu, Jin Joo dan Sang Tae mengintip dari luar. Kang San tahu mereka mengintip dan berbalik. Mereka bertiga salah tingkah dan segera pergi.
Bong Hee tergesa-gesa masuk ke sebuah restoran. Rupanya Jung Woo telah menunggunya disana. Bong Hee memperbaiki penampilannya dan ia berjalan dengan anggun dan duduk di depan Jung Woo yang termenung. Ia bertanya kenapa Jung Woo memanggilnya, apa karena kasus kaka iparnya yang sudah di tutup? Atau kau ingin mempertimbangkan hubungan kita kembali atau sejenisnya? Hey! Berapa lama ya, sejak kau bilang kita "tidak bisa?" kau pikir aku akan menerimamu kalau kau datang untuk bertemu denganku lagi? Aku tidak begitu ... Aku bukan wanita gampangan!
Jung Woo hanya diam menghadapi Bong Hee yang emakin menjadi-jadi dengan pikirannya sendiri.
Pada akhirnya Jung Woo bicara, Jika ia menemui presdir Jang maka ia akan berhenti menjadi JAksa.
Bong hee tak mengerti maksudnya. Jung Woo melanjutkan, karena aku akan memukulinya tanpa memperdulikan hukum.
Bong Hee heran, bukankah Cheon Ji bebas dari dakwaan?
Jung Woo : Aku tidak tahu bagaimana Ia membuat Park Chang Hee menyerah, tapi katakan padanya kalau aku tidak akan mundur. Katakan, jika dia ingin terus menutupi semuanya, dia harus menangkapku lebih dulu.
Jung Woo akan pergi tapi Bong Hee menahannya. Ia bertanya ada apa sebenarnya. Jung Woo berkata, sekarang kau mengerti bukan, kenapa kita tak bisa bersama? Aku tidak akan kompromi soal Jang Do Hyun.
Bong Hee : Kau perlu katakan padaku kenapa kau bersikap begini Jeong Woo!
Jung Woo : Kau tidak perlu tahu apa-apa.
Bong Hee : Hey, kau tidak kenal aku? Jika kakak ipar melakukan sesuatu yang salah, Aku tidak punya keinginan membelanya. Setidaknya kau harus menjelaskan padaku jika kau ingin aku menyampaikan pesanmu. Setidaknya itu yang bisa kau lakukan pada orang yang jadi temanmu selama 30 tahun!
Sang Tae dan Ibu membuka hadiah dari Kang San. Ibu berkomentar kalau Hae Joo sama seperti dirinya, populer dikalangan pria. HAHHA.
Hae Joo pulang dan ibu langsung menariknya ke kamar. Ibu menceritakan kalau Kang San datang, ia bertanya apa hubungan Hae Joo dan Kang San. Hae Joo berkata mereka tak punya hubungan apapun. Ibu tak percaya, untuk apa Kang San datang jauh-jauh kerumah mereka jika Hae Joo dan Kang San tak punya hubungan.
Hae Joo mengatakan kalau ia mencinta Chang hee Oppa. Tapi ibu marah dan berkata kalau ia tak mengizinkan Hae Joo dan Chang Hee.
Sang Tae berkata, Saat sebuah mobil berhenti, hal terbaik yang bisa kau lakukan adalah segera menaikinya!
Hae Joo marah! Tapi Ibu berkata Sang Tae benar. Ibu berkata Kang San 1000 kali lebih baik dari Chang Hee. Kang San tampan dan punya selera humor yang bagus, kepribadiannya baik. Hehehhehe.
Hae Joo menghela nafas dan tak mampu bicara lagi. Ia segera kleuar sementara ibu mengejarnya. Sementara Sang Tae lebih menyukai harga kapal mahal itu. LOL.
Saat makan malam, Do Hyun menanyakan In Hwa, tapi Geum Hee berkata In Hwa sedang tidak enak badan. Do Hyun heran, karena biasanya In Hwa enerjik. Geum Hee melirik Il Moon dan akan mengatakan alasannya nanti. Il Moon tersinggung. Tapi tiba-tiba Bong Hee datang dan langsung memarahi Il Moon, ia sudah tahu Il Moon memotong dana sub-kontraktor.
Do Hyun panik dan menyuruh Bong Hee berhenti, untuk apa membahas masalah pekerjaan di rumah. Geum Hee bingung dan bertanya ada apa.
Bong Hee : Kakak ipar, kau mungkin yang lebih tahu. Penggelapan pajak, manipulasi harga saham, transaksi ilegal dan pemalsuan pembukuan, juga apa yang dilakukan Il Moon di belakangmu?
Geum hee makin bingung dan bertanya apa maksud Bong Hee. Do Hyun tak ingin Geum Hee tahu, jadi ia mengatakan itu omong kosong. Lagipula meeka sudah dibebaskan dari tuduhan itu.
Tapi Bong Hee berkata ia mendengarnya dari Jaksa Yoon Jung Woo, yang menangani kasus itu. Do Hyun menyuruhnya duduk untuk menjelaskannya pada Bong Hee. Tapi Bong hee menolak. Ia dan Jung Woo akan membuka semuanya dan mengembalikan semuanya pada posisi yang seharusnya. Ia kemudian meninggalkan mereka.
Hae Joo di kamarnya dan mendapati sebuah note dari Kang San yang berbunyi, Hey Tukang Las. Setiap kau melewati pelajaranmu, Aku akan langsung datang kerumahmu untuk memberimu semangat.
Sedangkan Kang San di rumahnya sedang resah menunggu telpon Hae Joo. Dan akhirnya ia senang karena Hae Joo menelpon. Sayangnya Hae Joo menyuruhnya jangan melakukan itu. Ia juga tak akan ke rumah Kang San lagi. Ia punya banyak pekerjaan sekarang dan tak punya waktu ke rumah Kang San. Tanpa membiarkan Kang San bicara, ia menutup telponnya dan menyuruh Kang San tidur. Kang San kesal dan mengumpat, Suruh aku tidur nyenyak setelah kau berkata "kau akan melakukannya!"
Pagi harinya Hae Joo ke kantor kejaksaan dan menemukan kalau Chang Hee mengundurkan diri. Jung Woo juga tak bisa menjelaskannya dan menyuruh Hae Joo menemui Chang Hee karena sudah beberapa hari Chang Hee tak bisa di hubungi.
Ketua Tim Jo mengantarkan surat untuk Il Moon. Itu surat dari rumah sakit. Il Moon terkejut karena kemungkinan Hae Joo anak Geum Hee adalah 98%. Ia cukup syok melihat hasil tes DNA itu. Ia akan minum air untuk menenangkan pikirannya. tapi minumannya jatuh tepat saat Kang San masuk ke kantornya, lagi-lagi tanpa permisi.
Il Moon kaget dan bertanya ada apa Kang San menemuinya. Kang San berkata ia ingin Chun Hae Joo dipindahkan menjadi bawahannya. HAHAHAHHAAH.
Chang Hee ada di tepi pantai dekat mercusuar. Hae Joo datang menemuinya dan langusng bertanya kenapa Chang Hee mematikan ponsel dan kenapa Chang Hee mengundurkan diri.
Chang Hee diam saja. Hae Joo melihat wajah Chang Hee yang pucat dan bertanya apa Chang Hee sakit.
Hae Joo meletakkan tangannya di wajah Chang Hee. Chang Hee melepaskannya. Hae Joo terkejut.
Hae Joo : Oppa...
Chang Hee : Kita... berpisah saja.
-END-
Comment!!!!!
AKHHH!
Keputusan Chang Hee yang menunjukkan kalau dia bukan pria gentle!!!!
Jika aku melihatnya, Chang Hee seperti ketakutan. Ia takut dengan kenyataan bahwa ayahnya membunuh ayah Hae Joo. Ia takut juga kalau Hae Joo marah padanya. Ia tak bisa mengatakan ke polisi karena takut akan Jang Do Hyun dan juga ayahnya yang akan tertangkap polisi. OMG! Chang Hee akan berubah menjadi pria mengerikan. Dan aku yakin Hae Joo nggak akan menyerah begitu saja.
Tak ada preview untuk episode selanjutnya membuatku semakin penasaran, meskipun udah download episode 17, HAHHAHHA. Jujur saja, karena membuat sinopsisnya, aku nggak berabni nonton kelanjutannya, karena nanti aku pasti nggak mood lagi membuat sinopsisnya. Makanya aku nonton sekalian nulis sinopsis. TAhan... Tahan...
HAHHAHHAH. Aku masih ingat bagaimana Kang San datang ke rumah keluarga Hae Joo. Awalnya aku kira itu sebuah lamaran, rupanya hanya perkenalan. Lihat betapa bedanya suasana KAng San dan Chang Hee saat pertama kali datang ke rumah Hae Joo. Waktu Chang Hee datang, terasa kaku. Saat Kang San datang, terasa menyenangkan. Aku suka! Apalagi ibu mendukung Kang San. YE!!!
Aku juga mendukung Kang San.
^^&^&^(^(^%^)#!@$#$%%^^&!
Park Gi Chul saat kecil dikasih makan apa sih sama orang tuanya! BODOH! BABO!
Apa berbohong sudah menjadi hobby-nya. Bisa nggak sih dia jujur sedikit! Padahal Chang Hee adalah jaksa. jika ia mengatakan semuanya kebenaran itu, maka Do Hyun bisa langsung masuk penjara. Walaupun ia terseret juga. Apa dia ngga ada rasa penyesalan sedikit saja! Rasa bersalah sedikit saja dalam wajahnya yang memuakkan itu. Kenapa harus takut sama Do Hyun! anakmu kan Jaksa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Episode berikutnya mungkin In Hwa akan lebih mengerikan. Ia akan merebut Chang Hee karena ia tahu Hae Joo menyukai Chang Hee. Scara orang yang ia sukai menyukai Hae Joo. Tapi jika mereka memang pasangannya begitu, In Hwa - Chang Hee, Hae Joo - Kang San, aku setuju aja sih. Ditambah Jung woo - Bong Hee dan Il Moon - Young Joo. Hehehhe. Tapi aku harap Il Moon mendekati Young Joo bukan untuk main-main. Berharap hatinya akan terbuka untuk Young Joo seorang.
Bong Hee akan satu pihak sama Jung Woo. Tapi aku khawatir Do Hyun akan melakukan hal licik lainnya. Melukai mereka misalnya. Tapi aku harap mereka akan tetap kuat, nggak akan kalah sama Do Hyun seperti Chang Hee.
Kekuatan baik memang sedikit, meski begitu yang baik pasti menang. Tapi prosesnya itu selalu menyakitkan lebih dahulu. Heheheh.
Kangen sama Child Cast ne.
Hehhehehe.
Aku nemu MV salah satu childcast, sepertinya ia juga debut sebagai penyanyi cilik. Aku lupa namanya, pokoknya ia pemeran Jang In Hwa kecil. Suaranya bagus juga lho. imut. Meski nggak ngerti artinya tapi aku suka musiknya. agak-agak waltz gitu. HAHAHAHA.
created by
Hazuki airin @
Clover Blossoms
.